Loading...

Tuesday, April 21, 2009

Allah Tritunggal ( TRINITY)




Refleksi Teologis


ALLAH TRITUNGGAL ( TRINITY )


"Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu."( I Yohanes 5:7)


Salah satu keunikan Kekristenan adalah kepercayaan terhadap Allah Tritunggal, yang tidak ada pada agama-agama lain. Doktrin yang begitu jelas diajarkan dalam Alkitab ini selalu menjadi kesulitan yang besar bagi orang Kristen maupun bukan Kristen. Memang secara terminologi istilah ini tidak muncul dalam Alkitab. Namun seluruh Alkitab mengandung ajaran yang penting ini.Melalui penganiayaan dan tantangan dari ajaran, baik filsafat maupun bidat-bidat, mengakibatkan selama beratus-ratus tahun gereja abad permulaan menginstropeksi ke dalam iman yang sudah dimiliki sehingga menemukan pengertian Allah Tritunggal yang sedalam-dalamnya. Doktrin ini sudah diteguhkan pada jaman Agustinus untuk menjadi dasar pengajaran gereja segala abad.

Agama Kristen mempunyai konsep Tritunggal yang tidak dimiliki oleh agama lain. Agama Hindu mempunyai 3 (tiga) ilah yang paling tinggi, yaitu : Brahma, Wisnu dan Syiwa. Tetapi konsep ini sama sekali berbeda dari konsep Tritunggal Kristen.Kekristenan bukan percaya kepada 3 Allah, melainkan kepada satu Allah (esa) yang mempunyai 3 pribadi. Ketiga oknum Allah dalam Allah Tritunggal tidak dicipta. Ketiganya berada dari kekal sampai kekal.Kristus selaku Oknum Kedua Allah Tritunggal, tidak lebih rendah dari Allah Bapa yang adalah Oknum Pertama Allah Tritunggal. Roh Kudus, bukanlah suatu Kuasa atau Hukum Alam yang dipakai oleh Allah di dalam segala karya-Nya, melainkan Diri Allah itu sendiri, yaitu Allah Oknum Ketiga. Kristus bukanlah sebutan bagi Allah Oknum Pertama pada saat datang kedunia, sehingga Ia menjadi Oknum Kedua. Juga salah jika kita mengerti bahwa setelah Kristus kembali ke surga, Ia turun lagi ke dunia sebagai Oknum Ketiga, yaitu Roh Kudus. Roh Kudus bukanlah Kristus, dan Kristus bukanlah Allah Bapa.Allah Tritunggal merupakan doktrin, ajaran yang sedemikian unik di dalam Kekristenan. Doktrin ini merupakan suatu konsep yang tidak ada pada agama-agama lain, bukan suatu konsep yang ditarik sebagai kesimpulan dari hasil pikiran manusia melalui kemampuann rasio yang diciptakan oleh Allah, tetapi hal ini adalah suatu konsep yang tidak dapat dihindari oleh manusia karena Allah telah demikian menyatakan Diri, memperkenalkan Diri-Nya kepada manusia.

Allah yang benar adalah Allah yang tidak terbatas, Allah yang melampaui segala sesuatu, Allah Yang Esa, Allah yang tidak ada bandingnya, dan Allah yang menyatakan diri sebagai Allah Tritunggal. Istilah Tritunggal memang tidak ada di dalam Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Prjanjian Baru. Yang tidak muncul di dalam Alkitab secara istilah bukan berarti bukan konsep Alkitab. Sebaliknya, istilah yang muncul di dalam Alkitab jika ditafsir secara keliru menjadi bukan kebenaran Firman Tuhan. Faktanya, konsep atau doktrin Tritunggal ini terus-menerus muncul di dalam Alkitab.

Tritunggal berarti Tiga Pribadi di dalam Satu Allah, atau di dalam satu esensi diri Allah, ada 3 Pribadi. Sebelum abad pertengahan, gereja di Timur (Yunani Orthodox) dan Barat (Roma Khatolik) mempunyai pengertian yang sangat berbeda dalam hal ini. Di Timur Gereja Orthodox banyak dipengaruhi oleh filsafat-filasafat Yunani, di Barat Gereja Katolik banyak dipengaruhi oleh pikiran-pikiran Latin. Ini mengakibatkan adanya dua cara pendekatan yang berbeda, yang akhirnya menimbulkan dua pandangan ekstrim terhadap doktrin Allah Tritunggal yaitu :

  1. Pandangan yang menganggap adanya tiga Allah
  2. Pandangan yang mengangap adanya satu Allah yang menyatakan diri di dalam tiga pribadi yang berbeda.

Doktrin Allah Tritunggal adalah doktrin Monotheisme (percaya hanya kepada 1 Allah), dan bukan politheisme (percaya kepada banyak allah). Doktrin Allah Tritunggal termasuk monotheisme, yang percaya kepada Allah Yang Maha Esa. Dan Allah Yang Maha Esa itu mempunyai 3 pribadi, bukan 1 pribadi yaitu : Pribadi pertama adalah Allah Bapa, Pribadi Kedua adalah Allah Anak (Yesus Kristus), dan Pribadi Ketiga adalah Allah Roh Kudus. Tiga Pribadi bukan berarti tiga Allah, dan satu Allah tidak berarti satu Pribadi. Tiga pribadi itu mempunyai sifat dasar atau esensi ( Yunnani = Ousia, Inggris= Substance) yang sama yaitu “Allah”. Allah Bapa adalah Allah, Allah Anak adalah Allah, dan Allah Roh Kudus adalah Allah, namun ketiganya memiliki Satu Ousia, yaitu esensi Allah. Maka Ketiga Pribadi itu adalah satu Allah.

