Tuesday, September 11, 2012

Rancangan Tuhan Yang Tidak Pernah Terduga,Karena Tuhan Membuat Janji-Nya Terwujud



“ RANCANGAN TUHAN YANG TIDAK PERNAH TERDUGA,KARENA TUHAN MEMBUAT JANJI-NYA TERWUJUD”


“Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh.Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu."Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?"Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.” ( Kejadian 22:4-8)



Berbeda dengan sikap Abraham,bagi Ishak anaknya adalah sesuatu yang janggal. Ketika segala sesuatu untuk persembahan korban tersedia,di manakah anak domba untuk dikorbankan ? Jawaban Abraham terkesan seperti sambil lalu saja.Namun sesungguhnya jawaban itu mengungkapkan sesuatu pengalaman hidup yang mendalam. Pengalaman hidup bersama Allah.

Dulu Abraham pernah memakai caranya sendiri untuk membuat janji Allah terwujud. Abraham mengambil Hagar, yang melahirkan Ismail baginya. Sara, istri Abraham yang telah mati haid ( menopause ) pun pernah berpikir bahwa dengan Abraham mendapatkan anak dari Hagar,maka janji Allah itu akan terwujud. Tetapi kemudian hari seiring berjalannya waktu,dalam waktu yang tidak terduga, di usia lanjut,dengan cara yang ajaib,Allah membuat Sara mengandung dan melahirkan Ishak.Allah sendiri yang membuat janji-Nya terwujud dengan cara-Nya sendiri dan waktu-Nya sendiri.

Tentu saja Abraham tidak tahu bahwa Tuhan Allah akan menyediakan anak domba jantan ganti Ishak anaknya yang akan dikorbankan.Tetapi  dari pengalamannya, Abraham tahu bahwa Allah akan menyediakan.Meski Abraham tidak tahu bagaimana caranya Allah akan menyediakan. Yang Abraham tahu dari pengalamannya bersama Tuhan Allah,bahwa Allah ambil bagian dalam hidupnya. Dan karena itu ia sungguh-suungguh bersandar dan percaya pada perbuatan Allah.

Renungan Firman Tuhan ini mengajak kita untuk mempercayai cara Allah bertindak dalam hidup kita.Yaitu membiarkan Allah mewujudkan rencana dan maksud-Nya melalui hidup kita. Panggilan kita adalah untuk taat dan percaya kepada-Nya,serta mendengarkan Firman-Nya.Hanya dengan demikian kita dimungkinkan dapat menghadapi berbagai ujian hidup. Hanya dengan iman kepada Tuhan Allah yang hidup,kita dimampukan melewati keadaan sulit dan berat dalam hidup kita dan kita menang karena kita bersandar sepenuhnya kepada kuasa Allah…

Sunday, June 17, 2012

"Hikmat Allah"



“HIKMAT ALLAH”


Renungan Firman Tuhan :

1 Korintus 2: 6-12 : Sungguhpun demikian kami memberitakan hikmat di kalangan mereka yang telah matang, yaitu hikmat yang bukan dari dunia ini, dan yang bukan dari penguasa-penguasa dunia ini, yaitu penguasa-penguasa yang akan ditiadakan.   Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita.   Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia.   Tetapi seperti ada tertulis: ''Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.''   Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.   Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.   Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita

Dari Efesus setelah meninggalkan Korintus,Rasul Paulus mendengar berbagai persoalan yang terjadi di Korintus. Karena itu Paulus menulis surat 1 Korintus ini. Salah satu hal yang disampaikannya dalam surat ini adalah tentang “Hikmat Allah”. Mengapa Paulus berbicara tentang hikmat ? Kota Korintus dekat dengan Athena.Pengaruh kehidupan Yunani telah masuk ke kota Korintus sehingga ada orang-orang yang berbicara tentang hikmat “dunia”.Menurut Henry Halley “mereka adalah orang-orang bodoh berlagak filsuf,senang berdiskusi memamerkan kepandaian dan merendahkan orang lain”.Mereka adalah orang-orang yang “sombong” yang sulit mendengar pendapat orang lain.Bagi mereka pemberitaan tentang salib, adalah suatu kebodohan (Bdk 1 Kor 1:18).Manusia dengan hikmat dunia tidak akan mengenal Allah,karena apa yang diungkapkan oleh Firman Allah bertentangan dengan akal manusia.


