"Kristen Messianik (Semitic Christian) yang berakar ke Ibrani (Judaism) yang merupakan ibu kandung gereja mula-mula.Yeshua Hamashiach adalah Keselamatanku dan Torah adalah Kesukaanku"
“Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa, seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorang pun tidak. Tidak ada seorang pun yang berakal budi, tidak ada seorang pun yang mencari Allah. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak. Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa. Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah, kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah. Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka, dan jalan damai tidak mereka kenal; rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu." Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah. Sebab tidak seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa” ( Roma 3:9-20 )
Tidak ada seorang pun yang dapat menyatakan diri benar di hadapan Allah. Bukan berarti bahwa manusia tidak pernah melakukan yang benar. Namun kebenaran yang dilakukan manusia berdosa tidak dapat meraih perkenan Allah. Rasul Paulus menegaskan berulang-ulang bahwa semua orang telah berdosa ( Roma 3:10-12 ). Perhatikan pengulangan kata “tidak ada dan “semua”, dimana sampai lima kali terulang “tidak ada”, dan “semua” disela dua kali, yang menegaskan bahwa semua orang telah tercemar dosa.Dengan demikian Paulus sekali lagi menekankan kefasikan seluruh umat manusia (Bdk Roma 3:9). Bukan saja secara umum, tetapi secara individu juga. Paulus juga menggambarkan bahwa dari ujung rambut sampai ujung kaki manusia penuh dosa (Roma 3:13-15).Mulai dari kerongkongan, lidah, bibir,mulut, sampai kaki. Hati yang dicemari dosa ternyata mempengaruhi seluruh anggota tubuh manusia hingga tercemar juga. Ini memperlihatkan bahwa manusia , sebagai individu, juga berdosa dan tidak dapat menyatakan diri layak berhadapan dengan Allah. Tak hanya sampai disitu. Gambaran keberdosaan manusia itu dilanjutkan Paulus dalam Roma 3:16-18, dengan klimaks ketiadaan rasa takut akan Allah (Roma 3:18).
Taurat yang dibanggakan oleh orang Yahudi pun ternyata tidak membuat mereka hidup benar. Taurat sebagai standar kebenaran justru memperlihatkan bahwa tak satu orang pun yang dapat memenuhi Hukum Taurat secara sempurna sehingga dapat disebut benar dihadapan Allah. Alkitab menyaksikan melalui Rasul Paulus, bahwa hukum Taurat gagal dan memberikan jalan buntu untuk menyelamatkan dan memberikan hidup kekal kepada umat manusia karena ketidakberdayaan daging. Hukum Taurat berperan ganda, dimana disatu sisi hukum Taurat adalah baik, rohani dan kudus. Tetapi oleh karena manusia yang sudah berdosa dan ketidakberdayaan daging, kehadiran hukum Taurat justru menyuburkan dosa (menjadi sekutu dosa) laksana api yang diberikan Oksigen ( Bdk Roma 3:20).
Bila begitu sulit menjalankan hidup yang berkenan di mata Allah, bagaimana manusia dapat lepas dari kebinasaan kekal ? Hanya dengan Injil !Ya, hanya Injillah yang diperlukan oleh orang berdosa yang hidup di bawah murka Allah agar dapat mencapai jalan menuju Allah. Bila Taurat memperlihatkan kegagalan manusia mencapai standar kebenaran Allah, maka Injil memberi jalan kepada kasih karunia Allah melalui Yesus Kristus.
Rasul Paulus menyatakan 2 hal mengenai Injil :
Injil adalah “ kabar baik” tentang kemuliaan dan rahmat Allah yang inti isi beritanya adalah “ pertobatan,pengampunan dosa dan hidup yang kekal di dalam Tuhan Yesus Kristus”.Allah telah menyerahkan Yesus karena pelanggaran kita, dan membangkitkan Dia karena pembenaran kita ( Roma 4:25).Dengan demikian Tuhan telah mengalahkan kuasa dosa dan maut, dan membukakkan kita jalan menuju kehidupan baru (Roma 8:1-4). Karena itu, kita memperoleh pengampunan dosa ( Kol 1:13), kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah ( Roma 5:1), dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah ( Roma 5:2)
Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Injil mengandung kekuatan Ilahi. Sebab Injil adalah Firman Allah. Kalau yang berbicara ialah Allah Yang Maha Kuasa, Firman-Nya mempunyai kekuatan. Firman itu berkumandang lalu terciptalah apa yang sebelumnya tidak ada ( Kej 1:3). Firman yang keluar dari mulut Tuhan Allah tidak akan kembali kepada-Nya dengan sia-sia, tetapi akan melaksanakan apa yang dikehendaki-Nya ( Yer 23:29, Yes 55:11, Bdk Roma 4:21). Firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya ( Yes 40:8). Sebab Tuhan sendiri yang menjamin pelaksanaannya.
Hanya dengan iman kepada Kristus, manusia beroleh kasih karunia Allah yang memungkinkan dia dibenarkan dan beroleh hidup yang kekal. Maka tiada jalan lain selain percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat ( Bdk. Yoh 3:16, Yoh 1:12, Efesus 2:8-9, Titus 3:4-7 ) . Bagikan juga berita sukacita ini agar orang lain beroleh kasih karunia yang ajaib itu.
( Diceritakan oleh : Pdt. I.M. Nordmo, Pemberita Injil di Tiongkok Utara)
Si cantik Wang Ching Tao hidupnya sangat berbahagia, ia anak dari seorang petani yang kaya. Lalu ia menikah dengan seorang pemuda yang kaya-raya dan tampan. Keduanya saling mengasihi dan saling membagikan kebahagiaan, benar-benar pasangan yang serasi.
Dari tahun ketahun mereka benar-benar dapat menikmati kebahagiaan bersama, namun nampaknya kebahagiaan ini tak boleh berlangsung terlalu lama. Serangan penyakit melanda Wang, dan sakit Wang bukanlah suatu penyakit yang mudah diobati, melainkan suatu penyakit yang sulit diobati. Seisi rumah berdukacita untuk malapetaka yang menimpa kedua sejoli itu.
Dari dokter sampai ke dukun-dukun terkenal malah sampai ke nujum mereka berusaha mencarikan obat untuk penyembuhan penyakit Wang, namun nampaknya usaha mereka tetap sia-sia. Tak ada perubahan apa-apa yang terjadi dalam diri nyonya muda ini. Sedang kondisi Wang sendiri makin hari makin lemah, seolah-olah tidak ada harapan lagi untuk kesembuhan tubuhnya. Oleh karena itu seorang Biku Budha mendatangi keluarga Wang, dan ketika melihat penyakit Wang semakin parah ia menganjurkan agar Wang semakin menjauhkan diri dari kesukaan dunia, bertarak daging serta menjalankan pelajaran sang Budha dengan benar-benar. Petani yang masih muda ini kini telah kehilangan akal, apapun yang terasa baik ia jalankan menurut keyakinan batinnya juga termasuk usul dari Biku tersebut. Apa saja yang dianggap baik asalkan istrinya yang sangat ia cintai mendapatkan kesembuhan, ia rela menjalankannya.
