Tuesday, March 10, 2009

Adat Istiadat Yang Melawan Firman Allah


ADAT ISTIADAT YANG MELAWAN FIRMAN ALLAH


Mengapa gereja kering ? Mengapa keluarga kacau? Mengapa ekonomi rusak? Mengapa masyarakat tidak tentram ? Mengapa hujan dari sorga tidak turun? Mengapa anggota jemaat masih menderita, kacau, tidak berbahagia dan banyak kesedihan ? Karena adat istiadat lama masih dipraktekkan, yaitu adat istiadat kafir yang demonis (penuh dengan setan-setan/kuasa gelap). Kalau mau mengalami kehadiran Tuhan dan beroleh segala berkat-Nya, maka kita harus meninggalkan adat istiadat lama yang melawan firman Tuhan. Kita harus bijaksana memilih adat istiadat. Jangan kita mempraktekkan okultisme demi tuntutan adat istiadat untuk menyenangkan manusia, tapi pada hakekatnya melawan Tuhan. Hal semacam ini mendatangkan kutuk bagi orang yang mengambil bagian di dalamnya. Ahab mengambil bagian di dalamnya, maka kerajaan Israel menjadi kacau dan sangat menderita secara rohani dan secara ekonomi. Lain halnya dengan nabi Elia yang melawan adat-istiadat kafir, penyembahan berhala, sekalipun massa memihak setan( 1 raj 18 : 20-46).

Sadrakh, Mesakh dan Abednego, membalikkan hati Nebukadnezar, karena mereka melawan adat istiadat Babel yang penuh dengan setan-setan ( Dan 3:1-30). Gideon juga melawan adat istiadat orang Kanani yang penuh kuasa kegelapan, sehingga orang Israel menang atas musuh mereka orang Midian ( Hak 6:25-32, 8:4-21). Semua orang yang melawan dan meninggalkan adat istiadat yang mengandung kuasa kegelapan selalu diberkati Tuhan ( Bdk. Yos 24:2,3 dan Kej 12:1-3). Abraham diberkati Tuhan, karena dia meninggalkan orang tua, keluarga, kampung dan sanak famili yang memelihara adat istiadat yang penuh setan-setan. Tuhan sangat memberkati Abraham ( Kej 24:1 )

Adat istiadat yang menjadi tempat persembunyian “ SETAN DAN KUASA KEGELAPAN” adalah adat istiadat yang melawan firman Allah, adat istiadat kafir yang dicampur dengan firman Allah, adat istiadat yang memutar balikkan firman Allah. Contohnya sebagai berikut :

  • Di dalam cara hidup yang sia -sia yang turun temurun dari nenek moyang ( 1 Pet 1: 18)
  • Didalam kebiasaan orang tua menyembah berhala, misalnya memberikan sesajen (sajian) kepada roh-roh nenek moyang (roh orang mati),memberikan sesajen ke laut untuk menolak bala, kekuburan bawa rokok, sirih, makanan dan berbicara dengan orang yg sudah mati ( Kel 20:3-5)
  • Didalam hal menyerahkan anak kepada kuasa kegelapan, buat jimat, mandi kembang 7 macam malam hari, dsb ( Im 19:21)
  • Di dalam hubungan seks bebas ( Im 18:6-30)
  • Di dalam hal menyiksa diri ( Kol 2:23) dsb

Adat istiadat semacam ini harus dimusnahkan dan ditinggalkan, jangan lagi dipertahankan. Setan ada di dalamnya, karena firman Tuhan dilawan dan diputar balik.

1 comment:

  1. tidak semua adat itu harus dimusnakan atau ditinggalkan, kita harus bisa membedakan mana adat yang baik dan yang tidak. adat yang baik adalah adat yang TIDAK MENDUAKAN TUHAN, Tuhan prioritas utama, tapi adat yang tidak baik adalah adat yang menduakan Tuhan, Tuhan kasih kebebasan, sapa yang paling engkau cintai, HIDUPLAH DALAM KEBENARAN FIRMAN dan engkau beserta keturunanmu akan diberkati.

    Regards,
    Breaker Generation

    ReplyDelete