A. Konsep Allah Yang Esa

Tiga hal penting mengenai konsep allah Yang Esa ini perlu kita perhatikan.


  1. Pertama, konsep Allah Yang Esa ini merupakan sumbangsih terbesar dari orang-orang Israel (Ibrani) kepada dunia. Inilah konsep yang terbesar yang diberikan bangsa Israel kepada dunia. Jikalau kita mempelajari sejarah bangsa Israel di jaman Perjanjian Lama, kita akan menemukan bahwa setiap suku bangsa yang tinggal di sekitar daerah Israel mempunyai dewa-dewa mereka sendiri, dan mereka menyembah lebih dari satu dewa. Mereka saling membandingkan dewa-dewa mereka, dan mereka dapat berpindah ke dewa yang mereka anggap lebih besar atau lebih hebat. Dewa-dewa yang terkenal pada waktu itu adalah Baal, Dagon, Asyera, Asytoret, dan banyak lagi lainnya. Dewa-dewa yang sangat banyak ini dianggap sebagai dewa-dewa pemelihara, baik dalam bidang politik, sosial, ekonomi, militer (dalam peperangan), maupun dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, mereka bisa berpaling memuja dan menyembah dewa-dewa yang dianggap sesuai dengan kesejahteraan yang mereka butuhkan. Tetapi bangsa Israel tidak demikian. Mereka berbeda dari bangsa-bangsa di sekitarnya. Orang Israel tidak mempunyai : “Kita mempunyai Allah kita, mereka (bangsa-bangsa lain) mempunyai allah mereka. Allah kita adalah Allah Israel, allah mereka bukan Allah kita”. Sebaliknya mereka mepunyai konsep : “ Allah orang Israel adalah Allah seluruh alam semesta”. Ini konsep yang sangat besar dan sangat penting. Konsep ini menerobos semua konsep agama yang ada pada saat itu. Sejak permulaan Perjanjian Lama sudah tertulis ayat seperti demikian : “Allah Yahweh yang mengadili seluruh bumi, bukankah Dia adil adanya ? “ ( Kej 18:25). Konsep ini tidak terdapat pada suku-suku bangsa yang lain. Mereka hanya bersembah sujud kepada suatu dewa atau ilah yang berhubungan dengan lingkup kesejahteraan mereka yang kecil dan terbatas. Tetapi, di dalam bangsa Israel, konsep Allah Yang Esa merupakan konsep yang bersifat universal dan supranatural. Konsep Allah Yang satu-satunya ini bukan satu untuk satu suku, melainkan satu untuk seluruh alam semesta. Konsep Allah Yang satu-satunya ini diulangi terus-menerus, sampai sebelum Musa mati, dia mengulanginya lagi sekali di dalam satu ayat yang disebut sebagai Syamma yaitu Ayat Mas, ayat kunci untuk mengerti seluruh Taurat, yaitu Ulangan 6:4-5 : “ Dengarlah, hai Israel : TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa ! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap kekuatanmu”.

Ayat ini “ TUHAN itu Allah Yang Esa ! “ merupakan prinsip dasar untuk mengerti seluruh Taurat dan Wahyu Tuhan di dalam Perjanjian Lama. Orang Israel mengetahui bahwa segala kebajikan di dalam iman kepercayaan dimulai dengan meletakkan iman mereka di atas dasar ini : Allah itu Esa.


  1. Kedua, konsep Allah Yang Esa merupakan pernyataan Allah yang serius, sehingga Dia menuntut sesuatu dari orang-orang yang menerima Wahyu Khusus ini. Allah itu Esa berarti kita tidak bisa sembarangan berserah atau menyerahkan diri kita kepada yang lain. Kita harus menyerahkan diri kita kepada Allah Yang Esa dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dan dengan segenap kekuatan serta akal budi kita untuk mengasihi Dia. Disinilah kita melihat perbedaannya dengan agama. Mengenal Allah Yang Esa mengakibatkan hidup yang bersifat totalitas. Maksudnya, seluruh hidup kita harus merupakan kesatuan di hadapan Allah.

  1. Ketiga, konsep Allah Yang Esa (tidak ada yang seperti Dia) ini menjadi dasar Teologi Tritunggal di dalam mengerti sifat Allah yang :

    • Transenden, artinya Dia lain dari yang lain, dan Dia melampaui segala sesuatu.
    • Kudus atau suci, artinya kesucian-Nya tidak ada bandingnya sekaligus menjadi sumber segala kesucian
    • Mutlak, artinya hanya Dia satu-satunya yang melampaui segala sesuatu yang relatif.
    • Sempurna, artinya Dia adalah satu-satunya yang tidak berkekurangan, yang mencukupi diri-sendiri, serta menjadi sumber dari segala yang lain, dan mencukupi yang lain.
    • Kekal, artinya hanya Dia yang tidak mempunyai permulaan dan tidak mempunyai akhir, serta menjadi sumber dari kekekalan.

