Loading...

Sunday, July 5, 2009

TUHAN, Gembalaku Yang Baik


TUHAN, Gembalaku Yang Baik

Mazmur Daud

( Mazmur 23)


“Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa”. (Mazmur 23 : 1-6 )


TUHAN . Mazmur ini, yang bersumber dari pikiran Tuhan dan diilhamkan oleh Roh Kudus, yang mengungkapkan perhatian dan pemeliharan-Nya yang tekun atas mereka yang mengikut Dia. Mereka merupakan sasaran kasih Ilahi yang sangat dihargai-Nya. Dia mempedulikan masing-masing mereka sebagaimana seorang ayah mempedulikan anak-anaknya dan sebagaimana seorang gembala mempedulikan domba-dombanya.


GEMBALAKU. Dengan mempergunakan metafora yang sering terdapat dalam Perjanjian Lama/PL ( Bdk Maz 28:9, Maz 79:13, Maz 80:2, Maz 95:7, Yes 40:11, Yer 31:10, Yeh 34:6-19), Allah menyamakan diri-Nya dengan seorang gembala untuk melukiskan kasih-Nya yang besar bagi umat-Nya. Tuhan Yesus sendiri menggunakan metafora yang sama untuk menyatakan hubungan-Nya dengan umat-Nya ( Bdk Yoh 10:11-16, Ibr 13:20, 1 Ptr 5:4, Why 7:17 ). Dua kebenaran ditekankan disini yaitu :

  1. Allah, melalui Kristus dan oleh Roh Kudus, demikian memperhatikan setiap anak-anak-Nya sehingga Ia ingin mengasihi, memelihara, melindungi, membimbing, dan dekat dengan anak itu, sebagaimana dilakukan oleh seorang gembala yang baik dengan domba-dombanya sendiri ( Bdk Yoh 10 :11,14)
  2. Orang percaya adalah domba-domba Tuhan. Kita adalah milik-Nya dan menjadi sasaran khusus kasih sayang dan perhatian-Nya. Sekalipun “ kita sekalian sesat seperti domba” (Bdk Yes 53:6), Tuhan telah menebus kita dengan darah-Nya yang tercurah ( Bdk 1 Ptr 1:18-19), dan kini kita menjadi milik-Nya. Selaku domba-domba Allah kita dapat menagih janji-janji Mazmur ini waktu kita menanggapi suara-Nya dan mengikut Dia ( Bdk Yoh 10:3-5, Yoh 10:28).

TAKKAN KEKURANGAN AKU. “ Takkan kekurangan “ artinya :

  1. Aku tidak kekurangan apapun yang diperlukan bagi pelaksanaan kehendak Allah dalam kehidupanku ( Bdk 3 Yoh 2).
  2. Bahwa aku akan puas dengan pemeliharaan Gembala yang Baik serta perhatian-Nya kepadaku bahkan pada saat-saat mengalami kesulitan pribadi, karena aku mengandalkan kasih dan komitmen Allah kepadaku ( Bdk Yoh 10:11, Flp 4 : 11-13)

IA MEMBARINGKAN AKU. Kehadiran dan kedekatan sang Gembala membuat aku dapat “membaringkan diri” dengan tenang, bebas dari segala ketakutan. Roh Kudus selaku Penghibur, Penasihat, dan Penolong meyampaikan perhatian dan kehadiran Kristus sebagai Gembala dalam hidupkku ( Bdk Yoh 14:16-18, 2 Tim 1:7)

  1. Istirahatku yang aman dalam kehadiran-Nya akan dialami “ di padang yang berumput hijau”, yaitu di dalam Yesus Kristus dan Firman Allah, yang dibutuhkan untuk kehidupan yang berlimpah ( Bdk Yoh 6: 32-35,63, Yoh 8:31, Yoh 10:9, Yoh 15:7)
  2. “Ia membimbing aku ke air yang tenang” dari Roh Kudus-Nya ( Bdk Maz 1:3, Yer 2:13, Yoh 7:37-39).

IA MENYEGARKAN JIWAKU. Ketika aku menjadi putus asa ( Bdk Maz 42 : 12), Gembala yang Baik membangkitkan dan menghidupkan kembali jiwaku melalui kuasa dan kasih karunia-Nya ( Bdk Ams 25:13). “Ia membimbing aku” dengan Roh Allah ( Bdk Rm 8:14) pada jalan yang benar, yang sesuai dengan jalan kekudusan-Nya (Bdk Rm 8:5-14). Tanggapanku adalah ketaatan : aku mengikuti Gembala dan mendengarkan suara-Nya ( Bdk Yoh 10”3-4), aku tidak akan mengikuti “suara orang-orang asing” ( Bdk Yoh 10:5).


