Loading...

Thursday, February 11, 2010

Dasar Pemilihan Israel Menjadi Umat Tuhan Ialah Kasih Allah, Bukan Kebaikan Israel Sendiri




DASAR PEMILIHAN ISRAEL MENJADI UMAT TUHAN
IALAH KASIH ALLAH, BUKAN KEBAIKAN ISRAEL SENDIRI

“Maka aku bertanya: Adakah Allah mungkin telah menolak umat-Nya? Sekali-kali tidak! Karena aku sendiri pun orang Israel, dari keturunan Abraham, dari suku Benyamin. Allah tidak menolak umat-Nya yang dipilih-Nya. Ataukah kamu tidak tahu, apa yang dikatakan Kitab Suci tentang Elia, waktu ia mengadukan Israel kepada Allah: "Tuhan, nabi-nabi-Mu telah mereka bunuh, mezbah-mezbah-Mu telah mereka runtuhkan; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku."Tetapi bagaimanakah firman Allah kepadanya? "Aku masih meninggalkan tujuh ribu orang bagi-Ku, yang tidak pernah sujud menyembah Baal." Demikian juga pada waktu ini ada tinggal suatu sisa, menurut pilihan kasih karunia. Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia” ( Roma 11 : 1-6 )

Dalam sejarah dunia dan gereja, kita melihat adanya pertikaian dan peperangan yang sering terjadi di Timur Tengah khususnya di Jerusalem yaitu pertikaian antara bangsa Israel dan bangsa Palestina. Hal ini membuat negara-negara Arab dan sekutu-sekutunya negara-negara Muslim seperti Iran, Irak, Afganistan mengutuk Israel karena perluasan pemukiman Yahudi (Zionisme yaitu kembali ketanah Perjanjian) di jalur Gaza yang sering memicu pertempuran yang banyak mengambil korban. Dan dimana kita lihat presiden Sadam Husein yang sudah mati digantung oleh pemerintah dan rakyatnya sendiri yaitu rakyat Irak kalau tidak salah pada saat hari Idul Adha, pernah menyerang Israel dengan Rudal Scudnya. Tetapi Amerika membantu Israel dengan mengirimkan Rudal Patriotnya untuk melindungi Jerusalem. Saya sering membaca dalam literatur Islam dan tulisan-tulisan di surat kabar oleh Kiyai/Ulama/Ustad Islam dalam mimbar agama Islam. Mereka sering mengatakan bahwa Yahudi dan Kristen itu adalah kaum kafir. Dan dalam website, blog, dan facebook muslim mereka mengatakan Israel itu “laknatulah”. Bahkan di dalam kalangan orang Kristen sendiri ada yang mengatakan bahwa orang Israel yang sekarang berbeda dengan yang dulu seperti di Alkitab . Bahkan ada yang membenci Israel karena mereka menyalibkan Tuhan Yesus.
Dalam uraian Firman Tuhan ini Rasul Paulus ingin memberantas semua anggapan dan pandangan tersebut yang ada di kalangan orang Kristen. Kita mengetahui bahwa Rasul Paulus adalah orang Israel, keturunan Abraham dan dari suku Benyamin..” Karena aku sendiri pun orang Israel…kata Paulus. Tetapi Rasul Paulus bukan sembarang orang percaya. Ia telah menjadi rasul untuk dunia bangsa-bangsa kafir ( Bdk Gal 2:9 ).
  • “Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat;” ( Galatia 2:9 )
Disini Rasul Paulus mengatakan bahwa Tuhan tidak akan meninggalkan umat-Nya. Dia mengatakan : “ Sekali-kali tidak ! Jawaban ini sama tegasnya sperti ia membantah tuduhan seakan-akan ajarannya menghujat Tuhan ( Bdk Roma 3:1-8,31 , Roma 7:7, Roma 9:14). Agaknya Rasul Paulus mengatakan bahwa : mengabaikan rahmat Tuhan, mengingkari kesetiaan-Nya, setingkat dengan menghujat Dia, sehingga memerlukan jawaban yang sama-sama emosional.
