Loading...

Saturday, August 21, 2010

Alkitab Memberi Jawaban Untuk Berbagai Problem Manusia


Alkitab Memberi Jawaban

Untuk Berbagai Problem Manusia


“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” ( Mazmur 119 : 105 )


Apakah arti hidup tanpa harapan ? Sia-sia, di atas kesia-siaan. Sebab harapan adalah penawar kedukaan atau derita yang tidak kunjung berhenti dari masa ke masa. Dalam dunia yang banyak malapetaka ini, manusia mencari sumber kelepasan yang boleh memberi pengharapan hidup. Dengan berbagai problem yang melanda dunia ini, perasaan “ tanpa harapan hidup” sering berkecamuk dalam benak manusia. Bayangkan bila Anda adalah salah satu pengamat korban bencana alam di Leyte, Filipina Tengah, saat baru berlalunya angin topan yang menelan nyawa 8000 jiwa dalam semalam tersebut. Atau Anda berada di tengah-tengah korban kelaparan di Etiopia atau Somalia, yang ribuan orang mati setiap hari, karena kurangnya makanan.

Dunia yang kita tempati sekarang ini adalah dunia yang mempunyai banyak malapetaka. Bila kita melihat korban angin topan, banjir dan gempa tsunami yang menimpa Banda Aceh, serta memandang mayat yang bergelimpangan dan bertebaran di sana sini, pertanyaan timbul, “Apakah ada harapan hidup di dunia ini ?” Melihat bencana alam yang memakan banyak jiwa, manusia tidak berdaya untuk mencari jalan keluar. Kepandaian manusia tidak akan pernah sanggup menangkal bencana. Harapan hanyalah kepada kuasa Ilahi.

Dan anehnya, banyak juga orang-orang yang mempunyai kecukupan makanan, ada tempat tinggal, namun merasa “tidak ada harapan hidup “ yang akhirnya justru mengakhiri hidupnya sendiri dengan bunuh diri. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa persentase bunuh diri ini di kalangan orang muda makin meningkat.

· Di negara Belanda misalnya, tiap tahun sekitar 6800 pelajar berusia 14-21 tahun berusaha bunuh diri. Penelitian Dr. R. Diekstra dari Universitas Leiden yang telah diberi tugas oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk meneliti kasus bunuh diri cenderung meningkat sampai 400 %.

· Di Denmark dan Jepang, misalnya, satu dari tiga pria berusia 25-34 tahun bunuh diri, sedangkan wanitanya, satu dari empat orang. Eropah Tengah dan Barat Laut, Amerika Serikat, Kanada dan Australia adalah yang terbesar.

· Di Hungaria dan Jerman, rata-rata dua nyawa terbang sia-sia tiap jam.

Peneliti meramalkan dalam tahun-tahun mendatang lonjakan bunuh diri akan mencapai 25-30 % jika tidak ada langkah penanggulangan. Apakah yang menyebabkan mereka bunuh diri ? Depresi !. “Usaha bunuh diri lahir dari keputusasaan, kesedihan yang dalam, kesulitan dan perasaan sengsara. Mereka merasa sendirian dalam menghadapi suatu persoalan, dan memutuskan untuk bunuh diri (mati )”, demikian Erik Jan De Wilde dalam disertasinya di Universitas Utrecht.


Apa Sajakah Problem Manusia Yang Dapat Membuat Ia Putus Asa ?


Problem manusia lebih dari sekedar malapateka atau bencana alam. Lihatlah keadaan di sekeliling Anda ! Begitu banyak manusia yang mempunyai berbagai problem fisik, emosi, dan rohani. Betapa sering Anda bertemu dengan seseorang yang mempunyai penderitaan fisik, entah mempunyai tubuh yang pincang, tunanetra, tunarunggu, bagian tubuh lain yang cacat, kesehatan yang lemah atau mempunyai penyakit yang tidak tersembuhkan.