Maka mulailah istrinya menjalankan kebatinan, sedikit demi sedikit ia masuk ke dalam filsafat agama Budha dan menghampakan diri dari segala keinginan duniawi, bertarak makan terutama daging. Jarang sekali orang mengerti hal Nirwana dan karma yang berbelit-belit itu, namun dalam waktu yang singkat Wang dapat memahaminya. Sedikit demi sedikit ilmunya mulai berkembang sampai pada akhir kalinya iapun harus memutuskan hubungannya dengan suaminya tercinta serta anak-anaknya. Ia ingin menyerahkan diri sepenuhnaya pada sang Budha. Betapa sedih suami dan anak-anaknya ketika Wang mengambil keputusan semacam itu, berarti mereka tidak lagi dapat berkumpul seperti waktu-waktu sebelumnya. Tak jauh dari rumahnya didirikan pura kecil, sebuah gedung baru khusus didirikan bagi sang Budha. Di tengah-tengah pura itulah didirikan patung dewa-dewa. Sedang patung patung lainnya membentuk lingkaran disekeliling ruangan itu, dan sebuah bilik kecil khusus bagi Wang sendiri. Di situlah ia menjalankan pertapaannya. Dalam bilik itu ada kang yang rendah dan sebuah meja kecil terbuat dari kayu. Sebuah kursi tak bercat semuanya berada dekat dinding sebelah utara, di meja kecil itu ada mangkuk tempat kemenyan.
Ketika semuanya telah siap, mulailah wanita itu menjalankan semedinya kurang lebih selama 10 tahun. Inilah permulaan hidup baru bagi Wang. Satu masa yang dipenuhi dengan perjuangan batin secara berturut-turut. Setiap kali ia menerima tantangan yang hebat, ia yakin ia dapat mengatasi atas bantuan roh sang Budha. Jiwanya terasa sangat lelah,berulangkali ia mengalami stres semacam itu. Segala keinginan hatinya ditekan sampai ia dapat mencapai tujuan yang hebat dan melakukan hal yang luar biasa. Dari tahun ketahun ia duduk bersila diatas kang, dan untuk pertama kalinya ia harus melayani diri sendiri, dalam pembakaran kemenyan, dan menaruh kemenyan ke meja kecil dalam puranya itu dan lain sebagainya.
Setelah beberapa waktu ia menjalankan sendiri, tak beberapa lama kemudian pura kecil itu ternyata bertambah penghuninya. Beberapa orang berkunjung ke Pura kecil itu, lalu beberapa di antara wanita-wanita itu akhirnya mengabdikan diri menjadi murid Wang. Wanita-wanita ini sangat mendambakan kesucian dan kehidupan secara hampa untuk mencapai Nirwana seperti halnya Wang sendiri. Wang mendapat julukan Chy yang suci karena pertapaanya telah mengundang perhatian banyak orang, mereka menyaksikan sendiri betapa khusuknya Chy dalam pertapaannya. Selain julukan di atas ia juga dianggap pimpinan yang keramat, bahkan pura itupun dianggap pura keramat. Kini tugasnya membakar kemenyan dan menyajikannya di meja pura dilaksanakan oleh murid-muridnya. Chy sendiri lebih khusuk bersila dalam pertapaannya dan memberikan filasafat kepada murid-muridnya. Dua puluh tahun lamanya ia bertapa semacam itu tanpa berbaring sedikitpun. Inilah cara untuk mendapatkan derajat yang tinggi, daging dan lemak tak pernah terselit di antara giginya malah telur ia pantang. Menurut dia makin banyak pantangan makin dekatlah ia pada sang Budha. Caranya ia menyiksa diri, benar-benar sangat menakjubkan. Dari 20 tahun. 17 tahun ia duduk bersila tanpa berbaring tidur sekejabpun. Orang datang dari mana-mana berjiarah ke pura keramat itu. Kemasyuran tersebar diberbagai wilayah, bahkan dari Propinsi ke Propinsi. Nampaknya masyarakat bangga punya orang suci semacam dia.
Saat yang bersamaan Injil pun berkembang ke wilayah Barat yaitu desa Kao Kia Chy kurang lebih 2,5 mil jauhnya dari rumah Wang. Banyak orang menerima ajaran baru dan membakar berhalanya serta menerima Kristus. Diantaranya ada beberapa cucu Wang sendiri. Mereka inilah yang kemudian membawa berita Injil ke rumah keluarga Wang. Kebaktian terus-menerus diadakan, lebih hari lebih banyak yang diselamatkan, orang-orang sakit disembuhkan, dan yang baru sama sekali dibimbing melangkah menuju iman yang baru. Cerita perkembangan Injil inipun sampai ke keluarga Wang.
Kurang lebih dua setengah tahun saat Injil diberitakan di daerah Wang, tiba-tiba Wang terserang sakit yang keras, tujuh hari tujuh malam ia berbaring seperti mayat. Kalau saja ia tidak sedang menggenggam sebuah cermin pastilah ia disangka telah mati, dan pastilah upacara secara besar-besaran diadakan untuk menghormati jenazahnya, seperti baiasa dilakukan upacara kematian terhadap orang-orang suci yang telah tiada, upacara air dan angin dan upacara keramat tertentu. Para imam dan murid-murid Wang berkumpul di depan pura kecil dekat bilik Wang, mereka membunyikan genta dan bunyi-bunyian lainnya sambil menghafal mantera. Dan beberapa kertas sembahyang di bakar untuk melunasi hutang yang telah mati atas perintah Yeh Wang ( si Raja Maut).
Inilah yang menentukan siksaan yang harus dijalankan oleh si mati, setelah siksaan selesai barulah manusia dapat menjalani hidup barunya. Namun pada hari ke tujuh tiba-tiba Wang bangkit lagi. Betapa gembiranya murid-murid Wang melihat guru yang dicintai hidup kembali. Mereka menganggap hutang telah terbayar dan telah terlunasi. Bagi Wang sendiri timbul keragu-raguan apa lagi ketika ia merasakan sakit sekali di bagian paha kanannya. “Barang kali pahamu diambil oleh Yeh Wang Chy”, kata para pemuka Budha.Pemujaan yang sangat membosankan terpaksa harus diulangi sekali lagi. Ia harus dengan semangat baru. Kertas-kertas sembahyang diletakkan dalam mangkuk sembahyang sebagi kurban sehingga apinya membumbung keseluruh ruangan. Matera-mantera diucapkan agar hutangnya cepat lunas.Dalam ucapan itu banyak biku Budha yang dirasuk roh-roh setan, mereka lalu mengadakan hubungan dengan dunia roh, udara menjadi pengap oleh bau dupa dan kertas sembahyang.
Penyakit Chy bukannya sembuh malah menjadi-jadi. Para Biku minta nasehat dewa-dewa. Dukun-dukun Prewangan yang telah siuman menyampaikan pesan dewa-dewa. Semua perintah dilaksanakan dengan sangat teliti namun penyakit Wang malah menjadi-jadi. Keluarga Wang berupaya mencari orang-orang pandai di segala penjuru untuk menolong Wang, namun semua usaha tetap sia-sia. Tak ada hasil yang dapat diharapkan. Karena lelahnya Wang sendiri terpaksa berdusta, ia katakan penyakitnya telah berkurang agar orang-orang itu pulang dan tidak terus membuat upacara-upacara yang membisingkan. Sepulang orang-orang itu Wang merasakan sakitnya tak tertahan lagi, ia sungguh-sungguh putus asa.
Seorang murid Wang memberanikan diri menghadap gurunya “ Chy yang mulia”, dapatkah Chy memanggil orang Kristen, mereka mempunyai Allah yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit, kalau orang Kristen dipanggil saya yakin Chy akan sembuh.Banyak orang sakit sembuh oleh doa-doa mereka” pemudi itu menatap gurunya dan menunggu dengan harap-harap cemas, maukah gurunya ini menerima usulnya ? Mata Chy yang sayu menatap muridnya, ia malah ingin mendengar lebih bayak cerita mengenai orang Kristen itu, “ Teruskan ceritamu “ katanya serak.
“ Chy kenal si tukang kayu itu bukan ? Ia telah dikabarkan mati oleh banyak orang, bahkan anaknya yang datang dari jauh pulang khusus untuk menghadiri upacara kematian ayahnya. Namun betapa terkejutnya ia ketika menemukan ayahnya justru segar bugar dan berjalan-jalan di kebunnya” Pemudi itu diam sebentar menantikan reaksi gurunya, gurunya mengangguk-angguk dan dengan isyarat menyuruh muridnya meneruskan ceritanya.
