Loading...

Friday, May 15, 2015

Menjadi Prajurit Tuhan Yesus Yang Tangguh


Menjadi Prajurit Tuhan Yesus Yang Tangguh

Renungan Firman Tuhan diambil dari bacaan 2 Timotius 2 :3-4 sebagai berikut :

" Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya "(II Timotius 2 : 3 - 4)


Menjadi pengikut Kristus merupakan suatu panggilan yang begitu indah, karena kita tidak hanya menjadi jemaat-Nya yang hadir setiap ibadah hari Minggu saja, tetapi kita juga dipersiapkan untuk menjadi prajurit Yesus yang tangguh yang siap menderita bagi Dia dan  untuk siap menghadapi berbagai macam peperangan rohani dalam kehidupan kita.Mengikut Tuhan Yesus bukan melewati jalan bebas hambatan,tetapi jalan-Nya sempit,berkerikil tajam,naik turun dan penuh onak duri.Kita harus memikul salib dan menyangkal diri.

Dalam Efesus 6:10-20 jelas sekali dikatakan bahwa hidup kita tidak hanya hidup secara jasmani saja (darah dan daging) tetapi hidup secara rohani dimana ada roh-roh jahat yang harus dilawan dan dipatahkan pekerjaannya yaitu dengan mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah. Iblis selalu menjalankan siasat jahatnya melalui berbagai macam tipu daya, masalah dan cobaan bahkan melalui kenikmatan duniawi untuk dapat menjatuhkan umat Tuhan. Tanpa ada perlawanan dari umat Tuhan, maka umat-Nya akan terseret jatuh dalam dosa. Oleh karena itu kita harus menjadi prajurit Yesus yang tangguh agar dapat memenangkan pertempuran rohani ini. Tentunya ada harga yang harus dibayar untuk menjadi prajurit yang tangguh. Harus ada usaha yang kuat dan tindakan yang harus kita jalankan agar dapat menjadi prajurit yang baik.

Berikut 3 rahasia untuk menjadi prajurit Yesus yang tangguh:

1. Fokus Kepada Tuhan

“Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.” (2 Tim 2:4)

Prajurit yang berjuang memfokuskan dirinya kepada peperangan yang sedang dihadapinya. Dia tidak boleh kehilangan fokus pada saat peperangan, karena begitu kehilangan fokus sesaat saja, maka dia bisa kehilangan nyawanya dan merugikan seluruh pasukan. Apa yang diperintahkan oleh komandannya akan dijalankannya dengan sepenuh hati tanpa pertanyaan ataupun keraguan sedikitpun. Prajurit akan fokus kepada perintah dan misi yang sedang dijalankan hingga misi itu dapat berhasil. Demikian juga dengan kehidupan rohani kita, kita harus bisa memfokuskan diri kita kepada Tuhan dengan menyingkirkan segala keraguan, ketakutan, kekuatiran dan segala pertanyaan yang muncul dalam diri kita.

Tuhan kita adalah komandan/pahlawan perang yang tahu persis tujuan dari perintah yang diberikan kepada kita. Dia tidak akan menjerumuskan kita dengan perintah-perintah yang diberikan-Nya bagi kita. Ketika kita fokus untuk melakukan segala perintah-Nya dan percaya kepada-Nya dengan segenap hati kita, maka kita akan dapat menyelesaikan ‘misi’ yang Tuhan sedang berikan bagi kita. Kita dapat menyelesaikan segala masalah yang kita hadapi. Ketika kita mulai kuatir dengan kebenaran dari Firman-Nya dan segala janji Tuhan bagi kita, maka musuh (si iblis) akan dapat dengan mudah mengalahkan kita dengan berbagai masalah yang menekan kita, sehingga kita tidak bisa mendapat jalan keluar dari masalah yang kita hadapi. Hiduplah dalam kebenaran dan berkenan kepada Tuhan, maka kita akan menjadi prajurit yang baik di hadapan-Nya.

