Loading...

Tuesday, April 26, 2016

Berharga Dimata TUHAN



“BERHARGA DIMATA TUHAN”

Renungan Firman Tuhan diambil dari Bacaan Alkitab : Yesaya 43 : 1-7 demikian bunyinya : 

“Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: "Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau. Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatmu. Aku menebus engkau dengan Mesir, dan memberikan Etiopia dan Syeba sebagai gantimu.Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.Janganlah takut, sebab Aku ini menyertai engkau, Aku akan mendatangkan anak cucumu dari timur, dan Aku akan menghimpun engkau dari barat. Aku akan berkata kepada utara: Berikanlah! dan kepada selatan: Janganlah tahan-tahan! Bawalah anak-anak-Ku laki-laki dari jauh, dan anak-anak-Ku perempuan dari ujung-ujung bumi,semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!" ( Yesaya 43 : 1-7 )



            Seekor induk burung bersama lima ekor anaknya tinggal disebuah hutan pinus yang indah,dipinggir sebuah desa. Sang induk sangat mengasihi anak-anaknya. Setiap hari ia sibuk mencari makanan, terbang kesana kesini untuk mendapatkan cacing bagi anak-anaknya.Pada suatu hari hutan pinus terbakar. Setiap orang di desa menyelamatkan diri. Dari jauh, mereka mendengar teriakan anak-anak burung yang sedang ketakutan dan panik. Si induk yang sedang mencari cacing juga mendengar teriakan anak-anaknya.Ia langsung melejit terbang ke sarangnya.Ia menerobos api yang berkobar kemana-mana. Lalu merentangkan sayapnya ke atas sarang untuk melindungi anak-anak yang sangat berharga itu.Tak lama kemudian api membakar habis pohon pinus sampai tumbang.Ketika api telah padam orang-orang desa bergegas melihat keadaan burung-burung itu.Mereka terkejut melihat kelima anak burung masih hidup ditengah kedahsyatan api.Tetapi induk burung hangus terbakar menjadi debu.Ia memberikan nyawanya untuk anak-anak yang sangat berharga baginya.
            Nabi Deutro-Yesaya mengungkapkan bahwa Israel sangat berharga di mata Tuhan, karena Ia yang menciptakan, membentuk dan menjadikan mereka.Sekalipun mereka acapkali memberontak kepada Tuhan, namun kasih Tuhan lebih besar dari pembrontakan umat-Nya. Dalam pergumulan berat di Babel, nabi memberitakan agar mereka tidak takut, sebab Tuhan Allah menudungi mereka dengan kuasa-Nya, sehingga marabahaya  tidak akan mengancam mereka.Kasih Allah akan nyata bagi mereka melalui janji-Nya yaitu : Tuhan Allah akan menebus Israel dari Babel ( Yesaya 7 : 1-4 ), dan Ia akan membawa mereka pulang kenegrinya (Yesaya 7 :5-7 ).
            Demikian juga halnya kita, sebagai orang percaya umat pilihan-Nya, yang telah ditebus oleh darah Yesus Anak Domba Allah.Kita sangat berharga di mata Tuhan.Ia telah menebus kita melalui pengorbanan Kristus. Kebangkitan Kristus mengisyaratkan agar kita tidak perlu takut menjalani hidup, karena Ia melindungi dan menudungi kita.Respon kita atas penebusan Tuhan adalah mari kita bersyukur dan memuliakan Tuhan dengan tubuh kita.(Bdk 1 Kor 6 : 20 ).