Setelah Rasul Paulus memberi jawaban tidak langsung dengan mengacu pada jatidirnya sendiri, kini menyusulah jawaban langsung : “Allah tidak menolak umat yang dipilih-Nya”. Dibandingkan dengan ayat terdahulu ( Roma 9) ada tambahan, yang sekaligus mengandung alasan yang menyebabkan Allah tidak menolak umat-Nya. Yaitu Dia memilih umat itu. Disini dipakai perkataan yang sama seperti dalam Roma 8:29, yaitu “mengenal dari semula”.
  • “ Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara”. ( Roma 8:29 )
Dalam tafsiran Roma 8:29 kita telah melihat bahwa kata “ memilih” atau “mengenal” dalam Alkitab merupakan perbuatan kasih. Jadi , kita dapat menerjemahkan disini : umat-Nya, yang telah dipilih-Nya dengan penuh kasih sebelum segala zaman. Jadi dasar pemilihan Israel menjadi umat Tuhan ialah kasih Allah, bukan kebaikan Israel sendiri. Karena itu juga, pemilihan Allah itu tidak mungkin goyah.
Dalam nas-nas Firman Tuhan dalam Roma 9 perlu ditafsirkan dengan latar belakang dalam Roma pasal 11. Kita tidak boleh mengartikannya seakan-akan umat Israel tidak lagi menjadi umat Tuhan, kakak Gereja Kristen.
Dan kini Paulus mengemukakan alasan-alasan dengan lebih teratur. Ia mengambil contoh kisah Nabi Elia. Kisah itu diketahui umum di kalangan anggota jemaat, sebagaimana ditujukan oleh rumus “ Ataukah tidak kamu tahu..”. Kita dapat dapat saja menerjemahkan, “ Saudara saudara tentu mengetahui….”. Lalu Paulus menyajikan isi singkat kisah Elia sejauh tercantum dalam ( 1 Raja-Raja 19:10 dan 14 ). Kisah itu mengandung berita mengenai zaman lain dalam sejarah Israel, yang sama gelapnya dengan zaman Paulus. Nabi-nabi lainnya sudah dibunuh ( kata Elia), dan mezbah-mezbah Tuhan sudah dibongkar oleh Ratu Izebel yang fasik. Menurut perkataan Elia, jangankan nabi, orang yang setia kepada Tuhan pun sudah tidak ada lagi, hanya tinggal ia sendiri. Rasul Paulus menyajikan kata-kata Elia itu bukan sebagai keluhan, seperti halnya dalam kisah yang asli, melainkan sebagai dakwaan terhadap Israel ( “mengadukan”). Dan Rasul Paulus mengatakan jawaban Allah kepada nabi Elia “ Aku masih meninggalkan tujuh ribu orang bagi-Ku, yang tidak pernah sujud menyembah Baal”. Allah memelihara sejumlah besar orang setia, yang tetap merupakan umat-Nya yang kudus.
Lalu Rasul Paulus menambahkan empat kata : “menurut pilihan kasih karunia”. Bila kita merenungkan kata-kata “menurut pilihan” ini, tambahan “kasih karunia” tidak boleh diabaikan. Kalau tambahan itu tidak ada, pilihan Allah dapat menjadi kenyataan yang mengerikan. Bagaimana kalau seseorang tidak termasuk jumlah yang terpilih, yang diangkat dari dalam massa yang binasa ! Tanpa tambahan itu kita akan merasa menghadapi Allah yang sewenang-wenang. Akan tetapi, disini tertulis “pilihan kasih karunia”. Artinya, kasih karunia itulah yang menentukan sifat, makna dan tujuan pilihan itu .Makna dan tujuannya ialah keselamatan “sisa” yang terpilih, supaya Tuhan tetap memiliki umat yang taat dan bersujud menyembah Dia, bukan berhala. Bagi mereka pilihan Allah menjadi sumber keselamatan dan penghiburan. Namun dalam tafsiran Roma 11:4, “sisa “ itu bukan jumlah yang tertutup. Batas kasih karunia Allah tidak sama dengan batas “sisa” itu, tetapi lebih luas. Dalam mega mendung hukuman-Nya yang mengancam, terbentang pelangi kasih karunia-Nya.