·        “Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu.” (Mazmur 26:3)

2. Disiplin

“Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.” (2 Tim 2:5)

Olahragawan tidak akan memperoleh mahkota sebagai juara jika dia tidak berlatih dengan sungguh-sungguh. Jika dia bermalas-malasan dalam berlatih, hari ini berlatih, besok tidak berlatih, kemudian hari berikutnya berlatih dan hari berikutnya lagi tidak berlatih, maka dia tidak akan menjadi juara. Tingkat kompetisi dalam suatu perlombaan/pertandingan/kejuaraan sangatlah tinggi. Semakin bergengsi suatu event pertandingan, maka semakin tinggi pula tingkat kompetisi yang ada. Dan tentunya intensitas latihan yang harus dilakukan juga harus lebih tinggi lagi.

Untuk itu diperlukan yang disebut dengan kedisiplinan. Kedisiplinan dalam berlatih akan memacu keterampilan dan kekuatan sang olahragawan sehingga dapat bersaing dengan ketat pada saat pertandingan. Kedisiplinan dalam berlatih juga akan meningkatkan stamina dalam bertanding. Hal ini serupa dalam kerohanian. Kedisiplinan secara rohani juga sangat mutlak diperlukan agar kita sanggup melawan si ‘musuh’,si ‘jahat’ yaitu iblis.

Ketika kita bermalas-malasan dalam membaca Firman Tuhan, doa pribadi, mengikuti ibadah/persekutuan dan lainnya, maka kekuatan tubuh rohani kita akan melemah. Kita dapat dengan mudah dikalahkan oleh tipu daya si iblis. Tetapi ketika kita melatih tubuh rohani kita dengan rutin dan disiplin setiap hari-nya, maka tubuh rohani kita akan semakin kuat, semakin tangguh, semakin besar dan semakin tangkas dalam menghadapi ‘lawan’ kita yaitu iblis dengan segala siasatnya. Disiplin dalam beribadah akan memacu kehidupan rohani kita sehingga kita dapat menjadi prajurit Yesus yang tangguh dan kuat.

“Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibr 10:25)

3. Ketekunan

“Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.” (2 Tim 2:6)

Petani selalu menjalani pekerjaannya tanpa jemu-jemu. Mulai dari menyiapkan lahan untuk bertani, kemudian membajaknya, menanami dengan bibit tanaman, mengairi lahan pertaniannya, memberi pupuk, merawat, mengusir hama yang menggangu, hingga pada akhir musim dia akan menuai hasilnya. Sebelum hasil panen dijual, sang petani akan menikmati terlebih dahulu hasil yang dia dapat. Dia layak menikmati hasil kerja kerasnya selama satu musim tersebut.

Pekerjaan yang dia lakukan ini tidak membuat dia bosan, karena dari pekerjaan inilah dia mendapatkan penghidupan bagi dirinya dan keluarganya. Dia senantiasa tekun menjalankan pekerjaannya walau ditempa dengan panas terik tiap harinya, atau bahkan hujan yang tak menentu, mungkin juga gangguan hama yang dapat merusak tanaman dan lain sebagainya. Sang petani yakin bahwa apa yang yang dikerjakannya akan membuahkan hasil pada akhirnya.

Hubungan kita dengan Tuhan yang kita bangun setiap harinya, Firman Tuhan yang kita baca dan renungkan tiap hari dan kita praktekkan, doa yang kita naikkan tiap hari, ibadah yang senantiasa kita ikuti baik pada hari Minggu maupun ibadah penyegaran rohani,ibadah keluarga, semuanya itu adalah sama dengan lahan pertanian yang sedang kita olah dan kita tanami dengan tanaman, yang kemudian kita pelihara hingga akhirnya kita panen hasil buahnya. Mungkin ada waktunya pembacaan Firman Tuhan menjadi sangat membosankan atau bahkan doa-doa yang kita panjatkan terasa tidak terdengar oleh Tuhan. Mungkin juga kita merasa sia-sia datang ke ibadah atau persekutuan. Tetapi ketika kita tetap tekun melakukan semuanya itu, tanpa menghiraukan kejenuhan dan kelelahan yang kita rasakan, maka pada akhirnya kita akan menuai hasilnya. Dengan tekun membina hubungan dengan Tuhan, maka kita sedang membangun kehidupan rohani yang kuat dan bertumbuh terus hingga pada akhirnya hidup kita akan menghasilkan buah pada waktunya.

