Tuesday, August 14, 2018

MENGAPA HARI SHABBAT DITINGGALKAN GEREJA ?


MENGAPA HARI SHABBAT DITINGGALKAN GEREJA ?


[I]a berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa. (Daniel 7:25b)


Mengapa hari Sabat dirubah dan sejak kapan perubahan itu disahkan?

Hari istirahat YAHWEH adalah hari ketujuh, IA menamai hari itu sebagai hari Sabat. [B]erhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. … Lalu Elohim memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. (Kej 2:2-3), hari ketujuh adalah hari Sabat YAHWEH, Elohimmu … (Kel 20:10).

Tidak perlu dipertanyakan bahwa hari Sabat- dikenal juga sebagai hari YAHWEH ( Hari TUHAN) atau hari ketujuh – adalah hari Sabtu, orang Israel (baik pengikut Musa maupun Yeshua Ha Massiah (Messianic Jews) dan Gereja Protestan Advent Hari Ketujuh tetap melakukan ibadahnya pada hari Sabtu.

Untuk yang tidak tahu sejarah Gereja, khususnya dalam hal perintah mengingat menguduskan hari Sabat (perintah ketiga dari 10 perintah Elohim), mari kita baca dahulu komentar beberapa pemimpin rohaniwan tentang hari Sabat, agar Anda mengerti lebih baik alasan perubahan hari Sabat (Saptu) menjadi hari Minggu. 

Apa kata mereka tentang hari Sabat:

James Cardinal Gibbons, Pemimpin Bishop Katolik Baltimore setuju bahwa perpindahan ke hari Minggu tidak didasari Alkitab, tetap pekerjaan Gereja Katolik sendiri. dalam bukunya, “Kamu boleh baca Alkitab dari Kejadian ke kitab Wahyu, dan kamu tidak akan menemukan sebuah kalimat memerintahkan pengudusan hari Minggu. Ayat-ayat memerintahkan ibadah agama hari Saptu, hari dimana kita tidak pernah menguduskannya.” (“The Faith of Our Fathers, tahun 1876”) 

Richard Bauckham, professor Perjanjian Baru pada University of St. Andrews, Scotlandia ,”Hari ketujuh adalah hari Saptu. Tidak ada hari lainnya dipanggil hari Sabat di dalam Perjanjian Lama dan Baru.”

Jan Marcussen, seorang pendeta Advent Hari Ketujuh dari Thompsonville, Illinois pada tahun 2001 menawarkan 1 juta USD kepada siapa yang bisa membuktikan dengan jelas secara Alkitabiah bahwa hari pertama adalah hari Sabat. “Memelihara hari Minggu sebagai hari Sabat adalah tipuan terbesar yang Dunia pernah melihat,” ia berkata. Bukunya tentang masalah Sabat ke menjadi Minggu bisa dibaca on-line: National Sunday Law
 
John Pinkston, presiden dan pendiri the Congregation of God Seventh Day dalam komentarnya tentang perkataan Yohanes di pulau Patmos ,”Pada hari Yahweh aku dikuasai oleh Roh… (Wah 1:10) Itu tidak berbicara apapun tentang hari Minggu. Itu berbicara tentang “hari Yahweh yang dimaksud dalam Perjanjian Lama. Baca Mark 2:28; Yes 58:13)

Ini beberapa alasan mengapa menguduskan hari Sabat (hari ketujuh) menjadi hari Minggu (hari pertama):
Dr. Samuele Bacchiocchi seorang pensiunan professor theology pada Andrews University di Michigan, Gelar dokternya di dalam Sejarah Gereja didapat dari Roma. Ia memberikan dua factor alasan:
  1. Anti Judaism ( Anti semitism ) telah menyebabkan ditinggalkannya hari Sabat
  2. Penyembahan kafir dewa matahari (SUN god) telah mempengaruhi pengadopsian hari Minggu. Penggambilan 25 Desember untuk perayaan Natal adalah mungkin contoh yang paling explicit dari pengaruh penyembahan matahari pada kalender liturgy Kristen. It adalah sebuah fakta yang diketahui bahwa pesta kafir the Dies Natalis Solis Invicti – kelahiran dari Matahari Yangtakterkalahkan (the Invincible Sun) telah dirayakan pada tanggal itu.
dies Solis / Sun day / —— / Sunday
dies Lunae / Moon day / —— / Monday
dies Martis / Mars’s day / Tiw’s day / Tuesday
dies Mercuri / Mercury’s day / Woden’s day / Wednesday
dies Jovis / Jupiter’s day / Thor’s day / Thursday
dies Veneris / Venus’s day / Frigg’s day / Friday
dies Saturni / Saturn’s day / Saturday
Table traces the seven days of the week from their pagan Latin origin through the names of Norse gods to their current names in English 

