Loading...

Saturday, June 13, 2015

Kesaksian Dan Kisah Nyata seorang Muslim Fanatik Dari Islam Garis Keras Meninggalkan Islam Dan Memeluk Kristen Setelah Disembuhkan Tuhan Yesus Al-Masih.



Kesaksian Dan Kisah Nyata seorang Muslim Fanatik Dari Islam Garis Keras Meninggalkan Islam Dan Memeluk Kristen Setelah Disembuhkan Tuhan Yesus Al-Masih.



Mohammad Ridwan,Wiraswasta : “ Bangkit dan Berdirilah ! “

Muhammad Ridwan sungguh beruntung,dia dilawat Tuhan Yesus saat harapan hidupnya sudah tipis.Sang Tabib Agung itu datang tersenyum dan berkata : Bangkit,dan berdirilah ! Ridwan yang lumpuh itupun berjalan dan hatinya dipenuhi ucapan syukur.

“LIHAT nih, bulu kuduk saya merinding tiap kali menceritakan perjumpaan itu," ungkap Mohammad Ridwan kepada REFORMATA, sambil menunjukkan bulu-bulu ditangan dan kakinya yang menegang seperti ditarik.Selama wawancara dirumahnya Kampung Sawah,Semper Timur,Cilincing,Jakarta Utara,wajahnya memancarkan kebahagiaan.Dia menguraikan kesaksiannya secara jelas dan terperinci.Bahkan sesekali dia berdiri memperagakan cara Yesus menyuruhnya bangun ketika tubuhnya lumpuh total dan hanya berbaring selama setahun.

          Inilah pengalaman ajaib Ridwan yang membawanya ke jalan keselamatan kekal.yang hanya ada di dalam Yesus Kristus Tuhan,Sang Juruselamat bagi seluruh umat manusia itu.Perjumpaan dengan sosok yang dulu dia kenal sebagai Isa Al-Masih itu,terjadi pada akhir tahun 1986.Ketika itu Ridwan yang tinggal di Tebet, Jakarta Selatan tiba-tiba didera penyakit misterius. Seketika tubuhnya lumpuh dari leher sampai kaki.Yang “normal” hanya bagian kepala.Berdasarkan diagnosis dokter ,darah Ridwan mengalami pengentalan dan berwarna hitam pekat,seperti kecap namun pihak rumah sakit tidak bisa mendeteksi penyakit itu.Ridwan pun dibawa pulang dari rumah sakit hari itu juga,karena dianggap telah mendekati ajal.

          Di kamar lantai dua rumahnya Ridwan dibaringkan sendirian.Istri dan kedua anaknya tinggal di lantai satu.Bermacam obat dan ramuan tradisional diberikan,namun tidak ada hasil.Ridwan pun akhirnya berserah diri kepada Yang Maha Kuasa.Semakin merasa ajalnya sudah dekat,hatinya pilu menyaksikan sikap istri dan kedua anaknya mulai acuh atas kondisinya.”Mereka sudah masa bodoh.Perhatiannya sudah berkurang.Mungkin karena mereka sudah capek mengurus saya karena sudah lama sakit-sakitan,”tutur pria kelahiran Medan, 24 Maret 1950 ini.Selama setahun dalam kelumpuhan,Ridwan hanya berbaring dan melamun.Dia sudah pasrah menanti jemputan maut.

          Didatangi Yesus Al-Masih.

Suatu malam sekitar pukul 21:00 WIB,Ridwan menyaksikan sesuatu yang tak lazim dikamarnya.Matanya yang siap-siap terpejam karena kantuk berat mendadak melotot.Sosok berjubah putih,bersinar terang,dengan kepala ditudungi kain tiba-tiba berdiri dihadapannya sambil tersenyum.Ridwan panik tetapi tidak bisa berbuat apa-apa.Tak lama kemudian sosok itu menghilang.”Seharian saya gelisah memikirkan penglihatan itu. Wajah-Nya jelas sekali tetapi saya belum mau memberitahukan peristiwa itu kepada siapapun,” ungkapnya.

Malam berikutnya sosok itu muncul lagi.Kali ini Dia menyuruh Ridwan berdiri.”Kamu bangkit,berdirilah !”demikian sosok misterius itu memerintahkan Ridwan.Awalnya,perintah itu tidak digubris Ridwan karena mustahil.”Saya hanya bilang sama Dia bahwa saya tidak bakal bisa bangun”, kisah Ridwan.Pada perintah yang ke 3 kali akhirnya,akhirnya Ridwan memaksa untuk berdiri. Ajaib ! Seluruh tubuh Ridwan bisa digerakkan.Ridwan kaget bercampur senang.”Saya seperti dalam mimpi karena mendadak bisa berdiri,” kata Ridwan senang.Setelah tubuhnya berdiri tegak ,sosok  misterius itu mengangkat kedua tangan-Nya ke atas kepala Ridwan.

