Loading...

Friday, January 23, 2015

Bertobatlah ! ( Defenisi bertobat/bertaubat )



Bertobatlah ! ( Defenisi bertobat/bertaubat )

“Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel? ( Yehezkiel 33 : 11 )


Bertobat atau tobat/taubat ( Bhs. Ibrani : syuv ; Yunani : Metanoia efistrefo ) yang berarti berputar,berbalik arah,kembali atau berpaling. Itu berarti sadar,insaf,dan menyesali semua dosa serta kejahatan yang dilakukan kemudian mengambil keputusan untuk berbalik kepada Allah. Pertobatan tidak hanya menyangkut prilaku,tetapi terutama menyangkut pikiran dan hati serta totalitas keberadaan manusia. Pertobatan selalu disertai permohonan anugerah pengampunan Tuhan serta kesediaan untuk bertindak dalam cara dan pola hidup baru,berpikir,berkata dan berprilaku baru.

Tuhan memperingatkan Israel sebagai umat yang telah dipilih-Nya agar melakukan yang benar di hadapan Tuhan.Umat Israel melakukan ketidakadilan dan ketidakbenaran sehingga ancaman hukuman Tuhan datang. Mereka merampas dan memeras orang-orang miskin.Mereka melakukan tindakan curang.Mereka menyembah berhala,menumpahkan darah orang,melakukan perjinahan dengan mencemari istri sesamanya ( Yehezkiel 33 : 23-27 )

Tuhan Allah telah menganugerahkan keselamatan dan hidup kekal bagi kita di dalam Yesus Kristus.Sehingga berita pertobatan dan pengampunan dosa harus diberitakan di dalam nama-Nya.Roh Kudus akan menolong dan membaharui hidup kita sehingga kita dapat menjadi saksi dan berkat bagi kemuliaan nama TUHAN.

Soli Deo Gloria

Obsesi Islam Untuk Melenyapkan Israel Telah Dinubuatkan Oleh Alkitab Firman Allah



"Obsesi  Islam Untuk Melenyapkan Israel Telah Dinubuatkan Oleh Alkitab Firman Allah"

“Mereka mengadakan permufakatan licik melawan umat-Mu, dan mereka berunding untuk melawan orang-orang yang Kaulindungi.Kata mereka: "Marilah kita lenyapkan mereka sebagai bangsa, sehingga nama Israel tidak diingat lagi!" Sungguh, mereka telah berunding dengan satu hati, mereka telah mengadakan perjanjian melawan Engkau: Penghuni kemah-kemah Edom dan orang Ismael, Moab dan orang Hagar, Gebal dan Amon dan Amalek, Filistea beserta penduduk Tirus, juga Asyur telah bergabung dengan mereka, menjadi kaki tangan bani Lot. S e l a . Perlakukanlah mereka seperti Midian, seperti Sisera, seperti Yabin dekat sungai Kison, yang sudah dipunahkan di En-Dor, menjadi pupuk bagi tanah. Buatlah para pemuka mereka seperti Oreb dan Zeeb, seperti Zebah dan Salmuna semua pemimpin mereka,yang berkata: "Marilah kita menduduki tempat-tempat kediaman Allah!" Ya Allahku, buatlah mereka seperti dedak yang beterbangan, seperti jerami yang ditiup angin!Seperti api yang membakar hutan, dan seperti nyala api yang menghanguskan gunung-gunung,kejarlah mereka dengan badai-Mu, dan kejutkanlah mereka dengan puting beliung-Mu; penuhilah muka mereka dengan kehinaan, supaya mereka mencari nama-Mu, ya TUHAN!Biarlah mereka mendapat malu dan terkejut selama-lamanya; biarlah mereka tersipu-sipu dan binasa,supaya mereka tahu bahwa Engkau sajalah yang bernama TUHAN, Yang Mahatinggi atas seluruh bumi.” ( Mazmur 83 : 4-19 )