Soli Deo Gloria




Thursday, December 10, 2015

Kesaksian dan Kisah Nyata Dilepaskan Dari Belenggu Okultisme (Kuasa Gelap) : “Aku memakai jimat dan susuk demi sukses dalam karir dan bisnis”



Kesaksian dan Kisah Nyata Dilepaskan Dari Belenggu Okultisme (Kuasa Gelap) : “Aku memakai jimat dan susuk demi sukses dalam karir dan bisnis”



Dunia anak-anak seharusnya polos dan lugu, namun itu tidak berlaku bagi Ade.“Mama saya pergi ke dukun, antar orang untuk mencari pengasihan untuk mempercantik diri. Saya diajak mama saya ke dukun, saya melihat bagaimana orang dipakaikan susuk oleh dukun itu. Mengucapkan mantra-mantranya, lalu menyuruh orang tersebut minum air, lalu susuk itu dimasukkan,” kata Ade membuka kesaksian hidupnya.“Rasanya aduh serem ya, tempatnya gelap, saya masih kecil, belum mengerti apa-apa. Yang ada hanya ketakutan aja. Saya bertanya, ‘mama, kita ngapain ke dukun ini? Jangan ke dukun mam, kayaknya kita dosa deh. ‘Ga papa non, in mah hanya untuk penjagaan diri sendiri saja’,”

Menggunakan Susuk dan Jimat

Beranjak dewasa, nuraninya dibelokkan oleh kenyataan hidup. Apa yang membuatnya memilih jalan pintas?

“Karena saya adalah seorang sekretaris maka saya membekali diri saya supaya memiliki kharisma dan daya tarik kepada orang. Saya pun datang kembali untuk meminta jimat dan untuk diisi. Lalu beliau menyiprati wajah saya dengan air. Beliau pun kemudian mengambil sebuah keris kecil dan keris kecil itu ditusukkan ke dalam bedak. Setelah itu, ia pun memberikannya kepada saya sambil berkata, ‘Ade, karena bedaknya sudah mami isi maka persyaratannya kamu harus mandi kembang setiap malam Jumat’.”

Ada harga yang harus dibayar, ada sesuatu yang harus ia korbankan. “Saya melakukan ritual mandi kembang jam 12 malam. Lalu saya mandi seperti biasa, saya siram dari kepala sampai seluruh tubuh saya”

“Saya rasa takut karena di kamar mandi kan. Orang kan saat itu sudah pada tidur semua, namun saya tetap melakukannya karena saya ingin apa yang dikatakan oleh dukun tersebut terjadi di dalam hidup saya,”

Dunia mistis kini telah membutakan mata hatinya. “Karena saya sudah mempercayai bahwa di dalam benak itu ada kekuatannya, setiap kali saya pergi ke kantor, berdandan, lalu saya menggunakan bedak supaya saya mendapatkan sebuah kharisma di dalam diri saya. Kalau tidak menggunakan bedak itu, saya merasa kurang percaya diri,”

Apakah keyakinannya terhadap hal mistis itu akan terbukti? “Ada saya order barang dengan sebuah toko, lalu pemilik toko itu tiba-tiba memberikan saya komisi dalam jumlah yang cukup besar,”

Dengan jimat itu semua keinginannya terpenuhi, namun ada benarnya pepatah yang mengatakan, ‘manusia tak pernah merasa puas’.
“Lalu yang kedua, saya terlibat lagi pake susuk. Dukun itu hanya membawawakan 3 benda berupa batu dan itu dimasukkan ke dalam diri saya. Yang pertama di dahi, lalu kedua di bawah bibir, dan terakhir di punggung saya. Ada kekuatan baru, saya memiliki sebuah kharisma yang membuat saya pede. Dunia okultisme itu sudah mengikat saya lebih dalam lagi. Seperti itu adalah sebuah bagian dalam kehidupan saya sendiri” .
                                                                          
Ade sangat yakin akan dampak jimat yang ditanam di dalam wajahnya. Sebuah pembuktian akan dia lakukan. “Kontraktor saya ini membangun sebuah rumah. Ada satu tamu datang, seorang bapak melihat proyek yang kami bangun. Setelah mereka mendengar presentasi kami dan melihat rancangan kami, ia pun meneken kontrak dengan kami,”

Batin Bergejolak dan Keputusan Untuk Lepas Dari Okultisme

Keinginannya sudah terpenuhi melalui jimat dan susuk yang ia miliki. Apakah batinnya terpuaskan?