Orang-orang lain mempunyai problem emosi seperti dukacita, depresi, takut, benci, khawatir, konflik, atau merasakan tekanan lingkungan yang berat. Sebagian mempunyai masalah fisik dan mental yang menyebabkan keterbatasan, ketidakpuasan hidup serta mengalami kegagalan atas keinginan yang dirindukan. Hampir semua orang mempunyai problem sosial, apakah itu problem dalam hubungan satu sama lain di rumah tangga, salah pengertian dalam keluarga, teman kerja, organisasi sosial, di gereja, atau masyarakat. Kekuatiran, kesepian, dan perasaan diri yang gagal sering nyata dalam kehidupan banyak manusia.

Betapa sering juga kita dapatkan mereka yang mempunyai dilema rohani, misalnya : keragu-raguan, skeptisisme dan tidak percaya, lemah iman, lemah dalam berbakti, lemah dalam penurutan, mudah tergoda, mempunyai dosa yang belum diakui, merasa belum diampuni, belum bertobat, tidak berserah dalam kehidupan, legalisme, atau tidak pernah berdoa. Semua problem kehidupan ini mempunyai unsur masa lalu, sekarang dan masa depan yang mempengaruhi pikiran manusia. Bila kita menghadapi berbagai problem tersebut, ada dua reaksi yang boleh timbul, apakah kita hadapi problem tersebut atau kita lari dari problem itu ? Dari waktu kewaktu kita sering mendengar orang yang lari dari problem dengan jalan memuaskan diri dengan alkohol atau narkoba (seperti obat bius, ecstacy, heroin, ganja, morphin, dsb), memuaskan nafsu sex bahkan dengan bunuh diri.

Dewasa ini kita dapatkan kenaikan angka persentase dalam bunuh diri yang menunjukkan keputusasaan bagi mereka yang tidak berpengharapan. Kesepian, tekanan hidup, patah hati, dan keputusasaan lainnya sering telah menjadi penyebab menghabiskan hidupnya sendiri. Penelitian menunjukkan bahwa hal yang menyebabkan orang bunuh diri ialah : “ Perasaan tidak adanya harapan hidup atau sia-sianya kehidupan di dunia ini yang penuh dengan derita.” Salah satu negara yang mempunyai persentase bunuh diri yang tinggi adalah Negara Rusia. Penderitaan hidup banyak membuat mereka nekad untuk bunuh diri. Rata-rata wanita Rusia misalnya, mereka telah menggugurkan kandungan untuk 7 kali, saat mereka mencapai usia 45 tahun. Banyak yang lari dari problem dengan minum alkohol, yang menyebabkan penggunaan alkohol di Rusia adalah yang tertinggi di dunia. Namun walaupun orang lari dari problem, problem tersebut tetap ada ke mana saja kita pergi. Hal yang sangat penting ialah kita patut mengetahui bagaimana untuk mengatasi problem. Bagaimana problem hidup dapat di atasi ? Alkitab memiliki jawabannya.


Alkitab Memberikan Jawaban !


Ternyata Alkitab memberikan jawaban dalam mengatasi berbagai masalah dunia, baik masalah fisik, emosi, mental, sosial maupun rohani, sebab dengan membaca Alkitab, kita berhubungan dengan Allah sebagai sumber kehidupan. Manusia tidak bisa hidup tanpa Allah. Oleh sebab Allah adalah “Sumber “ dari : kesehatan, kebahagiaan, sukacita, kesucian dan kekudusan, kehidupan, berkat jasmani dan rohani, kasih karunia. Maka berpisah dari Allah menyebabkan berpisahnya manusia dari kesehatan, kebahagiaan, sukacita, kehidupan, berkat jasmani dan rohani. Tidak heran orang jadi bunuh diri akibatnya.

Namun sementara, begitu banyak orang bergumul mengatasi masalahnya dengan kuasa sendiri dan kekuatan sendiri, Alkitab memberikan janji dan pengharapan. Tuhan Allah yang tidak pernah berdusta telah memberikan janji dan pengharapan yang membuat manusia dapat mengatasi masalah hidupnya.

Bagi mereka yang mempunyai problem fisik, Alkitab memberikan hiburan untuk menerima apa yang ada. “ Janganlah takut !”

  • “Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: "Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau. Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatmu. Aku menebus engkau dengan Mesir, dan memberikan Etiopia dan Syeba sebagai gantimu.” ( Yesaya 43:1-3 )

Menerima apa yang ada….Salah satu doa Fransiskus dari Assissi yang berdasarkan Alkitab ialah :

“ Tuhan, tolonglah aku untuk mengubah apa yang dapat kuubah. Berikanlah kepadaku kerelaan untuk menerima apa yang tidak dapat kuubah. Karuniakanlah kepadaku kebijaksananan untuk membedakan keduanya”.

