Loading...

Tuesday, May 24, 2011

Penginjilan Melalui Teknologi Satelit Menjangkau Muslim Di Arab Saudi & Timur Tengah


"PENGINJILAN MELALUI TEKNOLOGI SATELIT MENJANGKAU MUSLIM DI ARAB SAUDI & TIMUR TENGAH"

Kesaksian Dan Kisah Nyata : "Jutaan Muslim MURTAD Karena Zakaria Boutrous"

Al-Qaeda mengumumkan Pendeta Koptik Kristen Zakaria Boutrous sebagai kafir yg paling di cari di seluruh dunia.. Al-Qaeda juga menawarkan upah sebesar USD $60Juta bagi kepala Boutrous. Al-Qaeda mengarahkan serangan pada penginjil Arab yg beroperasi di AS karena telah menyebarkan Injil kepada Muslim. oleh Joel C.Rosenberg untuk FlashTraffic. Anda mungkin belum pernah dengar nama Pendeta Zakaria Boutrous, tapi penting untuk mengetahui tokoh ini. Dia adalah penginjil Arab Amerika yg paling efectif,terkenal,kontroversial di dunia muslim. Dia bagaikan "Rush limbaugh" bagi para revivalis. Khotbahnya lucu,cerdas,meyakinkan,dan provokatif. Musuh-musuhnya tidak hanya ingin membungkamnya, tapi membunuhnya sekalian..Minggu lalu aku dapat kehormatan mewawancarai Boutrous melalui telepon dari tempat tinggalnya yang tersembunyi. Dia mengatakan padaku bahwa dia baru saja tahu website Al-Qaeda memasang fotonya dan menyebutnya sebagai Kafir yang paling di cari di seluruh dunia. Mereka juga memasang harga bayaran bagi kepalanya. Christian Brodcasting Network melaporkan bahwa harga kepalanya seharga $60 juta. Boutrous sendiri tidak tahu harga tepatnya.Bandingkan dengan kepala Osama Bin Laden yg di hargai oleh Amerika seharga $25 Juta saja...

Kenapa ya para muslim sangat benci dan jengkel dengan pendeta tua Koptik Kristen dari Mesir yg sudah berusia 70 tahun ini..? Jawabnya adalah Boutrous memerangi Islam melalui udara, dan dia menang....Boutrous mengabarkan Injil melalui teknologi satelite canggih yg mampu menembus benteng-benteng para pemerintah Islam yang menahan penginjilan di tanah Islam..Dengan begitu Boutrous secara langsung menantang Muhammad sebagai nabi, dan Alquran sebagai firman allah SWT. Secara sistematis dia membahas kehidupan Muhammad, kisah cintanya, untuk menunjukan sifat aslinya yg buruk dan penuh dosa. Dia membahas Alquran dengan seksama, ayat demi ayat, sambil menunjukan isinya yg bertentangan satu sama lain dan tiadanya konsistensi pesan. Tidak hanya kesalahan Islam saja yg dia jabarkan, tapi juga penyampaian pesan pada muslim bahwa Yesus mengasihi mereka dan bersedia menerima dan mengampuni mereka. Jika hal ini di lakukan Boutrous secara diam-diam, atau jika siaran TV satelite nya tidak ada yang nonton, maka tentulah tidak ada keributan yg di timbulkan. Tapi program TV nya berlangsung selama 90 menit dengan pesan campuran antara khotbah, Ajaran dan jawaban dari para penelpon di seluruh penjuru dunia. Program TV nya di tayangkan empat kali dalam seminggu dalam bahasa Arab, yg merupakan bahasa asli.

