Loading...

Sunday, January 18, 2009

TEOLOGI SAKRAMEN MENURUT IMAN KRISTEN

Teologi Sakramen Menurut Iman Kristen (Protestan)

Sakramen adalah upacara atau ritus dalam agama Kristen [ Katolik dan Protestan] yang menjadi mediasi, dalam arti menjadi simbol yang terlihat atau manifestasi dari Rahmat Tuhan yang tak tampak. Gereja dan denominasi-denominasi Kristen mempunyai pendapat yang berbeda mengenai jumlah dan pelaksanaan sakramen tersebut, namun mereka umumnya yakin bahwa kegiatan ini dimulai oleh Yesus.

Sebuah sakramen biasanya dilakukan oleh seorang pastor atau pendeta kepada sang penerima, dan umumnya dipercayai melibatkan hal-hal yang tampak maupun yang tak tampak. Komponen yang tak tampak diyakini adalah rahmat Tuhan yang sedang bekerja di dalam para peserta sakramen, sementara komponen yang tampak melibatkan penggunaan air, anggur atau minyak yang sudah diberkati.

Etimologi

Istilah sakramen berasal dari bahasa Latin sacramentum, yang berarti "suatu kegiatan suci".

Arti Sakramen

Sakramen berasal dari bahasa Latin :

1. Sakramentum, artinya “membuat suci, penggunaan suci, mempersembahkan kepada dewa-dewa;

2. Musterion, “ketetapan-ketetapan yang diberikan tekanan atau perhatian khusus” (dalam Vulgata, berarti, ketetapan yang Yesus berikan tekanan khusus); Kedua kata tersebut dipakai –dalam budaya Helenis- sebagai :

1. Uang muka yang dibayar dua belah pihak yang mengadakan perkara di pengadilan; sacrementuentum, merupakan jaminan bahwa pihak yang kalah sudah membayar kepada pengadilan semua ongkos perkara. Uang tersebut tidak akan dikembalikan;

2. Sumpah tentara kepada panglima. Seorang prajurit tetap setia kepada panglimanya, bahkan sampai mati demi bangsa dan negaranya.

Arti Sakramen Dalam Gereja

Gereja mula-mula, memberikan makna dan isi baru tentang sakramen (di dalamnya menyangkut sakramen dan mysterion), sehingga maknanya adalah:

  • 1. Suatu kesepakatan antara manusia dengan Tuhan Allah. Sehingga dengan menerima Sakramen, seseorang berjanji untuk hidup setia kepada Yesus Kristus.
  • 2. Sebagai sumpah kesetiaan orang-orang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.
  • 3. Menurut Agustinus, salah seorang dari "bapa-bapa gereja", sakramen berarti :

·

    • a. Tanda-tanda yang kelihatan dari yang tidak kelihatan dari suatu hal suci; atau wujud yang kelihatan dari rahmat yang tidak kelihatan; Firman yang kelihatan.

·

    • b. Tanda dan materei yang kelihatan dan suci yang ditentukan oleh Tuhan Allah, menjelaskan bahwa segala sesuatu yang dijanjikan-Nya supaya iman kita dikuatkan,

·

    • c. Ditetapkan Tuhan Allah untuk menguatkan persekutuan sesama anak-anak Allah. Sakramen memberikan anugerah dan mengu-dusan seseorang. Cara untuk mempersatukan seseorang [manusia] dengan Kristus, dan mempertahankan persatuan itu.

Gereja Katolik

  • Pembaptisan (Permandian)
  • Peneguhan (Krisma)
  • Rekonsiliasi (Sakramen Tobat, Pengakuan Dosa)
  • Ekaristi (Komuni Suci)
  • Pernikahan (Perkawinan)
  • Pengurapan Orang Sakit (Sakramen Minyak Suci)
  • Imamat (Pentahbisan)

Gereja Protestan

  • Baptisan Kudus, Mat. 28:18-20
  • Perjamuan Kudus, Mat. 26:26-29, I Kor 11:23-32 [1 Yoh 5:7,8; Yoh3:5; 6:54,55].

Menurut Yohanes Calvin, Sakramen “sebagai materei atau segel”. Dengan Sakremen, Tuhan Allah menguatkan dan mensahkan perjanjian yang telah Ia buat dengan manusia melalui pengorbanan Kristus di Golgota”. Sakramen sebagai alat karunia yang menyatakan kasih Allah, untuk memperteguh iman seseorang pada Firman, sehingga tidak terombang-ambing dalam kelemahan dan pencobaan.