Beberapa saat kemudian,sosok misterius itu menghilang.Ridwan bergegas turun ke lantai satu,dan disambut dengan rasa heran dan luar biasa oleh istri dan anak-anaknya.”Ayah turun,ayah turun,Ayah turun….!” Demikian pekik sorak anak-anaknya sambil melonjak-lonjak kegirangan.Malam itu,rumah tangga Ridwan diselimuti keharuan dan kegembiraan.Namun mukjizat kesembuhan itu belum diutarakan Ridwan kepada keluarganya.Esok harinya Ridwan mencoba berjalan-jalan disekitar rumahnya sambil menggunakan tongkat.Tak ayal,warga sekitarpun gempar !

Memasuki hari ketiga,saat Ridwan sedang jalan-jalan seorang pria yang memperkenalkan dirinya sebagai seorang pendeta menyapa dan menanyakan keadaanya.Ridwan bingung lantaran pendeta tersebut meminta waktu untuk mengobrol di rumah.Saat berbincang,Ridwan tiba-tiba melontarkan pertanyaan kepada hamba Tuhan itu,”Pak ada kawan saya mau masuk Kristen. Bagaimana caranya ?” Sebetulnya yang mau masuk Kristen adalah Ridwan sendiri.Sebab dia berkeyakinan sosok yang ajaib yang menyuruhnya bangkit itu ialah Yesus Kristus.Namun sejauh itu, dia belum berani mengutarakan niatnya untuk mengikuti Juru Selamat,mengingat keluarganya dikenal sebagai pemeluk agama yang taat bahkan fanatik.

Beberapa hari kemudian,Ridwan menemui pendeta itu sambil mengutarakan niatnya menjadi pemeluk agama Kristen, dan minta dibaptis.Pendeta yang tiba-tiba diliputi rasa heran itu hanya bisa berkata, “Sungguh Pak ? Puji Tuhan, Haleluya...! “. Kisah mukjizat yang disampaikan Ridwan mengantarkan istri dan kedua anaknya untuk turut dibaptis.

Sejak ikut Tuhan,keluarga Ridwan berlimpah berkat.Tidak saja berkat jasmani,suasana batin mereka pun selalu damai sejahtera dan sukacita.”Kedua anak saya bisa kuliah dan langsung dapat kerja,itu salah satu berkat Tuhan,” tutur pria yang berprofesi sebagai supir angkutan barang,miliknya sendiri itu.Tak lama setelah dibaptis, tiga unit mobil angkutan penyewaan miliknya hilang.Namun kejadian itu tidak membuat iman Ridwan lemah.Sayang, sang istri malah sakit dan meninggal,mungkin lantaran kurang siap menerima pencobaan dan musibah tersebut.

Keluarga Fanatik

Seperti disinggung di depan, keluarga Ridwan tergolong penganut agama “garis keras”.Bahkan sebuah gereja di Medan pernah dibakar Ridwan. Ayahnya dikenal sebagai guru besar agama dan sering berpergian ke tanah suci,dibayar pihak-pihak yang memberangkatkannya.Sangkin fanatiknya terhadap agama, orang tua memaksa Ridwan mendalami agama di perguruan tinggi,padahal Ridwan ingin kuliah di jurusan Teknik.Orang tua berharap Ridwan kelak menjadi penebar agama di beberapa sekolah.

Sejak percaya Yesus,banyak keganjilan yang dia temukan dalam kepercayaan masa lalunya.Kini dia yakin bahwa kitab suci yang pernah diimaninya itu adalah duplikat Alkitab.Pasalnya agama di masa lalunya itu baru ada sekitar enam ratus tahun (600 tahun ) sesudah Yesus lahir.Umat juga tidak diperkenankan menelusuri lebih dalam perihal Isa Al-Masih.Ridwan yang sekarang sudah sepenuhnya mengimani bahwa Isa Al-Masih ( Yesus Kristus ) adalah satu-satunya jalan menuju keselamatan kekal, sebenarnya sudah tersirat di kitab suci mereka. Bahkan, menurut Ridwan, pada sebuah bukit “ditanah suci “, ada tulisan : “Nabi Isa Al-Masih akan turun kembali untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati”. Bila melihat begitu banyak jiwa yang belum mengenal Yesus sebagai Allah,dan Juruselamat dunia,hati Ridwan pedih membayangkan mereka harus binasa dan mengalami siksaan kekal di neraka..