Boutrous, di jaringan TV Staelite bernama Al Hayat [ TV Hidup]. Siaran TV ini bisa di lihat di seluruh negara-negara Afrika Timur,Timur Tengah,Asia Tengah, dan juga seluruh Amerika Utara,Eropa,Australia,dan New Zealand.. Tidak hanya bisa di tonton dimana saja, Tapi juga di tonton oleh sekitar 50 juta Muslim setiap hari. Akibatnya, Boutrous.. yang sudah mengudara semenjak tahun 2003 telah menjadi nama yang terkenal di dunia muslim. Koran Arab menganggap nya sebagai "Musuh Masyarakat Islam" nomor satu di tanah Arab. Jutaan muslim membencinya namun tetap menontonnya dan mendengarkannya yg tidak bisa di blockir oleh pemerintah masing-masing negara. Ketika Boutrous menantang imam-imam radikal muslim untuk menjawab tuduhan-tuduhan nya terhadap Islam dan Alquran, jutaan penonton muslim menunggu bagaimana para imam akan menjawabnya. Tapi semakin banyak muslim radikal menyerangnya, Boutrous justru semakin terkenal. Semakin banyak pula muslim mengamati, semakin banyak pula muslim yang akhirnya berkesimpulan bahwa Boutrous benar dan mereka pun "Murtad" dan beralih ke agama Kristen. Boutrous memperkirakan bahwa sekitar 1.000 muslim per bulan berdoa untuk menerima Yesus sebagai Juru Selamat mereka melalui telepon gengamnya.. Sebagian muslim menerima Yesus di siaran TV bersama Boutrous.

Boutrous yakin kebanyakan Muslim bukanlah Muslim Radikal. Tapi dia menjelaskan bahwa muslim tersesat secara rohani dan dia ingin sekali menolong mereka mendapatkan jalan kembali kepada Tuhan yang mencintai mereka.

Sejumlah Faktor yg mempengaruhi fenomena Boutrous ini :

PERTAMA : Bentuk media baru : khususnya TV satelite dan Internet memungkinkan orang bertanya tentang Islam tanpa takut dianiaya atau di bunuh. Ini mengakibatkan untuk pertama kalinya penonton Muslim bahkan dari Saudi Arabia dimana Injil- Injil disita dan di bakar-menelpon show ini untuk berdebat dengan Boutrous dan bahkan menyatakan kemurtadan mereka dan masuk Kristen.

KEDUA : Siaran TV Boutrous dalam bahasa Arab. Bahasa sekitar 200 juta orang, kebanyakan muslim. Kemahiran Boutrous berbahasa Arab Klasik tidak hanya memungkinkan mencapai penonton yang lebih luas, dan memungkinkan juga untuk membahas lebih dalam literatur Arab yang berjilid-jilid sehingga melaporkan kepada muslim-muslim KTP tentang kepincangan-kepincangan dalam Islam.

KETIGA : Analisanya tidak dapat di bantah. Contoh pembahasan tentang "apakah jihad sebuah kewajiban bagi semua muslim?" "Apakah wanita lebih rendah dari pria dalam islam?" "Benarkah Muhammad mengatakan bahwa monyet-monyet wanita harus di rajam dengan batu.?" "Apakah minum meminum air kencing nabi memang di wajibkan Shariah.?" Boutrous menjawab setiap pertanyaan dengan kutipan dari sumber-sumber Islam yg jelas, dari teks Quran,Hadist dan teologi-teologi muslim ternama dari dulu sampai sekarang. Dan ternyata, tangapan ulama sering dalam bentuk bungkam kesumat, yang membuat siaran-siaran Boutrous semakin mengiurkan bagi penonton muslim.

