Loading...

Friday, March 12, 2010

Iblispun Menyamar Sebagai Malaikat Terang


IBLISPUN MENYAMAR SEBAGAI MALAIKAT TERANG

“Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang. Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka” ( 2 Korintus 11 :14-15 )

Banyaknya muncul aliran-aliran/sekte dalam Kerkistenan dewasa ini membuat kita harus waspada dan berhati-hati, karena semua yang berbau hal rohani/spiritual tidak selamanya berasal dari Tuhan. Adanya sekte saksi Yehuwa, sekte Mormon, dsb yang nota bene mereka sangat militan menyiarkan ajarannya kesemua orang ternyata membawa banyak orang kedalam perangkap penyesatan. Misalnya saksi Yehuwa ajaran mereka jelas-jelas menyangkal keilahian Kristus yang adalah Allah mejelma menjadi manusia dan menentang doktrin Tritunggal. Dan begitu juga Mormonisme ( Gereja orang-orang suci Yesus Kristus Akhir Zaman) yang memiliki kitab tambahan yaitu kitab Mormon dengan nabinya John Smith. Mereka semua menyiarkan ajarannya dengan masuk melalui pendidikan, kesehatan dan kemanusiaan. Yang mana kita lihat bahwa nampaknya mereka sangat baik karena ikut menyentuh kehidupan sosial manusia, tetapi setelah diuji dan diselidiki sesungguhnya ajaran mereka menjauhkan kita dari kasih karunia Allah di dalam Kristus ( serigala berbulu domba).

  • "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas”. ( Matius 7:15 )

Saudaraku, kita sering sekali menyaksikan film yang menceritakan seseorang yang sedang menyamar. Kadang-kadang kita melihat seorang penjahat yang menyamar di suatu kota agar ia tidak tertangkap oleh polisi. Ia mengganti namanya, memakai rambut palsu dan menunjukkan penampilan yang berbeda. Ada pula seorang detektif dalam menjalankan tugasnya ia menyamar, supaya ia tidak mudah dikenali oleh si penjahat. Penyamaran yang baik akan benar-benar dapat menipu orang. Orang yang menyamar ada yang dengan tujuan baik ada pula yang bertujuan jahat. Tetapi yang paling berbahaya adalah bila orang jahat menyamar menjadi orang baik. Kita mudah tertipu karena kita begitu cepat menilai segala sesuatu dari segi luarnya saja. Kita perlu berhati-hati dan menilai segala sesuatu secara cermat. Di dalam Markus 1:21-28 diceritakan bahwa pada suatu Hari Sabat Yesus masuk ke rumah ibadat, di Kapernaum, Ia diminta untuk mengajar. Cara Yesus mengajar berbeda dengan cara orang lain. Yesus mengajar dengan penuh kuasa. Para ahli Taurat selalu memakai kitab Taurat dan kita para nabi sebagai dasar kuasa mereka. Mereka berkata telah tersurat, tetapi Yesus selalu mengajar dengan berkata, “Aku berkata kepadamu. Hal itu menunjukkan bahwa dari diriNya muncul kebenaran dan firman. Maka semua orang yang mendengarkan ajaran Yesus menjadi takjub. Semua merasakan kuasa yang ada di dalam diri Yesus.

Pada saat itu, di dalam rumah ibadat itu ada orang yang dirasuk setan. Orang yang dirasuk setan atau roh jahat itu ikut datang di dalam ibadah itu. Banyak orang merasa heran mengapa setan berani masuk ke dalam rumah ibadat. Pada umumnya orang menganggap rumah ibadat tempat orang berdoa, di situ ada Tuhan, tentu setan tidak berani masuk. Tetapi kenyataannya iblispun berani masuk ke rumah ibadat.

II Korintus 11:14 menjelaskan bahwa iblis juga dapat menyamar menjadi malaikat terang. Kalau iblis sanggup menyamar menjadi malaikat terang, tentu saja iapun dapat menyamar sebagai seseorang yang nampaknya beribadah. Nah apakah yang akan dilakukan iblis di rumah ibadat? Mari kita perhatikan Markus 1:23-26.

Iblis yang di dalam diri seseorang itu ketika melihat Yesus dan mendengar perkataan-Nya yang penuh kuasa, ia berseru, “Apa urusanMu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah”. Tentu saja semua orang disitu terkejut mendengar kata-kata iblis melalui mulut orang yang dirasuk itu. Setan mengakui bahwa Yesus adalah Yang Kudus dari Allah. Setan juga menyadari bahwa Yesus datang untuk mematahkan kuasa setan. Sikap yang ditunjukkan setan adalah sikap ketakutan karena menghadapi musuh yang pasti mengalahkan dirinya. Saat itu juga, Yesus memerintahkan setan itu diam dan bahkan mengusirnya keluar

Mungkin Anda heran, mengapa Yesus menyuruh roh jahat itu diam, padahal ia menyaksikan ke-Tuhanan-Nya. Jelaslah bahwa kebenaran (terang) tidak dapat bersatu dengan kegelapan. Jika iblis ikut menyaksikan keberadaan Yesus, tentulah orang-orang akan menyangka Yesus bersekongkol dengan iblis. Tujuan keduanya juga sangat berbeda. Yesus datang untuk membawa orang ke jalan kebenaran. Sedangkan iblis yang nampaknya mengeluarkan kata-kata baik bertujuan untuk menyesatkan manusia. Iblis dalam rencana jahatnya, dapat menyamar di dalam diri seseorang yang tidak kita duga. Iblis dapat menyamar dalam berbagai cara di tengah-tengah orang percaya. Dan tujuan iblis bukanlah memuliakan nama Allah.

Kita pun harus waspada akan kuasa setan yang menyamar di tengah-tengah persekutuan orang percaya. Jangan sampai kita dipakai oleh iblis untuk mendatangkan kekacauan di tengah persekutuan orang percaya. Kadang-kadang seseorang dapat dirasuk pikiran dan hatinya oleh kuasa setan. Ia ingin menjadi penguasa di gereja, ingin memerintah dengan ambisinya sendiri, sehingga akhirnya mendatangkan perpecahan di dalam jemaat Tuhan. Bahkan ada pula yang dengan kedok kedermawanannya seseorang dapat mencemarkan nama Tuhan.

Tuhan Yesus kepala gereja telah datang ke dunia ini untuk mematahkan kuasa iblis. Maka kita pun dapat terus menerus berpegang pada kuasa Tuhan, agar kita dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Dan kita pun harus terus waspada agar kita tidak dipakai oleh iblis untuk mendatangkan perpecahan dan perbuatan yang tidak memuliakan nama Tuhan. Sudahkah Anda waspada terhadap iblis yang selalu menyamar di sekitar kita?


1 comment:

  1. Jadi.. Bagaimana kita mewaspadai maling yang teriak maling ƴǻƘ kalo begitu ?? Hehehh..

    ReplyDelete