ENGKAU BESERTAKU. Pada saat-saat bahaya, kesulitan dan bahkan kematian, aku tidak takut bahaya, Mengapa ? Karena “Engkau besertaku” di dalam setiap situasi kehidupan ( Bdk Mat 28:20 ). “Gada” (tongkat pendek) menjadi senjata pertahanan atau disiplin, melambangkan kekuatan, kuasa dan wibawa Allah ( Bdk Kel 21:20, Ayb 9:34). “Tongkat” (tongkat ramping panjang yang salah satu ujungnya melengkung) dipakai untuk mendekatkan domba-domba dengan gembalanya, menuntunnya pada jalan yang benar atau meyelamatkannya dari kesulitan. Gada dan tongkat Allah menjamin kasih dan bimbingan Allah dalam kehidupan kita ( Bdk. Maz 71:12, Maz 86 :17).


MENYEDIAKAN HIDANGAN. Allah digambarkan sebagai memperhatikan semua kebutuhanku di tengah-tengah berbagai kekuatan jahat yang berusaha merusak kehidupan dan jiwaku ( Bdk Rm 8:31-39) yang dapat diterangkan sebagai berikut :

  1. Hari lepas hari aku dihadapkan pada Iblis dan dikelilingi masyarakat fasik, namun aku dibekali dengan cukup kasih karunia untuk hidup dan bersukacita di hadapan Allah ( Bdk. 2 Kor 12 :9-10). Aku bisa makan di meja Tuhan dalam iman, ucapan syukur, dan harapan, tenteram dan terlindung oleh darah yang tercurah dan tubuh yang terluka dari Gembala Yang Baik ini ( Bdk 1 Kor 11:23).
  2. “Mengurapi kepalaku dengan minyak” mengacu kepada perkenan dan berkat khusus dari Allah melalui Roh Kudus sebagai urapan Allah atas tubuh, pikiran dan rohku ( Bdk Efesus 5:18)
  3. “Pialaku penuh melimpah” secara harafiah berarti, “Pialaku memberiku minuman berlimpah “. Piala disini menunjuk kepada piala seorang gembala yang merupakan sebuah batu besar yang dilubangi dan dapat berisi 150-188 liter air dan menjadi tempat minum domba-domba.

KEBAJIKAN DAN KEMURAHAN ( Versi Inggris NIV- Kebajikan Dan Kasih ). Dengan sang Gembala yang menemani aku sepanjang jalan hidup ini, aku akan menerima pertolongan, kemurahan dan dukungan. Tidak perduli apa yang terjadi aku dapat mempercayai Gembala Yang Baik akan bekerja melalui segala sesuatu demi kebaikanku ( Bdk Rm 8:28 , Yak 5 :11). Sasaran dari mengikuti sang Gembala serta mengalami kebaikan dan kasih-Nya ialah agar pada suatu saat aku akan bersama Tuhan selama-lamanya (Bdk 1 Tes 4:17), melihat wajah-Nya ( Bdk Why 22:4), dan melayani Dia sepanjang masa di rumah-Nya, rumah Bapa sorga yang mulia ( Bdk Why 22:3, Yoh 14:2-3 ).


Soli Deo Gloria


TUHAN, KAU GEMBALA KAMI


LAGU PUJIAN :Kidung Jemaat No. 407


Tuhan, Kau Gembala kami,

Tuntun kami domba-Mu

B’rilah kami menikmati

Hikmat pengurbanan-Mu

Tuhan Yesus, Juru’slamat

Kami ini milik-Mu,

Tuhan Yesus, Juru’slamat,

Kami ini milik-Mu


Kau Pengawal yang setia,

Kawan hidup terdekat

Jauhkan kami dari dosa,

Panggil pulang yang sesat,

Tuhan Yesus, Juru’slamat

Kami mohon, bri berkat

Tuhan Yesus, Juru’slamat

Kami mohon, bri berkat


Janji-Mu, Kau t’rima kami,

Walau hina, bercela

Yang berdosa Kausucikan,

Kaubebaskan yang lemah.

Tuhan Yesus, Juru’slamat,

Kini kami berserah.

Tuhan Yesus Juru’slamat

Kini kami berserah


Kehendak-Mu kami cari,

Ingin turut maksud-Mu

Tuhan, isi hati kami

Dengan kasih-Mu penuh.

Tuhan Yesus, Juru’slamat,

Tak terhingga kasih-Mu

Tuhan Yesus, Juru’slamat,

Tak terhingga kasih-Mu


Daftar Pustaka :

ALKITAB PENUNTUN HIDUP BERKELIMPAHAN ( FULL LIFE STUDY BIBLE)


4 comments:

  1. Syalom...
    tetaplah jadi berkat bagi orang lain dengan renungan-renungan rohani ini....
    GBU

    ReplyDelete
  2. Amin..terimaksih Tuhan Yesus GEMBALA Yang Baik..Aku milik-Mu Tuhan. Engkau sungguh amat baik dan teramat baik bagiku TUHAN. Tidak ada yang seperti Engkau. KasihMu dan kebenaran-Mu kiranya menjaga aku selalu. Tuhan memberkati kita semua..Dimulikanlah Nama Tuhan kita dari selama lamnya sampai selama lamanya..GBU

    ReplyDelete
  3. gembala ku yang baik......kambinggggggg......kk...kkk...kkkk

    ReplyDelete
  4. WAH TUHANNYA SEKARANG JUALAN KAMBING MAS...??

    ReplyDelete