“Kalau di dalam kamar sendiri, pegang jimatnya keluarin dari dompet. Lalu pake susuk lagi, di bedak ada lagi. Di dalam kamar ada lagi, dikelilingin. Kayaknya udah banyak banget. Bener gak sih yang saya lakukan ini? Apakah Tuhan tidak marah? Kayak merasa tertuduh, berdosa”

“Kalau sudah memikirkan ini, saya tidak bisa tidur. Terus kayak digangguin, ‘Ade, kamu sudah terlibat jauh. Kamu sudah tidak terlepas lagi karena kamu sudah ambil bagian yang dalam,”

Dunia mistis itu membuat batinnya tersiksa, adakah jalan keluar bagi Ade? Bagaimana dia terlepas dari semua hal yang mengikatnya itu?
“Tuhan, saya ingin keluar dari semua ini, tapi saya tidak tahu bagaimana keluarnya? Tidak tahu bagaimana, tiba-tiba terbuka kitab Yeremia 17:5, ‘Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia’ Waktu saya membaca sepotong itu ayat, batin saya berkata, ‘saya ini kan tiap minggu mengandalkan dukun’ berarti saya ini orang terkutuk di hadapan Tuhan,”

“Terus sepertinya Tuhan membukakan mata rohani saya bahwa semua hal yang saya lakukan adalah salah. Semua jimat dan susuk yang saya lakukan semua itu tidak berkenan di hadapan Tuhan. Saya merasa tertuduh dengan menjadi wanita seperti ini, melakukan apa yang tidak baik di mata Tuhan. Semuanya sia-sia yang saya kerjakan selama ini”

“Saya memang memiliki banyak uang, tetapi dengan sekejap uang itu juga hilang. Saya tidak memiliki kedamaian. Ingin keluar sekali karena saya merasa sudah bosan dan jenuh. Saya malu memulainya bagaimana sepertinya Tuhan menggerakkan Ade kamu harus cepat tinggalkan semua itu, cepat sebelum kamu semakin lebih dalam lagi berhubungan dengan dunia okultisme”
“Saya harus lepas, harus jadi Ade yang baru. Saya merasakan ada kekuatan yang baru yang menyelimuti hati saya”

Tantangan-tantangan Setelah Lepas Dari Okultisme

Di saat ia meninggalkan hal gaib, sesuatu peristiwa yang tidak dibayangkan terjadi. Seorang tukang yang bekerja di rumahnya diketahui memiliki sebuah jimat.

Suatu kali, jimat orang tersebut jatuh. Tampak wajah yang panik di mukanya, Ade pun menegurnya dan bertanya, “Mas, ada apa?”. Dengan mata yang merah dan penuh amarah, tukang itu menjawab, “saya mencari barang saya yang hilang, yang jatuh ke bawah,” ujar tukang tersebut.

Waktu mata Ade dan tukang tersebut bertatapan, Ade pun terjatuh karena ia merasakan ada satu kekuatan yang menariknya. Dalam ketidakberdayaannya, darah keluar dari hidungnya. Perutnya pun kemudian membesar seperti orang membunting. Ia tahu ia terkena ajian dari jimat yang digunakan oleh tukang tersebut.

Meski begitu, ia memaksakan diri ke kantor. Setiba disana, ia mengatakan kepada bosnya bahwa ia terkena santet dari orang yang bekerja sebagai tukang di rumahnya. Ia pun minta didoakan oleh bosnya untuk dilepaskan dari segala hal-hal mistis tersebut. Bosnya pun bersedia melakukannya.

Setelah selesai didoakan, ia merasakan sesuatu yang baru. Ia tahu kini Tuhan Yesus ada di dalam hatinya.Jimat-jimat yang selama ini dipegang oleh Ade pun diserahkan kepada bosnya tersebut. Lalu pimpinan di perusahaan itu mengatakan kalau dirinya diserang kembali oleh kuasa jahat maka ia harus mengusirnya sendiri dengan memakai kuasa firman Tuhan.