Alkitab memberikan pengharapan, seorang yang mengalami cacat, tidak akan selamanya memiliki cacat tersebut. Apa yang digambarkan di surga dalam Wahyu 21,22 menunjukkan bahwa Tuhan akan menghapuskan air mata. Ada satu masa yang saat itu tidak ada lagi penyakit, derita dan kematian. Alkitab pun memberikan cara hidup sehat agar kita dapat mengurangi kemungkinan mendapat penyakit. Dalam 1 Korintus 10:31 dikatakan, “…Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah”. Ini menunjukkan perlu memilih makanan atau minuman yang akan menyehatkan tubuh. Alkitab dapat memecahkan problem fisik manusia.

Sebagian orang mempunyai problem sosial, karena perasaan kesepian yang senantiasa melanda hidupnya. Sebagian menghadapi problem pikiran sebab penuh dengan kekuatiran akan hari esok, atau ketidakpuasan dalam kehidupan. Betapa sering problem tersebut menimbulkan keputusasaan. Apa yang harus diperbuat bila kita berada dalam keadaan yang penuh dengan keputusasaan ? Dr. Wilber Alexander dari Universitas Loma Linda menganjurkan sebagai berikut :


  1. Menerima fakta bahwa dalam dunia ini selamanya ada masalah apakah itu besar ataupun kecil, dan Kekristenan tidak pernah menjamin bahwa kita akan bebas dari problem.

  1. Mengerti dan percaya bahwa Tuhan tidak pernah dengan sewenang-wenang menumpukkan problem dalam kehidupan untuk memaksakan kasih dan penurutan.

  1. Mengetahui bahwa bukanlah kehendak Tuhan agar setiap orang dikalahkan oleh problem. Yesaya 43:1-2 mengatakan : “ Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau. Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-ku. Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan, apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.” Janji ini diberikan oleh Allah yang tidak pernah berdusta. Apapun problem, krisis dalam kehidupan, Tuhan tidak akan melalaikan kita. Bahkan saat kita jatuh dalam kekecewaan dan kekalahan, tangan-Nya yang kekal yang penuh kasih selalu diulurkan kepada kita.

  1. Setiap orang Kristen yang cerdas harus mengerti bahwa mengikut Kristus membuat hatinya lebih peka kepada kesukaran dan mencoba untuk mengalaminya dalam kehidupan. Untuk mempunyai kapasitas untuk mencintai dan untuk menjadi bahagia, memiliki implikasi adanya kapasitas yang lebih mendalam untuk menderita bagi Dia.


  1. Setiap orang Kristen harus belajar dan berdoa hingga ia dapat mengerti disiplin dari kehidupan hingga ia dapat melihat bagaimana Tuhan menggunakan pencobaan dan kesukaran dalam menyucikan dan menguatkan pengalaman Kekristenan. Ia perlu mengetahui dan percaya bahwa Tuhan tidak pernah mengizinkan pencobaan yang melebihi kemampuannya. Bila kita menyadari ini, adalah mungkin untuk menerima dan mengatasi setiap problem yang datang. Perlu juga kita mengerti bahwa Iblis/Setan mencoba menggunakan pencobaan untuk mengecewakan orang Kristen. Ia coba untuk menggoyangkan keyakinan kita kepada Tuhan, dan mempertanyakan kasih-Nya. Setan berharap untuk mengecewakan jiwa kita dari genggaman kita kepada Tuhan.

