Loading...

Wednesday, January 28, 2009

Arti Penting Kebangkitan Kristus


ARTI PENTING KEBANGKITAN KRISTUS


Semua agama, kecuali 4 agama besar, berdasar kepada filsafat. Dari 4 agama besar yang berdasar kepada kepribadian pendirinya, hanya agama Kristen yang menyatakan kubur kosong bagi pendirinya.

Tanpa kebangkitan, iman Kristen tidak mungkin muncul. Murid-murid-Nya hanyalah simbol kekalahan dan kehancuran. Mungkin mereka akan mengingat Yesus sebagai guru terkasih mereka, dan penyaliban hanya akan melenyapkan harapan akan mesias. Salib akan kelihatan menyedihkan dan memalukan sebagai akhir karir Yesus. Kekristenan mula-mula sangat bergantung kepada kepercayaan murid-murid-Nya bahwa Tuhan telah membangkitkan Yesus dari kematian.


Jika ditanya mengapa kebangkitan Yesus Kristus disebut sebagai bukti diri-Nya adalah Anak Allah?

Jawabnya:

1. Dia bangkit dengan kuasa-Nya sendiri. Dia mempunyai kuasa untuk memberikan nyawa-Nya dan untuk mengambilnya kembali (Yohanes 10:18). Ini tidak bertentangan dengan pasal lain yang menyatakan Yesus dibangkitkan oleh kuasa Bapa, karena Bapa dan Anak bekerja bersama-sama, seperti halnya penciptaan, tiga pribadi Allah, yaitu: Bapa, Anak dan Roh Kudus bekerja sama secara harmonis.

2. Secara jelas Yesus telah menyatakan bahwa Ia adalah Anak Allah, kebangkitan-Nya dari kematian merupakan materai/persetujuan dari Allah Bapa akan kebenaran pernyataan-Nya. Jika Allah tidak menyetujui pernyataan Yesus sebagai Anak Allah, maka Allah tidak akan membangkitkan Yesus dari kematian. Kenyataannya Allah membangkitkan Yesus dari kematian, seolah Allah Bapa mengatakan: "Engkaulah Anak-Ku, hari ini Aku menegaskan sejelas-jelasnya."


Khotbah Rasul Petrus saat hari Pentakosta juga berdasar kepada Kebangkitan Kristus (Kisah Para Rasul 2:14-40). Tidak sekedar tema khotbah, tetapi menekankan pentingnya kebangkitan. Kalau ajaran kebangkitan dihilangkan, maka semua ajaran kekristenan akan hilang.

Kebangkitan merupakan:

  1. Penjelasan kematian Yesus
  2. Penggenapan nubuat dalam Perjanjian Lama tentang Mesias
  3. Sumber kesaksian murid-murid
  4. Alasan pencurahan Roh Kudus
  5. Menegaskan posisi Yesus sebagai Mesias dan Raja.

Tanpa kebangkitan, posisi Yesus sebagai Mesias dan Raja tidak akan terjelaskan.

Tanpa kebangkitan, pencurahan Roh Kudus akan meninggalkan misteri yang tidak dapat dijelaskan. Tanpa kebangkitan, sumber kesaksian murid-murid hilang.

Kebangkitan adalah penggenapan dari nubuat mengenai Mesias yang akan bangkit di dalam Mazmur 16:10, 'tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.'

Jelaslah bahwa khotbah pertama kekristenan berdasar kepada Yesus yang telah bangkit.

Perjanjian Baru bergaung kepada fakta Kebangkitan Yesus. Injil-injil mencatat pernyataan Yesus bahwa Ia akan dikhianati, dibunuh dan bangkit lagi. Mereka menyaksikan bahwa kubur telah kosong dan Ia menampakkan diri kepada murid-murid-Nya seperti yang telah dikatakan-Nya.

Kisah Para Rasul mencatat Kebangkitan Kristus sebagai fakta dan membuatnya menjadi pusat pengajaran.

Surat-surat dalam Perjanjian Baru dan Kitab Wahyu menjadi tak berarti tanpa kebangkitan Yesus.

Kebangkitan diterima baik oleh:

  • - Keempat Injil yang terpisah
  • - Sejarah kekristenan mula-mula (Kisah Para Rasul)
  • - Surat-surat: Paulus, Petrus, Yohanes, Yudas, dan Surat Ibrani.

Ada banyak kesaksian yang dapat dipercaya. Dan karena Perjanjian Baru adalah kesaksian sejarah yang dapat dipercaya, maka Kebangkitan Kristus adalah fakta obyektif yang dapat dipercaya.

Sejak awal, kekristenan mula-mula secara bersama-sama memberikan kesaksian mengenai kebangkitan Kristus. Ini merupakan dasar pengajaran dan iman gereja dan telah masuk ke dalam literatur Perjanjian Baru. Jika semua pasal yang berhubungan dengan Kebangkitan dihilangkan, maka akan didapatkan Perjanjian Baru yang kacau, yang tidak dapat dijelaskan. Kebangkitan secara kuat masuk ke dalam kehidupan orang Kristen mula-mula. Ini muncul dalam kubur, lukisan-lukisan dinding, muncul dalam himne, dan menjadi tema yang kuat dalam penulisan-penulisan pembelaan iman Kristen pada empat abad pertama.