Tahun 312, Ketika Kaisar Roma Constantine menjadi ‘Kristen’, pada tanggal 7 Maret 321 dia menetapkan bahwa hari Minggu adalah hari istirahat, toko-toko harus tutup kecuali petani dipedesaan. Dia menyembah semua dewa-dewa – khususnya Appolo dewa matahari. Dia memilki nama Pontifex Maximus yang adalah titel dari imam besar kafir 

Paus Sylvester I (314-337): ”Jika setiap hari Minggu adalah untuk dirayakan secara gembira oleh para Kristen mengenang kebangkitan (-Nya), karenanya setiap hari Sabat mengenang penguburan (-Nya) adalah bagi kotoran-manusia (kebencian yang dalam atau kutukan) orang-orang Yahudi.”

Tahun 363, pada Sidang Laodikia, Gereja Roma – Gereja Roma Katolik sekarang – menyatakan, ”Orang-orang Kristen harus tidak judaize dengan beristirahat pada hari Sabat, tetapi harus kerja pada hari itu, sebagai ganti hormati Hari Yahweh [hari Minggu],… Tetapi jika seseorang ditemukan ada sebagai Judaizers, mereka akan ada dikeluarkan dari Kristus.”

Tahun 380, Penguasa Theodosius membuat Kristen Katolik pemelihara hari Minggu menjadi agama resmi di daerah kekuasaannya,

9 Febuari 1893. Kansas City Catholic menulis: Gereja Katolik oleh otoritasnya sendiri yang tidak ada salah telah menciptakan hari Minggu sebuah hari libur untuk mengambil tempat hari Sabat dari hukum yang lama.” 

Tahun 1998, Paus Yohanes II pada suratnya Dies Domini kepada para bishop dan umat Katolik: Hari Minggu dipanggil hari kebangkitan Massiah.
 
Alkitab mencatat: tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur… . Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu, dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Yahweh Yeshua. .. tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan. Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, (Luk 24:1-6). 

 Dengan kata lain, pada hari Minggu dini hari saat mereka tiba, kuburan sudah kosong.
Jan Marcussen dalam bukunya tentang perubahan yang dibuat oleh Gereja Roma ini sebagai, ”Hari Minggu adalah tanda / materai dari otoritas pemerintahan Gereja Roma Katolik. [Menguduskan hari] Minggu adalah materai binatang!” Namun ia bersikeras dia tidak menyerang iman orang lain, tetapi sebagai gantinya mencoba memimpin orang-orang ke Alkitab, Yeshua, dan akhirnya surga.

Catatan dari saya:
1. Tidak diragukan bahwa Yeshua Ha Mashiah (termasuk Yohanes Pembaptis) menegur keras orang-orang Farisi dan Saduki ketika Ia ada di bumi, itu dikarenakan mereka lebih menuruti ajaran Talmut dan filsafat Yunani lebih dari ajaran hukum Taurat (Mat 3:7-10; 15:3-9; 16:6). Namun membenci perintah YAHWEH (mengganti hari Sabat-Nya menjadi Sun-day bagi hormat kepada dewa Matahari) oleh karena kedegilan orang Farisi dan orang Saduki adalah masalah yang lain. Manusia tidak seharusnya membenci YAHWEH pencipta mereka dan perintah-Nya oleh karena kesalahan umat-Nya Israel. Yeshua sendiri berpesan kepada parapengikut-Nya, ”[B]erbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.” (Mat 11:2-6; Mark 7:18-23).
 
2. Mempelajari penglihatan Daniel di atas, baca dari 7:19-25, terjadi pada tahun pertama pemerintahan raja Belsyazar (anak Nebukadnezar), sekitar pertengahan abad 6 dan 5 DC, terlihat bahwa “binatang” ini memang telah dinubuatkan (sedikitnya 800 tahun sebelumnya) bahwa, Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa. (Dan 7:25). 

Berdasarkan nubuatan Daniel ini kita tahu bahwa penyebab Gereja Roma Katolik merubah waktu dan hukum menguduskan hari Sabat menjadi hari Minggu BUKANLAH sekedar anti Judaism/Antisemitism (kepercayaan orang Farisi), namun lebih lagi membenci semua umat-NYA dan yang paling utama ialah berontak menentang YAHWEH Elohim Israel

Sumber : Senjata Rohani Wordpress.Com


Monday, August 13, 2018

THE BLESSING FOR TALLIT ( Berkat TUHAN YaHWeH , Elohim Israel Bagi Tallit – Jubah Doa - Prayer Shawl )


THE BLESSING FOR TALLIT ( Berkat  TUHAN YaHWeH , Elohim Israel Bagi Tallit – Jubah Doa - Prayer Shawl )

Tallit bukan rancangan mode dari Italia atau dari Paris, tapi rancangan Tuhan sendiri (Bdk. Bilangan 15:37-41, Ulangan 22:12). Tallit terdapat diseluruh Alkitab, Tanakh dan kitab Rasuli.