Hidup kita pasti akan menjadi berkat bagi orang lain. Kita akan terbentuk menjadi prajurit Tuhan yang kuat dan handal, yang siap menolong dan membantu setiap orang yang kesusahan atau sedang dalam masalah.

·        “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” (1 Kor 15:58).

Menjadi prajurit Yesus yang tangguh merupakan suatu hal yang luar biasa. Kita akan sanggup mematahkan segala tipu daya si iblis, memenangkan setiap masalah yang kita hadapi dan bahkan menjadi berkat bagi banyak orang. Dengan memfokuskan kehidupan kita kepada Tuhan, mendisiplinkan diri di hadapan-Nya dan tekun membina hubungan dengan-Nya, maka kita dapat menjadi prajurit yang tangguh bagi kemuliaan nama Tuhan Yesus. Haleluya!
·       
“Tetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa.” Yer 20:11
·       
“Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: “Aku ini pahlawan!” ” Yoel 3:10

Soli Deo Gloria

Friday, March 27, 2015

"Melihat Dan Hidup"



“MELIHAT DAN HIDUP”

Renungan Firman Tuhan diambil dari Bacaan Alkitab : Bilangan 21 : 4-20 : 

“Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan.Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak." Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati.Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: "Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami." Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu.Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup."Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.Kemudian berangkatlah orang Israel, lalu berkemah di Obot.Berangkatlah mereka dari Obot, lalu berkemah dekat reruntuhan di Abarim, di padang gurun yang di sebelah timur Moab.Dari situ berangkatlah mereka, lalu berkemah di lembah Zered.Dari situ berangkatlah mereka, lalu berkemah di seberang sungai Arnon yang di padang gurun dan yang keluar dari daerah orang Amori, sebab sungai Arnon ialah batas Moab, di antara orang Moab dan orang Amori.Itulah sebabnya dikatakan dalam kitab peperangan TUHAN: "Waheb di Sufa dan lembah-lembah ke sungai Arnon,dan lereng lembah-lembah; lereng itu terbentang ke tempat di mana terletak kota Ar, dan bersandar pada batas daerah Moab."Dari sana mereka ke Beer. Inilah sumur di mana TUHAN berfirman kepada Musa: "Kumpulkanlah bangsa itu, maka Aku akan memberikan air kepada mereka."Pada waktu itu orang Israel menyanyikan nyanyian ini: "Berbual-buallah, hai sumur! Mari kita bernyanyi-nyanyi berbalas-balasan karena sumur yang digali oleh raja-raja,yang dikorek oleh kaum bangsawan di antara bangsa itu dengan tongkat-tongkat kerajaan, dengan tongkat-tongkat mereka." Dan dari padang gurun mereka ke Matana;dari Matana ke Nahaliel; dari Nahaliel ke Bamot;dari Bamot ke lembah yang di daerah Moab, dekat puncak gunung Pisga yang menghadap Padang Belantara.” ( Bil 21:4-20 )



          Perlawanan umat kepada Allah dan hamba-Nya Musa,akhirnya meledak. Mereka mempertanyakan mengapa mereka keluar dari Mesir jika kematian jadi tujuan akhir.Mereka menyebut kekurangan-kekurangan yang mereka hadapi dan fakta kebosanan mereka terhadap makanan yang sudah Tuhan beri dari sorga.Kemarahan yang tak dapat diredam sebab mereka berpikir praktis bahwa Tuhan seharusnya mengerti kondisi dan harapan mereka sebenarnya.