Keputusan untuk meninggalkan hal gaib yang mengikatnya ternyata mengalami tantangan.“Setelah saya mendekatkan diri kepada Tuhan, membaca Firman. Pada saat membaca Alkitab, Alkitab itu bergoyang. Menakutkan saya. Saya merasakan dicekik oleh iblis. Dicekik oleh manusia saja, kita bisa mati. Apalagi dicekik oleh makhluk gaib”

“Ketika iblis menyekik saya, saya berdoa kepada Tuhan Yesus. Saya usir dia dalam nama Tuhan Yesus. Saya sudah bertekad untuk meninggalkan semua ini. Pokoknya apapun yang dilakukan oleh iblis, saya tetap memperkatakan firman Tuhan. Bahkan saya berseru kepada iblis, suatu saat kekuatanmu akan hancur. Saya percaya Tuhan akan segera bela saya dan kamu akan kalah”

Kuasa kegelapan yang pernah ia percayai itu terus menerus menerornya. “Dengan penglihatan-penglihatan yang mengerikan dimana ada dua mata yang besar menatap saya setiap saat. Saya tidak tenang karena hal itu. Saya pun berdoa kepada Tuhan, ‘Tuhan, tolong berikan kekuatan kepada saya agar bisa menghadapi semua itu’. Akhirnya berjalan waktu, saya menjadi tenang dan mata yang besar itu hilang’”

Masih Ada yang Harus Dilepaskan

Ini bukan akhir segalanya, masih ada yang harus dilepaskan dalam dirinya. “Waktu saya didoakan terakhir oleh hamba Tuhan, saya mengalami manisfestasi seperti ular”

“Dalam nama Yesus bahwa kuasa jahat itu keluar dari tubuh Ade. Ia pun tergelap jatuh. Hamba Tuhan yang mendoakannya itu tetap mengikuti arah dia yang jatuh di lantai. Kemudian kami pun terus ikut berdoa kepada dia yang penuh dengan ketakutan,” kata Kwee Pao Tjoe, pembimbing rohani Ade.

“Setelah didoakan terus oleh hamba Tuhan itu dan sahabat saya juga ada disitu dan puji Tuhan saya boleh mengalami kelepasan”

“Saat itu tubuh saya terasa lemas seperti ada sesuatu yang sudah keluar dari tubuh saya dan sudah enteng ya seperti tidak ada beban lagi. Saya merasakan kelegaan yang dahulu saya idam-idamkan. Saya merasakan bahagia ternyata di dalam Tuhan seperti ini. Lain seperti saat saya berada di dunia okultisme, saya merasa cemas, kuatir, gelisah, ketakutan, semua saya rasakan. Begitu lepas dari situ, saya memiliki kehidupan baru dimana disitu ada kedamaian di hati, sukacita, ada sebuah kehidupan baru yang tidak pernah saya alami,”

Penderitaan Karena Penyakit Tumor dan Lupus

Berbagai hal mistis dan bayang-bayang ketakutan sudah tak menghantuinya, namun ternyata ini belum selesai.

“Saya pikir hidup saya tidak ada penderitaan lagi karena saya sudah meninggalkan hidup saya yang lama. Saya mengalami sebuah penyakit. Diagnosis dokter mengatakan bahwa saya memilki banyak benjolan di payudara,”

“Begitu mendengarnya, saya lemas. Pikiran saya langsung berkata bahwa hari-hari saya akan pendek karena saya mengetahui ada sejumlah teman saya yang mengalami hal ini dan mereka meninggal”

Penyakit tumor dengan dua belas benjolan yang ia alami, bahkan vonis penyakit lupus membuat ia semakin tak berdaya. “Kondisi saya drop kembali. Saya tidak bisa makan selama satu bulan. Saya hanya makan regal dan bubur bayi. Dengan kondisi seperti itu, berat badan saya susut sebanyak 23 kg. Ketika melihat tubuh saya, saya berkata, ‘Tuhan, apa inikah hari-hari saya akan habis dengan hal yang seperti ini’”

“Saya tidak bisa berjalan dengan baik. Saya harus menggunakan tongkat ketika melangkah. Memakai baju saja saya tidak bisa. Kondisi saya seperti orang cacat. Badan saya miring sedikit saja, saya sakit. Zona saya tidak ada yang enak seperti hidup di atas paku. Kalau terserang gatel, saya harus garuk-garuk dengan sisir.”