  1. Apapun problem terbesar yang kita hadapi sekarang ini kita harus menggunakan waktu untuk menganalisanya sebaik mungkin sesuai dengan kesanggupan kita. Pertolongan manusia dapat digunakan bila itu yang diperlukan. Tuhan sering menggunakan orang lain untuk menolong, namun kekuatan yang sebenarnya, maupun kedewasaan yang sebenarnya, diperoleh bila seseorang secara pribadi sanggup untuk memastikan dirinya sendiri apakah problem yang sebenarnya dan kemudian menemukan sumber-sumber untuk mengatasinya sendiri. Kekristenan mengajak kita untuk berpikir secara positif dan bersyukur dalam segala hal. Yesus berkata, : …”janganlah khawatir akan hidupmu…..” ( Matius 6:25 ). Rasul Paulus berkata : “ Bersukacitalah kamu senantiasa….” ( Filipi 4:6 )…”Mengucap syukurlah dalam segala hal…” ( 1 Tesalonika 5: 16-18 ). Pandangan yang positif menyebabkan kita bebas dari kekuatiran walaupun ada problem yang kita hadapi. Satu semboyan dari sebuah pengobatan sebuah rumah sakit mengatakan : “ Saya menangis karena tidak memiliki sepatu, sampai saya menemukan seorang yang tidak memiliki kaki “. Bandingkanlah keadaan anda dengan mereka yang keadaannya jauh lebih menderita.

  1. Melalui segala problem, ingatlah bahwa Tuhan senantiasa hadir. Sama seperti Tuhan yang hadir di tengah dapur api saat tiga orang Ibrani dilemparkan ke dalamnya, demikian juga Dia akan datang untuk menyertai kita dengan Roh Suci-Nya. Alkitab berisikan banyak sekali janji yang menunjukkan bahwa Ia siap untuk menolong, jika kita rela, dan Ia tidak pernah lebih dekat, daripada saat kita sangat membutuhkan-Nya. Tuhan mengenal kita, dengan segala kekuatan dan kelemahan kita. Dia menghendaki agar kita datang dan melemparkan segala beban kita kepada-Nya, dan Ia akan memeliharakan kita. ( Mazmur 23 )

Berabad-abad dari Kekristenan telah memberikan konfirmasi kepada kebenaran kehadiran Tuhan dalam segala problem bila Ia diminta dan diizinkan untuk menolong.

  • “Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah,” ( Ibrani 6:17 )

Alkitab mengajar kita agar tidak perlu takut kepada kehidupan. Kita mempunyai Allah yang ajaib yang dapat memperbaiki segala pecahan kehidupan sesuai dengan rencana-Nya yang semula.

  • “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” ( Roma 8:28 )

Prinsip dalam mengatasi masalah kehidupan tersebut terdapat dalam Alkitab. Dengan menggunakan Alkitab sebagai penuntun, masalah dapat diatasi dengan baik. Karena itu marilah kita gunakan Alkitab sebagai penuntun hidup kita, tidak perduli derita apapun yang harus kita lalui.


Soli Deo Gloria


15 comments:

  1. Shalom ,......

    Meski kita berbeda denominasi alangkah indahnya jika ada persatuan dari sesama Anak Tuhan ,....

    Kiranya saudara bersedia juga mengunjungi blog saya di http://renungan-alkitab-anda.blogspot.com/

    Terima Kasih Tuhan memberkati pelayanan saudara.

    ReplyDelete
  2. Ya. mari kita melayani dan berbagi dengan pertolongan dan kekuatan kasih karunia dari Tuhan..Terimaksih atas kunjungan anda. Semoga Allah sumber damai sejahtera dan kasih kasih karunia kiranya menolong kita dalam mewartakan Injil-Nya..Tuhan Yesus memberkati..

    ReplyDelete
  3. orang-orang Kristen kok pada tolol bin goblok semua ya ...masa Tuhan beranak pinak...oya gua liat tuhan Yesus kalian digambar-gambar laki ya? terus bininya siapa? terus kalo ngentot semalam berapa kali? oya gua liat Tuhan Yesus loe kok murung terus ya...jangan-jangan dia gak pernah orgasme kali ya...atau abis di sodomi si Paus kali yee...benar-benar orang Kristen edan...tolol...goblok...otak ditaruh di kaki...dasar manusia anjing kurap

    ReplyDelete
  4. Hei,,Anonymous...walaupun koe hina Tuhan Yesus kami, Dia masih menunggumu untuk bertobat. Dia adalah Juruselamat umat manusia dan Juruselamat Dunia..Karena begitu besar kasih-Nya (kasih Allah)atas dunia ini, maka Dia datang menjadi manusia mengurbankan nyawanya,mati, disalibkan dan bangkit pada hari yang ke 3. Dan barang siapa yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal ( Yohanes 3 :16 ). Tapi kalau loe tidak percaya,loe pasti binasa di neraka kekal selama-lamanya..Injil diberitakan ada yang menerima, ada yang melecehkan dan menghina. Tetapi bagi mereka yang percaya akan beroleh hidup yang kekal.." Memang pemberitaan tentang salib adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa. Tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah" ( kitab Korintus).