“ Bahkan peti mati pun telah diserahkan kepada keluarganya untuk jenasah Kao, namun yang mati telah bangkit kembali berkat doa-doa yang dinaikkan orang-orang Kristen tersebut. Sekarang Kao dan anak buahnya sibuk mendirikan gedung milik orang kaya di sebelah Utara Gunung itu.
Cerita ini agaknya menyentuh hati Wang, memang muridnya yang satu ini pandai bercerita. Ia kenal siapa yang diceritakan muridnya ini, ia tukang kayu yang dikenal di wilayahnya, dan ia juga sudah mendengar tentang kematian si tukang kayu itu. Dan memang sangat mengherankan kalau sekarang ia hidup kembali.
“ Banyak orang sakit yang disembuhkan oleh doa-doa orang Kristen” Chy kata muridnya Chy. Pasti Chy lebih banyak tahu dari pada saya ini “ katanya pula merendah. Chy tentunya juga kenal Wang si penderita kanker itu, juga Tai Shin yang lumpuh itu, lalu Ho yang buta itu. Oh, guru yang tercinta, sudilah guru mendengarkan tutur kata anakmu ini”. Wang Chy mengangguk tanda setuju, ia kan mencobanya. Maka ia menyampaikan keputusannya pada suaminya. Mendengar keputusan itu, suaminya segera menyampaikan keputusan ini pada cucunya menjemput ibu Chen agar orang Kristen segera mendoakannya. Sebelum bertobat ibu Chen seorang ahli nujum, nujum ibu Chen terkenal sampai ke wilayah. Undangan itu diterima dengan senang hati oleh ibu Chen, ia lalu pergi dan berlutut di tepi tempat tidur Chy yang tengah sakit. Allah benar-benar menjawab doa ibu Chen, secara ajaib Wang disembuhkan, rasa sakit pada pahanya hilang sama sekali.
Namun tidak semudah itu ia lalu beralih ke agama asing itu. Wang yang sudah puluhan tahun mengabdi pada sang Budha telah terlanjur lelap dalam kebudayaanya. Oleh karena itu tak heran kalau kini ia mulai merasakan kebimbangan yang sangat setelah ia disembuhkan. Apalagi orang mulai ramai membicarakan halnya karena ia mulai berpaling pada Allah asing itu. Mereka merasa malu kalau Wang bersikap semacam itu. Mengapa Wang tidak menghormati dirinya sendiri dan mau saja disembuhkan oleh Allah asing itu? Ini benar-benar merupakan penghinaan bagi dewa-dewa. Oleh karena itu Wang Chy harus meredakan kemarahan dewa-dewa dan mencucikan Pura dengan asap dupa.Oleh desakan anak buahnya Wang sendiri tidak keberatan melaksanakan, ia telah sembuh jadi tak ada lagi urusan dengan Allah asing itu.
Wang lalu menyediakan gulungan kertas sembahyang sebanyak yang diperlukan untuk pencucian Puranya. Semua gulungan kertas diletakkan dalam mangkuk di meja persembahan. Pencucian dilaksanakan untuk membendung kemarahan dewa-dewa. Setelah selesai upacara pengikutnya pulang ke rumah meereka masing-masing dengan perasaan lega. Kehormatan mereka dan kehormatan pada Budha telah dipulihkan dan disucikan. Namun Wang sendiri setelah ditinggalkan, tiba-tiba merasakan kecemasan luar biasa. Rasa sakit pada pahanya kambuh lagi. Ia menyesali perbuatannya, mengapa ia begitu bodoh, ia telah menipu Allah orang Kristen. Jelas Allah tidak menghendaki persembahan dan penyembuhan pada berhala, karena hal semacam ini justru melawan Allah.
Sekali lagi Wu Tsung Chen diberi kabar, agar ia sudi datang lagi untuk mendoakan dirinya. Chen tidak menolak, ia datang kembali untuk mendoakan Wang yang sakit. Kasih Allah sangat besar. Allah kembali menjamah Wang. Setelah ia didoakan rasa sakitnya hilang. Namun ketika Chen pulang, murid-muridnya sekali lagi mendesaknya agar ia melakukan penyembahan dewa-dewa. Wang tak bisa menolak permintaan murid-muridnya, ia melaksanakan saja permintaan murid-muridnya. Namun baru saja melaksanakan pemujaan terhadap dewa-dewa rasa sakitnya kembali kambuh, dan rasa sakit yang sekarang nampaknya lebih hebat dari yang sudah-sudah. Wang kini insaf kepada Allah orang Kristen, ini sungguh besar kuasanya dan tak dapat dipermainkan. Ia merasa sangat bodoh, dan dengan rendah hati sekali ia mengundang Chen untuk mendoakannya. Ibu Chen yang merasa dipermainkan tak mau lagi datang. Wang tidak saja mempermainkan dirinya namun ia telah mempermainkan Allahnya dengan nyata-nyata. Oleh karena itu ia menolak mendoakan Wang sekali lagi.
Suami Wang tidak berputusasa, ia segera pergi ke Yaosi mendatangi Penginjil yang bekerja di daerah itu. Penginjil itupun tidak segera melaksanakan permintaan suami Wang, terlebih dahulu ia berdoa minta petunjuk Tuhan, apakah Tuhan Allah yang setiawan itu memperkenankan ia pergi mendoakan Wang. Allah menyuruh si Penginjil menemui, dan menyertakan Chen dalam pelayanan ini. Allah juga menyuruh mereka memberitakan berita keselamatan terlebih dahulu sebelum mereka mendoakan si sakit. Dan undangan untuk mengambil keputusan harus disampaikan dengan jelas.
Penginjil mentaati suara Tuhan, ia datang ke rumah ibu Chen dan mengajak ibu Chen untuk mendoakan Wang, semua perintah Allah mereka laksanakan. Wang ditantang apakah ia mau sembuh dan membuang semua berhalanya ataukah ia akan meneruskan pemujaan yang sia-sia yang terus akan menyiksanya ? Inilah kesempatan terakhir baginya untuk mengambil keputusan. “Allah sangat memperdulikan anak-anak-Nya bahwa sampai hal yang sekecil-kecilnya Allah akan memperhatikan” Ia bersabda : “ Barangsiapa mengikut Yesus dan percaya kepada-Nya ia tak akan dikecewakan, Ia sendiri akan menjadi jaminan dalam segala hal. Dan kalau Wang mau berdoa kepada Tuhan Yesus saja, apa yang diminta Wang akan dijawab Tuhan sesuai dengan kehendak-Nya.
Wang mulai memikirkan untung ruginya kalau ia mengikut Yesus. Ia telah punya Pura sendiri , murid-murinya cukup banyak, puluhan tahun ia mengabdikan diri pada sang Budha. Ia tak boleh salah pilih, menghindarkan diri dari pilihan tak mungkin baginya. Allah orang Kristen ini selalu tahu apa isi hatinya, ia tak berani lagi menipu Dia. Kini ia mulai merenungkan berhalanya, bahkan ratusan kertas telah dibakarnya, namun tak sebuah doapun dikabulkan oleh dewa-dewa itu. Beda sekali dengan Allah asing ini, ia tahu apa artinya bila ia memilih Yesus. Juga semua murid-muridnya akan dikembalikan pada kebijaksanaan sang Pencipta. Setelah merenungkan semua itu, akhirnya Chy memilih Yesus.
