Keputusan Pribadi Mark Gabriel
Sepanjang malam pikiran saya
seperti laser, terkonsentrasi untuk membaca Alkitab sampul hitam yang ada di
depan saya. Saya tidak menyadari waktu, sampai saya mendengar suara-suara dari
speaker masjid memanggil sholat subuh!
Saya terkejut melihat
jam di tempat tidur di samping saya, telah menunjukan pukul 4 pagi. Saya
mendengar anggota keluarga berjalan-jalan Di sekitar rumah, bersiap-siap untuk
pergi ke masjid. Tapi pagi ini saya tidak memiliki hasrat untuk berdoa. Saya
merasa damai luar biasa dan saya hanya ingin beristirahat.
Setelah pengalaman saya
di penjara, saya bergumul setiap malam untuk bisa tidur. Saya sering
menghabiskan berjam-jam membalikkan badan terus menerus, hingga tertidur
kelelahan. Tapi pagi ini saya menaruh kepala di bantal dan beberapa
saat kemudian saya sudah tidur, tidak Saya bahkan tidak menyadari bahwa bahkan
sakit kepala saya telah hilang sepenuhnya.
Tiga jam kemudian, pada
jam 7 pagi, saya bangun dengan rasa segar sekali. saya siap untuk mengambil
keputusan saya. Saya menemukan Tuhan Maha Kuasa, Penguasa surga yang
saya cari selama ini. Tanpa keraguan sedikitpun di pikiran saya,
saya berdoa kepada Tuhan dari Alkitab dan memberi hidup saya kepada-Nya.
Kemudian saya kembali pada Alkitab.
Saya telah selesai
membaca keempat injil, Kisah para Rasul dan Roma. Saya tidak tahu apa yang akan
saya baca lagi, sehingga Saya membiarkan Alkitab apoteker itu terbuka. Kali ini
saya sampai di Mazmur 91. Saya membaca semuanya, kemudian membacanya lagi. Itu
seperti pesan pribadi untuk saya dan situasi yang saya alami!
MAZMUR 91
Orang yang duduk dalam
lindungan Yang Mahatinggi danbermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata
kepada TUHAN: ‘Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku,Allahku, yang
kupercayai.’Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap
burung,dari penyakit sampar yang busuk.Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi
engkau,di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung,kesetiaan-Nya ialah perisai
dan pagar tembok.Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam,terhadap
panah yang terbang di waktu siang,terhadap penyakit sampar yang berjalan di
dalam gelap,terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.Walau
seribu orang rebah di sisimu,dan sepuluh ribu di sebelah kananmu,tetapi itu
tidak akan menimpamu.Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat
pembalasan terhadap orang-orang fasik.Sebab TUHAN ialah tempat
perlindunganmu,Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu,malapetaka
tidak akan menimpa kamu,dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu;sebab
malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamuuntuk menjaga engkau di
segala jalanmu.Mereka akan menatang engkau di atas tangannya,supaya kakimu
jangan terantuk kepada batu.Singa dan ular tedung akan kaulangkahi,engkau akan
menginjak anak singa dan ular naga.‘Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka
Aku akan meluputkannya,Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.Bila
ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab,Aku akan menyertai dia dalam
kesesakan,Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.Dengan panjang umur akan
Kukenyangkan dia,dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.’
Ayat ini mengatakan bahwa Allah mengetahui bahaya yang akan
saya hadapi karena keputusan saya. Keluarga saya, saudara-saudara saya, ayah
saya, dan kaum saya sendiri, ketika mereka mengetahui kemurtadan saya, mereka
akan mencoba membunuh saya sebelum orang lain.
Di Mazmur ini saya
mendengar Tuhan berkata: ‘Aku akan melindungimu.’
‘ok,’ Aku berkata,
‘Mazmur ini adalah janji Tuhan dan ini adalah senjata yang saya bawa selama
pertempuran’. Saya mengingat seluruh pasal ini sebelum meninggalkan kamar saya.
MEMBERITAHU APOTEKER
Sekitar jam 11 siang
saya kembali ke apotek dengan obat di satu tangan dan Alkitab di tangan yang
lain. Saya tiba di kasir dan mengembalikan obat kepada apoteker.
Dia bertanya pada saya :
‘kamu membaca Alkitab?’
saya menjawab: ‘Ya, dan
saya memutuskan untuk menjadi seorang Kristen. ’Dia melompat dan mulai memuji
Tuhan dengan nyaring, kemudian datang dari balik loket dan memeluk saya.