Sumber : Reformata Edisi 105 Tahun VI April 2009


Friday, May 15, 2015

Menjadi Prajurit Tuhan Yesus Yang Tangguh


Menjadi Prajurit Tuhan Yesus Yang Tangguh

Renungan Firman Tuhan diambil dari bacaan 2 Timotius 2 :3-4 sebagai berikut :

" Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya "(II Timotius 2 : 3 - 4)


Menjadi pengikut Kristus merupakan suatu panggilan yang begitu indah, karena kita tidak hanya menjadi jemaat-Nya yang hadir setiap ibadah hari Minggu saja, tetapi kita juga dipersiapkan untuk menjadi prajurit Yesus yang tangguh yang siap menderita bagi Dia dan  untuk siap menghadapi berbagai macam peperangan rohani dalam kehidupan kita.Mengikut Tuhan Yesus bukan melewati jalan bebas hambatan,tetapi jalan-Nya sempit,berkerikil tajam,naik turun dan penuh onak duri.Kita harus memikul salib dan menyangkal diri.

Dalam Efesus 6:10-20 jelas sekali dikatakan bahwa hidup kita tidak hanya hidup secara jasmani saja (darah dan daging) tetapi hidup secara rohani dimana ada roh-roh jahat yang harus dilawan dan dipatahkan pekerjaannya yaitu dengan mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah. Iblis selalu menjalankan siasat jahatnya melalui berbagai macam tipu daya, masalah dan cobaan bahkan melalui kenikmatan duniawi untuk dapat menjatuhkan umat Tuhan. Tanpa ada perlawanan dari umat Tuhan, maka umat-Nya akan terseret jatuh dalam dosa. Oleh karena itu kita harus menjadi prajurit Yesus yang tangguh agar dapat memenangkan pertempuran rohani ini. Tentunya ada harga yang harus dibayar untuk menjadi prajurit yang tangguh. Harus ada usaha yang kuat dan tindakan yang harus kita jalankan agar dapat menjadi prajurit yang baik.

Berikut 3 rahasia untuk menjadi prajurit Yesus yang tangguh:

1. Fokus Kepada Tuhan

“Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.” (2 Tim 2:4)

Prajurit yang berjuang memfokuskan dirinya kepada peperangan yang sedang dihadapinya. Dia tidak boleh kehilangan fokus pada saat peperangan, karena begitu kehilangan fokus sesaat saja, maka dia bisa kehilangan nyawanya dan merugikan seluruh pasukan. Apa yang diperintahkan oleh komandannya akan dijalankannya dengan sepenuh hati tanpa pertanyaan ataupun keraguan sedikitpun. Prajurit akan fokus kepada perintah dan misi yang sedang dijalankan hingga misi itu dapat berhasil. Demikian juga dengan kehidupan rohani kita, kita harus bisa memfokuskan diri kita kepada Tuhan dengan menyingkirkan segala keraguan, ketakutan, kekuatiran dan segala pertanyaan yang muncul dalam diri kita.

Tuhan kita adalah komandan/pahlawan perang yang tahu persis tujuan dari perintah yang diberikan kepada kita. Dia tidak akan menjerumuskan kita dengan perintah-perintah yang diberikan-Nya bagi kita. Ketika kita fokus untuk melakukan segala perintah-Nya dan percaya kepada-Nya dengan segenap hati kita, maka kita akan dapat menyelesaikan ‘misi’ yang Tuhan sedang berikan bagi kita. Kita dapat menyelesaikan segala masalah yang kita hadapi. Ketika kita mulai kuatir dengan kebenaran dari Firman-Nya dan segala janji Tuhan bagi kita, maka musuh (si iblis) akan dapat dengan mudah mengalahkan kita dengan berbagai masalah yang menekan kita, sehingga kita tidak bisa mendapat jalan keluar dari masalah yang kita hadapi. Hiduplah dalam kebenaran dan berkenan kepada Tuhan, maka kita akan menjadi prajurit yang baik di hadapan-Nya.

·        “Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu.” (Mazmur 26:3)

2. Disiplin

“Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.” (2 Tim 2:5)

Olahragawan tidak akan memperoleh mahkota sebagai juara jika dia tidak berlatih dengan sungguh-sungguh. Jika dia bermalas-malasan dalam berlatih, hari ini berlatih, besok tidak berlatih, kemudian hari berikutnya berlatih dan hari berikutnya lagi tidak berlatih, maka dia tidak akan menjadi juara. Tingkat kompetisi dalam suatu perlombaan/pertandingan/kejuaraan sangatlah tinggi. Semakin bergengsi suatu event pertandingan, maka semakin tinggi pula tingkat kompetisi yang ada. Dan tentunya intensitas latihan yang harus dilakukan juga harus lebih tinggi lagi.