Mendengar keputusan ini kedua hamba Tuhan ini segera berlutut, mereka memohon belas kasihan Allah untuk Wang dan menyembuhkan penyakit Wang. Allah yang telah mempersiapkan hati wanita Budha ini segera bertindak. Dengan nyata Allah memberikan anugerah-Nya pada Wang. Wang sembuh seketika. Wang terharu oleh jamahan kasih Allah yang tak memandang dosanya. Ia tak mau lagi mengingkari janjinya, ia benar-benar bertobat, ia tak mau lagi mengulangi perbuatannya yang tolol seperti waktu-waktu lalu.
Duapuluh tahun ia telah terikat oleh pemujaan yang sia-sia, tubuhnya disiksa sehingga dimasa tuanya kondisinya sangat lemah. Oleh karena itu tak mungkin lagi ia berjalan. Maka setiap hari Minggu kalau ia ke gereja ia ditandu oleh keluarganya. Dalam sisa tuanya ia mengabdikan diri pada Kristus. Pura yang dulunya berisi gong dan berhala kini berubah menjadi tempat memuji Allah oleh anak-anak Allah.Kuasa dewa-dewa telah dipatahkan, berhala yang jumlahnya 31 buah itu dihancurkan oleh kuasa Tuhan Yesus Juruselamat. Rumah Wang kini dipakai untuk tempat kebaktian, banyak mujizat terjadi justru di rumah itu. Puji-pujian terus berkumandang siang dan malam di rumah itu. Allah benar-benar dipermuliakan.
Sumber: Kesaksian dan pengalaman Pdt. I. M. Nordmo yang telah bertahun-tahun tinggal dan bekerja sebagai Pemberita Injil di Tiongkok Utara, Indonesia di Kalimantan Barat dan Pulau Bangka. Dalam rangka pelayanan Pendeta Nordmo ingin mengungkapkan melalui bukunya (“Roh-Roh Jahat Terusir”), apakah akibatnya bila orang dikuasai Iblis.Dari berbagai pengalamannya Pendeta Nordmo menjelaskan lebih dalam betapa sengsaranya seseorang yang diikat kuasa iblis itu. Namun anugerah Kristus yang penuh Kuasa dan Pengasih senantiasa mengejar orang berdosa, manusia yang mau percaya dan mau menyerahkan dirinya kepada Kasih Kristus secara mutlak mereka akan dibebaskan. ( Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia (YPPII) Departemen Literatur, Jl. Trunojoyo 2 Batu Malang-Jatim ).
“Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud, ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu. Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku. Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku. Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju! Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali! Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku! Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku! Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela! Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu. Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu! Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu! Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem! Maka Engkau akan berkenan kepada korban yang benar, korban bakaran dan korban yang terbakar seluruhnya; maka orang akan mengorbankan lembu jantan di atas mezbah-Mu “ ( Mazmur 51 : 1-21 )
Ada tujuh (7) mazmur pengakuan dosa dalam Kitab Mazmur ( Bdk . Mzm 6, Mzm 32, Mzm 38, Mzm 51, Mzm 102, Mzm 130, Mzm 143 ). Mazmur 51 ini merupakan mazmur pengakuan dosa yang paling indah. Ini adalah pengakuan dosa Daud setelah nabi Natan menegur dia karena perzinahannya dengan Batsyeba.
Daud meminta belas kasihan Tuhan karena ia tahu bahwa ia telah berdosa. Ia sadar bahwa hanya Allah yang dapat menghapus dosanya. Ia tahu bahwa Allah yang dia sembah adalah Allah yang penuh rahmat dan penyayang. Walau Daud juga bersalah kepada Uria, suami Batsyeba, tetapi ia mengerti bahwa yang terutama ia berdosa kepada Allah. Keberdosaannya membuat ia sadar bahwa ia memang mempunyai natur yang berdosa (…..”Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku..” ). Sebab itu ia rela menerima hukuman dari Allah yang adil. Daud kemudian memohon supaya Allah membasuh dia. Daud juga meminta supaya hatinya ditahirkan dan batinnya diperbaharui. Ini sejalan dengan nubuat para nabi mengenai karya keselamatan yang akan Allah kerjakan ( Bdk.Yer 24:7, Yeh 36:26 ). Perkataan Daud agar Allah tidak mengambil Roh-Nya yang kudus dari dirinya merupakan permohonan supaya Allah jangan menolak dia menjadi raja seperti yang telah Allah lakukan pada Saul ( Bdk. 1 Sam 16:14). Untuk itu Daud berjanji akan mengajarkan jalan Tuhan kepada orang-orang lain untuk membawa mereka ke dalam pertobatan setelah Allah memulihkannya. Ia kemudian memohon supaya Allah melepaskan dia dari hutang darah tersebut. Daud sadar bahwa bukan darah kambing dan domba yang menghapuskan dosanya, tetapi hanya Allah yang dapat menghapuskan dosa jika ia datang kepada Allah dengan hati yang hancur.
Pertobatan Daud dari dosa yang begitu mengerikan dan pengampunan Allah yang begitu ajaib menunjukkan bahwa tidak ada dosa apapun yang dapat memisahkan umat Allah dari kasih Allah, jika ia sungguh-sungguh bertobat. Sebagaimana dalam perumpamaan Tuhan Yesus tentang “Anak Yang Hilang”. Bapak si anak datang merangkul dan memeluk anak-nya ketika anaknya itu datang dengan hati menyesal dan pertobatan kepada bapaknya. Dan si bapak memberikan pakaian yang baru, cincin dan diadakan perjamuan pesta menyambut anaknya yang telah hilang, tetapi ditemukan kembali, yang telah mati tetapi hidup kembali. Karena itu jangan ragu untuk meminta ampun kepada Tuhan atas semua dosa kita, bagaimanapun najisnya.
“ANTARA KUASA GELAP DAN KUASA TERANG, ANTARA KUASA IBLIS DAN KUASA ALLAH”
“Tetapi sekarang, bangunlah dan berdirilah. Aku menampakkan diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah kaulihat dari pada-Ku dan tentang apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti. Aku akan mengasingkan engkau dari bangsa ini dan dari bangsa-bangsa lain. Dan Aku akan mengutus engkau kepada mereka, untuk membuka mata mereka,supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah,supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan” ( Kisah Rasul 26:16-18)
Di dalam dunia ini, sesuai dengan firman Tuhan, khususnya dalam dunia yang tidak kelihatan atau dunia roh terdapat dua macam kuasa, yaitu kuasa Roh Kudus ( Bdk. Kis 10:38), dan kuasa Iblis bersama dengan roh-roh setan lainnya ( Bdk Mat 10:1, 1 Tim 4:1).
“Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.” ( Matius 10:1 )
“Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan.” ( 1 Timotius 4:1 )
Kalau seseorang sudah ada “ di dalam Kristus”, sudah diselamatkan, maka hatinya didiami oleh Roh Allah ( Bdk 1 Kor 3:16, 1 Kor 6:19, Mat 10:20, Yoh 7:37-39 ), sedangkan kalau seorang masih diluar Kristus, belum dilahirbarukan oleh Roh Kudus, belum diselamatkan, hatinya didiami oleh roh-roh jahat ( Bdk 1 Yoh 5:19, Eff 2:2, Kis 5:3).