‘Mari masuk, duduklah’
katanya, dia menuntun saya melalui pintu ayun yang menuju belakang apotek.
Dengan senyum di wajah, ia pergi untuk mengambil kursi.
Ketika saya duduk, ia
berkata, ‘Tunggu sebentar’ dan mulai menelepon seseorang. Pada saat itu saya
menjadi sangat gelisah, Saya berfikir saya akan diserahkan pada polisi rahasia.
Mungkin itu semua perangkap.
Tetapi ia hanya
memanggil suaminya, seorang dokter hewan yang bekerja untuk negara. ‘Anda harus
datang di sini sekarang’, ujar perempuan itu.
setelah setengah jam
kemudian, suaminya tiba, apoteker itu berkata pada saya : ‘Kami ingin mendengar
apa yang anda alami tadi malam.’ Sementara saya berbicara, apoteker terus
mengajukan pertanyaan-pertanyaan, tetapi suaminya hanya memperhatikan saya-
diam dan penuh perhatian.
Pada akhirnya saya
berkata : ‘saya ingin mensyairkan sesuatu untuk Anda.’ Lalu saya mulai
memperkatakan semua isi Mazmur 91. Aku melihat air mata mengalir dari mata
suaminya.
Perempuan itu berkata
‘sudah jam duabelas, saya akan menutup apotek dan kami ingin membawa anda untuk
makan siang. Setelah makan siang kami akan membawa kamu ke gereja. ‘
Selagi kami makan siang
ia terus mengajukan pertanyaan tentang apa yang saya alami dengan Alkitab pada
malam itu. Saya bertanya apakah ia menginginkan Alkitabnya kembali. ‘Tidak’ jawab
perempuan itu ‘aku ingin kau memilikinya.‘
Kemudian mereka mulai
memberi saya peringatan tentang bagaimana saya harus bersikap. ‘Jangan
bercerita pada banyak orang apa yang anda alami.’ Mereka memperingatkan.
‘Jangan pergi ke gereja terbuka. Terlalu banyak orang akan melihat anda. Anda dapat datang ke rumah kami untuk belajar pendalaman Alkitab.’ Namun,
mereka gembira karena mereka akan memperkenalkan saya dengan pendeta mereka.
Setelah berbicara
beberapa saat pada pendeta di kantornya, maka ia datang dengan suatu kesimpulan
yang mengagetkan kami semua. Dengan kata lain ia berkata : ‘Hai anakku, kamu
dapat pulang. Kami tidak perlu menambahkan anggota lain untuk sidang kami. dan
jika Anda akan pergi, kita tidak kehilangan salah seorang dari anggota kami.
Kami tidak tertarik ‘
Dia takut Islam radikal
akan menyerang gereja ketika mendengar bahwa seorang Muslim telah murtad
menghadiri kebaiktian mereka. Ketika kami meninggalkan kantornya,
saya berkata kepadanya : ‘Dengar, saya tidak khawatir tentang apa yang telah
anda lakukan sekarang; Juruselamat saya akan membantu saya dan akan menjaga
saya. Walaupun kamu menolak saya, Ia tetap setia menemani saya ke mana saja.
Tetapi anda memerlukan bantuan.’
Apoteker dan suaminya
menjadi sangat kecewa dan malu. Mereka tidak berhenti untuk minta maaf atas apa
yang terjadi. Saya juga kecewa, tetapi saya juga dapat melihat bahwa sikap
pendeta yang tidak selaras dengan apa yang saya baca di dalam Alkitab. Saya
mulai belajar prinsip penting, bahwa kita harus memisahkan pemimpin dari
pengikutnya, ini merupakan prinsip yang harus saya terapkan baik untuk Islam
maupun untuk Kekristenan.
SEORANG KRISTEN
RAHASIA
Selama setahun kemudian,
saya tinggal sebagai ‘Orang Kristen Rahasia’ di Mesir. Saya tidak memberitahu
keluarga atas apa yang telah saya lakukan, tetapi saya kadang mampir ke apotek
ketika saya ingin berbicara. Saya menanyainya begitu banyak pertanyaan tentang
Alkitab dan kekristenan, tetapi saya tidak pernah meminta obat untuk sakit
kepala lagi. Sakit kepala saya sudah hilang.