          Sikap dan prilaku bangsa Israel sudah tidak lagi menghormati otoritas Ilahi. Mereka tidak berpikir bahwa ucapan-ucapan mereka tidak layak ditujukan kepada Allah dan Musa yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir.Penderitaan sesaat tidak dapat mereka tanggung sebab mereka melihat kesukaran mereka teramat besar. Mereka kehilangan kesabaran. Mereka tidak mengucap syukur atas kebebasan asasi yang mereka miliki. Urusan perut dan kesenangan dunia sangat kuat mengikat hati dan pikiran sehingga ucapan mereka tidak terkontrol lagi.Akibatnya murka Allah terjadi. Ular tedung menjadi bencana buat bangsa Israel yang suka bersungut-sungut. Musa bertindak bijak dengan berdoa kepada Allah. Keselamatan Allah diberikan jika mereka kembali taat mengikuti perintah Tuhan. Hanya dengan melihat ular tembaga,maka yang terinfeksi bisa ular yang mematikan itu, beroleh kesembuhan. Hidup mereka tidak lagi dalam bayang-bayang kematian sebab Allah berkarya menyelamatkan umat yang sedia bertobat dan berharap kepada-Nya.

          Betapa sederhana cara Tuhan Allah melepaskan bangsa Israel dari kematian akibat pelanggaran dan dosa mereka. Hanya dengan melihat maka kematian dihalau dan keselamatan dianugerahkan.Sebagai pengikut Yesus Kristus,kiranya kita selalu memandang kepada Tuhan Yesus yang tersalib dan yang telah mengalahkan kematian. Tidak ada yang perlu ditakutkan dalam hidup ini. Yang perlu kita perbaiki adalah kesungguhan kita bersyukur atas segala pemberian Tuhan. Tetaplah bersyukur dan bersyukur sebab Allah mengerti keperluan hidup kita yang paling mendasar sekalipun..


Soli Deo Gloria


Friday, February 27, 2015

Hamba Tuhan Atau Hamba Mamon ? Gereja Tuhan Atau Gereja Mamon ?



Hamba Tuhan Atau Hamba Mamon ? Gereja Tuhan Atau Gereja Mamon ?

Nats Renungan Firman Tuhan : Lukas 16 : 9-13

“Yesus pun berkata kepada murid-murid-Nya : “Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.""Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." ( Lukas 16:9-13 )

Uang memiliki sifat netral, bisa berguna untuk hal-hal yang positif atau negatif bergantung di tangan siapa uang itu berada.  Uang itu tidak jahat, tetapi cinta terhadap uang bisa saja membawa seseorang kepada segala jenis kejahatan,kehancuran dan kebinasaan.Karena ada kuasa jahat dibalik uang.

Dalam hidup ini ada hal-hal yang bersifat materi yang tidak bisa tidak harus kita penuhi seperti makanan, pakaian dan juga tempat tinggal.  Belum lagi kebutuhan-kebutuhan lain seperti biaya pendidikan, listrik, air, semuanya memerlukan uang!  Karena itu kita harus bekerja.  Dengan bekerja kita mendapatkan upah (uang).  Namun inilah yang menjadi pokok permasalahannya.  Jika kita tidak waspada hari-hari kita akan terus disibukkan dengan kegiatan memburu uang ini.  Ada tertulis:  "Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang,"  (Pengkotbah 5:9).

Karena cinta akan uanglah banyak para pengusaha pergi ke gunung Kawi mempersembahkan jiwanya dan keluarganya kepada setan/iblis untuk memperoleh harta kekayaan. Karena cinta akan uanglah maka banyak para artis rela menjual jiwanya kepada setan dan kuasa kegelapan memasang susuk dan jimat pemikat untuk dapat memikat pria kaya dan pejabat kaya  untuk memperoleh uang,harta,kekayaan dan ketenaran.Karena cinta akan uanglah hamba Tuhan/pendeta besar/gereja memasang tarif untuk kotbah dan memasang tarif untuk melayani jemaat.Karena cinta akan uanglah banyak pendeta besar jatuh kedalam hawa nafsu keserakahan menggelapkan perpuluhan jemaat dan asset gereja untuk memperkaya diri sehingga berujung kepada pengadilan dan penjara.