Ulama sering merujuk kepada kesimpulan-kesimpulan Boutrous mau tidak mau bahkan malah menyatakan persetujuan mereka dengan Boutrous - sehingga sering membuat wajah-wajah merah malu pada siaran TV secara langsung tersebut. CONTOH PALING DRAMATIS pada Siaran TV International, Iqra. Sang pembawa acara, basma, Muslimah konsevatif berjilbab, menanyakan kepada 2 orang ulama termasuk Sheikh Gamal Quatb yang pernah menjabat sebagai mufti agung Universitas Al-Azhar untuk menjelaskan legalitas ayat Quran [4:24] yg mengijinkan lelaki untuk memperkosa wanita-wanita tahanan perang. Ia berulang ulang kali menanyakan "Betulkah menurut Shariah, Sex dengan budak masih berlaku..?" Kedua ulama tidak dapat memberikan jawaban yang pasti dan jelas, bahkan mereka cuma bisa OOT [Out of topic] sambil mengutuk Yahudi...!! Bahkan Basma menegaskan kembali : "pemuda-pemuda muslim bingung dan perlu "JAWABAN SEGERA" karena ada sebuah siaran TV khusus dan seorang lelaki yang mendiskusikan masalah ini selama 20 tahun dan belum juga mendapatkan tanggapan dari kalian" Sheikh Qutb yang wajahnya merah padam berteriak "Percuma menanggapi orang-orang hina macam itu..!" dan angkat kaki dgn marah dari set film. Ia kemudian kembali lagi, tapi menolak untuk mengakui bahwa Islam memang mengijinkan budak-budak sex dan malah menghabiskan waktu untuk mengumpat dan mengutuk Boutrous.

Ketika Basma mengatakan bahwa " Sebanyak 99% Muslim,termasuk saya tidak mengerti masalah pergundikan dalam Islam dan sulit untuk menerimanya".Sang Sheikh menjawab "Kalian tidak perlu mengerti..!" Dan bagi muslim-muslim yang menonton dan di pengaruhi Boutrous, ia menghardik "Itu urusan kalian.!" Kalau putera saya sakit dan memilih untuk mengunjungi seorang mekanik dan bukan seorang dokter..! maka itu urusan dia..! Namun sukses Boutrous adalah tujuannya untuk menyelamatkan jiwa muslim. Ia selalu memulai dan mengakhiri siarannya dengan menyatakan bahwa ia mencintai semua muslim dan ingin menjauhi mereka dari kepalsuan-kepalsuan dan membawa mereka menuju suatu "KEBENARAN".DENGAN DEMIKIAN FATHER ZAKARIA BOUTROUS MEMERANGI API DENGAN API...! "Keep on Fire Soldier Of Christ" @Wassalam.com

Sumber :

Facebook : LEBIH DARI 55 JUTA KRISTEN di INDONESIA

https://www.facebook.com/video/video.php?v=115814141802349&comments


Zakaria Boutrous:

Teknologi satelit, radio, internet dan masih banyak cara yang lain dapat menjangkau Muslim di mana mereka berada dan cara ini menjaga privasi mereka. Mereka bisa mendengar siaran dari TV satelit sendirian dan juga melihat internet saat sendirian. Hal ini penting karena bagi Muslim berbahaya untuk mencari tahu tentang agama Kristen atau mendengarkan khotbah agama Kristen.Dengan demikian mereka ingin menjaga privasi mereka. Mereka takut akan sesama Muslim jika ketahuan.

Wartawan:

Apa yang Anda ketahui tentang pertumbuhan umat Kristen di dunia Islam. Apakah ada keterangan data jumlah mereka?

Zakaria Boutrous:

Terdapat jutaan orang yang menerima Kristus, mereka adalah para Muslim murtad yang lalu memeluk Kristen. Misalnya 10.000 orang dari Aljeria setiap tahun, dan 45.000 dari Maroko setiap tahun, 50.000 dari Saudi Arabia setahun, dan dari seluruh Afrika terdapat 6 juta Muslim murtad setahun. Dari Mesir saja terdapat 1 juta Muslim murtad dan lalu memeluk Kristen.

Wartawan:

Wow! Ada berita bahwa ada beberapa imam yang murtad meninggalkan Islam juga. Dapatkah Anda memberi keterangan tentang hal itu?