Dalam renungan Firman Tuhan ini, Rasul Paulus menyatakan bahwa yang ia beritakan ialah Yesus Kristus.Dia adalah hikmat Allah yang disediakan Allah bagi kemuliaan kita ( ayat 7).Ia (Yesus Kristus) telah ada sebelum dunia diciptakan,dan dunia ini ada karena Dia ( Bdk Yoh 1:1-3).Karena kasih-Nya Ia telah datang ke dunia untuk keselamatan manusia.Ini adalah suatu kebenaran yang hanya dapat dimengerti kalau manusia mempercayai-Nya. Manusia hanya mengerti hikmat Allah (yang berisi keselamatan dalam Yesus),oleh Roh Allah. Hanya dengan merendahkan diri,tidak sombong dan percaya kepada-Nya maka manusia memahami kehendak Allah. Mereka yang menghargai dan menerima hikmat Allah,bukanlah orang-orang yang menganggap diri pandai dan sombong, melainkan yang bijaksana secara rohani.


Hikmat manusia mengesampingkan Allah sebab berpusat pada manusia.Sedangkan hikmat dari Allah berisi nilai-nilai yang benar, yang merupakan karunia Allah melalui Roh Kudus-Nya. Orang harus menjadi bodoh di mata dunia,agar menjadi benar dan bijaksana di hadapan Allah ( 1 Korintus 1:18).Sebab kebenaran yang sejati datang dari hati yang remuk dan bukan dari otak (akal) manusia.


Ketika Injil diberitakan dengan berbagai cara,telah banyak orang yang mendengar,mengetahui dan mengerti tentang kebenaran.Tetapi mereka belumlah orang berhikmat.Inilah tantangan kita sebagai gereja dan orang percaya.Berbagai persoalan kehidupan memprihatinkan muncul di saat ini karena banyak orang yang disebut berhikmat tetapi kenyataan setiap hari melakukan kejahatan.Kita dipanggil untuk hidup sebagai orang-orang yang berhikmat melalui gereja…

Soli Deo Gloria

Tuesday, April 10, 2012

“Mengenali Ajaran Sesat Sekte Mormon ( Gereja Mormon )”


“Mengenali Ajaran Sesat Sekte Mormon ( Gereja Mormon )”



“Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.” ( II Korintus 11:3-4)


Agama Mormon didirikan kurang dari 200 tahun lalu oleh seorang yang bernama Joseph Smith. Dia mengklaim telah menerima kunjungan pribadi dari Allah Bapa dan Yesus Kristus dan menyatakan semua gereja dan pengakuan iman mereka adalah merupakan kekejian bagi Tuhan. Joseph memperkenalkan agama baru yang mengklaim sebagai “satu-satunya gereja yang benar di bumi ini.” Masalahnya ajaran Mormonisme bertentangan dengan, memodifikasi dan mengembangkan Alkitab. Orang-orang Kristen tidak punya alasan untuk percaya bahwa Alkitab tidak benar dan tidak cukup. Percaya kepada Allah berarti percaya kepada FirmanNya. Dan setiap ayat Alkitab diinspirasikan oleh Allah, yang berarti berasal dari Allah ( II  Timotius 3:16).


Para penganut Mormon percaya bahwa ada empat sumber firman yang diinspirasikan Allah dan bukan hanya satu.

  1. Alkitab, “sejauh diterjemahkan dengan tepat.” Ayat-ayat mana yang diterjemahkan dengan tidak tepat tidak selalu jelas.

  1. Kitab Mormon yang “diterjemahkan” oleh Smith dan diterbitkan pada tahun 1830. Smith mengklaim kitab ini sebagai “kitab yang paling benar” di dunia, dan dengan mengikuti aturan-aturannya orang dapat menjadi lebih dekat kepada Allah dibanding dengan “mengikuti kitab-kitab lain.”


  1. The Doctrine and Covenants (Doktrin dan Perjanjian) dianggap oleh penganut Mormon sebagai kitab suci dan mengandung kumpulan wahyu modern yang berkaitan dengan Gereja Yesus Kristus yang telah dipulihkan.”

  1. The Pearl of the Great Price (Mutiara Yang Berharga) dianggap oleh para penganut Mormon sebagai “klarifikasi” doktrin dan pengajaran-pengajaran yang telah hilang dari Alkitab dan juga tambahan informasi mengenai penciptaan bumi.