Maraknya kasus pendeta besar yang tersandung dalam kasus penyelewengan dana gereja dan perpuluhan jemaat hingga jutaan dollar sudah tidak asing lagi bagi kita. Bapak, anak dan menantu bertengkar dan berkelahi untuk memperebutkan uang perpuluhan jemaat, uang persembahan jemaat dan asset gereja yang nilainya ratusan milyar rupiah, yang seharusnya dana tersebut untuk pengabaran injil, pelayanan diakonia,kasih dan keadilan ( kasus gereja Bethany Nginden Surabaya).Berikut adalah beberapa kasus yang melanda pendeta dan gereja besar akibat cinta akan uang dan nafsu akan kekayaan dan harta :

1.     Kasus gereja Bethany Nginden Surabaya (Kharismatik/Pentakosta) dimana pendiri gereja tersebut Pdt. Alex Abraham diadukan oleh jemaat ,anak dan menantunya karena diduga menggelapkan asset gereja,uang perpuluhan dan uang persembahan jemaat untuk memperkaya diri dan dijadikan atas nama pribadi. Dimana uang persembahan dan uang perpuluhan jemaat digunakan untuk bisnis dan diduga ada pencucian uang yang nilainya konon mencapai 4,1 triliun rupiah. Akibatnya Bapak,anak dan menantu berkelahi dan bertengkar untuk memperebutkan uang dan dana tersebut yang sekarang kasusnya ditangani oleh kepolisian dan pengadilan Surabaya.

2.     Kasus Gereja City Harvest Church Singapura yang memiliki 30 ribu jemaat ( Kharsimatik/Pentakosta ) dimana Pendeta Kong Hee dituduh menggelapkan dana jemaatnya sebesar 19 juta dollar Singapura atau sekitar Rp. 140 milyar rupiah. Pdt.Kong Hee dituduh “menggelapkan uang secara tidak jujur” dari dana pembangunan gereja tersebut selama beberapa tahun untuk mendukung karir nyanyi istrinya Ho Yeow Sun,yang mencoba menjadi bintang di Amerika Serikat. Kasusnya sekarang sedang ditangani oleh kepolisian dan pengadilan Singapura.


3.     Kasus Pastor David Yonggi Cho pendiri gereja besar Yoido Full Gospel Church (YFGC ) aliran kharismatik/pentakosta. Hakim pengadilan menjatuhkan hukuman 3 tahun penjara dan 5 tahun masa percobaan dan denda Rp. 37 milyar rupiah karena menggelapkan dana gereja ( uang perpuluhan dan uang persembahan jemaat ) sebesar Rp. 141 milyar untuk membantu perusahaan anaknya Hee-Jun di pasar saham (investasi pasar uang).Anak sulung  Pastor David Yonggi Cho yaitu Hee-Jun mantan direktur harian local Kookmin Ilbo yang berafiliasi dengan gereja Yoido Full Gospel Church juga dijatuhi 3 tahun penjara oleh pengadilan Korea Selatan.