Zakaria Boutrous:

Betul itu. Ada seorang imam dari mesjid di Timur Tengah yang murtad, saya tak mau memberitahu dari negara mana. Dia menonton TV satelit kami, membaca Alkitab, dan lalu memeluk Kristen, dan datang ke gereja untuk meminta para pendeta berdoa baginya karena dia punya kelompok imam-imam lainnya yang mempelajari keterangan dari TV satelit kami guna mencari kebenaran. Setelah itu mereka mulai membaca Alkitab. Minggu ini, seorang imam dari kelompok ini beserta seluruh keluarganya dibaptis. Puji Tuhan.


Soli Deo Gloria

Sumber : http://indonesia.faithfreedom.org/


Thursday, May 12, 2011

Kesaksian Dan Kisah Nyata Chariah Dari Keluarga Muslim Malaysia Masuk Kristen : “ Siapakah Allah Yang Sebenarnya !”


Kesaksian Dan Kisah Nyata Chariah Dari Keluarga Muslim Malaysia Masuk Kristen : “ Siapakah Allah Yang Sebenarnya !”


Saya telah dilahirkan anak lelaki kepada keluarga Muslim di Malaysia. Keluarga kami mempunyai tradisi keagamaan dan politik yang panjang dan penting di Malaysia. Sebagai orang-orang kenamaan di dalam sebuah negara Islam, agama Islam telah memainkan peranan utama dalam semua aspek kehidupan seharian kami.

Saya telah dibesarkan mengikut adat istiadat Islam, diajar bahasa Arab, pendidikan Al-Qur’an, upacara-upacara penyucian, doa, puasa dan sebagainya. Tetapi saya juga mempunyai kesempatan untuk kerap mengembara dan bermastautin semasa kecil di berbagai-bagai negara asing dan menimba ilmu pengetahuan mengenai kebudayaan-kebudayaan dan agama-agama yang berlainan. Saya berpeluang berkenalan dengan penganut-penganut agama Buddha, Hindu, Yahudi, Kristian dan teramat ingin tahu, yang manakah satu-satunya agama yang betul. Memang jelas tidak mungkin adanya Allah yang Esa tetapi ada pula pelbagai jalan untuk mengenal Dia kerana ajaran dan perintah-perintah setiap agama itu kerap bercanggah; maka tidak mungkinlah Allah yang sama yang memberi ajaran agama-agama tersebut kepada manusia. Renungilah alam ciptaan-Nya! Belajarlah hukum-hukum fizik. Setiap hari kita dapat menikmati seorang Pencipta dengan kebijaksaan, pengetahuan dan logik yang tidak terbatas! Selanjutnya, Pencipta ini tidak mungkin begitu mengelirukan dan kelam kabut seperti yang dilambangkan oleh agama-agama di dalam dunia ini.

Saya teringat kepada satu peristiwa ketika berumur enam tahun. Oleh kerana darjatnya ayah sering ke merata-rata tempat sehingga kadang-kadang saya tidak bertemu dengannya untuk berbulan-bulan. Pada suatu hari, saya amat merinduinya dan ingin bertemunya. Terlintas pada fikiran saya pula untuk berdoa kepada Allah agar membawa ayah pulang. Tetapi pada ketika itu, timbul pula masalah yang besar! Saya maklum akan bagaimana berdoa dalam bahasa Arab dan juga upacara penyucian tetapi saya tidak erti langsung bagaimana berdoa kepada Allah untuk keperluan yang khusus. Saya tidak mampu berdoa kepada Allah untuk hasrat itu dalam tertib yang berpatutan, disusuli dengan ayat-ayat yang betul dan teratur bentuknya. Saya hanya mengenal Allah sebagai Tuhan yang sangat, sangat jauh. Dia Tuhan Kudus yang hanya dapat dijangkau melalui pendalaman ilmiah Al-Qur’an berserta perintah-perintah di dalamnya, upacara-upacara penyucian yang betul serta Bahasa Arab yang betul. Sebaliknya, saya mempelajari bahawa agama Kristian itu sebagai agama yang mudah, berasaskan kasih dan maaf – yang sentiasa sedia menerima mereka yang lemah dan tidak layak. Saya selalu kagum apabila menonton filem-filem Kristian semasa kecil. Sebagai contoh, dalam kisah Quo Vadis, golongan orang Kristian yang ditindas dan diseksa oleh orang Rom, dengan hati yang rela sedia memaafkan perbuatan orang Rom yang keji itu. Golongan orang Kristian itu kemudiannya telah dibuang untuk dibaham singa-singa buas yang lapar di gelanggang perlawanan (amphitheater). Berhadapan dengan maut, mereka mula memuji dan menyembah Tuhan mereka. Saya dapat merasai satu tenaga kuat yang tidak dapat dijelaskan tersebar daripada kumpulan Kristian itu. Mereka lemah, namun kuat. Mereka menghadapi maut, tetapi pasti akan hidup untuk selama-lamanya. Saya sangat kagum tetapi juga keliru. Akhirnya, saya membuat keputusan untuk berdoa dengan neutral dan memohon kepulangan ayah tidak lewat dari esok.