Pada waktu Yesus di dunia Dia mengajarkan Doa Bapa kami dengan kata-kata, “ Bapa kami yang di Sorga, dikuduskanlah nama-Mu…” Allah Yang Esa adalah Allah yang harus dikuduskan, karena berbeda dengan yang lain. Pada waktu dewa-dewa dibandingkan dengan Allah menjadi begitu nampak kepalsuan dan kenajisannya. Pada waktu Allah Yang Esa menyatakan diri-Nya, Dia selalu menggabungkan keesaan-Nya ini dengan kekekalan-Nya, sehingga Dia berkata, “ Siapakah yang dapat kau bandingkan dengan Aku ? Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian. Siapakah yang mengatakan dari dahulu kala hal-hal yang akan datang ? Bukankah Aku, Tuhan ? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari pada-Ku” ( Bdk. Yesaya 44:6-8, Yes 45:20-22, Yes 46:9-10). Pada waktu tuanya Musa juga pernah menulis Mazmur dengan kalimat-kalimat : “ Dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah ( Mazmur 90). Engkaulah Allah yang melampaui segala ciptaan”.

Allah itu Esa. Kalau Allah itu Esa, bagaimana kita bisa percaya bahwa di dalam keesaan Allah itu mempunyai tiga pribadi ? apakah ketiga Pribadi itu tidak bertentangan dengan Keesaan Allah ? sebaliknya, kalau Allah itu Tritunggal, mempunyai tiga Pribadi, bagaimana kita bisa percaya bahwa ketiga di dalam Ketritunggalan Allah itu tetap adalah Allah Yang Esa? Di dalam satu ada tiga dan di dalam tiga tetap mempunyai Keesaan. Apakah ini konsep yang terikat oleh hukum matematika dan hukum logika manusia? Tidak ! Sebab Allah adalah Allah yang transenden. Dia melampaui rasio dan logika manusia, melampaui segala sesuatu. Karena Allah adalah Allah yang bukan merupakan refleksi dari pikiran manusia tentang yang supra-natural, maka Allah tidak diikat oleh logika, tidak diikat oleh matematika dan mempunyai sifat supranatural yaitu : “transenden”.

Kita telah melihat, pengertian yang salah terhadap doktrin Tritunggal. Ini bisa mengakibatkan manusia jatuh ke dalam 2 kutub ekstrim yang salah yaitu :

  1. Monoteisme, yang percaya kepada satu Allah dengan Pribadi Allah dan tidak bisa menerima konsep Oknum Allah yang lebih dari satu.
  2. Politheisme yang percaya kepada tiga Allah yang tidak mungkin Esa, tidak mungkin mempunyai substansi yang sama. Kedua pandangan itu sesat dan merusak pengenalan kita terhadap Allah yang benar.

Untuk mencegah konsep yang salah itulah Allah terlebih dahulu menegakkan konsep dasar : “Allah itu Esa, Allah yang tunggal, Allah yang satu-satunya. Apakah ini berarti bahwa konsep Tritunggal tidak diwahyukan oleh Tuhan sejak permulaan ? Apakah konsep Tritunggal baru muncul belakangan ? Tidak ! Konsep Tritunggal sudah diwahyukan sejak mula sekali, sejak di permulaan kitab Kejadian.


B. Istilah Yang Mengindikasikan Keesaan Allah


  1. Pemakaian kata “ Kita” dalam kitab Kejadian.

Pada waktu Tuhan Allah memberikan wahyu tentang diri-Nya di dalam Kejadian 1:26, Kej 3:22, Kej 11:7, Yes 6:8, Allah memakai kata ganti Kita untuk menyebut diri-Nya sendiri, bukan Saya. Berfirmanlah Allah, “ Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita….,” ( Kejadian 1:26). Siapakah yang dimaksud Kita di dalam ayat ini ? Kita bukan menunjukkan satu pribadi tunggal, melainkan jamak, lebih dari satu. Ada yang menafsirkan Kita di sini menunjukkan perundingan antara Allah dan malaikat. Benarkah Allah bersama-sama malaikat dalam menciptakan manusia ? Ini sama sekali salah ! Jikalau Kita di sini menunjukkan perundingan Allah dengan malaikat, maka berarti manusia tidak diciptakan langsung oleh Allah Pencipta, melainkan oleh Pencipta yang bekerjasama dengan yang dicipta, sebab di dalam Yehezkiel dikatakan malaikat-malaikatpun adalah mahluk (creatures) yang diciptakan Allah ( Bdk Yeh 1:5-14, Yeh 9:3, Yeh 10:1-22) dan bandingkan juga dengan ( Kejadian 3:24 yang disebut Kerub atau Kerubim). Di dalam seluruh Alkitab tidak pernah dikatakan bahwa malaikat adalah pencipta, belum pernah dikatakan bahwa malaikat adalah pencipta, belum pernah dikatakan bahwa malaikat mencipta atau mengambil bagian di dalam karya Allah yang pertama, yaitu mencipta. Karya atau pekerjaan Allah sangat banyak, dan yang pertama adalah mencipta. Dan Allah disebut Allah, karena yang pertama Dia adalah Pencipta. Dia menciptakan segala sesuatu dari tidak ada ( creatio ex nihilo). Menciptakan dari kekosongan atau dari ketidakadaan. Ini adalah tindakan atau pekerjaan yang hanya bisa dilakukan oleh Allah sendiri. Betapapun besarnya kuasa dan kemuliaan malaikat atau penghulu malaikat, tidak dapat membuat mereka loncat dari derajat “yang dicipta” menjadi “ Yang Mencipta”. Mencipta adalah pekerjaan Allah sendiri. Lagi pula manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, bukan menurut gambar dan rupa malaikat.