1. Baptisan

Arti Baptisan,; (Yunani), Bapto, dimandikan, dibersihkan, atau diselamkan; Roma 6 : 1- 14, mati dan bangkit di dalam Kristus; Melambangkan bahwa manusia mati terhadap dosa bersama dengan Kristus, dan dibangkitkan untuk suatu hidup baru. Karena manusia dilahirkan kembali oleh air dan Roh Kudus, Yoh 3:5. Dan hidup baru tersebut menunjukkan kita dibersihkan dari dosa.

Baptisan adalah materai penegasan Allah bahwa kita telah mati dalam kematian Kristus dan telah turut bangkit dalam kebangkitan Kristus. Karena kita diselamatkan oleh iman,maka menolak baptisan berarti menolak Firman Allah, Kristus dan Iman yang menyelamatkan yang mengarahkan kita kepada baptisan. ( Kis 2:38:39, Markus 16:16, Titus 3:4-7, Yoh 3:5) Baptisan adalah tanda lahiriah tetapi disertai janji sebagaimana air meyucikan kotoran tubuh kita demikianlah darah Kristus mengampuni dan menyucikan dosa-dosa oleh karena kematian-Nya di atas kayu salib serta menandai atau tanda/materei bahwa kita sebagai orang yang telah menjadi bagian dari keluarga Allah, masuk dalam persekutuan dengan Tuhan Allah melalui Yesus Kristus.

Mengapa orang percaya harus dibaptiskan ? : perintah Tuhan Yesus, Mat. 28 : 19 “pergi dan jadikan semua bangsa murid Tuhan, baptis dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus, mengajar Firman Allah untuk menjadi murid Tuhan ; untuk masuk dalam keluarga umat kudus kepunyaan Allah, I Pet. 2 : 9 -10; menerima warisan janji Tuhan Allah kepada Bapa Orang Beriman, Kisah 2:39.

Cara Baptisan : Yang penting bukan cara dibaptis,, dengan cara dipercikan atau diselamkan- tetapi dalam nama siapa atau dengan nama siapa dibaptiskan ? ( Bdk Mat 28:19): Dilakukan kepada laki-laki dan perempuan, Galatia 3:28; Diberikan kepada semua orang -melewati batas-batas SARA dari segala bangsa di muka bumi- percaya kepada Yesus; Menyatakan bahwa Kristus telah menghapus surat hutang, Kolose 2:11-15; tidak ada tanda yang permanen pada tubuh: menekankan bahwa materai kekristenan ialah kehadiran Roh Kudus dalam diri kita -batin kita dibersihkan- sehingga kita tidak lagi dikuasai oleh dosa.

Seseorang hanya dibaptis satu kali !: Seorang anak yang dibaptis [baptisan bayi], menunjukkan bahwa, ia dibaptis karena perintah Allah (Mat 28:19,Kis 2:38-39), pengakuan iman orang tuanya, dan orang tua menyerahkan anak tersebut ke dalam kehendak dan rencana Tuhan Allah. Hal ini dilakukan, karena sebagai tanggung jawab nya kepada Tuhan Allah yang telah memberi kepercayaan kepada mereka untuk mendidik serta membimbing anak-anak dalam Tuhan, dan juga karena anak-anak juga merupakan pewaris janji dan anugerah Tuhan Allah . Oleh sebab itu, seorang anak tidak boleh melakukan baptisan ulang ketika mereka dewasa. Kalau ini terjadi maka itu berarti mereka menyia-nyiakan dan menganggap remeh apa yang orang tua telah lakukan bagi mereka

Seorang dewasa -yang tadinya bukan Kristen- yang dibaptisan [baptisan dewasa] berdasarkan pengakuan imanya serta penyerahan diri secara pribadi kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, dan juga ia harus meninggalkan imannya yang lama agar memperoleh iman yang baru, dalam arti menjadi serta masuk ke dalam persekutuan dengan Tuhan Allah yang menyatakan Diri-Nya dalam Yesus Kristus

2. Perjamuan Kudus

Sakramen ditetapkan Tuhan Yesus untuk menguatkan dengan sesama orang percaya, seluruh umatNya, atau segenap keluarga Allah, di semua tempat dan segala zaman. Karena seseorang masuk ke dalam perse-kutuan keluarga Allah atau Jemaat sebagai anak-anak Allah melalui Baptisan. Dalam perse-kutuan tersebut, kita merayakan Perjamuan Kudus berarti makan bersama dari satu roti yaitu Tubuh Kristus, sebagai tanda kesatuan dalam Tubuh Kristus.