Untuk melihat apakah Firman Tuhan ini benar marilah kita melihat dan membaca kesaksian mantan terroris dan militan Islam PLO Palestina Walid Shoebat yang telah meninggalkan Islam dan memeluk Kristen. Walid Shoebat berkata sebagai berikut : 

“Saya diajari bahwa suatu hari penggenapan sebuah nubuat kuno oleh Nabi Muhammad akan terjadi. Nubuat ini menceritakan suatu peperangan dimana Tanah Suci akan kembali ditaklukkan Islam dan eliminasi orang Yahudi akan terjadi dalam sebuah pembantaian massal. Nubuat ini ditemukan dalam banyak buku suci tradisi Islam yang dikenal dengan Sahih Hadith. Tradisi ini berbunyi sebagai berikut, dan merupakan pola pikir semua pengikut Islam radikal”

“[Muhammad berkata:] Saat terakhir tidak akan datang kecuali orang Muslim memerangi orang Yahudi dan orang Muslim akan membunuh mereka hingga orang Yahudi menyembunyikan diri di balik batu atau pohon dan berkata: Muslim, atau hamba Allah, ada orang Yahudi di belakang saya; datang dan bunuhlah dia; tetapi pohon Gharqad tidak akan berkata, karena itu adalah pohon orang Yahudi”. (Sahih Muslim Buku 041, Nomor 6985). Jika ditanya dimana pembantaian itu akan dilaksanakan, tradisi mengatakan bahwa itu akan terjadi di “Yerusalem dan daerah sekelilingnya”.

Selama masa remaja saya, seperti ayah, saya selalu menyesuaikan diri dengan Islam dan apa saja yang diajarkan guru-guru Muslim kepada kami. Saya, seperti halnya teman-teman sekelas saya pada umumnya, sangat terinspirasi oleh visi Muhammad yang gelap dan penuh darah. Saya menyerahkan hidup saya untuk jihad, atau perang suci, untuk memenuhi penggenapan nubuat ini. Saya ingin menjadi bagian dari tercapainya rencana Muhammad, ketika Islam akan memperoleh kemenangan terakhir atas orang Yahudi dan akhirnya – tanpa halangan lagi – memerintah dunia.  Ini adalah ideologi para mentor saya, dan ketika saya telah meninggalkan paham fanatik ini, jutaan orang di Timur Tengah masih mempercayainya, dan mereka masih berjuang untuk menjadikannya sebuah realita.” ( Walid Shoebat mantan Terroris Islam PLO Palestina )





Monday, January 12, 2015

Apakah Makna Baptisan Yesus ?



Apakah Makna Baptisan Yesus ?


“Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?"Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanes pun menuruti-Nya” (Matius 3 :13-15)

 Gambar : Yesus dibaptis oleh Yohanes pembaptis di sungai Yordan

Banyak pertanyaan muncul di sekitar baptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis. Bila baptisan dimaksudkan sebagai lambang pencucian dosa, apakah itu berarti Yesus juga berdosa? Apakah baptisan Yesus itu melambangkan pertobatan Dia dari dosa-dosa-Nya? Kalau Ia pun berdosa, bagaimana Ia bisa menjadi "penebus dosa" manusia? 

Yesus adalah Firman Allah yang datang menjadi manusia.Yesus Kristus adalah Anak Allah Yang Hidup.Yesus Kristus adalah Tuhan Allah Juruselamat manusia.Yesus Kristus adalah Tuhan Allah Yang mengampuni dosa umat-Nya.Para teolog menyimpulkan bahwa baptisan Yesus mempunyai makna yang lain daripada yang lain. Baptisan ini dimaksudkan untuk memasukkan Yesus kedalam maut ( kematian ) dan untuk menerima dan melaksanakan tugas dan kehendak Allah (Bdk Matius 3 :14-15, Lukas 12:50, Ibrani 2:9). Tetapi kita orang Kristen dibaptis supaya kita memiliki jaminan/tanda (materai) dari Allah bahwa kita telah turut mati dalam kematian Kristus dan telah turut bangkit dalam kebangkitan Kristus.(Bdk Roma 6 :1-11, Kolose 2 : 11-15 ).