Penganut Mormon percaya hal-hal berikut ini tentang Allah: bahwa Allah tidak selamanya merupakan Mahkluk yang Tertinggi dalam alam semesta ini, namun Dia mencapai status itu melalui hidup yang benar dan usaha yang terus menerus. Mereka percaya Allah Bapa memiliki “tubuh dari darah dan daging yang persis sama dengan yang dimiliki oleh manusia.”

Sekalipun kemudian ditinggalkan oleh pemimpin-pemimpin Mormon di zaman modern, Brigham Young mengajarkan bahwa Adam sebenarnya adalah Allah dan bapa dari Yesus Kristus. Orang-orang Kristen mengetahui hal-hal berikut ini tentang Tuhan: hanya ada Satu Allah yang sejati (Ulangan 6:4, Yesaya 43:10, 44:6-8), bahwa Dia ada untuk selama-lamanya (Ulangan 33:27; Mazmur 90:2; 1 Timotius 1:17), Dia tidak diciptakan, namun adalah Pencipta (Kejadian 1, Mazmur 24:1, Yesaya 37:16). Allah sempurna dan tidak ada yang setara denganNya (Mazmur 86:8, Yesaya 40:25). Allah Bapa bukanlah manusia dan tidak pernah merupakan manusia (Bilangan 23:19, 1 Samuel 15:29, Hosea 11:9). Allah itu Roh (Yohanes 4:24) dan Roh tidak terbuat dari darah dan daging (Lukas 24:39).


Mormon percaya bahwa ada tingkatan atau kerajaan yang berbeda-beda setelah kematian: Kerajaan Langit , Kerajaan Bumi dan Kerajaan Bintang dan Kegelapan. Di mana orang akan berada setelah mati bergantung pada apa yang mereka percaya dan lakukan dalam hidup ini. Alkitab memberitahukan bahwa setelah mati kita akan masuk Surga atau Neraka, tergantung pada apakah kita beriman pada Yesus atau tidak. Beralih dari tubuh ini berarti berada bersama dengan Tuhan (2 Korintus 5:6-8). Orang yang tidak percaya akan masuk ke Neraka, atau alam maut (Lukas 16:22-23). Ketika Yesus datang untuk kedua kalinya, kita akan menerima tubuh baru (1 Korintus 15:50-54). Akan ada Langit Baru dan Bumi Baru untuk orang-orang percaya (Wahyu 21:1) dan orang-orang yang tidak percaya akan dilemparkan ke dalam lautan api yang kekal (Wahyu 20:11-15). Tidak ada kesempatan lain untuk penebusan setelah kematian (Ibrani 9:27).


Para pemimpin Mormon mengajarkan bahwa inkarnasi Yesus adalah hasil hubungan fisik antara Allah Bapa dan Maria. Mereka percaya bahwa Yesus adalah Allah, namun setiap manusia juga dapat menjadi allah. Secara historis keKristenan mengajarkan Tritunggal/Trinitas dan bahwa Allah berada untuk selama-lamanya sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus (Matius 28:190. Tidak seorangpun dapat menjadi Allah, hanya Allahlah yang kudus (1 Samuel 2:2). Kita hanya dapat menjadi suci dalam pandangan Allah melalui iman kepadaNya (1 Korintus 1:2) Yesus adalah satu-satuNya Anak Tunggal Allah (Yohanes 3:16) dan satu-satunya yang pernah hidup tanpa dosa, tanpa cacat cela, dan sekarang menduduki tempat yang paling terhormat di Surga (Ibrani 7:26). Yesus dan Allah secara esensi adalah satu, Yesus adalah Dia yang sudah ada sebelum dilahirkan secara fisik (Yohanes 1:1-8, 8:56). Yesus memberi diriNya kepada kita sebagai korban, dan Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan kelak setiap orang akan mengakui Yesus Kristus adalah Tuhan (Filipi 2:6-11). Yesus memberitahu bahwa tidak mungkin seseorang masuk ke Surga melalui perbuatan baiknya sendiri, hanya dengan iman di dalam Dia barulah hal itu dimungkinkan (Matius 19:26). Dan banyak orang tidak akan memilih dia. “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya” (Matius 7:13). Kita semua pantas menerima hukuman kekal untuk dosa-dosa kita,namun kasih dan anugrah Allah yang tidak terbatas telah memberi jalan keluar kepada kita. “ Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Roma 6:23).