Pada keesokan harinya, terdapat ketukan di pintu. Ketika saya membuka pintu, terlihatlah wajah ayah yang bersenyum ke arah saya. Ayah memaklumkan bahawa dia mahu memeranjatkan kami dengan kepulangannya! Alangkah gembiranya perasaan saya dan saya tahu bahawa doa saya itu telahpun dikabuli Allah. Pada waktu itu, saya sudah yakin akan kewujudan Allah. Tetapi masih terletak pada hati saya azam untuk mengetahui siapakah Allah yang sebenarnya!

Ketika di tanahair, saya dapati bahawa adat istiadat dan hukum-hukum Islam sukar dituruti. Semasa bulan Ramadan bulan puasa, saya dilarang menelan air liur. Apabila saya terkentut selepas membersihkan diri sebelum bersembahyang, haruslah membersihkan diri sekali lagi. Jika pula menguap, ayat-ayat Al-Qur’an mesti dibaca untuk mencegah diri dari dirasuk oleh makhluk halus yang masuk melalui mulut. Saya juga dilarang menyentuh anjing, mahupun bermain dengan anjing mainan. Antara barang kepunyaan saya ialah rantai leher yang terhias dengan ayat-ayat suci yang mesti ditanggalkan sebelum ke tandas. Terdapat beribu-ribu lagi perintah-perintah yang harus ditaati sehingga saya menjadi sangat takut sekiranya melakukan kesilapan dan seterusnya gagal. Maka, saya tidak dapat menemui ketenteraman jiwa.

Pada satu ketika, saya telah menerima sebuah Al-Kitab dan mula membacanya. Saya membaca keempat-empat Injil Matius, Markus, Lukas dan Yahya di dalam Perjanjian Baru. Setiap ayat yang dibaca menyeru kepada hati saya. Saya dapati bahawa di depan Allah, kita semua pendosa. Tidak kira betapa kuat dan tekunnya kita cuba memenuhi kehendak hukum-hukum itu, kita tidak mungkin akan berjaya. Ini kerana Allah itu lebih Kudus dari yang disangka. Cuma satu dosa memadai dalam hidup kita untuk membatalkan kemasukan kita ke dalam Syurga. Tambahan pula saya mengakui bahawa saya telah berdosa sekurang-kurangnya sekali di dalam hidup saya. Tetapi Allah telahpun berfirman: (Efesus 2:8) “Hal ini demikian, kerana dengan rahmat Allah, kamu diselamatkan oleh sebab kamu percaya kepada Yesus. Penyelamatan itu bukan hasil usaha kamu sendiri, melainkan kurnia Allah.”