“Saya berseru sama Tuhan, ‘Tuhan apalagi sih ini? Apakah ini sebuah hukuman karena masa lalu saya? Saya pun meminta mami saya untuk memanggil hamba Tuhan untuk mendoakan saya karena saya sudah tidak kuat”

Kondisinya semakin memburuk. Ia pun harus menjalani berbagai perawatan medis.
“Tuhan, saya malu karena saya pake tongkat. Suatu kali saya pernah ke rumah sakit, saya melihat saat itu ada satu oma yang gagah. Saya merasa sedih karena saya baru kepala 4, tetapi sudah menggunakan tongkat seperti oma-oma. Jadi saya rasanya tidak terima dengan keadaan ini”

“Dulu saya orangnya gagah, kuat, pekerja keras, tetapi sekarang saya harus memandang kondisi saya seperti oma-oma berusia 70-an tahun, yang tidak berdaya, yang tidak berguna lagi”

“Saya sempat marah sama Tuhan. Kecewa sama Tuhan, ‘Mengapa saya seperti ini?’ , ‘Tuhan, kenapa saya menerima hal yang tidak adil seperti ini?’ Jika boleh Tuhan tolong ambil nyawa segera saja karena saya sudah tidak kuat lagi untuk bertahan,”

Kecewa, frustasi, itu hal yang sangat manusiawi. Tetapi, vonis dokter semakin membuatnya terpuruk.

“Dokter bilang, ‘Ibu, ada 3 yang membesar. Jadi ini harus diangkat. Harus dioperasi, namun sebelumnya ibu harus dibiopsi”

Jalan Keluar Terbuka

Situasi yang sangat sulit, seolah tidak ada harapan bagi Ade. Dimanakah jalan keluar?
“Sebelum saya melakukan biopsi, saya menerima telepon dari sahabat saya. ‘Ade, di rumah saya ini ada kunjungan dari Tim Solusi. Tim Solusi sedang mendoakan saya, apakah Ade mau didoakan, besok kan Ade mau melakukan biopsi?’”

“Saya teringat dengan satu tayangan di televisi dari program Solusi dimana disitu ada satu orang waria yang diubahkan oleh Tuhan. Saya percaya jika seorang waria saja dapat diubahkan oleh Tuhan Yesus maka kondisi saya pun dapat diubahkan oleh Tuhan Yesus”

Semangat hidupnya bangkit. Ia memiliki keyakinan adanya sebuah harapan.

“Kondisinya sangat memprihatinkan karena bisa membuat wajahnya pucat. Tubuhnya kering kurus. Dokter mengatakan bahwa dengan kondisi seperti itu hanya mujizat saja yang bisa sembuhkan Ibu Ade” kata Asih Haryanta, salah seorang konselor dari Solusi Life.

“Saya didoakan oleh tim Solusi,”

“Saya katakan, ‘Di dalam nama Tuhan Yesus segala sakit penyakit yang ada di dalam tubuh Ade. Segala penyakit tumor, penyakit lupus, kami patahkan kuasanya di dalam nama Tuhan Yesus. Ibu Ade sembuh di dalam nama Tuhan Yesus,” tambah Asih.

“Waktu saya didoakan, saya merasakan kelegaan. Saya mendapatkan kekuatan baru untuk menghadapi biopsi besok. Saya percaya bahwa Tuhan Yesus sudah menjamah saya terlebih dahulu sebelum dokter dunia menjamah saya,”

“Lalu dokter itu bilang, ‘Ibu, sebelum ibu dibiopsi, saya akan melakukan USG kembali’.

Berdoa dan berserah kepada Tuhan, hanya itu yang bisa Ade lakukan. “Setelah di-USG ternyata benjolan itu dinyatakan hilang sama sekali. Pada saat itu disaksikan oleh teman sepelayanan saya,”

“Yang saya lihat itu, bagi manusia tidak mungkin sembuh lagi. Saya lihat juga begitu, tetapi ternyata saat kami berdoa dan berharap pertolongan kepada Tuhan dan saya lihat saat itu memang saat yang luar biasa,” kata Darna Tambunan, salah seorang pembimbing rohani Ade yang lain.

