Loading...

Sunday, September 6, 2009

Hikmah Dari Iman Yang Dimurnikan


HIKMAH DARI IMAN YANG DIMURNIKAN


“Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku: "Hai anak manusia, bagi-Ku kaum Israel sudah menjadi sanga; mereka semuanya adalah ibarat tembaga, timah putih, besi dan timah hitam di dalam peleburan; mereka seperti sanga perak. Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Oleh karena kamu semuanya menjadi sanga, maka sungguh, Aku akan mengumpulkan kamu di tengah-tengah Yerusalem. Seperti orang mengumpulkan perak, tembaga, besi, timah hitam dan timah putih di dalam peleburan dan mengembus api di bawahnya untuk meleburnya, demikianlah Aku akan mengumpulkan kamu dalam murka-Ku dan amarah-Ku dan menaruh kamu di dalamnya dan melebur kamu. Aku akan mengumpulkan kamu dan menyemburkan api kemurkaan-Ku kepadamu, sehingga kamu dilebur di dalamnya. Seperti perak dilebur dalam peleburan, begitulah kamu dilebur di dalamnya. Dan kamu akan mengetahui, bahwa Aku, TUHAN, yang mencurahkan amarah-Ku atasmu." ( Yehezkiel 22:17-22 )


Untuk apa perak atau emas dilebur ? Untuk memurnikannya dari kotoran. Dalam proses peleburan itu, bahan-bahan yang tidak murni atau sanga seperti tembaga, besi, timah, dan seng akan terbakar dan akan mengambang di atas untuk dibuang. Hasilnya perak atau emas yang murni !

Dengan memakai gambaran proses peleburan dan pemurnian massa itu, Tuhan melalui Nabi Yehezkiel menyebut Yehuda sebagai sanga ( Yehezkiel 22 : 18-19 ) yang layak dibuang. Namun Tuhan masih mengumpulkan sanga tersebut dengan perak untuk dilebur dalam api murka-Nya ( Yeh 22:20-22 ). Artinya, Yehuda dihukum bukan untuk dibinasakan, melainkan untuk dimurnikan. Setiap tindakan dosa yang dilakukan umat Tuhan harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan. Sebagaimana perak tidak berguna jika sanga tidak dibuang, demikian pula ampas dosa harus dibuang melalui peleburan agar kebenaran yang sejati muncul. Perikop ini menegaskan Allah yang tetap dalam rencana kasih-Nya, yaitu untuk menyelamatkan dan memurnikan umat-Nya. Memang prosesnya harus melewati peleburan yang panas dan meyakitkan, tetapi hasilnya iman yang murni dan menyenangkan Tuhan.

Buat kita, umat Tuhan masa kini, pelajaran dan hikmah apa yang kita dapatkan dari bagian ini ? Kita sering seperti umat Yehuda, sudah mengalami kasih dan anugerah Allah dalam Kristus yang menyucikan kita, tetapi kita masih bermain-main dengan dosa. Ibarat sanga yang melekat lagi dalam perak, demikian dosa melekat lagi dalam hidup kita yang sudah dikuduskan-Nya. Hanya satu cara yang bisa dilakukan agar sanga itu lepas, yaitu dibakar lagi sampai lebur. Sebab itu relakan hati kita untuk diproses lagi dalam api peleburan Tuhan untuk memurnikan kita. Api murka Allah memang sangat panas sehingga proses peleburan menjadi sangat menyakitkan dan pahit rasanya, tetapi menghasilkan kemurnian iman yang membawa damai sejahtera dan sukacita melimpah. Apa yang menjadi sanga anda ? Bersediakah anda menyerahkannya untuk dimusnahkan Tuhan agar anda menjadi seperti perak yang murni ?


Soli Deo Gloria

No comments:

Post a Comment