***

Pada satu hari, ayah dan saya sakit tenat. Saya telah menemui beberapa orang doktor, tetapi mereka semua tidak berjaya menentukan jenis penyakit itu. Biarpun saya memakan semua ubat yang diberikan, saya merasa letih dari hari ke hari. Saya telah hilang berat badan sebanyak dua belas kilogram dan terasa bahawa sudah hampir tiba masanya untuk menemu ajal. Kemudian barulah saya mula berdoa kepada Allah. Saya mengaku segala dosa-dosa saya dan memohon ampun dari Allah. Saya menerima korban yang diberi Allah melalui anak-Nya Yesus Al-Masih dan kematian Yesus sebagai ganti saya untuk dosa-dosa saya. Walaupun saya tidak terdaya untuk makan, berdiri atau melakukan apa-apa perkara yang fizikal – saya berupaya untuk berdoa dan bersedia untuk bertemu dihakim-Nya pada Hari Kiamat buat selama-lamanya. Memanglah menjadi hasrat saya untuk ke syurga.

Setelah empat atau lima hari terlantar di dalam bilik tanpa rawatan, saya dimasukkan ke dalam hospital. Di masa yang sama, ayah dimasukkan ke dalam Unit Rawatan Rapi (ICU). Pada satu pagi, saudara-mara saya telah mengejutkan saya dari tidur dan menyampaikan berita sedih bahawa ayah telahpun meninggal dunia…

Punca rasmi kematian arwah ayah ialah kerana lemah jantung. Tetapi sebenarnya, doktor-doktor tidak dapat mengenal pasti punca penyakit yang dihidapi kedua-dua ayah dan saya. Terdapat khabar angin bahawa kami berdua telah diracun ataupun mangsa-mangsa ilmu sihir. Saya percaya bahawa saya masih hidup kerana firman-Nya di dalam Markus 16:17-18 yang berbunyi “Kepada mereka yang percaya akan diberi tanda-tanda ini: Mereka akan mengusir roh jahat demi nama-Ku; mereka akan berkata-kata dalam bahasa yang tidak diketahui. Jika mereka memegang ular atau meminum racun, mereka tidak akan mendapat celaka. Jika mereka meletakkan tangan pada orang sakit, orang sakit akan sembuh”

Beberapa tahun kemudian saya telah menghidap penyakit batin pula dan pakar psikologi tidak dapat membantu saya. Saya terkenang akan kepada Allah, yang mampu menolong dalam situasi-situasi yang rumit; Allah yang menyebabkan orang yang beriman kepada-Nya rela memaafkan musuh-musuh mereka dan menyembah Dia ketika berhadapan maut di gelanggang lawan itu (amphitheater); Allah yang mampu memulihkan apabila seorang itu terminum racun dan juga yang rela membantu ketika kemasyghulan. Secara kebetulan isteri saya telah membawa saya ke upacara ibadat seorang Evangelist (pengkhabar Berita Baik) Amerika (Ray Jennings). Di sanalah kami sekeluarga menukar kepercayaan kepada agama Kristian. Si Evangelist itu menumpangkan tangannya di atas saya lalu berdoa untuk penyembuhan saya. Dengan serta-merta, saya dipulihkan menurut firman Allah: “Kepada mereka yang percaya akan diberi tanda-tanda ini: … jika mereka meletakkan tangan pada orang sakit, orang sakit akan sembuh”

Pada hari ini saya bergerak dengan kehadiran Allah dalam hidup saya dan saya tahu bahawa Dia bersama saya. Kerana itu, saya mahu kamu tahu, wahai si pembaca Muslim, bahawa Allah yang Esa dan benar yang diperkisahkan Al-Kitab itu akan juga bersama-sama kamu apabila kamu membuat keputusan untuk mengikut cara yang ditunjukkan Isa.


Sumber : Kisah Nyata dan Kesaksian Kristen

Website : http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/

Tuesday, May 3, 2011

Renungan dan Kesaksian : “Rahasia Besar di Balik Tsunami Aceh”



Renungan dan Kesaksian : “Rahasia Besar di Balik Tsunami Aceh”


Cerita ini adalah kisah nyata dan rahasia di balik terjadinya tsunami Aceh dengan kesaksian 400 orang umat Kristen bahwa kisah ini sungguh terjadi...