Ternyata hati manusia adalah semacam sarang burung, apakah didiami oleh burung merpati ( Roh Tuhan ), atau burung hantu ( roh-roh setan/roh-roh jahat). Lawan dan penghalang Injil yang paling dahsyat bukan hanya kekerasan hati manusia yang tidak mau bertobat, tetapi ada kuasa lain yang jahat, najis dan misterius yang berdiri di belakangkekerasan hati, yaitu Iblis dan roh-roh setan melalui praktek okultisme, yang membutakan mata batin manusia sehingga tidak bisa melihat cahaya kemuliaan Injil ( Bdk 2 Kor 4:3,4).Rasul Paulus menyebutnya sebagai kuasa kegelapan ( Bdk Kol 1:13), dengan bermacam-macam roh lainnya ( Bdk Ef 6:11,12 ). Dalam Matius 13:3-19, Tuhan Yesus memberikan perumpamaan yang menarik tentang kuasa kegelapan, yang diumpamakan sebagai burung yang mengambil taburan benih firman Tuhan. Inilah roh gelap yang menghalangi seseorang untuk diselamatkan, dengan cara mengambil firman Tuhan yang didengar dari dalam hati manusia. Roh setan inilah juga yang menyebabkan manusia tidak menyukai Alkitab, yang menyebabkan orang mengantuk, tertidur dan yang menyebabkan firman Allah masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri kita. Roh-roh iblis inilah juga yang ada di dalam praktek okultisme dan tabiat daging manusia lama, yang najis dan keras, yang belum dibaharui Tuhan. Sebagaimana kita sering melihat pemberitaan di TV dari Sabang sampai Merauke sering terjadi kesurupan dan kerasukan yang dialami oleh siswa-siswi sekolahdi negri kita Indonesia. Ini memberitakan kepada kita bahwa dunia roh, roh-roh setan, roh-roh iblis itu nyata adanya.
Dunia setan-setan kenyataannya tidak pernah demikian jelas seperti pada masa kita, dan pertanyaan mengenainya tidak pernah demikian tepat. Darimanakah datangnya kekuatan jahat ini dan darimanakah asalnya ?Suatu pertanyaan yang menyentuh batas pengertian manusiawi kita. Rasul Paulus misalnya, berbicara tentang “ rahasia kedurhakaan” ( 2 Tes 2:7). Dari permulaan sejarah gereja, para bapak Gereja dan orang-orang percaya yang diilhami Roh Kudus, telah berusaha untuk menentukan ucapan-ucapan Alkitab yang menyinggung topik ini. Penjelasan-penjelasan mereka telah menyingkapkan sedikit tabir rahasia yang menyelubungi kekuasaan jahat, dan mengijiinkan kita melihat sekilas peranannya dalam maksud tujuan Allah yang abadi.
Banyak ayat dalam Alkitab (kitab nabi-nabi) menyatakan secara tak langsung bahwa musuh Allah dan penduduk manusia, yang di dalam Alkitab disebut Iblis ( Bdk Ayub 1:6). Dahulu Iblis adalah mahluk yang bercahaya dan gemilang, seorang penghulu malaikat yang mulia. Menurut Yesaya 14:12 dan Yehezkiel 28:12 , ternyata bahwa “Bintang Fajar”, “Kerub yang berjaga”, Putera Fajar” tidak lain adalah Lucifer, yang namanya berarti “pembawa terang”. Agaknya dia adalah salah satu malaikat yang paling berkuasa, mungkin yang pertama, dari semua malaikat yang diciptakan oleh Allah.
Kata kata nabi Yehezkiel mungkin ditujukan kepadanya :
·"Hai anak manusia, ucapkanlah suatu ratapan mengenai raja Tirus dan katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Gambar dari kesempurnaan engkau, penuh hikmat dan maha indah. Engkau di taman Eden, yaitu taman Allah penuh segala batu permata yang berharga: yaspis merah, krisolit dan yaspis hijau, permata pirus, krisopras dan nefrit, lazurit, batu darah dan malakit. Tempat tatahannya diperbuat dari emas dan disediakan pada hari penciptaanmu. Kuberikan tempatmu dekat kerub yang berjaga, di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan di tengah batu-batu yang bercahaya-cahaya. Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu.” ( Yehezkiel 28:12-15)
Kekuasaan dan kemuliaan “Putera Fajar” ini pastilah melampaui khayalan. Sebagai “pembawa terang” Allah , ia menyatakan dan mencerminkan kemuliaan dan keindahan Allah dengan sempurna. Pasti, ia telah menjadi kebanggaan dan kesenangan Allah. Dan sebagai yang paling berkuasa di antara semua malaikat lainnya ia pasti telah diberi wewenang yang paling tinggi. Sesuai dengan pengetahuannya yang mendalam tentang Allah dan kesempurnaan hidup dan semangat ilahi yang ada pada Lucifer, tentu saja telah diberi tempat tinggal yang paling mulia dan terindah dalam ciptaan Allah. Pasti ia telah menduduki takhta yang paling tinggi dari semua malaikat dan telah mengambil tempatnya dalam majelis suci Allah.
Cerita kejatuhan tokoh yang berkuasa dan mengagumkan ini, “Putera Fajar” yang durhaka. Diceritakan dalam kitab nabi Yesaya. “ Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu : Aku hendak naik kelangit, aku hendak mendirikan tahktaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah Utara” ( Bdk Yesaya 14:13). Dalam Yehezkiel kita membaca selanjutnya, “ Dengan dagangmu yang besar engkau penuh dengan kekerasan dan engkau berbuat dosa. Maka Kubuangkan engkau dari gunung Allah dan kerub yang berjaga membinasakan engkau dari tengah-tengah batu yang bercahaya” ( Bdk Yehezkiel 28:16).
Nabi Yesaya secara tidak langsung menyebut saat itu ketika kesombongan dan ambisi Lucifer dinyatakan, “Aku hendak menyamai Yang Mahatinggi!” dan itulah kejatuhan Lucifer. Tuhan Yesus berkata bahwa Iblis, “tidak hidup dalam kebenaran” ( Bdk Yohanes 8:44), dan malaikat-malaikat yang jatuh dalam dosa “tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi….meninggalkan tempat kediaman mereka” seperti yang ditulis Yudas ( Bdk Yudas 1:6).
Lucifer yang gagal mencapai tujuan kesombongan dan ambisinya untuk menjadi seperti Allah, dibuang dari kedudukannya yang mulia, dan sesudah pembrontakannya, pangeran malaikat yang murtad itu menjadi Satan atau Iblis. Ia juga dikenal sebagai si jahat, si ular tua, seteru, penipu, pembohong, perusak, yaitu Apolion, yaitu malaikat dari jurang maut ( Bdk Why 9:11)., penguasa dunia, si pendakwa (nama-nama dengan arti yang mengerikan dan membangkitkan ketakutan).
Iblis adalah musuh Allah. Di bumi dalam seluruh ciptaan ia memusuhi Allah. Perang telah pecah antara terang dan gelap, baik dan jahat. Malaikat-malaikat lain yang murtad bersama Lucifer menjadi setan-setan, roh-roh yang mengembara, yang dibuang dari hadapan Allah .Mungkin sekali bahwa pada kesempatan itu sepertiga dari malaikat-malaikat dikucilkan dari lingkungan aktivitas suci yang telah ditentukan Allah bagi mereka ( Bdk Why 12:4). Rasul Petrus menulis tentang peristiwa perpecahan ini :
“Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman ( 2 Petrus 2:4 ).
Sejak itu kerajaan Allah telah menghadapi perlawanan yang hebat dari kerajaan kegelapan Iblis dan gerombolan-gerombolan setan, yang sebagai warganegaranya bergabung dengannya dalam memerangi terang.Tetapi walaupun Iblis dan para malaikat lain yang jatuh mempunyai kekuatan setan dalam pertempuran melawan kuasa terang, kuasa mereka adalah kuasa yang telah patah. Ketika Iblis melangkah melanggar batas-batas yang ditetapkan Allah antara mahluk ciptaan Allah Pencipta, dengan menginginkan menjadi seperti Allah, maka kepribadiannya hancur. Pekerjaannya sebagai “pembawa terang” telah berakhir, dan terangnya berubah menjadi kegelapan.