Jika kebangkitan bukan peristiwa sejarah, maka kuasa kematian tetap tidak dikalahkan; Kematian Kristus menjadi tidak ada artinya, dan umat yang percaya kepada-Nya tetap mati dalam dosa. Keadaannya akan tidak berbeda dengan sebelum mendengar nama-Nya.

Sulit untuk menggambarkan depresi yang hebat akibat penyaliban Yesus yang dialami para murid. Mereka tidak memiliki konsep bahwa kebangkitan lebih berarti daripada kematian. Mereka berpikir bahwa Mesias akan memerintah selamanya (Yohanes 12:34). Tanpa percaya kepada kebangkitan Yesus, tidak mungkin para murid percaya kepada Yesus yang hanya mati saja.

Kebangkitan mengubah bencana menjadi kemenangan. Karena Tuhan telah membangkitkan Yesus, maka Yesus secara tegas dinyatakan sebagai Mesias. Dengan demikian makna penyaliban, oleh karena kebangkitan, kematian yang memalukan itu berubah menjadi kematian yang berperan dalam penyelamatan umat manusia.

Tanpa kebangkitan, maka kematian Yesus hanyalah kutukan Tuhan, tetapi dengan kebangkitan, maka kematian Yesus sekarang dilihat sebagai suatu peristiwa dimana pengampunan dosa umat manusia sudah terjadi. Tanpa kebangkitan, kekristenan tidak pernah terjadi, para murid hanya melihat Yesus sebagai guru yang baik dan tidak akan pernah percaya bahwa Yesus adalah mesias.

Kebangkitan adalah fakta penting, karena kebangkitan menggenapkan keselamatan kita. Yesus datang untuk menyelamatkan kita dari dosa, dan sebagai akibatnya menyelamatkan kita dari kematian.

Kebangkitan juga membuat perbedaan yang tajam antara Yesus dengan semua pendiri agama. Tulang-tulang dari semua pendiri agama, selain Yesus, masih berada di bumi, tetapi kubur Yesus kosong. Dampak dari kebangkitan, besar. Hidup menjadi memiliki harapan, kehidupan lebih berkuasa daripada kematian, kehidupan pada akhirnya menang.

Tuhan telah menyentuh kita di sini, Tuhan telah mengalahkan kematian, musuh terakhir kita.

Kebangkitan telah mengubah hidup para murid sebelum dan sesudah kebangkitan. Sebelum melihat kebangkitan, mereka lari, menyangkal Gurunya. Mereka berkumpul dan bersembunyi dalam ketakutan dan kebingungan. Setelah melihat kebangkitan, mereka diubah dari ketakutan menjadi rasul yang berani dan percaya diri, menjadi penginjil yang mempengaruhi dunia, bersedia mati martir dan bersukacita sebagai utusan Kristus.

Kepada siapakah Saudara mempercayakan hidupmu? Apakah yang engkau percayai mempunyai kuasa kebangkitan? Apakah yang engkau percayai mempunyai kuasa terhadap kematian?

Jika engkau belum mempercayai Yesus, percayakan hidupmu sekarang juga kepada Yesus yang telah bangkit dan mengalahkan kuasa kematian.

Jika engkau mau percaya kepada Yesus, kematian bukan hal yang menakutkan Saudara lagi dan kebangkitan maupun hidup yang kekal akan Saudara terima. Maukah Saudara?


Sumber:


Josh McDowell, The New Evidence that Demands a Verdict, Thomas Nelson Publisher



13 comments:

  1. Keren banget pembahasan ini. Memang benar bahwa fokus iman kita adalah berdasarkan sebuah FAKTA adanya kubur kosong, FAKTA kebangkitan, itu semua adalah fakta yang ada saksi2nya, begitu banyak saksi2 jadi bukan hanya 'katanya' saja, melainkan disaksikan oleh sekian banyak orang dan direkam ke dalam berbagai tulisan di injil yg merupakan catatan sejarah, bukan sekedar dongeng. Begitu kan yg dapat saya tangkap dari bacaan ini.

    Dan memang benar ya, mana mungkin murid2 yg mentalnya terpuruk itu bisa menjadi berani dan hebat dalam bersaksi kalau mereka tidak melihat sendiri bhw ternyata Yesus memang bangkit dan dengan demikian nyata benar bahwa Dia adalah TUHAN seperti yg telah dijanjikan di dalam kitab-kitab para nabi.

    Hmm...tengkyu.. saya akan baca ulang lagi niy, bagus untuk perenungan dan pengertian saya sendiri, juga bekal untuk menjawab pertanyaan2. Thanks!