Ucapan Syukur Kepada Tuhan

“Saya berterima kasih banyak atas semua yang Engkau kerjakan di dalam kehidupan saya. Tanpa Engkau Tuhan, saya tidak akan bisa untuk kuat menjalani hari-hari saya. Semua kalau saya bisa melewatinya satu per satu, itu semua karena Tuhan turut campur tangan,”

Di saat tidak ada harapan, penderitaan datang silih berganti, namun melalui iman dan pengharapan, mujizat Tuhan nyata dalam hidupnya.

“Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi. ‘Terima kasih Tuhan buat apa yang Engkau kerjakan di dalam hidup saya. Kalau bukan karena Tuhan, saya tidak akan bisa kuat seperti ini. Semua karena Engkau telah menolong saya,” ujar Ade mengakhiri kesaksiannya.

Sumber Kesaksian:
Hendrika Ade

Soli Deo Gloria


Wednesday, August 12, 2015

Kesaksian Dan Kisah Nyata Chariah Dari Keluarga Muslim Malaysia Masuk Kristen : “ Siapakah Allah Yang Sebenarnya !”



Kesaksian Dan Kisah Nyata Chariah Dari Keluarga Muslim Malaysia Masuk Kristen : “ Siapakah Allah Yang Sebenarnya !”




Saya telah dilahirkan anak lelaki kepada keluarga Muslim di Malaysia. Keluarga kami mempunyai tradisi keagamaan dan politik yang panjang dan penting di Malaysia. Sebagai orang-orang kenamaan di dalam sebuah negara Islam, agama Islam telah memainkan peranan utama dalam semua aspek kehidupan seharian kami.
Saya telah dibesarkan mengikut adat istiadat Islam, diajar bahasa Arab, pendidikan Al-Qur’an, upacara-upacara penyucian, doa, puasa dan sebagainya. Tetapi saya juga mempunyai kesempatan untuk kerap mengembara dan bermastautin semasa kecil di berbagai-bagai negara asing dan menimba ilmu pengetahuan mengenai kebudayaan-kebudayaan dan agama-agama yang berlainan. Saya berpeluang berkenalan dengan penganut-penganut agama Buddha, Hindu, Yahudi, Kristian dan teramat ingin tahu, yang manakah satu-satunya agama yang betul. Memang jelas tidak mungkin adanya Allah yang Esa tetapi ada pula pelbagai jalan untuk mengenal Dia kerana ajaran dan perintah-perintah setiap agama itu kerap bercanggah; maka tidak mungkinlah Allah yang sama yang memberi ajaran agama-agama tersebut kepada manusia. Renungilah alam ciptaan-Nya! Belajarlah hukum-hukum fizik. Setiap hari kita dapat menikmati seorang Pencipta dengan kebijaksaan, pengetahuan dan logik yang tidak terbatas! Selanjutnya, Pencipta ini tidak mungkin begitu mengelirukan dan kelam kabut seperti yang dilambangkan oleh agama-agama di dalam dunia ini.
Saya teringat kepada satu peristiwa ketika berumur enam tahun. Oleh kerana darjatnya ayah sering ke merata-rata tempat sehingga kadang-kadang saya tidak bertemu dengannya untuk berbulan-bulan. Pada suatu hari, saya amat merinduinya dan ingin bertemunya. Terlintas pada fikiran saya pula untuk berdoa kepada Allah agar membawa ayah pulang. Tetapi pada ketika itu, timbul pula masalah yang besar! Saya maklum akan bagaimana berdoa dalam bahasa Arab dan juga upacara penyucian tetapi saya tidak erti langsung bagaimana berdoa kepada Allah untuk keperluan yang khusus. Saya tidak mampu berdoa kepada Allah untuk hasrat itu dalam tertib yang berpatutan, disusuli dengan ayat-ayat yang betul dan teratur bentuknya. Saya hanya mengenal Allah sebagai Tuhan yang sangat, sangat jauh. Dia Tuhan Kudus yang hanya dapat dijangkau