Sudah jelas bahwa hanya ada satu cara untuk menerima keselamatan, yaitu mengenal Allah dan PutraNya, Yesus (Yohanes 17:3). Bukan melalui perbuatan, namun melalui iman (Roma 1:17; 3:28) oleh anugerah Allah di dalam Kristus Yesus. Ketika kita beriman, kita akan menaati hukum-hukum Tuhan dan dibaptiskan karena percaya kepada-Nya.Baptisan adalah permandian kelahiran kembali yang merupakan materai  penegasan dari Allah bahwa kita telah mati dan bangkit bersama Kristus. Kita menerima kasih karunia ini siapapun kita atau apapun yang sudah kita lakukan (Roma 3:22). “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (Yesus Kristus), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kisah 4:12). Sekalipun penganut Mormon biasanya adalah orang-orang yang suka berkawan, pengasih dan baik, mereka ambil bagian dalam agama yang sesat yang mengubah natur Allah, Pribadi dari Yesus Kristus dan jalan keselamatan.

Nabi Mormon satu-satunya, Joseph Smith, mengajarkan bahwa ada dosa yang tidak bisa ditanggung oleh darah Kristus, seperti pembunuhan(5), sehingga harus ditebus sendiri oleh si pelaku dengan mencurahkan darahnya sendiri. Ini sangat bertentangan dengan perkataan Kristus yang mengajarkan bahwa Dia mati untuk menebus semua dosa manusia (Matius 26:28). Hanya darah Kristus yang dapat menebus kita karena Dia kudus tak berdosa. Darah orang berdosa memang sudah sepantasnya ditumpahkan tetapi justru itu, Kristus menggantikan darah kita dengan darah-Nya, supaya kita yang mau bertobat, beroleh pengampunan dan keselamatan, bukan karena amal baik kita, tapi semata kasih karunia Tuhan.


Siapa Joseph Smith?


Sudahkah Anda mempelajari kebenaran tentang Joseph Smith? Joseph Smith mengaku-aku sebagai nabi terakhir dan mendapatkan wahyu dari seorang malaikat Moroni (mirip dengan kisah nabi Arab). Dia memiliki banyak istri (34 orang) dan bahkan seorang istri yang sangat muda yang berumur 14 tahun, Nancy Winchester, lagi-lagi mirip dengan prilaku nabi Arab yang juga mempunyai banyak istri dan istri yang sangat muda, yaitu 6 tahun (disetubuhi pada usia 9 tahun). Tidak hanya itu, dia juga menghancurkan sebuah mesin cetak dan membakar hangus bangunan tempat mesin cetak itu berada. Dia juga membunuh 2 orang pria dengan senapan yang diselundupkan ke dalam penjara. Inikah kelakuan seorang nabi Tuhan? Gereja Mormon percaya bahwa tanpa menerima Joseph Smith, tidak ada keselamatan(6). Ini jelas-jelas bertentangan dengan perkataan Kristus:

Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (John 14:6)


Joseph, sadar tidak sadar, mencoba menggantikan posisi Yesus sebagai satu-satunya sumber keselamatan. Hanya Tuhan saja satu-satunya Juruselamat, tidak ada yang lain. Hanya Yesuslah Mesias yang dinubuatkan. Joseph Smith tidak pernah dinubuatkan, dia tidak memiliki bukti kenabian, mirip sekali dengan nabi Arab. Gereja Mormon juga mengajarkan bahwa Injil telah lenyap dan agama Mormon adalah injil yang dipulihkan! Saudara, TIDAK MUNGKIN Tuhan membiarkan Injil Kerajaan Surga hilang selama 1800 tahun, bagaimana nasib orang-orang selama 1800 tahun itu? Apakah Tuhan begitu bodohnya sehingga membiarkan itu terjadi? Saudara terkasih carilah di internet, sudah begitu banyak kesesatan-keseatan agama Mormon yang dibongkar habis-habisan. Tuhan Yesus mengasihi Anda sehinga Anda masih diperingatkan lewat traktat ini. Kembalilah kepada Kristus yang benar!