Dari awal ciptaan bumi Allah bermaksud untuk mengadakan hubungan saling mengasihi dan mempercayai dengan mahluk yang diciptakan-Nya. Tetapi sekarang hubungan pribadi yang mesra ini telah hancur. Lucifer memberontak terhadap Allah dengan ucapannya yang angkuh, “ Aku adalah aku, aku ingin menjadi seperti Allah!” Setelah hubungan yang sempurna ini hancur, maka kegelapan, keputusasaan, dan kematian masuk. Hal ini tidak dapat dihindari. Hanya di mana ada ketergantungan sukarela yang diilhami kasih pada Allah, maka terdapat watak yang luhur dan hidup ilahi. Ketika ia menonjolkan dirinya dan memberontak, Lucifer menghancurkan hubungan kasih dengan Allah dan menjadi pribadi yang rusak. Setiap mahluk yang diciptakan Allah hanya dapat bertahan hidup dalam arus hidup yang memancar dari sumber semua hidup, yang senantiasa adalah Allah. Hanya bila kehendaknya bersatu dengan kehendak Allah, maka ia kuat. Jadi, pada saat Lucifer menentang Allah, ia jatuh dari kedudukan kesatuan yang mutlak dengan Allah dan kehilangan kekuasaannya sebagai “pembawa terang”. Ia terpisah dari sumber hidup, dan hidup Ilahi tidak lagi mengalir ke dalam dirinya.
Sekarang Iblis harus menghadapi fakta bahwa tidak ada lagi kekuatan Ilahi di dalam dirinya. Dia tidak lagi mempunyai kekuatan yang bersatu. Segala yang memberi wewenang kepadanya telah hilang. Hal ini membuatnya murka sampai hari ini, dan dalam kebencian dan kegeramannya ia terus-menerus menyerang Allah dan semua yang ilahi. Kekuasaannya telah hancur luluh dan hanya karikatur yang menyeramkan yang tersisa dari terang yang sempurna, hidup dan kasih yang pernah dimilikinya. Terang Allah meliputi kita dengan kehangatan. Tetapi terang yang dipancarkan Lucifer adalah menyakiti, menggigilkan, bahkan mengerikan. Terang ini tidak memberi hidup tetapi membunuh dan membinasakan. Terang Iblis adalah terang tiruan.
Lagi pula, sejak kejatuhannya Lucifer merupakan citra hidup yang rusak, dan karena itu hidup yang ditawarkannnya adalah palsu.Ia telah kehilangan hidup ilahi yang berasal dari persatuan dengan Allah yang membawa kebahagiaan dan keserasian. Sejak Lucifer memberontak terhadap Allah dan memisahkan diri dari-Nya, hidup di dalam dirinya ditandai oleh ketidakserasian dan putus asa. Hal ini telah dicerminkan berkali-kali terutama sekali dewasa ini dalam berbagai corak hidup dan bentuk ungkapan seni dan musik yang diilhami olehnya. Segala sesuatu yang ditawarkan Iblis dalam hal hidup, kegembiraan, dan kesenangan mengandung tanda kematian, karena semuanya itu terpisah dari Allah dan perintah-perintah-Nya. Kesenangan itu berisi benih-benih kematian dan sering kali membawa pada bunuh diri. Dan di dunia akhirat kekuatan kematian Iblis terus bekerja dengan lebih kuat. Ketika Tuhan Yesus berbicara tentang “ kematian kedua”, ini agaknya terdiri dari proses kematian yang terus-menerus dalam kerajaan Iblis (Bdk Matius 25:41).
Dan sebagai gambaran rusak dari kasih ilahi yang dulu dicerminkan Lucifer dalam peranannya sebagai “pembawa terang”, ia sekarang menunjukkan kebencian yang berkobar-kobar, yang menghancurkan dan membunuh dan menyengsarakan kehidupan manusia. Sejak kejatuhannya Lucifer mengamuk dan melawan semua yang menentang kehendak dan pemerintahannya. Kebencian ini terus menerus dikobarkan oleh kekecewaan besar bahwa ia tidak pernah dapat menjadi seperti Allah, meskipun satu-satunya keinginannya ialah menjadi seperti Allah. Ketika Lucifer datang ke dalam dunia dan dia hadir dalam pribadi Anti-Kristus, ia akan memaksa setiap orang untuk menyembah dia. Sebagaimana kita melihat sejarah gereja, para kaisar Romawi seperti kaisar Nero salah satunya yang mengangkat dirinya yang Ilahi (Allah) untuk disembah dan membunuhi ribuan orang Kristen. Iblis meniru tetapi dalam arti negatif, karena ia hidup dalam kebohongan. Atas dorongannya, pengikut-pengikutnya menyembah dia dengan berkata, “ Siapakah yang sama seperti binatang ini ?” ( Wahyu 13:4), dengan meniru penyembahan penghuni surga yang berseru, “ Siapakah yang sama seperti Allah !” kembali Lucifer berusaha untuk merebut takhta Allah sama seperti yang dilakukannya pada kejatuhannya yang pertama. Ia benar-benar dirasuki angan-angan “untuk menjadi seperti Allah” dan dalam perjuangannya yang nekad untuk mencapai tujuannya ia melampiaskan semua kegeramannya kepada Allah.
Tentu saja kegeraman Lucifer kepada Allah ditujukan kepada manusia juga. Karena iri hati, ia amat sangat membenci manusia. Iblis telah kehilangan tempatnya dekat takhta Allah untuk selamanya. Tetapi manusia yang dibinanya sebagai mahluk lebih rendah yang terbuat dari debu tanah, mempunyai kesempatan untuk diubah menjadi gambaran Allah ( anak-anak Allah) berdasarkan karya Tuhan Yesus yang menebusnya. Orang-orang yang menang akan mewarisi kerajaan Allah bersama sama dengan Kristus. Betapa bencinya ia kepada mereka yang mengasihi Allah ! Ia iri terhadap hubungan kasih mereka dengan Allah dan persekutuan dengan Tritunggal Kudus, sesudah ia sendiri kehilangan kedudukan yang paling mulia itu.
“Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani.” ( Ibrani 2:16 )
Karena bertekad untuk tidak membiarkan seorangpun memperoleh kedudukan yang mulia ini, ia merencanakan semua serangannya dengan cerdik sekali dan hati-hati. Seperti yang dapat kita lihat dari kejatuhan manusia, Iblis menanamkan di dalam diri manusia hasrat akan kekuasaan dan kemuliaan, yang sebenarnya adalah keinginan yang merasuki dirinya sendiri, “ Pada waktu kamu memakannya (buah pohon itu)….kamu akan menjadi seperti Allah” ( Kej 3:5).Karena Iblis telah dihukum sebab kesombongannya dengan kehilangan tempatnya di takhta Allah, ia bertekad bahwa manusia juga harus kehilangan takhta itu. Ia menghasut manusia untuk memuliakan dirinya dengan memberontak melawan Allah dan semua kekuasaan-Nya.
Sampai hari ini “penguasa dunia ini “ ( Yoh 14:30) menggunakan argumentasi sama yang memperdayakan, dengan menganjurkan kepribadian yang bebas dan berotonomi. “sikap menonjolkan diri sendiri”, “kekuasaan dan martabat”, kebebasan untuk berbuat sesuka hati”, adalah slogannya. Celakalah kita bila kita bergabung dalam pembrontakan Lucifer, di dalam semangatnya yang kesetanan ini. Meninggikan diri sendiri dan kecongkakan yang besar mulut, keinginan yang angkuh untuk menjadi seperti Allah, mengubah manusia menjadi gambaran yang menyimpang dari tujuan Allah ketika menciptakannya. Dalam semangat pembrontakan ini, kita menggabungkan diri dengan pemberontak yang pertama-tama, yaitu Iblis, dan murtad dari hubungan pribadi dengan Allah seperti yang dilakukan Iblis. Sungguh penting bahwa kita masing-masingmemohon kepada Allah Bapa agar hati dan pikiran kita senantiasa dijaga dan dipelihara-Nya dari kesesatan dan tipu daya Iblis dan mengabdikan diri untuk hidup dengan kerendahan hati dan penyerahan yang sempurna kepada kehendak Allah. Maka semua kegeraman Iblis terhadap kita akan sia-sia, karena kekuasaannya telah dipatahkan. Alkitab firman Allah menyaksikan bahwa oleh kematian Kristus, Dia telah memusnahkan Iblis yang berkuasa atas maut ( Ibrani 2:14 ).
“Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;” ( Ibrani 2:14 )
Memang kekuasaan Iblis selalu hancur luluh setiap kali itu berhadapan dengan Kemahakuasaan dan Kasih Allah,meskipun Iblis yang murka dengan geramnya yang dahsyat ( Bdk Why 12:12 ) yang terus-menerus memimpin setan-setan untuk menentang Allah dan umat-Nya.
“Karena itu bersukacitalah,hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya,celakalah kamu, hai bumi dan laut!karena Iblis telah turun kepadamu,dalam geramnya yang dahsyat,karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat." ( Wahyu 12:12 )
Rencana Iblis selalu tak berhasil, karena rencana-rencana Allah sajalah yang berlaku. Kasih Allah lebih besar dari kekuasaan Iblis, dan darah Tuhan Yesus lebih berkuasa dari semua serangan si Jahat. Iblis yang disebut Setan adalah suatu ciptaan, sedangkan Allah adalah Pencipta. Iblis kuat, tetapi Allah Maha Kuat. Iblis berpengetahuan dan trampil, tetapi Allah Maha Tahu. Iblis dilokalisir kehadirannya, tetapi Allah Maha Hadir, Dia bisa hadir dimana-mana. Iblis terbatas tetapi Allah tidak terbatas. Kita tidak ditakdirkan untuk dikalahkan Iblis. Pesan alkitab adalah “ KEMENANGAN”. Kemenangan akhir yang penuh. Bukan kita yang dikalahkan, tetapi Iblis yang dikalahkan. Kepala ular itu ( kepala setan/iblis ) telah diremukkan oleh tumit Kristus. Kristuslah Awal dan Akhir.
Kristus sudah mengalahkan musuh besar kehidupan itu. Dia sudah menaklukkan kuasa maut. Dia memanggil kita untuk berbagian dalam kemenangan-Nya. Karena Kristus, maka kematian bukanlah yang terakhir, tetapi keuntungan karena kita menuju sorga yang mulia yaitu rumah Bapa dan tentu merupakan suatu keuntungan ( Filipi 1:19-24).
Kesaksian saya dijelaskan berdasarkan garis besar di bawah ini :
Latar belakang
Bentuk-bentuk dan macam-macam praktek okultisme
Akibat-akibat keterlibatan dalam praktek okultisme
Jalan kelepasan dari belenggu okultisme
Melalui tulisan ini saya ingin menyaksikan bagaimana Tuhan dan tangan pengasihan-Nya sendiri, membebaskan dan menyelamatkan saya dari kuasa kegelapan dan dosa. Ini bukan satu teori, melainkan berdasarkan fakta-fakta dan pengalaman yang nyata dan praktis. Kiranya kesaksian ini memuliakan nama Tuhan Yesus dan menguatkan iman kita masing-masing dalam peperangan rohani melawan roh-roh setan dan kuasa kegelapan.
1.Latar Belakang
Saya berasal dari keluarga yang beragama juga, dari Maluku Tenggara. Memang sejak kecil orang tua saya sudah melibatkan saya di dalam praktek okultisme, sebab mereka memelihara adat istiadat daerah kami serta kepercayaan-kepercayaan nenek moyang yang bersangkut paut dengan okultisme. Seringkali diadakan upacara-upacara memanggil arwah-arwah orang yang sudah mati (sebenarnya roh-roh setan) di rumah kami, sehingga secara tidak langsung saya dididik dan diajarkan cara mempraktekkan okultisme. Pernah pada waktu saya berumur 4 tahun, saya dirasuk oleh setan selama satu Minggu, sehingga melalui upacara adat dan dukun saya dipulihkan kembali. Memang orang tua berusaha untuk mendidik saya secara dalam untuk beragama dengan baik, tetapi hal itu senantiasa didasarkan atas prinsip okultisme.
2.Bentuk-bentuk dan macam-macam praktek okultisme
Pada waktu saya masih tinggal di Jakarta, maka sebagai seorang pemuda, saya ingin mencari pengalaman-penagalaman yang dapat memuaskan keinginan hati saya, oleh sebab itu dengan bakat yang ada sebagai pemain gitar, saya berkeinginan untuk memperkembangkan bakat tersebut. Oleh sebab itu saya berkecimpung dalam dunia musik. Hal itu dilaksanakan di panggung-panggung terbuka, di pesta muda-mudi, di nite club, juga di dalam perekaman piringan hitam, siaran televisi. Oleh sebab itu ada banyak saingan. Oleh karena itu timbul dalam hati, bagaimana caranya untuk melebihi pemusik-pemusik yang lain. Orang tua telah memberikan jimat-jimat kepada saya, sebagai pegangan untuk menolong saya dalam meningkatkan karier saya. Pemusik-pemusik yang lainpun mempergunakan hal yang sama.
Pada suatu hari seorang menawarkan saya untuk pergi ke Banten (Jawa Barat) untuk berguru di sana untuk memperoleh ilmu-ilmu yang melampaui batas-batas kekuatan manusia. Dengan demikian saya mengambil keputusan untuk pergi ke Banten dan mulai berguru kepada seorang dukun. Setelah beberapa bulan mengasingkan diri disebuah gunung, akhirnya saya memperoleh ilmu-ilmu itu, berupa benda-benda dan mantera-mantera.
Saya mulai mempraktekkan ilmu-ilmu itu, dan juga di dalam tubuh saya ditanam beberapa benda yang gunanya untuk beberapa hal :
Susuk di kening terbuat dari intan, kegunaannya untuk menarik penonton supaya menjadi simpatik, khususnya wanita.
Susuk ditanam di tangan kiri, terbuat dari suasa, untuk memainkan instrument dengan baik serta menghasilkan suara-suara yang merdu.
Susuk di tanam di tangan kanan untuk berkelahi dan membela diri. Juga ada benda-benda yang diberikan untuk menolong orang lain, yaitu untuk mengobati orang sakit dan menolong orang yang dirasuk setan. Ada sejenis ilmu hipnotis yang jarang saya gunakan dan ada beberapa keris yang merupakan “teman” yang setia untuk main judi, melihat nasib dan keadaan seseorang. Keris-keris itu dimandikan dan seringkali bergerak atau terbang sendiri. Keris-keris itu diperoleh pada waktu bertapa, dimana benda-benda itu keluar sendiri dari tempat keramat (kuburan). Ada lagi banyak bentuk okultisme yang diperaktekkan, tetapi kalau didaftar, tidak cukup dimuat disini.
3.Akibat-akibat keterlibatan dalam praktek okultisme
Akibat-akibat yang langsung yang saya alami ialah ketidaktenangan dalam hidup saya, tidak ada damai. Kalau memikirkan kematian maka hal itu merupakan bayangan yang mengerikan, kehidupan sexual yang tidak normal, sebab ada dorongan dari dalam yang memaksa saya untuk melakukan sesuatu yang saya tidak sukai. Wajah saya kelihatan pucat dan tidak bergairah, tidak tertarik dengan hal-hal rohani, atau soal-soal agama, benci melihat gereja dan tempat ibadah, mengalami kekacauan dalam rumah tangga, dan lain-lainnya.