Untuk itu diperlukan yang disebut dengan kedisiplinan. Kedisiplinan dalam berlatih akan memacu keterampilan dan kekuatan sang olahragawan sehingga dapat bersaing dengan ketat pada saat pertandingan. Kedisiplinan dalam berlatih juga akan meningkatkan stamina dalam bertanding. Hal ini serupa dalam kerohanian. Kedisiplinan secara rohani juga sangat mutlak diperlukan agar kita sanggup melawan si ‘musuh’,si ‘jahat’ yaitu iblis.

Ketika kita bermalas-malasan dalam membaca Firman Tuhan, doa pribadi, mengikuti ibadah/persekutuan dan lainnya, maka kekuatan tubuh rohani kita akan melemah. Kita dapat dengan mudah dikalahkan oleh tipu daya si iblis. Tetapi ketika kita melatih tubuh rohani kita dengan rutin dan disiplin setiap hari-nya, maka tubuh rohani kita akan semakin kuat, semakin tangguh, semakin besar dan semakin tangkas dalam menghadapi ‘lawan’ kita yaitu iblis dengan segala siasatnya. Disiplin dalam beribadah akan memacu kehidupan rohani kita sehingga kita dapat menjadi prajurit Yesus yang tangguh dan kuat.

“Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibr 10:25)

3. Ketekunan

“Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.” (2 Tim 2:6)

Petani selalu menjalani pekerjaannya tanpa jemu-jemu. Mulai dari menyiapkan lahan untuk bertani, kemudian membajaknya, menanami dengan bibit tanaman, mengairi lahan pertaniannya, memberi pupuk, merawat, mengusir hama yang menggangu, hingga pada akhir musim dia akan menuai hasilnya. Sebelum hasil panen dijual, sang petani akan menikmati terlebih dahulu hasil yang dia dapat. Dia layak menikmati hasil kerja kerasnya selama satu musim tersebut.

Pekerjaan yang dia lakukan ini tidak membuat dia bosan, karena dari pekerjaan inilah dia mendapatkan penghidupan bagi dirinya dan keluarganya. Dia senantiasa tekun menjalankan pekerjaannya walau ditempa dengan panas terik tiap harinya, atau bahkan hujan yang tak menentu, mungkin juga gangguan hama yang dapat merusak tanaman dan lain sebagainya. Sang petani yakin bahwa apa yang yang dikerjakannya akan membuahkan hasil pada akhirnya.

Hubungan kita dengan Tuhan yang kita bangun setiap harinya, Firman Tuhan yang kita baca dan renungkan tiap hari dan kita praktekkan, doa yang kita naikkan tiap hari, ibadah yang senantiasa kita ikuti baik pada hari Minggu maupun ibadah penyegaran rohani,ibadah keluarga, semuanya itu adalah sama dengan lahan pertanian yang sedang kita olah dan kita tanami dengan tanaman, yang kemudian kita pelihara hingga akhirnya kita panen hasil buahnya. Mungkin ada waktunya pembacaan Firman Tuhan menjadi sangat membosankan atau bahkan doa-doa yang kita panjatkan terasa tidak terdengar oleh Tuhan. Mungkin juga kita merasa sia-sia datang ke ibadah atau persekutuan. Tetapi ketika kita tetap tekun melakukan semuanya itu, tanpa menghiraukan kejenuhan dan kelelahan yang kita rasakan, maka pada akhirnya kita akan menuai hasilnya. Dengan tekun membina hubungan dengan Tuhan, maka kita sedang membangun kehidupan rohani yang kuat dan bertumbuh terus hingga pada akhirnya hidup kita akan menghasilkan buah pada waktunya.

Hidup kita pasti akan menjadi berkat bagi orang lain. Kita akan terbentuk menjadi prajurit Tuhan yang kuat dan handal, yang siap menolong dan membantu setiap orang yang kesusahan atau sedang dalam masalah.

·        “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” (1 Kor 15:58).