Sebelum kita memakai tallit yaitu jubah doa, kita harus mengetahui adanya berkat Tuhan yang akan kita terima yaitu urapan Roh Kudus melalui doa dan firman Tuhan yang yang kita ucapkan dengan iman dan dengan hati yang percaya..Doa dan berkat itu tertulis di dalam attarah tallit tersebut dalam bahasa Ibrani/Aramic yang dalam hal ini ada 4 (empat) doa berkat dan Firman Tuhan yaitu : 

Before donning the Tallit one should check the Tzitzit to see that they are still kosher (except when this examination would prevent one from praying with the congregation). While checking the Tzitzit one recites the following verses:


Transliteration:
Bar-chi Naf-shi Et Ado-nai, Ado-nai E-lo-hai Ga-dal-ta M’od, Hod V’ha-dar La-vash-ta. O-teh Ohr Ka-sal-mah, No-teh Sha-ma-yim Ka-ye-ri-ah.
Barchi Nafshi Et Adonai, Adonai Elohai Gadalta M’od, Hod V’hadar Lavashta. Oteh Ohr Kasalmah, Noteh Shamayim Kayeriah.

Translation:
My soul, bless the Lord! Lord my G‑d, You are greatly exalted; You have garbed Yourself with majesty and splendor. You enwrap [Yourself] with light as with a garment; You spread the heaven as a curtain.

Yang Pertama ( I ) :

Pujilah YAHWEH, hai jiwaku! YAHWEH, Elohimku, Engkau dimuliakan sangat besar! Engkau yang berpakaian keagungan dan semarak,yang berselimutkan terang seperti kain, yang membentangkan langit seperti tenda.( Mazmur 104 : 1-2)


Before donning the Tallit one recites the blessing:

Transliteration:

Ba-ruch A-tah Ado-nai E-lo-hei-nu Me-lech Ha-olam A-sher Ki-de-sha-nu B’mitz-vo-tav V’tzi-va-nu L’hit-a-teif Ba-Tzi-tzit.
Baruch Atah Adonai Eloheinu Melech Haolam Asher Kideshanu B’mitzvotav V’tzivanu L’hitateif BaTzitzit.

Translation:
Blessed are You, Lord our God, King of the universe, who has sanctified us with His commandments, and commanded us to enwrap ourselves in Tzitzit.

Yang Kedua (II) :
Diberkatilah Engkau, Yahweh Elohim kami, Raja Semesta Alam, yang telah menguduskan kami dengan perintah-perintah-Nya, dan memerintahkan kami untuk mengenakan Tzitzit

After the blessing one covers the head with the Tallit and dons it (for a short while) in the fashion of Arab garbs by taking the two ends of the right side and swinging them over the left shoulder to the back. While standing garbed thus, one recites the following verses:

Transliteration:
Ma Ya-kar Chas-de-cha E-lo-him, U-v’nei A-dam B’tzeil K’na-fe-cha Ye-che-sa-yun. Yir-v’yun Mi-de-shen Bei-te-cha, V’na-chal A-da-ne-cha Tash-keim. Ki Im-cha M’kor Cha-yim, B’ohr-cha Nir-eh Ohr. M’shoch Chas-d’cha L'yod-echa V’tzid-kat-cha L’yish-rei Leiv.

Ma Yakar Chasdecha Elohim, Uv’nei Adam B’tzeil K’nafecha Yechesayun. Yirv’yun Mideshen Beitecha, V’nachal Adanecha Tashkeim. Ki Imcha M’kor Chayim, B’ohrcha Nireh Ohr. M’shoch Chasd’cha L'yodecha V’tzidkatcha L’yishrei Leiv.