Gereja Mula-mula atau orang-orang yang menjadi percaya setelah peristiwa Pentakosta setiap hari berkumpul untuk memecahkan roti, yaitu Perjamuan Kudus, Kisah 2:42. Apa yang mereka lakukan ini diimani sebagai perintah dari Tuhan Yesus. Gereja melakukan atau melaksanakan Perjamuan Kudus sebagai peringatan terhadap penderitaan -dan juga kematian serta kebang-kitan- yang Tuhan Yesus alami, sampai Ia datang kedua kali, 1 Kor 11:28.

Makna Roti dan Anggur di Perjamuan Kudus

1. Roti melambangkan Tubuh Kristus, meng-ingatan dan memperingati tubuh Yesus yang disalibkan. Makan tubuh Kristus dalam arti -kita- dipersatukan dengan Dia, dengan menerima apa yang dilakukan-Nya bagi manusia, Yoh 6:48-58. Makan roti mengingatkan bahwa Yesus menjadi manusia supaya tubuh manusiawi itu disalibkan. Ia menderita dan mati serta bangkit, untuk menciptakan Tubuh baru, yaitu jemaatNya

2. Anggur melambangkan darah Kristus yang ditumpahkan untuk menyucikan dosa-dosa manusia. Darah ditumpahkan pada/dari tubuh Yesus yang terpaku di kayu salib untuk pengam-punan atau penghapusan dosa seluruh manusia. Darah yang adalah hidup, ditumpahkan agar memberi hidup kekal bagi manusia. Minum anggur -pada/dari cawan- pada Perjamuan Kudus, mengingatkan -kita- bahwa Yesus sendiri telah minum cawan murka Tuhan Allah yang seharusnya diterima manusia

Sikap pada Perjamuan Kudus :

  • Berusaha untuk hadir, karena Tuhan Yesus sendirilah yang mengundang untuk datang pada meja perjamuan
  • Mempersiapkan diri untuk hadir. Menyelidiki dan mengaku dosa, berdamai dengan sesama manusia, serta mohon pengampunan dari Tuhan Allah. Kita datang ke hadapan Tuhan Allah sebagai orang yang berdosa yang sudah ditebus oleh Kristus
  • Dengan makan dan minum pada meja Perjamuan Kudus, ini berarti ada suatu penyerahan diri kepada Tuhan Allah. Karena Yesus telah menyerahkan Diri-Nya sebagai ganti manusia, maka setiap menghadiri Perjamuan Kudus menunjukkan bahwa seseorang mau menjadi persembahan yang hidup dan berkenan kepada Tuhan Allah, Roma 12:1-2

8 comments:

  1. aku setuju kalau bukan cara pembaptisan tetapi dengan nama siapa orang dibaptis. Sebab banyak yang mempengaruhi orang lain untuk masuk jemaatnya dengan mengatakan baptisannya yang dulu tidak sah karena tidak diselam tetapi mereka membaptis ulang hanya dengan nama Yesus saja.Bukankah dikitab suci yang dibaptis ulang justru karena pembaptisannya hanya dengan nama Yesus saja? sehingga harus dibaptis ulang dengan nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus? Maka itu hati2lah dengan bujukan2 palsu sebab mereka para penghasut tidak bekerja untuk Allah tetapi untuk keuntungan kelompok atau pribadinya saja. sebab mereka hanya merebut domba2 supaya persepuluhannya semakin banyak.Kalau mereka bekerja untuk Kristus harusnya mencari jiwa yang belum percaya Kristus bukan yang sudah percaya.