Menjadi prajurit Yesus yang tangguh merupakan suatu hal yang luar biasa. Kita akan sanggup mematahkan segala tipu daya si iblis, memenangkan setiap masalah yang kita hadapi dan bahkan menjadi berkat bagi banyak orang. Dengan memfokuskan kehidupan kita kepada Tuhan, mendisiplinkan diri di hadapan-Nya dan tekun membina hubungan dengan-Nya, maka kita dapat menjadi prajurit yang tangguh bagi kemuliaan nama Tuhan Yesus. Haleluya!
·       
“Tetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa.” Yer 20:11
·       
“Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: “Aku ini pahlawan!” ” Yoel 3:10

Soli Deo Gloria

Friday, March 27, 2015

"Melihat Dan Hidup"



“MELIHAT DAN HIDUP”

Renungan Firman Tuhan diambil dari Bacaan Alkitab : Bilangan 21 : 4-20 : 

“Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan.Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak." Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati.Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: "Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami." Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu.Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup."Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.Kemudian berangkatlah orang Israel, lalu berkemah di Obot.Berangkatlah mereka dari Obot, lalu berkemah dekat reruntuhan di Abarim, di padang gurun yang di sebelah timur Moab.Dari situ berangkatlah mereka, lalu berkemah di lembah Zered.Dari situ berangkatlah mereka, lalu berkemah di seberang sungai Arnon yang di padang gurun dan yang keluar dari daerah orang Amori, sebab sungai Arnon ialah batas Moab, di antara orang Moab dan orang Amori.Itulah sebabnya dikatakan dalam kitab peperangan TUHAN: "Waheb di Sufa dan lembah-lembah ke sungai Arnon,dan lereng lembah-lembah; lereng itu terbentang ke tempat di mana terletak kota Ar, dan bersandar pada batas daerah Moab."Dari sana mereka ke Beer. Inilah sumur di mana TUHAN berfirman kepada Musa: "Kumpulkanlah bangsa itu, maka Aku akan memberikan air kepada mereka."Pada waktu itu orang Israel menyanyikan nyanyian ini: "Berbual-buallah, hai sumur! Mari kita bernyanyi-nyanyi berbalas-balasan karena sumur yang digali oleh raja-raja,yang dikorek oleh kaum bangsawan di antara bangsa itu dengan tongkat-tongkat kerajaan, dengan tongkat-tongkat mereka." Dan dari padang gurun mereka ke Matana;dari Matana ke Nahaliel; dari Nahaliel ke Bamot;dari Bamot ke lembah yang di daerah Moab, dekat puncak gunung Pisga yang menghadap Padang Belantara.” ( Bil 21:4-20 )



          Perlawanan umat kepada Allah dan hamba-Nya Musa,akhirnya meledak. Mereka mempertanyakan mengapa mereka keluar dari Mesir jika kematian jadi tujuan akhir.Mereka menyebut kekurangan-kekurangan yang mereka hadapi dan fakta kebosanan mereka terhadap makanan yang sudah Tuhan beri dari sorga.Kemarahan yang tak dapat diredam sebab mereka berpikir praktis bahwa Tuhan seharusnya mengerti kondisi dan harapan mereka sebenarnya.

          Sikap dan prilaku bangsa Israel sudah tidak lagi menghormati otoritas Ilahi. Mereka tidak berpikir bahwa ucapan-ucapan mereka tidak layak ditujukan kepada Allah dan Musa yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir.Penderitaan sesaat tidak dapat mereka tanggung sebab mereka melihat kesukaran mereka teramat besar. Mereka kehilangan kesabaran. Mereka tidak mengucap syukur atas kebebasan asasi yang mereka miliki. Urusan perut dan kesenangan dunia sangat kuat mengikat hati dan pikiran sehingga ucapan mereka tidak terkontrol lagi.Akibatnya murka Allah terjadi. Ular tedung menjadi bencana buat bangsa Israel yang suka bersungut-sungut. Musa bertindak bijak dengan berdoa kepada Allah. Keselamatan Allah diberikan jika mereka kembali taat mengikuti perintah Tuhan. Hanya dengan melihat ular tembaga,maka yang terinfeksi bisa ular yang mematikan itu, beroleh kesembuhan. Hidup mereka tidak lagi dalam bayang-bayang kematian sebab Allah berkarya menyelamatkan umat yang sedia bertobat dan berharap kepada-Nya.

          Betapa sederhana cara Tuhan Allah melepaskan bangsa Israel dari kematian akibat pelanggaran dan dosa mereka. Hanya dengan melihat maka kematian dihalau dan keselamatan dianugerahkan.Sebagai pengikut Yesus Kristus,kiranya kita selalu memandang kepada Tuhan Yesus yang tersalib dan yang telah mengalahkan kematian. Tidak ada yang perlu ditakutkan dalam hidup ini. Yang perlu kita perbaiki adalah kesungguhan kita bersyukur atas segala pemberian Tuhan. Tetaplah bersyukur dan bersyukur sebab Allah mengerti keperluan hidup kita yang paling mendasar sekalipun..


Soli Deo Gloria