Bencana Raya Tsunami Aceh 2004 sudah lama berlalu, tapi tak seorangpun yang akan pernah melupakannya. Prahara itu setara dasyatnya dengan Bom Hiroshima dalam catatan sejarah bumi ini. Sampai kapanpun orang tidak akan pernah lupa pada Tsunami Aceh, dan seluruh umat manusia, keturunan demi keturunan, akan terus mengenangnya.Orang akan tetap mengingatnya sebagai bencana alam terbesar sepanjang zaman modern.

Tak seorangpun yang akan lupa betapa stasiun-stasiun TV menayangkan video-video mengerikan: mayat-mayat manusia bergeletakan tak berarti di jalan-jalan, di trotoar, di lapangan, di selokan-selokan, tergantung di tiang listrik, di atas pohon dan tempat-tempat lain. Para reporter melaporkan langsung dengan berdiri di sekitar tumpukan mayat berserakan, bagai tumpukan ikan di pasar ikan.

Tapi adakah yang tahu rahasia besar di balik peristiwa dahsyat itu? Sekaranglah saatnya rahasia itu diungkapkan secara luas, agar menjadi peringatan besar bagi dunia, sama seperti Bahtera Nuh menjadi peringatan akan bengisnya murka Allah atas manusia di jaman itu.

Berikut ini saya salin dari catatan harian saya dari tahun 2005 lalu.

“Tadi pagi saya mendengar cerita yang menggetarkan dari tante saya. Beliau adik perempuan ibu saya, yang baru tiba dari Pekan Baru-Riau beberapa hari lalu ke kota ini, untuk meninjau anaknya yang sekolah disini. Cerita itu terlalu mengguncangkan sampai saya merinding mendengarnya dan memutuskan untuk menulisnya disini. Beliau bercerita tentang sebuah peristiwa yang luput dari pers, yang menjadi awal dari bencana besar Tsunami Aceh 2004 lalu”

Tanggal 24 Desember 2004, sebuah jemaat gereja berjumlah kira-kira 400 jiwa di Meulaboh, Aceh Darussalam, sedang kumpul-kumpul di gedung gereja untuk persiapan Natal, tiba-tiba mereka didatangi segerombol besar massa berwajah beringas. Mereka adalah warga kota, tetua-tetua kota, aparatur pemerintah serta polisi syariat. Massa ini dengan marah mengultimatum orang-orang Kristen itu untuk tidak merayakan Natal. Tetapi pendeta dan jemaat gereja itu mencoba membela diri, kurang lebih berkata:

“Mengapa Pak? Kami kan hanya merayakan hari besar agama kami. Kami tidak berbuat rusuh atau kejahatan kok. Acara besok untuk memuji dan menyembah Tuhan kok, Pak. Yakinlah, kami tidak akan mengganggu siapapun.”

Tetapi massa itu tidak menggubris dan kurang lebih berkata:

Sekali tidak boleh, ya tidak boleh! Ini negeri Islam! Kalian orang-orang kafir tidak boleh mengotori kota kami ini! Dengar, kalau kami membunuh kalian, tidak satupun yang akan membela kalian, kalian tahu itu!?”

Tetapi orang-orang Kristen itu tetap berusaha membujuk-bujuk massa itu. Lalu massa yang ganas itu memutuskan begini: “Kalian tidak boleh merayakan Natal di dalam kota. Kalau kalian merayakannya disini, kalian akan tahu sendiri akibatnya! Tapi kalau kalian tetap mau merayakan Natal, kalian kami ijinkan merayakannya di hutan di gunung sana!!”

Setelah mengultimatum demikian, massa itupun pergi. Lalu pendeta dan jemaat gereja itu berunding, menimbang-nimbang apakah sebaiknya membatalkan Natal saja, ataukah pergi ke hutan dan bernatal disana. Akhirnya mereka memilih pilihan kedua. Lalu berangkatlah mereka ke hutan, di daerah pegunungan. Di suatu tempat, mereka mulia membersihkan rumput dan belukar, mengikatkan terpal-terpal plastik ke pohon-pohon sebagai atap peneduh, lalu mulai menggelar tikar. Besoknya, 25 Desember 2004, jemaat gereja itu berbondong-bondong ke hutan untuk merayakan Natal.