Saya mengalami banyak
kesulitan dalam mencari gereja yang memperbolehkan saya untuk menghadiri
kebaktian. Saya sudah mendatangi tiga pendeta yang mengatakan kepada saya bahwa
saya tidak diterima di gereja mereka. Pada akhirnya saya naik taksi untuk pergi
ke biara yang jauh di gurun, di luar Kairo. Tempatnya sungguh terpencil
sehingga saya berfikir mereka tidak perlu takut pada polisi rahasia dari kota.
Seorang biarawan bicara dengan saya di luar tembok biara dan juga menyampaikan
hal yang sama : ‘Kami tidak dapat membantu.’ Tetapi saya diberi nama seorang
pendeta yang mungkin dapat membantu. Pada hari berikutnya saya tiba di gereja
tersebut. Pendetanya awalnya sangat keras, ia mencoba untuk memastikan bahwa
saya jujur. Ia menerima saya, dan saya datang ke gereja itu dengan berhati-hati
selama setahun sampai saya meninggalkan Mesir. Saya mengunakan kata
berhati-hati, karena saya dengan hati-hati untuk tidak menarik perhatian kepada
saya.
Saya naik bus ke gereja,
alih-alih membawa mobil untuk menghindari diikuti oleh Muslim radikal. Saya
tidak cerita pada anggota gereja tentang kisah saya. Gereja besar di Mesir
biasanya menempatkan polisi orang Mesir untuk menjaga keamanan di pintu masuk.
Sampai polisi terbiasa melihat saya, saya bersembunyi antara sekelompok orang
untuk masuk dan keluar dari gereja, saya harus yakin bahwa saya tidak akan
dihentikan dan ditanyai siapa saya.
Sepanjang hari, saya
terus bekerja dengan ayah saya, sebagai direktur penjualan pakaian di
perusahaannya.
MENINGGALKAN MESIR
Tinggal menunggu waktu
sebelum pada akhirnya keluarga saya mengetahuinya. Suatu hari, tanpa terencana,
saya mengatakan yang sebenarnya pada ayah saya; segera ayah saya mengambil dari
bahunya pistol revolver dan menembakan lima peluru pada saya. Dalam beberapa hari, saya meninggalkan rumah dan Mesir untuk selamanya.
Itu adalah awal dari sebuah perjalanan panjang, saya dibawa dari Mesir ke
Afrika Selatan dan pada akhirnya Amerika Serikat, dimana saya menulis buku ini.
Saya membawa Alkitab
apoteker bersama saya dan memilikinya hingga hari ini. perempuan itu membayar
harga untuk menolong saya. Setelah saya meninggalkan Mesir,
Muslim Radikal membakar apoteknya, mencoba untuk membunuh dia. Beberapa Kristen
Koptik di Mesir memberitahu saya ia dan suaminya meninggalkan negara dan
berimigrasi ke Kanada.
KEHIDUPAN SAYA HARI
INI
Dalam
sebelas tahun terakhir ini saya telah hidup sebagai seorang Kristen,
mendedikasikan hidup saya untuk memberikan Muslim dan semua orang kesempatan
untuk mengenal Yesus, sama seperti saya.
Tidak seorangpun yang harus dipaksa
untuk menerima suatu kepercayaan, tetapi setiap orang harus memiliki akses ke
semua informasi yang mereka mau dan harus diberi kesempatan untuk membuat
keputusan tanpa rasa takut apa yang akan orang lain akan lakukan padanya.
Saya
berdoa agar kata-kata saya dapat memberikan cahaya yang akan memimpin anda pada
kedamaian, sukacita dan ampunan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Mark A Gabriel PhD










Terpujilah Tuhan kita Yesus Kristus Raja Segala Raja, Tuhan Segala Tuhan
ReplyDeleteAmin..Terpujilah Allah.Hikmat-Nya besar.Begitu kasih-Nya tuk dunia cemar.Sehingga diberi-Nya Putera-Nya Kudus.Mengangkat manusia serta menebus.Pujilah..Pujilah..Lihatlah Dunia.Bergemar..bergemar mendengar suara-Nya.Terpujilah Allah demi hikmat-Nya.Muliakankanlah Dia sebab ajaib kuasa-Nya..
ReplyDeleteKesaksian ini membuat kita diberkati.Semoga mereka yang belum percaya dibukakan Tuhan mata rohaninya..Amin
he he he....minta pujian sama sikolor ijo.............
ReplyDeletetulllllllllll..........kolor ijo yesus jelangkung
ReplyDelete