Penutup :

Sekte Mormon yang nabinya Joseph Smith adalah salah satu nabi palsu yang muncul di akhir jaman. Tuhan Yesus sudah memperingatkan kita melalui Injil-Nya dan Firman-Nya bahwa di akhir zaman akan datang mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu yang menyesatkan banyak orang.

“Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru. Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku,dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.( Matius 24:4-11)


Dan iblispun dapat menyamar seperti malaikat terang.Alkitab menyaksikan bahwa akhir hidup nabi-nabi palsu dan pengikutnya sangat menyedihkan dan mengerikan sekali yaitu binasa di neraka kekal.

  • “Maka tertangkaplah binatang itu dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda di depan matanya, dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari binatang itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang.” ( Wahyu 19:20)

  • “dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.” ( Wahyu 20:10)

  • “Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."( Wahyu 21:8 )




Waspadai penyesatan disekitar kita !


Soli Deo Gloria


Note: Gereja Mormon dikenal juga dengan nama Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir. Mormon dikenal juga sebagai Islam dari Amerika.


[Mohon disebarluaskan supaya kita lebih paham akan paham-paham sesat dan ini boleh menjadi berkat bagi mereka yang ada dalam kesesatan.]

Daftar Pustaka :

  • Sumber6: Doctrines of Salvation, vol. 1, hal 190

  • Sumber 5: Joseph Smith, Doctrines of Salvation, hal 135,138

  • Sumber1: Brigham Young, Journal of Discourses, Vol.7, hal 331, 10/8/1859

  • Sumber2: Brigham Young, Journal of Discourses, volume 1, hal 238 | Orson Pratt, The Seer, hal 158 | Joseph Fielding Smith, Family Home Evening Manual, hal 125, 126, 1972 | Bruce R. McConkie, Mormon Doctrine, hal 547, 1966 | Ezra Taft Benson, The Teachings of Ezra Taft Benson, hal 7

Saturday, February 18, 2012

Pengakuan Iman Nicea Konstantinopel


PENGAKUAN IMAN NICEA KONSTANTINOPEL


Aku percaya kepada  satu Allah,Bapa Yang Mahakuasa,Pencipta langit dan bumi,segala kelihatan dan yang tak kelihatan.

Dan kepada satu Tuhan,Yesus Kristus,Anak Allah Yang Tunggal,lahir dari Sang Bapa sebelum ada segala zaman.Allah dari Allah,Terang dari Terang.Allah Yang Sejati dari Allah Yang Sejati,diperanakkan,bukan dibuat;sehakekat dengan Sang Bapa,yang dengan perantaraan-Nya segala sesuatu dibuat; yang telah turun dari sorga untuk kita manusia dan untuk keselamatan kita; dan menjadi daging oleh Roh Kudus dari anak dara Maria;dan menjadi manusia;yang disalibkan bagi kita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus;menderita dan dikuburkan;yang bangkit pada hari ketiga,sesuai dengan isi kitab-kitab, dan naik ke sorga; yang duduk di sebelah kanan Sang Bapa dan akan datang kembali dengan kemuliaan untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati; yang kerajaan-Nya takkan berakhir.

Aku percaya kepada Roh Kudus,yang jadi Tuhan dan Yang menghidupkan,yang keluar dari Sang Bapa dan Sang Anak,yang bersama-sama dengan Sang Bapa dan Sang Anak disembah dan dimuliakan; yang telah berfirman dengan perantaraan para nabi. Aku percaya satu gereja yang kudus dan am dan rasuli.Aku mengaku satu baptisan untuk pengampunan dosa.Aku menantikan kebangkitan orang mati dan kehidupan di zaman yang akan datang.

Amin.

“What About The Jews ?” By : Dr. Maurice Sklar ( Bagaimana Dengan Orang Yahudi ? Oleh Dr.Maurice Sklar )


“What About The Jews  ?”
By : Dr. Maurice Sklar



Nearly every nation and culture that has had the privilege of having Jews among them has asked this question. The church from it's birth and down through time has repeatedly asked the same question. "What do we do about these Jews?" They just don't seem to fit in with any culture in any time. They are different. They are distinct. We can't "convert" or change them as a whole, to be like us, no matter how hard we try. They are "chosen". They are "blessed". They are separate from the nations around them. No matter how much their neighbors have tried to change them, they just stubbornly refuse to change. They remain Jews. Even when the Jews themselves have tried to conform or assimilate into their gentile neighbors' culture, as a whole, they have failed to do so. They are "the indestructible people". God made them separate and keeps them that way! There is not any other ancient culture or people group that has survived as they have to return to their ancient homeland. Why?