Pada waktu Allah Pencipta mengatakan, “ Marilah Kita menciptakan manusia…” di sini Dia mewahyukan suatu pikiran yang penting, meskipun tidak terlalu jelas, bahwa Allah itu lebih dari satu Pribadi. Kita di dalam Kejadian 1:26 ingin menunjukkan bahwa itu adalah perundingan di antara Pribadi-Pribadi yang berada di dalam Diri Allah Yang Esa. Disini doktrin Tritunggal sudah dinyatakan walaupun dalam bentuk yang tidak jelas.


  1. Sebutan “Elohim” bagi Allah

Istilah atau sebutan Allah yang dipakai selalu dalam bentuk jamak, yaitu Elohim, bukan dalam bentuk tunggal, El. Di dalam tata bahasa Indonesia konsep ini tidak ada. Dalam bahasa Inggris kita masih melihat hal yang seperti demikian, misalnya bentuk tunggal ditambah “s” untuk menunjukkan jamak. (one boy, two boys, atau many boys). Tetapi di dalam bahasa Ibrani selain bentuk tunggal (singular) dan jamak (plural) juga ada bentuk dua atau ganda (dual). Hal ini sangat unik dan tidak terdapat dalam bahasa Yunani, bahasa Inggris dan bahasa-bahasa di Eropa atau di dunia Barat lainnya, maupun bahasa-bahasa di Timur. Allah begitu teliti di dalam memilih bahasa yang akan dijadikan-Nya sebagai media untuk memperkenalkan diri melalui Wahyu-Nya. Di dalam Alkitab, di dalam bahasa Ibrani, sebutan yang dipakai untuk Allah tidak memakai bentuk tunggal (singular) ataupun dua atau ganda (dual), melainkan bentuk jamak (plural).

Bukan saja sebutan TUHAN selalu muncul dalam bentuk jamak, namun juga sering kali sebutan TUHAN atau ucapan terhadap TUHAN muncul diulangi tiga kali. Misalnya : setiap kali Musa dan Harun memberkati bangsa Israel mereka mengucapkan doa berkat, sebagaimana yang diperintahkan Tuhan Allah sendiri, sebagai berikut :


TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;

TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.

( Bilangan 6:24-26)


Demikian juga dalam penglihatan Yesaya para serafim memuji kepada Tuhan Allah :

Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam,

Seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya ( Yesaya 6:3)

Rupanya ada kebiasaan diantara orang-orang Israel menyebut bait TUHAN juga tiga kali ( Yeremia 7:4). Hal ini bukan sesuatu yang secara kebetulan muncul berkali-kali di dalam Alkitab, namun mengindikasikan bahwa konsep Allah Yang Tritunggal sudah mulai diwahyukan dan ditanamkan, khususnya kepada bangsa Israel, sejak mula-mula sekali. Ada bantahan yang mengatakan bahwa hal itu merupakan sesuatu yang umum dalam pembentukan bahasa-bahasa di Timur Tengah. Pada waktu mereka menyebut dewa atau ilah mereka, mereka juga tidak pernah memakai bentuk tunggal, melainkan bentuk jamak, sebagai indikasi yang menunjukkan penghormatan mereka terhadap yang harus lebih dihormati dari manusia, yaitu dewa atau ilah mereka. (Di daerah-daerah tertentu di Indonesia penggunaan kata kita atau kami juga sering dipakai sebagai kata ganti orang dalam pengertian tunggal). Hal ini bukan berarti kita bisa menyangkal bahwa Allah telah menyatakan diri dengan cara berbeda dari cara bangsa-bangsa lain menyebut dewa-dewa mereka. Lagi pula, kebiasaan menyebutkan dewa atau ilah mereka dengan bentuk jamak ini baru muncul jauh sesudah Kitab Kejadian dituliskan melalui Musa.

Di dalam Alkitab pada waktu Allah menyebut diri-Nya sendiri dengan sebutan Kita, dia menyatakan diri-Nya sebagai Pencipta (Creator), Penebus ( Redeemer), dan Pewahyu (Revealer). Inilah tiga karya yang hanya dapat dikerjakan oleh Allah sendiri yaitu :

  • Penciptaan (Creation)
  • Penebusan ( Redemption)
  • Penyataan/Wahyu (Revelation)

