Loading...

Tuesday, September 11, 2012

Rancangan Tuhan Yang Tidak Pernah Terduga,Karena Tuhan Membuat Janji-Nya Terwujud



“ RANCANGAN TUHAN YANG TIDAK PERNAH TERDUGA,KARENA TUHAN MEMBUAT JANJI-NYA TERWUJUD”


“Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh.Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu."Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?"Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.” ( Kejadian 22:4-8)



Berbeda dengan sikap Abraham,bagi Ishak anaknya adalah sesuatu yang janggal. Ketika segala sesuatu untuk persembahan korban tersedia,di manakah anak domba untuk dikorbankan ? Jawaban Abraham terkesan seperti sambil lalu saja.Namun sesungguhnya jawaban itu mengungkapkan sesuatu pengalaman hidup yang mendalam. Pengalaman hidup bersama Allah.

Dulu Abraham pernah memakai caranya sendiri untuk membuat janji Allah terwujud. Abraham mengambil Hagar, yang melahirkan Ismail baginya. Sara, istri Abraham yang telah mati haid ( menopause ) pun pernah berpikir bahwa dengan Abraham mendapatkan anak dari Hagar,maka janji Allah itu akan terwujud. Tetapi kemudian hari seiring berjalannya waktu,dalam waktu yang tidak terduga, di usia lanjut,dengan cara yang ajaib,Allah membuat Sara mengandung dan melahirkan Ishak.Allah sendiri yang membuat janji-Nya terwujud dengan cara-Nya sendiri dan waktu-Nya sendiri.

Tentu saja Abraham tidak tahu bahwa Tuhan Allah akan menyediakan anak domba jantan ganti Ishak anaknya yang akan dikorbankan.Tetapi  dari pengalamannya, Abraham tahu bahwa Allah akan menyediakan.Meski Abraham tidak tahu bagaimana caranya Allah akan menyediakan. Yang Abraham tahu dari pengalamannya bersama Tuhan Allah,bahwa Allah ambil bagian dalam hidupnya. Dan karena itu ia sungguh-suungguh bersandar dan percaya pada perbuatan Allah.

Renungan Firman Tuhan ini mengajak kita untuk mempercayai cara Allah bertindak dalam hidup kita.Yaitu membiarkan Allah mewujudkan rencana dan maksud-Nya melalui hidup kita. Panggilan kita adalah untuk taat dan percaya kepada-Nya,serta mendengarkan Firman-Nya.Hanya dengan demikian kita dimungkinkan dapat menghadapi berbagai ujian hidup. Hanya dengan iman kepada Tuhan Allah yang hidup,kita dimampukan melewati keadaan sulit dan berat dalam hidup kita dan kita menang karena kita bersandar sepenuhnya kepada kuasa Allah…

No comments:

Post a Comment