When God found father Abraham and blessed him, He promised him:
•a great nation
•a great name
•a great land
•a great blessing and the ability to pass that blessing on to whomever would bless his descendants.
•many nations (believing gentile nations)

As soon as this blessing was given in the book of Genesis, we see conflict begin. From then on, Abraham and his descendants rose up and prospered whenever they walked with God and obeyed Him. But nearly everyone around them fought and resisted them. Jewish historians have called this phenomenon "the curse of anti-Semitism." This curse can be summed up in one sentence: "You are not fit to live among us as Jews." The pattern in history is as follows:


The Jews are invited into a nation because of the blessing of Abraham. People want what they have and are carrying from God. They desire the gifts that they possess so that they can prosper. They want the blessing of God.
By two to three generations, if not before, the Jews then rise up, (even if they were impoverished from the last nation that robbed from them and threw them out), begin to prosper and take dominion over every area of business, the arts, medicine, finance, etc. They end up owning property, lending money, and excelling in nearly every discipline and vocation. In short, they become "the head and not the tail, above and not beneath". All around them that bless them also experience this same supernatural empowerment and prosperity with them.

Whatever nation the Jews are in begins to become jealous and then to start to oppress the Jews. "You were a stranger among us, and now do you desire to rule over us?" They take their liberty from them, rob them of their property and money, and try to force them to convert to another religion or to live in a separate place (often called a "ghetto"). They are told "you are not fit to live AMONG US, as Jews." The only way out of this is for the Jews to somehow stop being Jews, if they do that they can have some liberty back and continue to live "among them".

If this curse is not stopped, then the sentence is shortened to "you are not fit to live among us." The Jews are then told that they must turn over their property and/or leave or convert to the prevailing religion of that particular nation. Many, if not all, then are forced to leave.
??If this curse is not stopped, and there are still Jews in that nation, it then is further shortened to, "You are not fit to LIVE." The Jews are then hunted down, tortured and killed because they are blamed as a scapegoat for whatever "evil" that the people have experienced. ??This pattern is the testimony of history and has been repeated over and over again.



What about the bible?

Do we see this in the bible? Yes. It started there.
•Abraham had to contend with Lot and separate from him because of jealousy.

•Isaac had to keep digging wells until his neighbors finally stopped stealing his water and left him alone.

•Jacob was treated unfairly for twenty years by Laban. He cheated him over and over, changed his wages ten times, and robbed from him. Yet, Laban could not stop the blessing of God over Jacob's life.
•Joseph was nearly murdered by his brothers, sold into slavery, unjustly accused, and thrown into prison. Then, he suddenly becomes the second in command under Pharaoh and saves the whole nation of Egypt by his wisdom. He then saves his family out of famine and brings them to live in the finest part of the land of Egypt.

This is a beautiful prophetic picture of the Messiah, Jesus and the story of His final redemption of His brothers – the Jews. It also shows Jesus as the one who harvests Egypt in time of famine – or as the savior of the gentile nations also.

Anti-Semitism in Egypt

The curse of anti-Semitism then manifested itself in all of Egypt during the following generation when Moses was born. The Hebrews were enslaved by Egypt. It had gotten all the way to the murder stage – you are not fit to live at all. The Hebrew's children were being murdered because they were Hebrews but God stepped to save them, as He always does. God sent Moses back into Egypt and plagued them until they finally let Israel go from slavery. They pursued them into the Red Sea and perished under God's judgment. I could go on and show the same pattern throughout the judges, the kings and the prophets of the Old Testament. It was always the same. Even during the exile in ancient Babylon under Nebuchadnezzar, and then in Persia through Mordecai and Esther, we see victory for the Jews from their oppressors and anti-Semitism.

In between the Old and New testament, the light of the Jewish presence in Jerusalem had nearly gone out. We see, through the miracle of Hanukkah and the flame that would not go out for eight days in the temple at Jerusalem, God's hand in preserving His presence among the Jews even in their darkest hours.