Kalau pemilihan kita berdasarkan perbuatan amal, kita bisa saja kehilangan status kita sebagai orang pilihan Allah begitu perbuatan itu menjadi berkurang. Kita mau tidak mau akan hidup dalam ketegangan dan ketidakpastian karena hasil yang defenitif ( Hasil yang pasti) tidak dapat diketahui. Sebaliknya kalau pemilihan Allah oleh karena kasih karunia-Nya, hal itu berarti kasih karunia itu menjadi jaminan. Dia akan memelihara kita, dan kita tidak mungkin lepas dari tangan-Nya.( Bdk Efesus 2:8-9, Yoh 15:16).
Dalam Roma 11:17 Rasul Paulus memaparkan kepada kita dalam tafsirannya bahwa sesungguhnya, Gereja adalah umat Israel ditambah orang-orang Kristen yang non Yahudi. Sebab pemilihan Allah bertolak dari Israel, yaitu bapa-bapa leluhurnya, dan nasib bangsa-bangsa kafir tetap tergantung pada nasib Israel ( Bdk Roma 11:15). Keselamatan datang dari bangsa Yahudi ( Yohanes 4:22 ).
  • “Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi” ( Yohanes 4:22 )
Pemilihan Abraham tidak berdasarkan pemilihan bangsa-bangsa non-Yahudi( artinya kita), yang merasa sebagai tuan rumah dalam Gereja. Gejala ini tidak hanya ditemukan di daerah-daerah yang tidak berpenduduk Yahudi, seperti halnya Indonesia, tetapi justru di Eropa Barat dan Timur sepanjang sejarah gereja di sana. Dalam Roma 11:19-21, Rasul Paulus sekali lagi menegur orang-orang Kristen non Yahudi, agar mereka jangan bersikap sombong terhadap Israel. Mereka beranggapan, orang Yahudi yang tidak percaya pada Injil telah ditolak Allah untuk selama-lamanya.
Jadi, kalau seorang Kristen non Yahudi dapat percaya bahwa dirinya diterima ke dalam umat Tuhan, meskipun ia bukan keturunan asli Abraham, terlebih lagi patutlah ia (kita) percaya bahwa Allah akan menerima mereka yang mula-mula termasuk umat asli ( bangsa Israel keturunan Abraham ) itu kembali ke dalam umat itu.
  • “Tetapi mereka pun akan dicangkokkan kembali, jika mereka tidak tetap dalam ketidakpercayaan mereka, sebab Allah berkuasa untuk mencangkokkan mereka kembali” ( Roma 11:23 )
Karena itu, ketidaksetiaan Israel tidak membatalkan kesetiaan Allah ( Bdk Roma 3:3-4 ). Kalau Israel dibenci ( Roma 9:13) dan ditegarkan ( Roma 9:17) oleh Allah, hal itu berlaku untuk sementara saja . “Kekasih” itulah perkataan Allah yang terakhir kepada bangsa Israel (Roma 11:28 ). Dan pada akhir zaman Israel pun akan beroleh kemurahan.
Pertanyaan : Mengapakah Rasul Paulus berani mengatakan bahwa “mengenai pilihan” Israel tetaplah “Kekasih Allah “?
Jawab : Sebab tidak mungkin Allah menarik kembali karunia-karunia yang pernah dianugerahkan-Nya dan membatalkan panggilan yang pernah dikeluarkan-Nya. Karunia-karunia itulah yang disebut dalam Roma 9:4-5, yakni pengangkatan menjadi anak, perjanjian, Hukum Taurat, dan seterusnya. Semua itu adalah “ perwujudan kasih karunia”.
  • “Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji. Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!” ( Roma 9:4-5 )