Hanya Allah sendiri yang dapat melakukan ketiga pekerjaan itu, dan di dalam ketiga karya itu tidak ada campur tangan dari pribadi atau oknum yang lain. Sebagai Pencipta, Allah bukan saja telah menciptakan segala sesuatu yang diciptakan-Nya sampai pada waktu yang ditetapkan menurut kehendak-Nya. Maksudnya, kalau segala sesuatu bisa ada, itu adalah karena kuasa penciptaan Allah. Dan kalau yang ada itu bisa berada terus di dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh Tuhan, itu adalah karena kuasa penopangan-Nya. Dan sebagai Pencipta, dia juga akan menyempurnakan atau menggenapi segalanya. Segala yang ada akan disempurnakan menurut waktu dan rencana-Nya. Allah Pencipta, Penebus, dan Pewahyu, yang menyebut diri dengan sebutan “Kita” inilah yang telah mewahyukan atau menyatakan diri kepada manusia bahwa Dia adalah Allah yang lebih dari satu Pribadi, bukan satu Pribadi, juga bukan dua pribadi, melainkan 3 Pribadi. Mengapa bukan empat, lima dan seterusnya? Karena selain Ketiga Pribadi yang tersembunyi dan dinyatakan di dalam Wahyu yang bersifat progressif ini, tidak ada pribadi lainnya lagi. Tiga menjadi angka eksklusif dan sempurna dari diri Allah. Tiga merupakan angka mutlak bagi Allah Tritunggal dan tidak dapat ditambahkan lagi.


Penutup


Masih ada banyak hal yang tersembunyi, dan masih banyak rahasia yang belum terpahami. Kalau manusia terikat dengan ruang dan waktu, tidak demikian dengan Allah. Bagi Allah, tak ada kemarin, sekarang dan yang akan datang. Ia kekal, Maha Hadir dan Maha Tahu (Eternal,Omnipresence dan Omniscience) dan sekaligus Dia juga adalah Allah Sang Pencipta Waktu. Ia berada diluar ikatan ruang dan waktu. Tidak heran jikalau Allah Abraham, Allah Israel pada jaman primitif itu adalah juga Allah yang sama dari orang percaya di jaman Post-Modernisme ini. Bahkan seribu tahun, bagi-Nya tak berbeda dari satu hari ( Bdk. 3 Pet 3:8). Dia yang hadir dalam keutuhan satu pribadi “Malakh Yahweh” dalam Perjanjian Lama adalah Dia yang berbicara dengan Paulus di dekat Damaskus. Sebagai satu pribadi Allah, Allah Anak bukanlah Pribadi Allah Roh Kudus yang turun keatas para rasul dan orang-orang percaya di hari Pentakosta. Roh Kudus adalah “ allon Parakleton ( Penolong yang lain tetapi yang sehakekat)”.Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah pribadi-pribadi yang berbeda dari satu Allah Yang Esa.


Solideo Gloria


21 comments:

  1. http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/10/einstein-untuk-kategori-agama-kosmis.html

    ReplyDelete
  2. tulisan anda masih jauh dr kebenaran!saya seorang katolik mungkin seperti anda.trinity benar2 doktrin yg kacau!"adalah perundingan di antara Pribadi-Pribadi yang berada di dalam Diri Allah Yang Esa"kutipan anda ini tidak menjelaskan trinity!ALLAh berbicara pd yesus putranya bukan sama dierinya sendiri!bukankah yesus pernah mengatakan "aku ada sebelum nenek moyangmu Abraham"ini menjelaskan yesus ada pda waktu ciptaan...padahal kita tau abraham ada di bumi sebelum yesus,knp yesus bisa mengatakan demikian?trinity dah ada bnyak doktrin yg lebih kuno juga membicarakan tiga pribada dalam satu.yesus juga pernah mengatakan bhwa aku melakukan pekerjaan Bapakku yg mengutus aku,ini dah jelas bhwa yg diutus beda sama yg mengutus!ada seorang yesuit jg pernah mengatakan bhwa trinity doktrin yg ga bisa dijelaskan!anda paling pake senjata "pamungkas"tuk membenarkan hal itu dgn mengatakan"ini rahasia n misteri ALLAH!.....saya seorang katolik tp doktrin ini ga ga logis.....saya berharap kita lebih memahami alkitab dgn baik n jgn menambah atau mengurangi isinya!dalam alkitab saya tidak pernah menemuka trinity,natal...dll yg jadi perdebatan!saya orang katolik yg berharap siswa alkitab kita hrs bnyk belajar n mengatakan kebenaran bukan doktrin2 kafir aja yg kita adopsi!

    ReplyDelete
  3. Halo Anonymous...saya mau tanya nih. Kamu dibaptis di gereja pakai formula dalam Matius 28:19-20 kan ? ( Bapa, Anak dan Roh Kudus ). Jadi mengapa kamu tidak percaya ? dimana salahnya ?