4.Jalan kelepasan dari belenggu okultisme
Saya mengalami kelepasan melalui satu kelompok orang-orang Kristen yang sedang bersekutu dan berdoa. Ketika saya melewati tempat itu, saya terpesona, sebab sorang ibu menyanyikan sebuah lagu rohani yang sungguh diurapi Tuhan, sehingga tanpa saya sadari, saya sudah berada di tengah-tengah mereka dan disini saya melihat bahwa kelompok itu, bukanlah orang Kristen yang biasa-biasa saja, melainkan yang sudah mengalami pembaharuan serta hidup di dalam persekutuan dengan Tuhan. Kemudian saya dilayani oleh salah seorang dari mereka yang menjelaskan Injil kepada saya. Pada saat itu saya sadar bahwa saya adalah orang berdosa dan kemudian saya mengakui dosa-dosa saya sehingga mereka berdoa. Pada waktu mereka berdoa, semua susuk yang ada di dalam tubuh saya, jatuh keluar dari tubuh saya. Peperangan terjadi antara kuasa gelap dan kuasa Tuhan . Iblis berusaha untuk tidak menyerahkan saya begitu saja, sehingga tubuh saya diombang-ambingkan, tetapi karena doa saudara-saudara ini, saya mengalami kelepasan dari Tuhan, dan saya beroleh terang sehingga saya dibebaskan dan beroleh hati yang lapang dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat pribadi.
5.Akibat setelah dilepaskan dari belenggu okultisme
Setelah saya dilepaskan dari kuasa Iblis, saya mengalami pemeliharaan rohani dan pertolongan Tuhan secara bertahap-tahap, yaitu melalui kegiatan-kegiatan rohani seperti kebaktian di gereja, penelahaan Alkitab, persekutuan doa, kebaktian penyegaran rohani, paduan suara, seminar-seminar Pekabaran Injil serta pekan muda-mudi. Tetapi yang berkesan bagi saya ialah dalam pelayanan terhadap orang yang terlibat okultisme, di mana saya ikut mengambil bagian dalam pelayanan tersebut. Banyak rahasia Iblis yang ditelanjangi dan orang dilayani. Melalui pengalaman-pengalaman ini saya dihadapmukakkan langsung dengan kuasa-kuasa gelap, yaitu menghadapi mereka yang kerasukan setan, menghadapi dukun-dukun dan saya melihat sendiri, kemenangan-kemenangan atas roh-roh jahat oleh karena kuasa darah Tuhan Yesus, sebab di dalam Nama Tuhan Yesus setan takluk. Tuhan Yesus sungguh berkuasa dalam pelayanan hidup saya. Oleh sebab itu saya tidak hanya bersukacita karena setan-setan takluk melalui pelayanan saya, tapi bersukacita sebab saya diselamatkan dari si Jahat dan nama saya tersurat dalam surga.
“Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.Tetapi karena mereka melihat orang yang disembuhkan itu berdiri di samping kedua rasul itu, mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya. Dan setelah mereka menyuruh rasul-rasul itu meninggalkan ruang sidang, berundinglah mereka, dan berkata: "Tindakan apakah yang harus kita ambil terhadap orang-orang ini? Sebab telah nyata kepada semua penduduk Yerusalem, bahwa mereka telah mengadakan suatu mujizat yang menyolok dan kita tidak dapat menyangkalnya. Tetapi supaya hal itu jangan makin luas tersiar di antara orang banyak, baiklah kita mengancam dan melarang mereka, supaya mereka jangan berbicara lagi dengan siapa pun dalam nama itu." Dan setelah keduanya disuruh masuk, mereka diperintahkan, supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus.Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar." Mereka semakin keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga, sebab sidang tidak melihat jalan untuk menghukum mereka karena takut akan orang banyak yang memuliakan nama Allah berhubung dengan apa yang telah terjadi. Sebab orang yang disembuhkan oleh mujizat itu sudah lebih dari empat puluh tahun umurnya. ( Kisah Para Rasul 4:13-22 )
Bagaimana kesaksian Kristen bekerja menyatakan kuasa Allah ? Melalui kesaksian faktual, keberanian menyatakan kesaksian itu, dan kuasa Roh Kudus yang menyertai.
Meskipun berhadapan dengan para pemuka agama, Petrus dan Yohanes tidak merasa takut menyatakan kebenaran yang mereka imani. Dengan yakin Petrus memberikan argumentasi tentang kuasa Yesus yang telah memampukan mereka menyembuhkan orang lumpuh ( Kis 4:8-12). Begitu lancar Petrus mengemukakan pokok-pokok imannya, sehingga Mahkamah Agama tampaknya semula menganggap Petrus dan Yohanes adalah orang-orang yang terdidik secara khusus dalam pengetahuan agama. Maka ketika mengetahui bahwa Petrus dan Yohanes adalah orang biasa yang tidak terpelajar, Mahkamah agama merasa heran dengan kemampuan Petrus menjabarkan semua itu . Namun saksi hidup, yaitu orang lumpuh yang telah disembuhkan dan berdiri di dekat kedua rasul itu, membuat mereka tidak dapat memberikan sanggahan (Bdk Luk 21:15). Yang mereka bisa lakukan hanyalah mengancam Petrus dan Yohanesuntuk tidak mengkhotbahkan Yesus sebagai sumber mukzijat kesembuhan tersebut. Terhadap ancaman para pemimpin agama Yahudi, sikap Petrus dan Yohanes jelas dan tegas. Mereka menolak tunduk di bawah ancaman karena mereka telah berkomitmen untuk setia mutlak kepada Allah. Tepat seperti yang pernah dikatakan mengenai teolog Skotlandia, Jhon Knox“Ia begitu takut kepada Allah, sehingga ia tidak pernah merasa takut kepada manusia siapun juga” .
Keberanian berdiri tegak memberi kesaksian tentang Tuhan Yesus dengan risiko apapun adalah buah dari kuasa Roh Kudus dalam hidup orang percaya. Justru semakin kuat tekanan kepada iman Kristen, kesaksian iman pun semakin tampak dan berdampak dahsyat. Sebab itu jangan pernah takut kalau kita harus memberi pertanggungjawaban iman kepada siapapun.Mari kita bersaksi dan melayani dengan kekuatan kasih karunia dari Tuhan. Nyatakan iman kita dengan berani dan lihat bagaimana Roh kudus berkarya melalui kesaksian itu.
Kata Yeshua sekali lagi : " Akulah gembala yang baik.Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya" ( Yoh 10:11)
The friend of Shepherd
Perjamuan Mesianis
Jawab Yeshua kepada orang-orang disitu : " Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Elohim" ( Lukas 13 : 29)
Adalah seorang yang telah diselamatkan dan mengalami panggilan YAHWEH ELOHIM berdasarkan maksud kasih karunia-Nya sendiri untuk melayani jiwa-jiwa di ladang penginjilan,berbagi berkat dan bersaksi dalam pengenalan yang benar akan Elohim dan firman-Nya dan menguatkan serta meneguhkan iman warga jemaat melalui media internet dengan analisis alkitabiah (teologis), ilmu agama-agama (religika), sosiologis dan anthropologis.Dan memegang teologi reformed (Back to Bible) dan berakar ke Ibrani (Hebraic root/Judaism) yang merupakan ibu kandung gereja mula-mula.. Beliau beribadah di Kehilat Messianic Abba Kadosh-House of prayer--. Kiranya blog ini dapat menjadi berkat bagi kita semua dan untuk hormat dan kemuliaan bagi Tuhan Yeshua Hamashiach...Barukh HaShem.
Alamat e-mail kami.Alamat e-mail kami : cprm.reformed@yahoo.com atau sahabat.gembala@gmail.com
"Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas. Ia lebih berharga dari pada permata; apapun yang kauinginkan, tidak dapat menyamainya. Umur panjang ada ditangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan" ( Amsal 3: 13-16)
SILAHKAN ISI BUKU TAMU...YA..!/ Please...View or Sign Guestbook..!