    ReplyDelete
  2. Mantap deh...renungannya membuat iman kita kuat. Dan kita memiliki semangat dan optimis dalam menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan ini. Sebab penebus kita bangkit. Dia hidup selama-lamanya. Dia hidup di dalam hati umat-Nya...Dan kita dengan penuh keyakinan berkata bahwa Yesus itu TUHAN/LORD/YHWH/YAHWEH yang telah dijanjikan di dalam kitab-kitab para nabi.

    ReplyDelete
  3. Betul betul betul
    Agama yang lucu,

    Yesus dikatakan Anak Allah
    Yesus dikatakan penjelmaan Allah
    Mem-bing-ngung-kan

    Hanya orang tenteng yang dapat menerima.

    Agama yang mengandalkan iman, tak bisa jadi pedoman,

    ReplyDelete
  4. jangan bilng gitu dong sama orang Kristen........nanti kamu akan disodomi sama mereka loh.......soalnya mereka haus sex loh.........sampai sampai patung Yesus pun disodomi.

    ReplyDelete
  5. Apa yang dibahas di atas tak jauh beza dengan ayat berikut :
    1:1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
    1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.

    MEMBINGUNGKAN

    Dia adalah Anak Allah, Dia adalah Allah
    Dia duduk di sisi Allah.

    MEMBINGUNGKAN

    Hanya orang yang mati otak yang dapat menerima keyakinan macam ini

    BENAR BENAR SENTENG

    ReplyDelete
  6. bukan senteng bro........emang mereka senengnya nyembah sikolor ijo di tiang jemuran........ck.ck.ck...

    ReplyDelete
  7. Allah pencipta segalanya,Ia pencipta alam semesta , Ia tentunya jauh lebih besar dari alam semesta dimana galaksi kita begitu tak terlihat apalagi kita manusia. Allah memang memberikan otak , hikmat pikiran dan kepintaran pada manusia, namun kepintaran yang diberikan ada batasnya . Manusia belum mampu mengetahui keberadaan planet sebelah apa yang terjadi sebenarnya dengan jelas oleh karena itu tak pantas menghakimi keberadaan Allah yang sebenarnya mustahil bagi kita untuk mengetahui keseluruhanNya. Beberapa hal Ia beritahukan kepada manusia bahwa keberadaanNya adalah Allah Tri Tunggal. Logis kasar manusia mengatakan jika manusia melahirkan manusia maka keAllahan melahirkan keAllahan. Allah tidak membutuhkan seorang wanita atau pasangan untuk melahirkan Allah Putera. Manusia membutuhkan karena Allah sendiri yang menetapkan demikian. Bagaimana hal ini jelasnya telah terjadi ? akal kita tidak akan sanggup mengetahuinya sampai nanti kita berpulang, Allah akan memperlihatkan semuanya. Kita diciptakan serupa dengan Allah namun tidak sebagai Allah. Jangan menyamakan keberadaanNya dengan logika keberadaan manusia.

    Allah Putera peranNya menyelamatkan manusia. Untuk kembali pada Allah yang suci dan sempurna manusia harus suci dan sempurna. Adakah di antara kita yang tak melakukan dosa satu pun pikiran akan dosa pun sudah berdosa bagaimana manusia bisa pulang pada Allah. Namun bagaimana pula jika manusia akhirnya tak ada yang pulang pada Allah? Allah menciptakan manusia tidak untuk dibuang karena manusia ciptaanNya yang terindah.Oleh sebab itu ringkasan diatas menjelaskan kematian kebangkitan dan karya keselamatan Tuhan Yesus.

    Tak satupun perbuatan baik manusia mampu menyelamatkan. Semuanya karena Anugerah Tuhan Yesus . Percaya dan menerima kuasaNya maka engkau akan selamat. Inilah sejarah dan fakta. Kekristenan bukan sekedar agama, bukan iman yang buta, pikiran akan penjelasan dan bukti dalam sejarah itulah yang membentuk iman Kristen.

    ReplyDelete
  8. eh gua mau nanya nih.....kontol Tuhan yesus kalian gede kagak.....soalnya dia kan manusia kayak kita2 yang punya kontol....tul kagak...ha..ha...ha...

    ReplyDelete
  9. Silahkan mampir ke salah satu artikel saya hai sahabat:

    http://gembaladombakristen.blogspot.com/2011/08/umat-kristen-wajib-baca-ini-untuk.html

    ReplyDelete
  10. coba.search.google.ketik. LIMA ALASAN MENINGGALKAN ISLAM ..baca sampai habis ? coba Islam suruh bantah argumentasi ini ?

    ReplyDelete
  11. ada gambar kontol Tuhan Yesus?.............kirim dong,,,,,,

    ReplyDelete
  12. Semua agama itu baik & benar adanya,, hanya orang2 bodoh yg tidak paham arti sesungguhnya dari tujuan agama itu sendiri..

    ReplyDelete
  13. orang-orang bodoh pada bingung...makanya jangan gunakan pikiran kalian yang sempit itu untuk mencari arti firman Tuhan,,,

    ReplyDelete