Loading...

Friday, April 17, 2009

Iman Dan Pertobatan


“IMAN DAN PERTOBATAN”


“Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." ( Kisah Para Rasul 2:37-39)

Apakah syarat utama yang Tuhan tuntut apabila kita ingin memiliki relasi yang baik dengan-Nya? Bermoral terpuji ? Penuh perbuatan kebajikan kepada sesama ? Aktif dalam berbagai bentuk pelayanan ? Jawaban Alkitab mengejutkan sekali ! Meski semua itu penting, tetapi bukan itu yang Tuhan tuntut sebagai syarat ! Ia hanya menuntut kita memiliki iman (Bdk Ibr 11:6) dan berpaling kepada-Nya melalui Yesus Kristus yang mana baptisan adalah materai (tanda,lambang)-nya, meninggalkan kepercayaan dan perbuatan yang sia-sia. Maka iman dan pertobatan adalah syarat mutlak untuk beroleh hubungan yang baik dengan Allah ! Kita melihat bahwa Alkitab menyaksikan Allah di dalam Kristus melakukan tindakan objektif sebagai landasan keselamatan kita. Ia mengalahkan kuasa-kuasa yang membelenggu kita dalam perhambaan dosa. Lalu melalui Roh-Nya, Ia melakukan pembaruan dalam hati kita, supaya dari keadaan lumpuh dan mati rohani, kita dimungkinkan untuk bangkit merespons Tuhan dengan benar. Nah, respons yang benar yang Allah inginkan itu adalah iman dan pertobatan. Allah melalui karya objektif Kristus dan karya pembaruan hati yang dialami secara subjektif itu, kini mengundang kita untuk beriman kepada Kristus dan bertobat meninggalkan jalan hidup kita yang tanpa Allah ! Semua hal yang perlu untuk keselamatan kita sudah Allah lakukan. Itulah anugerah-Nya yang ajaib bagi kita manusia berdosa. Dan janji anugerah-Nya itu kita terima di dalam baptisan sebagai materai dari kebenaran berdasarkan iman ( Bdk. Roma 6:1-14, Roma 4:11 ). Namun kita harus menyambut Yesus Kristus dengan iman, dan sebagai akibat datang kepada Kristus kita akan meninggalkan kehidupan lama kita yang kita jalani tanpa Tuhan dan diluar firman-Nya. Maka iman yang sejati pasti mengakibatkan pertobatan. Dan pertobatan yang sejati pasti disebabkan atau digerakkan oleh adanya iman yang sejati.Tanpa keduanya, tidak mungkin kita menikmati keselamatan, tidak mungkin kita mengenyam relasi indah dengan Tuhan dalam keseharian kita !. Jika kita serius akan hidup kini dan kelak, kita harus periksa kesejatian iman dan pertobatan kita kepada Tuhan Yesus. Hanya dengan syarat inilah kita dapat mengenyam indahnya relasi hidup dengan Tuhan, kini dan kelak.

Soli Deo Gloria

No comments:

Post a Comment