melalui pendalaman ilmiah Al-Qur’an berserta perintah-perintah di dalamnya, upacara-upacara penyucian yang betul serta Bahasa Arab yang betul. Sebaliknya, saya mempelajari bahawa agama Kristian itu sebagai agama yang mudah, berasaskan kasih dan maaf – yang sentiasa sedia menerima mereka yang lemah dan tidak layak. Saya selalu kagum apabila menonton filem-filem Kristian semasa kecil. Sebagai contoh, dalam kisah Quo Vadis, golongan orang Kristian yang ditindas dan diseksa oleh orang Rom, dengan hati yang rela sedia memaafkan perbuatan orang Rom yang keji itu. Golongan orang Kristian itu kemudiannya telah dibuang untuk dibaham singa-singa buas yang lapar di gelanggang perlawanan (amphitheater). Berhadapan dengan maut, mereka mula memuji dan menyembah Tuhan mereka. Saya dapat merasai satu tenaga kuat yang tidak dapat dijelaskan tersebar daripada kumpulan Kristian itu. Mereka lemah, namun kuat. Mereka menghadapi maut, tetapi pasti akan hidup untuk selama-lamanya. Saya sangat kagum tetapi juga keliru. Akhirnya, saya membuat keputusan untuk berdoa dengan neutral dan memohon kepulangan ayah tidak lewat dari esok.
Pada keesokan harinya, terdapat ketukan di pintu. Ketika saya membuka pintu, terlihatlah wajah ayah yang bersenyum ke arah saya. Ayah memaklumkan bahawa dia mahu memeranjatkan kami dengan kepulangannya! Alangkah gembiranya perasaan saya dan saya tahu bahawa doa saya itu telahpun dikabuli Allah. Pada waktu itu, saya sudah yakin akan kewujudan Allah. Tetapi masih terletak pada hati saya azam untuk mengetahui siapakah Allah yang sebenarnya!
Ketika di tanahair, saya dapati bahawa adat istiadat dan hukum-hukum Islam sukar dituruti. Semasa bulan Ramadan bulan puasa, saya dilarang menelan air liur. Apabila saya terkentut selepas membersihkan diri sebelum bersembahyang, haruslah membersihkan diri sekali lagi. Jika pula menguap, ayat-ayat Al-Qur’an mesti dibaca untuk mencegah diri dari dirasuk oleh makhluk halus yang masuk melalui mulut. Saya juga dilarang menyentuh anjing, mahupun bermain dengan anjing mainan. Antara barang kepunyaan saya ialah rantai leher yang terhias dengan ayat-ayat suci yang mesti ditanggalkan sebelum ke tandas. Terdapat beribu-ribu lagi perintah-perintah yang harus ditaati sehingga saya menjadi sangat takut sekiranya melakukan kesilapan dan seterusnya gagal. Maka, saya tidak dapat menemui ketenteraman jiwa.
Pada satu ketika, saya telah menerima sebuah Al-Kitab dan mula membacanya. Saya membaca keempat-empat Injil Matius, Markus, Lukas dan Yahya di dalam Perjanjian Baru. Setiap ayat yang dibaca menyeru kepada hati saya. Saya dapati bahawa di depan Allah, kita semua pendosa. Tidak kira betapa kuat dan tekunnya kita cuba memenuhi kehendak hukum-hukum itu, kita tidak mungkin akan berjaya. Ini kerana Allah itu lebih Kudus dari yang disangka. Cuma satu dosa memadai dalam hidup kita untuk membatalkan kemasukan kita ke dalam Syurga. Tambahan pula saya mengakui bahawa saya telah berdosa sekurang-kurangnya sekali di dalam hidup saya. Tetapi Allah telahpun berfirman: (Efesus 2:8) “Hal ini demikian, kerana dengan rahmat Allah, kamu diselamatkan oleh sebab kamu percaya kepada Yesus. Penyelamatan itu bukan hasil usaha kamu sendiri, melainkan kurnia Allah.”