    Salam semua
    God bless

    ReplyDelete
  5. Tuhan-Tuhan untuk mengampuni dosa manusia saja kok anak-Mu Kau kurbankan, bok ya bikin pernyataan saja "Apapun dosa manusia Aku ampuni sekarang !" Bereskan tidak ada yang harus menjadi korban.
    Ya Tuhan Kau kan Maha Kuasa, kalo Kau gak tega manusia masuk neraka,tapi kenapa tega betul sama anak-Mu.
    Atau memang Kau bukan Tuhan ?

    ReplyDelete
  6. Kalau dikatakan, bahwa “Alkitab Memberi Jawaban Untuk Berbagai Problem Manusia” maka hal ini adalah nonsen (gak terbukti / bohong).
    Ketika Negara Eropa dipimpin oleh agama, Gereja memegang otoritas tertinggi, terbukti menghambat perkembangan ilmu pengetahuan sehingga timbulah Renaissance Eropa. Masak sejarah yang demikian sudah dilupakan.
    Perhatikan tulisan berikut :
    Agama Kristen terdapat berbagai keracuan yang menjadikan para penganutnya hanya sebatas mengakui beragama Kristen akan tetapi tidak akan dapat menjadikan sebagai way of life.
    Kerancuan yang ada dalam Kristen hampir terdapat disetiap batang tubuh Agama,
    Pertama, masalah ketuhanan Trinitas terpengaruhi oleh Filsafat Neo Platonis, Paganisme Mesir Kuno (Hores, Isis, Seroyes) dan Paganisme Rumania Kuno (Yupiter, Mars, Korneos).
    Kedua, Masalah syariat yang banyak dirubah dari ajaran aslinya, seperti khitan menjadi tidak ada, babi menjadi halal dan lain sebagainya,
    Ketiga, Kerahiban yang bertentangan dengan Fitrah manusia seperti tidak boleh nikah dan lain-lain. Keempat, Kapitalisme Pendeta yang banyak mempunyai hektaran tanah dan ratusan budak-budak. Kelima, Masalah Paulus. Dan yang paling inti dari terjadinya renaissance barat adalah Ketujuh, Pertentangan gereja dengan Ilmu Pengetahuan.
    Dari kerancuan-kerancuan tersebut timbul kritikan dari para pengikutnya diataranya, Nicolaus Copernicus (1543 M)-seorang pendeta- mencetuskan teori Helio Centris. Teori tersebut menentang kebijakan gereja yang selama ini mempunyai faham filsafat Ptolemaeus yang mengatakan bahwa bumi sebagai pusat tata surya, Faham Copernicus lansung di bungkam oleh pihak gerja akan tetapi pihak gereja tidak memberikan hukuman terhadap Copernicus dikarenakan dia adalah seorang pendeta. Pihak gereja hanya melarang bukunya yang berjudul "De Revolutionibus", tersebar dan memasukannya terhadap buku-buku Terlarang. Faham Helio Centris tidak padam begitu saja, pada tahun 1594 Gardano Bruno melakukan hal yang sama seperti perndahulunya Copernicus, akan teatapi dia bernasib lain, akibat teorinya dia harus mendekam di penjara selama enam tahun dan pada tahun 1600 M dihukum mati dengan dibakar hidup-hidup. Faham Helio Centris kemudian dikumandangkan kembali oleh fisikiawan Jerman Johannes Kapler (1571-1630) dan Galileo Galilei (1564-1642) dengan penemuan teleskop sederhana yang menjadikan dia (Galileo) harus di penjara hingga umur 70 tahun, kemudian dia bertobat dikarenakan ketakutan nasibnya akan sama dengan Bruno.
    Pada Tahun 1642 bertepatan dengan meninggalnya Galileo lahirlah ilmuan baru Ishac Newton, seorang penemu teori Gravitasi Bumi, sehingga dengan penemuanya dia berhasil mendobrak kebodohan Gereja dan mengubah worldview baru bagi eropa dalam memahami agama.New ton bukan saja menkritik gereja dalam masalah sains akan tetapi dia juga mengkritik teori Trinitas, seperti yang dikatakan dalam bukunya The Philosophical Origins of Gentile Theology, bahwa sebenarnya nabi Nuh telah membuat agama bebas tahayul dimana tidak ada kitab suci yang berisi wahyu-wahyu dan tidak ada lagi misteri , tapi Tuhan yang bisa dikenal melalui perenungan Rasional terhadap alam semesta. Pada Tahun 1670 M dia mengumumkan bahwa ajaran trinitas dibawa oleh Athanasius untuk mencari muka orang-orang pagan yang baru masuk agama Kristen sekaligus Athanius sendiri yang memberikan tambahan-tanbahan terhadap Injil. Sehingga Newton berakhir pada kesimpulan bahwa Tuhan bisa di capai oleh akal melalui perenungan alam semesta -seperti tokoh pendahulunya Rene Decrates- bukan melalui al-kitab.