    ReplyDelete
  2. Dari sahabat gembala..
    Ya saya sangat setuju dengan anda..Kita seharusnya membawa orang bukan menjadi pengikut kita tetapi menjadi pengikut Kristus. Kita yang sudah dibaptis di dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus sudah memliki Roh Kudus dan baptisannya sah dan sempurna sesuai dengan perintah Tuhan Yesus (Bdk Mat 28:19) Alkitab mangatakan bahwa baptisan itu hanya satu kali dan bukan berulang ulang. Yang penting makna dan hakekat baptisan serta di dalam nama siapa kita dibaptis. Dalam Efesus 4:4-6 berkata : " Satu Tuhan, satu Bapa, satu iman, satu baptisan. Jadi kita jangan mau ditipu dengan rayuan palsu dan sesat yg mau mengajak kita dibaptis berulang-ulang dan mengatakan baptisan yang kita terima waktu bayi,anak-anak tidak sah. GBU

    ReplyDelete
  3. KEPUTUSAN Seminar The Five Gospels BUKTIKAN INJIL KARANGAN MANUSIA
    KEPUTUSAN Seminar The Five Gospels BUKTIKAN INJIL KARANGAN MANUSIA

    The Five Gospels-What Did Jesus Really Say? The Search For The Authentic Words of Jesus.

    Mengenai Injil Yohanes pasal 1 ayat 1 dan 14, dalam buku The Five Gospels yang diterbitkan oleh Harper San Fransisco, yang dikomentari oleh Robert W. Funk dan Roy W. Hoover, ternyata ayat-ayat tersebut tidak masuk dalam kategori ucapan Yesus yang diseminarkan.

    Injil yang diakui di Indonesia ada empat yaitu Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Di Amerika sekitar tahun 1993, di kota Sanoma CaIifornia, disponsori oleh Westar Instituie, Injil itu diseminarkan oleh sekitar 76 orang ahli dari berbagai kalangan, seperti guru besar dari berbagai universitas terkenal didunia, para ahli ilmu theologi dari Katolik dan Protestan, ahli kitab suci, ahli bahasa Ibrani dll yang semuanya tidak ada orang Islam. Injil yang diseminarkan ada lima yaitu Injil Matius Markus, Lukas, Yohanes dan Injil Thomas. Ke lima Injil yang bernama "The Five Gospels" diseminarkan dalam rangka mengklasifikasikan sabda Yesus. Makanya dalam cover The Five Gospels tersebut tertulis What Did Jesus Really Say? The Search For The Authentic Words of Jesus. (Apa yang benar-benar Yesus ucapkan? Mencari ucapan asli dari Yesus).

    Dalam kitab The Five Gospels tersebut, semua ucapan atau sabda Yesus, dicetak berwarna. Ada empat warna yang disepa¬kati, yaitu merah (RED), merah muda (PINK), kelabu (GRAY) dan hitam bolt (BLACK).

    Ada tiga option (pilihan) yang disepakati untuk menentukan derajat kebenaran sabda / ucapan Yesus, yaitu :



    Dari hasil seminar, ternyata Injil Yoha¬nes pasal 1 ayat 1 & 14 tidak masuk kategori yang dinilai atau yang diseminar-kan, sebab ayat-ayat tersebut dianggap bukan sabda atau ucapan Yesus. Ayat itu hanyalah ucapan Yohanes saja! Dan ayat tersebut tidak masuk dalam kategori RED, PINK, GRAY & BLACK.
    Hasil akhir dari penelitian dalam seminar yang dilakukan oleh 76 ahli dari berbagai kalangan, menyatakan sebagai berikut :
    "Eighty-two percent of the words ascribed to Jesus in the gospels were not actually spoken by him, according to the Jesus Seminar."
    "Delapan puluh dua persen kata-kata yang dianggap berasal dari Yesus di dalam Injil, tidaklah benar-benar diucapkan olehnya, menurut Seminar Yesus."
    Pernyataan 76 (tujuh puluh enam) ahli dari berbagai kalangan dari seluruh dunia dalam Seminar tentang Yesus, sungguh mengejutkan dunia, khususnya dikalangan kaum Kristiani, sebab kalau 82% (delapan puluh dua persen) isi Injil bukan benar¬benar diucapkan Yesus, berarti hanya 18% (delapan belas persen) saja isi Injil yang dianggap ucapan Yesus. Ternyata Yoh 1:1 & 14 yang jadi acuan bahwa Yesus 100% Tuhan dan 100% manusia, menurut 76 ahli tersebut, bukan ucapan Yesus, tapi hanya pendapat penulis Injil itu saja, yaitu Yohanes. Padahal para perseta Seminar Yesus tersebut, tidak ada satupun orang Islam, dan tidak satupun berasal dari lndonesia.
    Lebih ironis lagi, dari semua Injil-Injil yang diseminarkan tersebut, Injil Yohanes termasuk yang hampir 100% dianggap bukan ucapan Yesus.
    Hasilnya sungguh mengejutkan, dari 4 (empat) kategori, tidak ada satu ayatpun dalam seluruh Injil Yohanes yang dicetak hurup Red. Hurup Pink saja hanya ada 1 (satu), hurup Grey hanya ada 4 (empat) ayat saja, selebihnya Black.