***
Pada satu hari, ayah dan saya sakit tenat. Saya telah menemui beberapa orang doktor, tetapi mereka semua tidak berjaya menentukan jenis penyakit itu. Biarpun saya memakan semua ubat yang diberikan, saya merasa letih dari hari ke hari. Saya telah hilang berat badan sebanyak dua belas kilogram dan terasa bahawa sudah hampir tiba masanya untuk menemu ajal. Kemudian barulah saya mula berdoa kepada Allah. Saya mengaku segala dosa-dosa saya dan memohon ampun dari Allah. Saya menerima korban yang diberi Allah melalui anak-Nya Yesus Al-Masih dan kematian Yesus sebagai ganti saya untuk dosa-dosa saya. Walaupun saya tidak terdaya untuk makan, berdiri atau melakukan apa-apa perkara yang fizikal – saya berupaya untuk berdoa dan bersedia untuk bertemu dihakim-Nya pada Hari Kiamat buat selama-lamanya. Memanglah menjadi hasrat saya untuk ke syurga.
Setelah empat atau lima hari terlantar di dalam bilik tanpa rawatan, saya dimasukkan ke dalam hospital. Di masa yang sama, ayah dimasukkan ke dalam Unit Rawatan Rapi (ICU). Pada satu pagi, saudara-mara saya telah mengejutkan saya dari tidur dan menyampaikan berita sedih bahawa ayah telahpun meninggal dunia…
Punca rasmi kematian arwah ayah ialah kerana lemah jantung. Tetapi sebenarnya, doktor-doktor tidak dapat mengenal pasti punca penyakit yang dihidapi kedua-dua ayah dan saya. Terdapat khabar angin bahawa kami berdua telah diracun ataupun mangsa-mangsa ilmu sihir. Saya percaya bahawa saya masih hidup kerana firman-Nya di dalam Markus 16:17-18 yang berbunyi “Kepada mereka yang percaya akan diberi tanda-tanda ini: Mereka akan mengusir roh jahat demi nama-Ku; mereka akan berkata-kata dalam bahasa yang tidak diketahui. Jika mereka memegang ular atau meminum racun, mereka tidak akan mendapat celaka. Jika mereka meletakkan tangan pada orang sakit, orang sakit akan sembuh”
Beberapa tahun kemudian saya telah menghidap penyakit batin pula dan pakar psikologi tidak dapat membantu saya. Saya terkenang akan kepada Allah, yang mampu menolong dalam situasi-situasi yang rumit; Allah yang menyebabkan orang yang beriman kepada-Nya rela memaafkan musuh-musuh mereka dan menyembah Dia ketika berhadapan maut di gelanggang lawan itu (amphitheater); Allah yang mampu memulihkan apabila seorang itu terminum racun dan juga yang rela membantu ketika kemasyghulan. Secara kebetulan isteri saya telah membawa saya ke upacara ibadat seorang Evangelist (pengkhabar Berita Baik) Amerika (Ray Jennings). Di sanalah kami sekeluarga menukar kepercayaan kepada agama Kristian. Si Evangelist itu menumpangkan tangannya di atas saya lalu berdoa untuk penyembuhan saya. Dengan serta-merta, saya dipulihkan menurut firman Allah: “Kepada mereka yang percaya akan diberi tanda-tanda ini: … jika mereka meletakkan tangan pada orang sakit, orang sakit akan sembuh”
Pada hari ini saya bergerak dengan kehadiran Allah dalam hidup saya dan saya tahu bahawa Dia bersama saya. Kerana itu, saya mahu kamu tahu, wahai si pembaca Muslim, bahawa Allah yang Esa dan benar yang diperkisahkan Al-Kitab itu akan juga bersama-sama kamu apabila kamu membuat keputusan untuk mengikut cara yang ditunjukkan Isa.

Sumber : Kisah Nyata dan Kesaksian Kristen
Website : http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/