Translation:
How precious is Your kindness, O G‑d! The children of men take refuge in the shadow of Your wings. They shall be satiated with the delight of Your House, and You will give them to drink from the river of Your bliss. For with You is the source of life; in Your light we see light. Bestow Your kindness upon those who know You, and Your righteousness on the upright in heart.
Yang Ketiga ( III) : 

“Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Elohim ! Anak-anak manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu. Mereka mengenyangkan dirinya dengan lemak di rumah-Mu; Engkau memberi mereka minum dari sungai kesenangan-Mu. Sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu kami melihat terang. Lanjutkanlah kasih setia-Mu bagi orang yang mengenal Engkau, dan kebenaran-Mu bagi orang yang tulus hati!”    ( Mazmur 36 : 8-11)

Transliteration:
Baruch atah Adonai Eloheinu Melech Ha’Olam Asher milla et kol Hatorah Bi’Yeshua Hamashiah ikissa et Kulanu vetsetkato  
   
Translation :
Blessed are You O’Lord King of the Universe who has fullfilled all the law through Jesus the Messiah and have covered us with His righteousness

Yang Keempat (IV) :

“Diberkatilah Engkau, ya Yahweh          Elohim kami, Raja Semesta Alam yang telah menggenapi semua Hukum-Nya di dalam Yeshua Hamahiach dan telah menyelubungi kami dengan kebenaran-Nya”

Amen…Shalom Aleichem…Baruch HaShem…HalleluYah !


 

Hari Shabbat adalah Hari Yang dikuduskan dan diberkati Elohim Israel. Dan Tuhan Yeshua adalah Tuhan atas Hari Shabbat


Hari Shabbat adalah Hari Yang dikuduskan dan diberkati Elohim Israel. Dan Tuhan Yeshua adalah Tuhan atas Hari Shabbat


  •  “Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat YAHWEH, Elohimmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya YAHWEH menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya YAHWEH memberkati hari Sabat dan menguduskannya.”( Keluaran 20:8-11)
  •  
  • “Kata Yeshua lagi kepada mereka: "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat." ( Lukas 6:5)
  •  
  • "Dan setiap hari Shabbat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani." (Kisah Rasul 18:4)
  •  
  • “Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.” ( Roma 3:31)


Shalom Aleikhem tzadikim v'tzadikot be'shem Yeshua ha'moshiakh

Perihal Bekerja di hari shabbat

Sang mesias Yeshua berkata:

Hari Shabbat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Shabbat (Mrk 2:27)

Rabbi Yonatan Ben Yosef berkata:

Hari Shabbat diserahkan ke dalam tanganmu,bukan kamu ke dalam hari Shabbat (Torah Rabbinikal Yoma 85b)

hari Shabbat diberikan kepadamu,bukan kamu kepada hari Sabat (Mekilta on Exodus 31:13 (109b)

Dalam sebuah midrash,Adonay digambarkan berbicara tentang hari Shabbat sbb:
Mungkin kamu mengira bahwa Aku memberikan kepadamu hari Shabbat untuk menyusahkanmu tapi Aku sesungguhnya memberimu Shabbat untuk menyenangkan kamu

Menguduskan hari ketujuh bukan berarti kamu mesti menyengsarakan dirimu,tetapi sebaliknya engkau harus menguduskannya dengan seluruh hatimu,dengan segenap jiwamu dan dengan seluruh perasaanmu

Sucikanlah hari itu dengan memilih makananmu,dengan memakai pakaian yang indah dan penuhilah jiwamu dengan kesenangan dan Aku akan memberi upah untuk kesenangan itu (Midrash Rabba Ulangan 3,1)

Amatlah menarik apabila kita membandingkan persamaan antara apa yang diajarkan oleh Yeshua dengan Rabbi Hillel:
Menyembuhkan orang sakit diperbolehkan pada hari Shabbat (Mrk 3:2-4;Tosefta Shabat 7:14)
Mengangkat sebuah barang diperbolehkan pada hari Shabbat (Yoh 5;Betzah 26b)

Jikalau seorang menerima sunat pada hari Shabbat supaya jangan melanggar hukum Moshe mengapa kamu marah kepada-Ku,karena Aku menyembuhkan seluruh tubuh seorang manusia pada hari Shabbat (Yoh 7:23)

jika seorang dari antara kamu mempunyai seekor domba dan domba itu terjatuh ke dalam lobang pada hari Shabbat,tidakkah ia akan menangkapnya dan mengeluarkannya??..
Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba??.
.
Karena itu boleh berbuat baik pada hari Shabbat (Mat 12:11-12)
Di dalam Judaism ada beberapa hal yg tidak diperbolehkan bekerja di hari shabbat dalam konteks halakha Rabbinikal Judaism

namun dari semuanya itu jangan pernah menghakimi setiap manusia dalam konteks shabbat sebab ada tertulis sbb:
Kolose 2:16 (terjemahan hebrew/ibrani)
Al ken lo yadin isy etkhem al devar ma'akhal umshekah oal mo'adim verosy khadashim veshabatot...

Kolose 2:16 (terjemahan Indonesia)
Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya bulan baru ataupun hari Shabbat...

Shabbat Shalom Khaverim...
Barukh Ha'shem...