    ReplyDelete
  4. ya benar.apakah itu untuk mengatakn trinity?salah besar!!!!!!kita babtis untuk mengakui ALLAH,Anaknya n Roh kudusnya bukan lantas itu adalah trinity.sudah aku katakan trinity sudah ada sebelum gereja katolik tau doktrin itu.aku ada bukti sejarah dr mana n negara mana aja yg menyembah trinity.katolik hanya adopsi aja trinity.di alkitab dah bnyak bukti.aku ga usah kuliah/belajar teologi yg menyesatkan itu pada akhirnya.teologi hanya buat doktrin jd ga bisa dijelasin!kenapa yesus memilih murid2nya dr kalangan yg bukan akedemisi?cuman lukas aja yg seorang dokter,selain itu hanya para pekerja2(nelayan,tukan kayu).karna orang2 itu yg tidak tercemari oleh filsafat2 dr dunia yunani n dewa2 romawi.jd anda jgn percaya ma jubah n misa yg meriah n percaya mulut2 inteluktual kafir krna mereka menggunakan alkitab tp tidak bisa mengerti. krn bnyk terori duniawi tlh mencemari mereka!anda baca aja juga blog2 tentang kebobrokan vatikan walaupun aku ga gunakan sumber itu mutlak.aku lebih senag belajar alkitab!setiap orang yg membuka alkitab n mencari kebenaran dia pasti dituntun!!!knp triniti jd perdebatan sementara kelakuan lain orang kristen dah benar2 parah!aku seorang kristen sangat sedih....aku dah pernah diskusi ma pastor2terbaik dr kolese santo loyola(aku dulu jg sekolah disitu,yayasanya)bnyk yg doktrin aku bantah n mereka ga bisa kasih argumen logis n hanya bisa bilang keselamatan berada dimana aja n kita jg ga tau!artinya Agama yg benar hanya ada satu n kita hrs berusaha menemukannya......ga ada dua kebenaran di dunia!anda liat baik2 alkitab n sebenarnya semua disitu adalah jelas n tidak kacau krna ALLAh tidak suka atas kekacauan!percuma klo alkitab ga jelas,berarti kita hidup ga perlu tkt berbuat dosa,wong ga jelas kok!satu lagi anda hrs tau bahwa santo petrus itu bukan paus pertama katolik roma!dia juga dulu punya agama sendiri n keluar mencari kebenaran n bukan di katolik!"diatas batu karang ini aku akan mendirikan jematku"klimt ini tidak menjelaska bhwa dia paus pertama di roma n ada bukti alkitab lain klo ga salah dia ga pernah ke roma!cuman pernah menulis kepada jematnya di roma n jemat itu jg jgn lantas kita anggap orang2 katolik krna itu salah besar!...jgn menambah atau mengurangi isi alkitab krna ini adalah dosa terbesar!banyk doktrin kita yg diadopsi dr perayaan kafir termasuk natal...itu sebenarnya perayaan kembalinya matahari.25 desember.knp apa yg tidak diperintah kan kita malah rayain?ini dah jelas dosa n tidak menghargai apa yg diamanatkan yesus.itu dah salah ngapain hrs bhs yg lain.lagian rayain ulang thun itu kekejian bg ALLAh krn latarbelakang perayaan ini adalah kafir.herodes telah perintahkan pengal kepala yohanes pembabtis pd ultah putrinya n itu kekejian bg ALLAh.kok kita rayain c.itu aja dah salah!Anda hrs Tau ALLAh tidak main-main!!!!!!!!!!!!!!DIA bilang A kita jgn B......sekalipun aku bukan orang sempurna aku tidak mau main-main sama SANG PENCIPTA!........selamt pagi

    ReplyDelete
  5. Hmmm........... pada bingung kan ?
    antara penjelasan dan pemaksaan
    berusaha dijelaskan tapi kalo masih juga ngak masuk logika, dipaksakan masuk logika.
    doktrin
    apakah akal yang kita punya diberikan sang pencipta untuk memahami dengan jelas (tanpa ribet dan pemaksaan), tentang Tuhan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul cak kok pusing amat ya hahaha

      Delete
  6. Allah Yang Maha Esa itu mempunyai 3 pribadi, bukan 1 pribadi yaitu : Pribadi pertama adalah Allah Bapa, Pribadi Kedua adalah Allah Anak (Yesus Kristus), dan Pribadi Ketiga adalah Allah Roh Kudus.
    Pernyataan ini adalah sebuah gambar yang tak akan pernah dapat diwujudkan dan tak pernah terwujud sebagaimana "SEGITIGA TAK MUNGKIN" ya segitiganya anti virus "SMADAV"

    ReplyDelete
  7. Konsep TRITUNGGAL berasal dari ide Raja Konstantin yang ketika itu masih KAFIR. Tapi walaupun demikian keimanan tritunggal menjadi keyakinan yang mendasar bagi orang Kristen. Lucu kan, aneh kan, orang KAFIR jadi rujukan dasar keimanan. Agama apa punya dasar macam ini. (baca Tritunggal dalam Wikipidea)

    ReplyDelete
  8. Konsep anak tuhan ada dibanyak bangsa diseluruh dunia, ada jepang dengan anak matahari, ada yunani dengan hercules anak zeus, ada India dan China dengan buddha anak perawan Maha Maya, bahkan banyak sekali cerita serupa trinitas didunia, jadi pake logika saja emang sudah lewat jamannya untuk percaya. Konstantin sendiri mati masih dalam agama Apollo. Dia dan pengikut paulus adalah orang2 yang jelas2 merusak agama Nasrani dari sumbernya yang asli sebagaimana Ulama Syiah dengan mudah merubah Umat Majusi penyembah Dewa Api di Persia menjadi Syiah yang jauh dari ajaran Islam yang murni

    ReplyDelete
  9. 1. Engkau manusia, dapatkah engkau menjangkau pikiran ALLAH dengan pikiran mu yang hanya segempal tangan!!!
    2. Konsep dunia dengan ALLAH bertolak belakang. ALLAH tidak bisa kau pikirkan dengan LOGIKA, semua hal didunia tidak akan bisa menjelaskan TRITUNGGAL dengan tepat, karena LOGIKA manusia itu terbatas. Kalau engkau ingin mendapatkan jawaban yang tepat, banyak berdoa dan bergumul dan rahasia TRITUNGGAL AKAN dibukakan buat engkau.
    3. YESUS tidak pernah mengajarkan masuk KRISTEN ATAU KATHOLIK, karena di sorga tidak ada KRISTEN dan KATHOLIK, jadi yang harus kau sembah itu hanya YESUS KRISTUS, bukan MARIA, Petrus,dll. AKULAH (YESUS) JALAN KEBENARAN DAN HIDUP, TIADA SEORANGPUN AKAN SAMPAI KEPADA BAPA KALAU TIDAK MELALUI AKU.