    ReplyDelete
  7. Keruntuhan otoritas Gereja menjadikan bangsa Eropa terbagi menjadi dua aliran dalam memahami Agama, Pertama, Aliran Deisme, dimana aliran ini masih mempercayai akan adanya Tuhan tapi tidak mempercayai akan ayat-ayat tuhan. Tokoh-tokohnya antara lain: Rene Decrates (1596-1650 M), Martin Luther(1483-1556 M), Huldrych Zwingli (1483-1556 M), John Calvin (1509-1564 M), Ishac Newton (1642-1724 M), John Lock (1632-1704), Immanuel Khan (1724-1804 M) dan para pengikut-pengikut mereka seperti Calvinis (Pengikut John Calvin), Lutheran ( Pengikut Martin Luher). Diantara ajaran-ajarannya yang paling mendasar adalah: Pertama, Beriman kepada satu Tuhan yang disebut "Deus" melalui kotemplasi akal baik melalui Mekanika (seperti Newton) atau Matematika (seperti Decrates). Kedua, Tidak mempercayai mitos wahyu, Ketiga, Tidak mempercayai mukjizat yang bersifat misterius dan bertentangan dengan akal sehat. Keempat, mempercayai Tuhan sebegai pencipta alam dari ketiadaan (Cratio ex nihilo). Kelima, membagi kehidupan kepada: Alam, Tuhan dan Akal.
    Aliran Kedua, adalah Atheisme atau Materialisme, yang pertama meluncurkan gagasan ini adalah George Wilhelm Friedrich Hegel (1770-1831 M) dengan menyatakan dalam bukunya Phenomenology of Mind (1807 M) bahwa Roh Universal hanya bisa mencapai kesempurnaan jika ia menenggelamkan dirinya kedalam kondisi-kondis batas ruang dan waktu; Roh universal paling mungkin di wujudkan dalam pikiran manusia. Jadi, manusai juga harus mencampakan konsep lama tentang Tuhan transenden, supaya ia dapat memahami bahwa dirinya memiliki sifat Tuhan juga. Selanjutnya gagasan secular Hegel dilanjutkan muridnya Ludwig Feuerbach (1804-1872 M) yang menyatakan bahwa agama dapat memisahkan manusia dari Tuhan, Tuhan itu sempurna sedangkan manusia tidak, Tuhan itu abadi sedangkan manusia fana, Tuhan itu maha kuasa sedangkan manusia lemah. Karl Marx (1818-1883 M), menulis dalam buku Economic and Philosophical Manuscript, bahwa agama merupakan gejala masyarakat yang sakit, agama adalah candu masyarakat yang bisa menerima system social yang ruksak. Agama menghilangkan keinginan untuk menemukan obat dengan mengalihkan perhatian dari dunia ini kepada akhirat. Ketidak percayaan atas Tuhan dibuktikan pula secara `Ilmiah` oleh Charles Darwin (1809-1882 M), dalam buku kontrofersinya The Origin of Species by Means Natural Selection (1859) dengan teori evolusinya, ia menolak teori yang telah lama dipercayai Gereja yaitu teori cratio ex nihilo. Dengan teorinya tersebut, Darwin mencoba memisahkan interfensi Tuhan dalam penciptaan alam dan kehidupan mahluk hidup di dunia ini. Atheisme berpuncak pada deklarasi kematian Tuhan pada tahun 1882 oleh Friedrich Nietzsche (1844-1900 M) melalui bukunya The Gay Science.
    Kedua faham inilah yang merasuki masyarakat Eropa dari mulai akhir abad ke 17 masehi sampai sekarang, sebagai konsekwensi sekaligus rival atas kebobrokan otoritas gereja yang selama beratus-ratus tahun bangsa Eropa merasa di bodohi dan di kekang olehnya. Sehingga mereka menamakan jaman sebelum revolusi dan reformasi sebagai The Dark Age dan menamakan jaman setelahnya sebagai Renaissance.