Perayaan Natal yang sungguh memilukan sekali. Mereka menangis meraung-raung kepada Tuhan, meminta pembelaanNya. Sebagian besar mereka memutuskan menginap di hutan malam itu.

Lalu pagi-pagi buta sekali, ketika hari masih gelap, istri si pendeta terbangun dari tidur. Ia bermimpi aneh, membangunkan suaminya dan yang lain. Dalam mimpinya itu TUHAN YESUS datang kepadanya, menghiburnya dengan berkata:

Kuatkanlah hatimu, hai anakKu. Jangan engkau menangis lagi. Bukan kalian yang diusir bangsa itu, tetapi Aku! Setiap bangsa yang mengusir Aku dan namaKu dari negeri mereka, tidak akan luput dari murkaKu yang menyala-nyala. Bangunlah dan pergilah ke kota, bawa semua saudaramu yang tertinggal disana ke tempat ini sekarang juga, karena Aku akan memukul negeri ini dengan tanganKu!”

Lalu mereka membahas sejenak mimpi itu. Sebagian orang menganggap itu mimpi biasa, menenangkan si ibu pendeta dengan berkata kira-kira begini: “sudahlah Ibu, jangan bersedih lagi. Tentulah mimpi itu muncul karena ibu terlalu sedih”. Tetapi sebagian lagi percaya atau agak percaya bahwa mimpi itu memang betul-betul pesan Tuhan. Akhirnya mereka memutuskan mengerjakan pesan seperti dalam mimpi itu. Beberapa orang ditugaskan ke kota pagi buta itu juga untuk memanggil keluarga-keluarga jemaat yang tak ikut bernatal ke hutan.

Ketika pagi hari, sekitar pukul 7 s/d 8 pagi mereka semua telah berada kembali di pegunungan, mereka dikejutkan goncangan gempa yang dasyat sekali. Tak lama kemudian, peristiwa Tsunami Besar itupun terjadi.

Sekarang, pendeta gereja yang selamat itu telah pergi kemana-mana, mempersaksikan kisah luar biasa itu ke gereja-gereja di seluruh Indonesia, termasuk ke gereja dimana tante saya beribadah, di Pekan Baru.

Saya tidak tahu kebenaran cerita tante saya itu, sebab dialah orang satu-satunya yang pernah bercerita begitu pada saya.Itulah sebabnya saya tulis dulu di buku harian ini supaya saya tidak lupa dan supaya bila kelak saya telah mendengar cerita yang sama dari orang lain, barulah saya akan percaya dan akan saya ceritakan kepada sebanyak-banyaknya orang”.

Saudara dalam Yesus,

Beberapa waktu lalu, saya teringat pada catatan itu lalu terpikir untuk surfing di internet ini, apakah ada orang lain yang mendengar kesaksian yang sama. jika ada, berarti tante saya itu tidak membual pada saya, dan berarti peristiwa itu benar terjadi.

Lalu apa yang saya temukan? Saya BENAR-BENAR menemukannya setelah dengan susah payah membuka-buka banyak situs. Salah satunya saya temukan di pedalaman salib.net.

Itulah sebabnya catatan harian itu saya publikasikan di blog ini untuk saudara publikasikan lebih luas lagi ke seluruh dunia. Biarlah seluruh dunia tahu bahwa Tuhan kita Yesus Kristus adalah satu-satunya Tuhan dan Ia sungguh-sungguh HIDUP!
Haleluyah!!


Immanuel


Sumber : http://jordi920.skyrock.mobi/2860014512-RAHASIA-BESAR-DI-BALIK-TSUNAMI-ACEH.html


Sumber : Google