Mungkin muncul pertanyaan lain lagi seperti ini:
  1. Apakah bangsa Israel yang ada di Jerusalem (Timur Tengah) sekarang ini adalah umat Tuhan Yesus Kristus ?
  2. Bagaimana sikap kita sebagai orang percaya (gereja kristen) terhadap bangsa Israel ?

Jawab :

  1. Ya ! Waktu Tuhan Yesus datang kedunia ini dan berada di Israel yaitu di Yerusalem, Dia mengatakan kepada pendengarnya yaitu orang-orang Yahudi bahwa Dia adalah Tuhan atas Hari Sabat. Kita tahu bahwa hari Sabat adalah hari/waktu ibadah umat Israel di Sianagoga Yerusalem.
  • “ Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat." ( Matius 12:8 )

Dan setelah Dia dimuliakan ( bangkit pada hari yang ke 3 dari maut/kematian dan naik ke sorga duduk disebelah kanan Allah Bapa), Tuhan Yesus memberikan Wahyu-Nya kepada Rasul Yohanes dan Ia menegaskan melalui Wahyu tersebut bahwa Bangsa Israel keturunan asli Abraham, Ishak dan Yakub yaitu “nama keduabelas suku Israel” tertulis di Yerusalem Baru dan Bumi Baru ( sorga yang mulia ). Kita melihat bahwa Allah menjamin keselamatan umat pilihan-Nya oleh karena kasih karunia-Nya. Hal ini berarti bangsa Israel adalah tetap umat pilihan-Nya. Dan Tuhan Yesus tidak menolak umat yang dipilih-Nya.
  • “Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel” ( Wahyu 21:12 )
Kemudian Rasul Paulus juga telah memberitahukan kepada kita dengan tegas melalui teologinya melalui bimbingan Roh Kudus kepada jemaat di Roma dalam Roma pasal 9 dan Roma pasal 11 sebagaimana telah kita uraikan diatas sebelumnya yaitu “ bahwa Allah tidak menolak umat yang dipilih-Nya ( bangsa Israel)”.

  1. Dan bagaimana sikap kita terhadap bangsa Israel sekarang ini ? Apakah kita akan memihak Israel ? Adanya pertikaian di Timur Tengah dapat dan telah memicu kebencian kepada gereja Kristen oleh orang- orang yang anti Israel dan anti Kristen (pemboman gereja) . Melalui kasus bom bali I dan II oleh para teroris menggungkapkan kepada kita bahwa Islam garis keras (Mujahidin) akan terus memusuhi Israel dan Amerika serta sekutu-sekutunya. Ya, tentunya jawabannya adalah kita harus kembali kepada Alkitab Firman Allah. Kita harus lebih takut kepada TUHAN. Kita tidak perlu takut kepada pemerintah, tetapi kita menghormati pemerintah dan berdoa syafaat bagi pemerintah bangsa kita Indonesia agar kita dapat hidup tenang dan tentram dalam segala kesalehan dan kehormatan ( Bdk. 1 Tim 2 : 1-2 ) , karena Alkitab mengatakan bahwa mereka adalah hamba Allah. Tetapi kalau pemerintah sudah memaksa kita (gereja) untuk menyeleweng dari iman percaya kita, kita harus lebih takut kepada TUHAN. Iblis sangat membenci gereja ( Israel dan umat Kristen) dan ingin membinasakannya. Tetapi usahanya gagal, karena Allah melindungi dan memelihara umat-Nya. Kita meyakini melalui Alkitab bahwa Allah akan melindungi dan memelihara-umat-Nya dan menyertai mereka sampai akhir zaman (Bdk. Why 12:13-14, Kel 19:4,Ul 32:11, Matius 28 : 20 ). Tidak ada sesuatupun yang terjadi tanpa seijin dan sepengetahuan-Nya.

Ada dua sikap yang saya rasa perlu kita imani dan yakini yaitu :

  • Kita patut bersyukur kepada Allah yang oleh karena anugerah-Nya dan perbuatan-Nya melalui karya Kristus kita bisa datang kepada Allah dan oleh karena kasih karunia-Nya kita layak disebut sebagai umat-Nya dan diterima kedalam umat-Nya. Kita yang dulunya adalah bangsa kafir, tetapi oleh karena ketidaktaatan Israel, kita diterima kedalam umat-Nya. (Orang Yahudi telah menolak dan menyalibkan Kristus. Tetapi perbuatan nekad itu justru menghasilkan keselamatan bagi seluruh dunia, karena demikianlah kehendak Tuhan. ( Bdk Roma 11:11 ) ).Memang orang non Yahudi diterima menjadi anggota umat Allah (keluarga Abraham). Namun, keselamatan mereka tergantung dari hal-ihwal hubungan Allah dengan umat pilihan-Nya, yaitu Israel. Dengan perkataan lain, Israel tetap sang kakak, dan gereja (kita) adalah adiknya. Itulah dasar teguran Rasul Paulus ( Bdk Roma 11 :15 ). Marilah kita baca dan renungkan ayat Firman Tuhan berikut ini :......"Sebab jika penolakan mereka (Israel) berarti pendamaian bagi dunia,dapatkah penerimaan mereka mempunyai arti lain daripada hidup dari antara orang mati ?..." ( Roma 11:15 ).