    ReplyDelete
  8. Kita sebagai umat Islam mempunyai sejarah masa silam yang berbeda dengan Eropa, dimana kita mempunnyai kemajuan baik dibidang moral dan ilmu pengetahuan diamasa lalu. Islam memberikan ajaran yang bisa dipahami oleh akal manusia, dari mulai masalah ketuhanan sampai masalah kitab suci dan kenabian, tidak pernah ada pertentangan yang serius didalamnya. Lalu setelah peradaban kita terpuruk pada abad ke 18 M, haruskah kita menyalahkan dan mengkritik ajaran Agama Islam di masa lalu (Turats) yang sudah terbukti berjaya beratus-ratus tahun?, haruskah kita ikut-ikutan mengkritik -sebagaimana orang Eropa terhadap agama kristen- ajaran agama kita dari mulai masalah ketuhanan, kitab suci, kenabian, hadits nabi dan lain sebagainya, padahal masalah-masalah tersebut sudah diakui dan tidak ada perselesihan serius selama berabad-abad sebelum masa keterpurukan?, apakah keterpurukan peradaban kita sekarang disebabkan masa lalu kita atau disebabkan kesalahan kita dalam memahami Islam?, lalu haruskan kita mengadopsi seluruh peradaban barat sebagai upaya memajukan kembali peradaban kita? Ataukah kita kembalikan pemahaman kita sebagaimana yang difahami orang-orang Islam dimasa keemasan peradaban Islam?.

    ReplyDelete
  9. hey... aq ada cerita nih..

    suatu hari di sebuah desa kristen yang jauh dari kota, ada sebuah gereja..

    suatu pagi ketika acara kebaktian atau apalah (nggak tau aku) seorang pendeta memandang salib yang terpasang di dinding.. Ia bingung,"salibnya ada kok YESUSnya nggak ada, kemana yah??" kemudian ia bertanya kepada seluruh warga desa. tapi nggak ada satu pun yang tau. akhirnya mereka mencari bersama. ketika mereka sampai di sebuah sungai. Eehhh!!! ternyata YESUSnya lagi BOKER!! hahaha lucu nggak???

    ReplyDelete
  10. bukan lagi Boker bro.....yang bener lagi Ngentot.............ha...ha...ha...

    ReplyDelete
  11. bertobatlah anonymous, kasian nanti kamu, krn kamu menghujat Allah yg hidup.akan ada hari penghakiman, apa kamu pikir agama mu udh paling benar?... coba liat peristiwa bom yg terjadi di indonesia siapa ajapelakuny? trus agama nya apa? apa memang agama anda mengajarkan hal itu?ato apa Tuhan anda mengajarkan hal itu............

    ReplyDelete
  12. Kunjungi http://indonesia.faith-freedom.org/

    ReplyDelete
  13. o gitu toh.....patesan aja umatnya pada freesex,homosex....soalnya Tuhan yesus aja maen freesex

    ReplyDelete
  14. hai smuanya...kalian tau gak.........situs indonesia.faithfreedom itu situsnya Yahudi/kristen teroris..............baca sih boleh2 aja kok.........tapi hanya orang tolol aja yang percaya

    ReplyDelete
  15. pantesan orang Kristen pada sesat semua...soalnya bacaanya Indonesia Faithfreedom....tuh servernya di USA tau......cuiih..

    ReplyDelete