    Jadi jangan mempersempit pemikiran ALLAH dengan LOGIKAmu yang sempit itu.

    Tuhan Yesus memberkati

    Regards
    Breaker Generation

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha mana bisa konsep dunia dengan Allah bertolak belakang...makanya baca saja ciptaan Allah yang ada di jagad ini nanti sampeyan pada ditutun ke kebenaran...

      Delete
  10. memang ribet klo udah ngomongin "doktrin tritunggal", kebanyakan mengerti ari nya tapi susah menjelaskan nya.. klo pemikitan saya dr membaca alkitab, ada tertulis IMMANUEL, ALLAH beserta kita, selalu menyertai kita sbg umat NYA yg percaya hanya kepada NYA.. di jaman perjanjian lama kpd umat NYA yaitu israel Allah termanifes dlm "ALLAH yg maha tinggi yg berbicara kpd Musa, hasilnya hukum taurat.. karena kedagingan, hukum taurat gagal membebaskan umat israel, tp Allah tetap menyertai isrel dgn mesias, Allah yg turun ke bumi, mengajarkan semua kehendak NYA langsung, yaitu YESUS. hasil nya INJIL dan karya penebusan... dan setelah Yesus naik ke surga, ALLAH tetap menyertai kita umat NYA yg percaya, yg sampai detik ini mujizat2 NYA tetap kita rasakan yaitu dengan kehadiran ROH KUDUS.. ALLAH BAPA, YESUS n ROH KUDUS adalah manifestasi IMMANUEL, kasih ALLAH yg selalu menyertai umat NYA..

    ReplyDelete
  11. Tidak ada trinitas dalam Injil: http://theonlytruegod.org/id

    ReplyDelete
  12. logikanya Tritunggal itu gampang dan sederhana aja koq...kalian semua pasti pake sampho utk cuci rambut kan..nah sampoo skrg itu kebanyakan sudah 2 in 1 atau 3 in 1 kan...di mana dalam 1 botol samphoo tsb ada 2 atau 3 macam bahan dasar tapi dalam satu wadah botol dan bahan2 dasar itu tidak terpisah2 namun jadi satu dalam bentuk cairan kental..nah kalo benda yg fana aja bisa 2 atau 3 jadi 1 dan 1 itu ada 3 jenis zat yg berbeda, apalagi yg Allah yg kekal..pasti bisa dong.. makanya bagi orang Islam ga bakal nyambung ngomongin masalah Tri Tunggal karena di dalam jiwa mereka tidak ada Allah Tritunggal yang hidup melainkan setan karena nabi nya juga menerima ajarannya dari setan yg ada di gua Hira (gua setan) jadi otomatis penglihatan yg dialaminya bukan dari Tuhan tapi dari setan sehingga kelakuannya pun spt setan...disamping itu Muhammad jg buta huruf dan alquran ditulis oleh orang kepercayaannya dan diminta tidak diterjemahkan ke dalam bahasa apa pun supaya org yg ga ngerti bahasa Arab gampang dibohongin dan digoblok-goblokin, memang Tuhan yang Maha Kuasa cuma ngertinya bahasa Arab doang kah..?? Yang benerrr aja hai Islam ...!!! Jejak kaki Muhammad juga lebih besar dari orang kebanyakan dia itu orang yg dalam pelarian karena takut mati oleh kaum Quraish makanya telapak kaki nya jeber aliat gede banget krn ga kebeli sepatu. Pangkatnya juga cuma S.A.W (Sallallah Alaihi Wasallam yg artinya Peminta Keselamatan)beda dengan Yesus Kristus atau Isa A.S. (Alaihi Sallam yg artinya Pembawa/Pemberi Keselamatan). Makanya waktu mau mati Muhammad minta didoain sama kerabat dan teman2 nya supaya bisa masuk surga karena dia tau bakal masuk neraka sebab selama hidupnya dia penuh dosa zinah, membunuh dan fitnah, maka jadilah doa itu Surat Yassin sampai sekarang yg didoakan jika seseorang sedang sekarat supaya bisa masuk surga. Kalo surga bisa disogok dg doa mah sama aja atuh dengan KPK dan Polisi. Wooii Islam, pake hati nurani dong yg paling dalam, kl ajaran sesat dan salah jgn diikuti, jgn tutup matamu dg balok kebencian, kemarahan dan kemunafikan. Makanya umat keturunan Muhammad sampai hari ini kerjanya suka minta2 terus, liat aja di jalan2, banyak bangun mesjid minta ke pengendara kendaraan walau pun diantara mrk itu ada yg non Islam yg jg turut ikut kasih duit...wuihhh duit nya mau tp kl ajarannya dibilang sesat..dasar otaknya di telapak kaki. ... cuihhhhhhh...!!!!