    ReplyDelete
  4. http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/10/einstein-untuk-kategori-agama-kosmis.html

    ReplyDelete
  5. http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/10/einstein-untuk-kategori-agama-kosmis.html

    ReplyDelete
  6. http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/10/einstein-untuk-kategori-agama-kosmis.html

    ReplyDelete
  7. hai.......aku pengen tanya nih sama kalian orang Kristen........kalian sayang sama Tuhan Yesus kalian kagak........soalnya patung Tuhan Yesus kalian kenapa kagak dipakai sarung ato celana aja.......kok cuma dikasih kolor doang ..........udah dekil lagi...........apa kagak kedinginan tuh Tuhan......kalian gak punya duit tuk beliin ya....sini deh biar gua kasih.......atau jangan jangan emang Tuhan Yesus loe minta kayak gitu kali ya..........kecian banget Yuhan Yesus loe ya..........

    ReplyDelete
  8. Cara Baptisan : Yang penting bukan cara dibaptis,, dengan cara dipercikan atau diselamkan- tetapi dalam nama siapa atau dengan nama siapa dibaptiskan ? ( Bdk Mat 28:19):
    Formula baptisan berdasarkan perintah Tuhan Yeshua pada Mat 28 : 19, adalah "dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus". Artinya kita harus menyebut nama dari sebutan Bapa, yang tidak lain adalah YHWH (baca :Yahweh), dan menyebut nama Putra yaitu Yeshua HaMasiakh, serta menyebut Ruakh HaQodesh. Jadi saat pembaptisan dilakukan, maka formula baptisan yang disebutkan oleh yang membaptiskan adalah "dalam nama Yahweh Bapa, Yeshua HaMasiakh Sang Putra dan Ruakh HaQodesh". Mengapa harus diucapkan secara difinitif nama-nama tersebut? karena nama-nama itulah yang digunakan sebagai meterai/segel. Jika seseorang membaptiskan dengan nama Allah Bapa, Yesus Sang Putra dan Roh Kudus, maka nama itulah yang akan menjadi meterainya. Firman Tuhan dalam Kitab suci asli berbahasa Ibrani memberitakan bahwa yang dimaksud Bapa oleh Yeshua adalah bernama Yahweh, bukan nama lain (Allah). Kalau membaptis dengan formula nama yang tidak di perintahkan oleh Yeshua, artinya baptisan tersebut tidak benar karena tidak menuruti perintah Yeshua untuk membaptis dalam nama Bapa-Nya. Demikian halnya nama Putra yang benar berdasarkan Kitab Suci asli HaBrit Chadasha, dalam nama orang Yahudi adalah Yeshua dengan gelar HaMasiakh, bukan Yesus dengan gelar Kristus. Jika salah menyebut nama, maka baptisan itu keliru. Orang yang dibaptis dalam nama Allah jiwanya menjadi milik Allah dan orang yang dibaptis dengan nama Yahweh jiwanya menjadi milik Yahweh. Sekarang tinggal memilih, apakah jiwa kita akan menjadi milik Tuhan lain selain Yahweh (Allah adalah sesembahan umat Islam), atau menjadi milik Yahweh Bapa Elohim Sang Pencipta Alam Semesta (sesembahan Abraham Ishak, Yakub, dan yang disapa Bapa oleh Tuhan Yeshua). Kekeliruan menyebut nama akan berakibat fatal bagi keselamatan jiwa. Karena nama itulah yang akan memiliki jiwa kita saat hidup maupun mati. Oleh karenanya bagi Kristener perlu memahami secara benar tentang formula baptisan sebagaimana Tuhan Yeshua HaMasikah perintahkan. Bapa Yahweh Memberkati. Halleluyah. Terpujilah Yah (Yahweh)

    ReplyDelete