Anti-Semitism in the New Testament

The curse of anti-Semitism would rear its' ugly head over and over into the New Testament. It was anti-Semitic hatred that caused Rome to scourge, torture and crucify Jesus. Why? He was accused of being "the King of the JEWS". After the resurrection of Jesus from the dead, Jerusalem and the temple were desecrated and destroyed in 70 A.D.
The Jews were mocked, killed, raped and plundered before being sent into exile, then, at the top of Masada in the Judean desert, the heroic Jews took their last stand and held out under the vast armies of Rome for several years! The Roman legions could not conquer them and had to build as massive ramp up the mountain before they finally took it. These brave Jews died as martyrs rather than bow their knees and surrender to the pagan idols of Rome.
The Israeli Defense Forces are taken to Masada to this day after they are trained and every Israeli soldier – both mean and women - takes the oath and swears, "Never Again!" They swear upon the blood and the memory of those that fought and died at Masada, in the name of Almighty God, that they will fight to the end like their ancient ancestors. The holocaust will "never again" occur. Israel and the Jews will fight and die before allowing the destruction of their land or their people.

Thank God, we know from the promises of the prophets in the bible that this will truly "never again" happen. Israel as a nation will never fall. The Messiah is about to return and to sit upon the throne of David and to rule from Jerusalem. Hallelujah!
However, the "Diaspora" began as the pagan calendar changed and so did Israel. The Jews were banished from their homeland and wandered through the gentile nations. For nearly two thousand years, they were supernaturally preserved, blessed, and helped by God, as the scriptures promised, then, in a last desperate attempt of Satan to destroy God's chosen people before they became a nation again, the holocaust occurred. Six million Jews were murdered by the Nazis in Europe.


In 1948, bible prophecy was fulfilled, when Israel once again came back to their land. The greatest miracle of the 20th century was the supernatural restoration of the ancient people of Israel in their nation again! In another great miracle, the city of Jerusalem was restored into Jewish control again in 1967, just like the bible predicted long ago.

What about Israel and the Jews?

The church has a terrible history of the very worst anti-Semitism of all. We have to change and welcome the Jews AS JEWS. We must love them as God does. We must help them to return to the land of their fathers. We must show them the love of Jesus, their Messiah to them – not just in words, but in our love and our actions. We must right the wrongs of "Christian" history by embracing the God of the Jews and humbling ourselves under His mighty hand.

As Ruth did, we must as Christians, say what she said and do what she did. She cleaved to Naomi, and went with her back to her land and cried, "Your God is my God." The God of Abraham, Isaac and Jacob is the one true God. There is no other. To honor Him is to honor and love His chosen people, Israel and the Jews. To love Him, is to embrace and bless whom He has preserved, blessed and chosen. We must become lovers of the Jewish people and Israel if we are to be true Christians. You can't say that you love Jesus and then hate the Jews and try to take their place and blessing. You can't take it anyway. It belongs to them.

We must stand boldly with them and for them without shame before their many enemies. We must pray for them and help them and love them. We must stop trying to replace them, then, and only then, will we see true revival in the church. We will then see the Holy Spirit poured out upon us in great glory and power. When the true church rises up and unites in love with the Jews and Israel, then and only then will she be united with herself. The true church of Jesus will unite with the Jews and Israel, for He is the true Jewish Messiah to come.


The false church, "the harlot" of the book of Revelation, will unite in its' hatred of Israel, the Jews, and the true believing church. The spirit of Babylon will continue to seduce and to satanically ensnare millions through the world systems of finance and false "new-age" religions. God will judge and destroy Babylon in His mighty wrath and set up His Kingdom forever upon earth. Blessed be the Most High God forever !

If God hasn't forgotten the Jews, then we cannot either.

Pray for the peace of Jerusalem and Israel.
Pray for the success of the nation of Israel.
Pray for the return of the Jews from the ends of the earth back to their home.
Pray for God to pour His love into you for the Jews and change your heart to become like the heart of Ruth.
Only God can do this for you.
Help in any way you can to bless Jews and those in the church that minister for them and to them in the true love of Christ.
Bless them with your prayers, your love, your good deeds, and your finances!

THAT is God's answer to the church for – "What about the Jews?" He hasn't forgotten them. You don't forget them either!

May God give you the heart of Ruth, dearly beloved, to love Israel and the Jews as He does!

Love in Our Messiah,

Maurice Sklar