    ReplyDelete
  13. ya juga sih....soalnya kalian udah nyepong kontol Tuhan Yesus kaliiii......ha...ha...ha....

    ReplyDelete
  14. Tritunggal berarti Tiga Pribadi di dalam Satu Allah, atau di dalam satu esensi diri Allah, ada 3 Pribadi.

    ajaran Ketuhanan kristen ternyata bertabrakan dengan

    Kisah 7:55 Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.

    Stefanus melihat ada 2 oknum Tuhan yang sedang mejeng bersamaan ...

    1.Allah dan ...
    2.Yesus berdiri disebelah kanannya ...

    ReplyDelete
  15. Halo..kamu simak dong Kisah Rasul 7:55 itu..dikatakan apa ..."tetapi Stefanus yang penuh dengan Roh Kudus"..Kan jelas sekali dalam ayat tersebut hadir ke 3 oknum Allah yaitu : Yesus,Allah Bapa dan Roh Kudus...Benarkan ? Jadi mana salahnya..he..he..he...Alkitab itu adalah Firman Allah Bung..Saya tidak akan pernah ragu bahwa Allah di alkitab itu adalah Allah Tritunggal yang ada di dalam Kristus Yesus Tuhan kita...Amin

    ReplyDelete
  16. shalomm..
    sa d.ksii tugas sm dosen agama sy ttg Allah Tritunggal..
    tapi, stlh baca tanggapan2 dlm komentar d.atas, sa masih bingung..
    menurut dosen saya, Allah Tritunggal it satu hanya saja tindakan-Nya berbeda.. Allah Bapa sebagai pencipta, Allah Anak (Yesus Kristus) sbg penyelamat, dan Roh Kudus sbg pembaharu.. GB

    ReplyDelete
  17. UNTUK TEMAN MUSLIM:siapa yang bilang allah kami beranak
    anda keliru PERHATIKAN anda anak smknegri7 sejak kapan smknegri7 kawin dengan smk negri 6 dan melahirkan ANDA,KEMUDIAN anda mau tempah anak kunci sejak kapan gembok bisa melahirkan atau bertelor???anak kunci,kayak nya kepada anda tidak layak sya sebutkan bahasa manusia yang lazim SEPERTI YANG DILAKUKAN PARA pemberita injil yang menyebutkan YESUS ANAK ALLAH: ini yang sebenarnya YESUS ADALAH PENJELMAAN(RENKARNASI) TUHAN(YAHWE BAPA atau Allah Bapa)menjadi wujud Yesus namun Dia tetap berada disorga.ini dia ayatnya johanes3:16"karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga ia mengaruniakan ANAKNYA YANG TUNGGAL,supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang Kekal" perhatikan ucapan di atas: ANAKNYA YANG TUNGGAL(ARTINYA PERWUJUDAN DIRINYA YANG TERBAIK)karena Tuhan menyebutkan anaknya disana supaya lebih bisa kita rasakan gimana jika kita punya anak yang baik/bukan bandal,berarti jantung hati kita ,paham...jadi anda mungkin bertanya KOK BISA yah TUHAN BERGANTI WUJUD yah jawabannya BISA JGNKAN berganti wujud menjadi tri tunggal BERWUJUD 1 juta pun dia bisa karena otak kita yang sebesar TEMPURUNG TIDAK SANGGUB mengkaji pikiran Dia yang jelas saat ini DIA diatas core i7 JAUUUUUH LAGI

    ReplyDelete
  18. UNTUK SUDARA SEIMAN:
    kenapa muncul kata TRITUNGGAL pada era kostantin dan yang akhirnya hal itu diterima semua dewan gereja dunia secara keseluruhan dan menjadi bidang studi THEOLOGIA disemua UNIVERSITAS KRISTEN: karena dijaman perjanjian baru ini TUHAN KITA selalu muncul dalam 3 WUJUD ini yaitu:ALLAH BAPA,YESUS KRISTUS,DAN ROHKUDUS,akhirnya ahli theologia pun setuju untuk memudahkan pengertian UMAT TUHAN kata tritunggal adalah kata yang gampang dicerna(double:2,tripel:3,forward=4)memang injil tidak pernah menyebutkan TRITUNGGAL dan andapun tidak perlu berdoa oh tuhan kami tritunggal.jadi ini hanya lah kesimpulan teologia,dijaman perjanjian lama TUHAN MENAMPAKKAN WUJUD bukan tritunggal tapi BANYAKTUNGGAL Dia dtang wujud API,TIANG AWAN,TIANG API, WUJUD MALAIKAT,MUSA MELIHAT PUNGGUNGNYA AJA,LEWAT SUARA, dan mungkin dulu AHLI TAURAT tidak perlu bahas TUHAN ADALAH: BANYAKTUNGGAL(BANYAK WUJUD TAPI SATU)yang ada mereka bilang JEHOVA RAFFA,JEHOVA NISSI,dst...pokoknya yah lebih dari 3tunggal lah nah kita gimana MSIH BINGUNG bca tuh artikel untuk umat muslim biar gak bingung Gan

    ReplyDelete
  19. salam saya untuk semuanya.

    ReplyDelete