  • Kita harus berdoa bagi kesejahteraan bangsa Israel (Jerusalem), mengasihi bangsa Israel dan berpihak kepadanya dan bukan ikut-ikutan mengutuknya, jikalau kita ingin diberkati TUHAN. Karena mereka adalah umat pilihan Allah, kekasih-kekasih Allah. Disini yang dipilih ialah seluruh Israel ( Roma 11:26 ). Dan dilihat dari sudut pilihan Allah, Israel dalam keseluruhannya tetap dikasihi Tuhan.

Sebagai akhir dari renungan Firman Tuhan ini marilah kita baca, renungkan dan uraikan Firman Tuhan dibawah ini. Tuhan mengasihi dan memberkati Israel.
  • “Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan seperti ada tertulis " Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub. Dan inilah perjanjian-Ku dengan mereka, apabila Aku menghapuskan dosa mereka".Mengenai Injil mereka adalah seteru Allah oleh karena kamu, tetapi mengenai pilihan mereka adalah kekasih Allah oleh karena nenek moyang. Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya”.( Roma 11:26-29)

  • “ Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." ( Kejadian 12:3 )

  • “Ia meniarap dan merebahkan diri sebagai singa jantan, dan sebagai singa betina; siapakah yang berani membangunkannya? Diberkatilah orang yang memberkati engkau, dan terkutuklah orang yang mengutuk engkau!" ( Bilangan 24:9 )

  • “Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: "Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa.” ( Mazmur 122:6 )

Soli Deo Gloria

Daftar Pustaka :

  • Tafsiran Alkitab : SURAT ROMA Oleh : Dr. Th. Van Den End

6 comments:

  1. Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya[158] beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus[159]. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya. (Al Baqarah 253)

    (yaitu) orang-orang yang menyapaikan risalah-risalah Allah[1222], mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan (Al Ahzaab 39)

    Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (Ar Ruum 30)

    Ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?" Katakanlah: "Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah[92] yang ada padanya?" Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan. (Al Baqarah 140)

    Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa): "Aku mempunyai gudang-gudang rezki dan kekayaan dari Allah, dan aku tiada mengetahui yang ghaib", dan tidak (pula) aku mengatakan: "Bahwa sesungguhnya aku adalah malaikat", dan tidak juga aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu: "Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka." Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka; sesungguhnya aku, kalau begitu benar-benar termasuk orang-orang yang zalim (Huud 31)

    ReplyDelete
  2. Buat saudara/teman-teman yg terkasih di dalam Tuhan. Ada satu yang yg terpenting dan tidak boleh kita lupakan dalam doa kita jikalau kita ingin melihat kemuliaan Tuhan yang besar terjadi oleh pekerjaan Roh Kudus yaitu pokok doa sebagai berikut:

    Berdoa untuk kesejahteraan Yerusalem dan bangsa Israel
    Berdoa untuk keberhasilan bangsa Israel
    Berdoa untuk kembalinya bangsa Yahudi dari ujung-ujung bumi kembali kerumah mereka ke tanah perjanjian.
    Berdoa supaya Tuhan mencurahkan kasih-Nya yang murni kedalam hati kita bagi orang-orang Yahudi dan mengubah hati kita menjadi hati seperti hati Ruth.
    Berkati bangsa Yahudi dengan doa-doa kita (dalam nama Bapa,Putera dan Roh Kudus),dengan kasih kita kepada mereka.

    ReplyDelete
  3. bener bener gak tahu diri....udah tuhannya di bunuh yahudi....berdoa pula tuk yahudi......edan

    ReplyDelete
  4. eh dengar2 Tuhan yesus sebelum dbunuh Yahudi disodomi dulu.....n Tuhan Yesus teriak2 keenakan..................

    ReplyDelete
    Replies
    1. setau aku bang mamad yang tukang kawin kawin sampai mau mati pun masih kawin huntung tuhan menghukum dia kalau ngak kasian anak anak di niakhin dia dengan kedok ututsan tuhan?logika masa tuhan sebodoh itu menyuruh orang utusannya menikah dengan bocah ingusan?yang benar aja lah

      Delete
  5. saya cuman mengutip :

    “Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat;” ( Galatia 2:9 )

    yang ingin saya gaeis bawahi adalah kata2 "bersunat". apa artinya apa maksutnya ?, apakah layak kata2 tersebut dibaca suatu umat, apakah memeng yg membuatnya hina dan rendah? apakah yang membacayanya yang yang rendah ?

    ReplyDelete