“Demikianlah hendaknya kamu memandangnya : bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus “ (Roma 6:11).

Baptisan kepada Yesus Kristus di sungai Yordan adalah sangat lain sekali. Baptisan Yesus bukan baptisan proselit ( kepada Yahudi), bukan pula pertobatan dan penyucian dosa. Tetapi baptisan Yesus berisi dua hal, yaitu :
  1. Pertama, baptisan itu memasukkan Yesus ke dalam maut dan kematian, untuk menerima tugas dan kehendak Allah menggenapi Hukum Taurat Musa dan nubuat kitab para nabi (Bdk. Matius 3 :14-15, Lukas 12:50, Kejadian 3:15, Yesaya 53, Ibrani 2:9)
  2. Kedua, merupakan penobatan atau pengurapan-Nya untuk memulai tugas-tugas misi pelayan-Nya di dalam dunia ini.
Soli Deo Gloria



Sunday, November 23, 2014

Pengharapan Anak-Anak Allah



Pengharapan Anak-Anak Allah

Renungan Firman Tuhan : Roma 8 : 18-25

“Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya,tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun”( Roma 8 :18-25 )






            Sebagai gereja dan orang percaya,kita hidup di dalam dunia dengan segala tantangan dan pergumulannya. Tidak ada manusia yang tidak mengalami tantangan dan pergumulan. Mengapa ? Karena sejak manusia memilih untuk tidak taat kepada Allah,sejak itu pula manusia jatuh  dalam dosa. Kejatuhan manusia menyebabkan manusia mengalami berbagai tantangan dan pergumulan,kesulitan serta penderitaan dalam kehidupannya.Pergumulan-pergumulan itu telah menimbulkan berbagai kekuatiran,ketakutan bahkan keputusasaan,karena manusia dalam keberdosaannya hidup tanpa pengharapan.

            Dengan kehadiran Yesus, manusia yang berdosa diampuni dan diselamatkan,sehingga memberikan pengharapan dalam kehidupan setiap orang yang percaya kepada-Nya.Dalam kondisi seperti itu,tidak berarti manusia bebas dari tantangan dan penderitaan.Semua manusia, termasuk orang percaya tetap berada dan mengalami tantangan-tantangan kehidupan.Hanya sekarang,orang-orang percaya telah memiliki pengharapan hidup di dalam Yesus.Dengan pengharapan itu mereka mendapat kekuatan dalam menjalani kehidupan di dalam dunia,sebab Roh Allah yang ada di dalam kehidupan mereka,menopang dan menguatkannya.Selama kita hidup di dalam dunia,kita terus berjuang untuk mendapat pembebasan sempurna dari bermacam pergumulan. Itulah yang “dirindukan” oleh orang-orang percaya yakni saat anak-anak Allah dinyatakan,yakni ketika kita mengalami persekutuan dalam kemuliaan-Nya.

            Dalam perjalanan hidup ini, kita semua mengeluh karena berbagai tekanan dan penderitaan.Keberadaan hidup kita digambarkan seperti seorang perempuan yang akan bersalin.Perempuan yang akan bersalin merasa sakit.Namun dibalik keluhannya,ada suka cita karena pengharapan datangnya anak yang dilahirkan.Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat Korintus dalam 2 Korintus 5 : 2-4 menekankan supaya tabah dalam penderitaan,sebab kita hidup berdasarkan percaya kepada Kristus,dan bukan berdasarkan apa yang dilihat.



Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini,sebab dengan demikian kita berpakaian dan tidak kedapatan telanjang.Sebab selama masih diam di dalam kemah ini, kita mengeluh oleh beratnya tekanan, karena kita mau mengenakan pakaian yang baru itu tanpa menanggalkan yang lama, supaya yang fana itu ditelan oleh hidup.” ( 2 Korintus 5: 2-4 )



 Ketika kita hidup ditengah berbagai tantangan kehidupan,tetaplah berjalan dengan Tuhan untuk meraih kemenangan…



Soli Deo Gloria