Para penginjil penganjur Teologi Sukses biasanya mengucapkan slogan-slogan kemakmuran seperti berikut:

"Kalau Mafia bisa naik mobil Lincoln Continental, mengapa anak-anak Raja tidak?" (Fred Price)

"Allah menghendaki anak-anak-Nya makan makanan terbaik, berpakaian pakaian terbaik, mengendarai mobil yang terbaik, dan menghendaki mereka untuk memperoleh segala sesuatu yang terbaik." (Kenneth Hagin)

"Saya melihat bahwa Tuhan menghendaki kita kaya. Sebab itu saya mulai mengkotbahkan kekayaan orang Kristen. Saya memberitahukan orang-orang bahwa Tuhan menginginkan mereka menjadi kaya melalui iman mereka." (Oral Roberts)

"Tuhan menghendaki Anda menjadi makmur dalam segala kehidupan Anda. Apakah Anda sudah siap untuk hidup makmur? Apakah Anda butuh hidup makmur? Maka hendaklah Anda hidup makmur." (Edwin Louise Cole)

"Saya tidak membutuhkan emas di Sorga, saya mesti memilikinya sekarang." (Benny Hinn).

Bandingkanlah ini dengan isi Alkitab:

"Dan Yesus pun berkata kata-Nya : "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi, di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkan hartamu di Surga, di Surga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada di situ juga hatimu berada." (Matius 6:19-21)


“Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." ( Markus 10 : 21 )

  

"… mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan adalah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka." ( 1Timotius 6:9-10 ).

“Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak.Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu” ( 1 Petrus 5 : 1-4 )


Kalau begitu, tidak bolehkah pengikut Kristus mencari uang dan menjadi kaya?
Firman Tuhan tidak melarang orang menjadi kaya, malah perumpamaan talenta menganjurkan orang bekerja lelah untuk melipat gandakan modalnya. Namun, janganlah kekayaan dianggap sebagai sejajar dengan iman dan kemiskinan sebagai lawan dari iman.

Banyak umat Kristen yang taat tetap miskin sekalipun mereka bekerja keras, karena mereka menghindari dan tidak mau terlibat korupsi dan suap-menyuap dalam mengejar harta. Tidak ada salahnya umat Kristen memiliki harta kekayaan dan hidup makmur, tetapi harta kekayaannya itu harus disyukuri sebagai pemberian Allah (berkat Tuhan ) untuk disalurkan dalam menolong sesama kita.

"Barangsiapa mempunya harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)

Gereja jangan menyeleweng menyembah mamon tetapi gereja harus kembali kepada iman yang sejati. Gereja jangan membangun jemaat untuk berfokus pada hal-hal yang hina, seperti: uang, sehingga mereka mengejar hal-hal yang remeh dan hina. Yakobus mengingatkan bahwa hal ini adalah pikiran yang jahat.Ketika gereja telah menentukan tarif dalam melayani jemaat/umat Tuhan/domba milik Tuhan Allah,itu berarti gereja telah membuka pintu bagi kuasa mamon yaitu serangan iblis dan kuasa kegelapan. Kita melihat banyaknya kasus penyelewengan dan kejahatan dalam gereja seperti korupsi,menggelapkan uang perpuluhan jemaat,tidak jujur dalam hal laporan keuangan,selingkuh,dosa-dosa seksual yang mengakibatkan pertengkaran dan perpecahan yang berujung pada pertikaian,perkelahian dan  pengadilan.Sehingga gereja tidak lagi menjadi garam dan terang bagi dunia ini.Gereja harus percaya dan taat kepada Tuhan Yesus kepala gereja dan firman-Nya dan bukan mengandalkan uang,harta (mamon).

Tuhan Yesus menegur gereja-Nya melalui rasul Yohanes dalam kitab wahyu agar kembali kepada kasih yang mula-mula yaitu mengasihi Allah dan sesama manusia bukan menyembah uang (mamon).

“Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.” ( Wahyu 2:4-5 )

Musuh terbesar dari iman Kristen adalah mamon. Ketika uang tidak bisa dikuasai oleh manusia maka dia akan berubah menjadi dewa/ penguasa kehidupan. Alkitab berkata bahwa manusia hidup tidak bisa menyembah 2 tuan; dia tidak bisa menyembah Allah sekaligus menyembah mamon.
Gereja akan menuju kepada kehancuran ketika mulai memandang muka, dan menyembah mamon (uang).

Soli Deo Gloria