Wednesday, October 6, 2010

Kesaksian Dan Kisah Nyata : “ Kisah Pertobatan Seorang Dukun dan Paranormal Yang Memiliki Ilmu Kebatinan (Kadigdayan Gaib) Dari Keluarga Keraton Jawa



Kesaksian Dan Kisah Nyata : “ Kisah Pertobatan Seorang Dukun
dan Paranormal Yang Memiliki Ilmu Kebatinan (Kadigdayan Gaib) Dari Keluarga Keraton Jawa“



Ilmu hitam dan ilmu putih vs Kebenaran
(Kisah nyata: DR. dr. RM. Tedjo Oedono Oepomo)

Dr tedjo.
Aku dilahirkan di dalam lingkungan keluarga keraton. Dan keluargaku adalah trah keluarga dukun keraton. Sejak kecil aku sangat mengagumi ilmu-ilmu kadigdayan gaib yang dimiliki oleh para sesepuh keluarga. Kakekku memiliki ilmu yang sangat tinggi. Ia bisa menghilang. Bahkan hadir di empat tempat yang berbeda dalam waktu yang bersamaan. Beliau juga mampu menyembuhkan berbagai penyakit dengan tenaga gaibnya.

Keluarga Dukun Keraton

Di lingkungan keraton, sejak usia sekolah dasar aku mendapatkan guru-guru khusus. Mereka mengajarkan tentang berbagai ilmu agama dan falsafah Jawa. Salah satunya adalah ilmu kebatinan. Aku sangat tertarik dan tekun mempelajari ilmu-ilmu ini. Selain kekagumanku pada misteri keajaibannya, melalui ilmu-ilmu ini aku juga ingin hidup mendekatkan diri pada Tuhan yang Maha Kuasa.

Ilmu-ilmu Perdukunan

Di dalam ilmu perdukunan dan kebatinan dikenal adanya empat tingkatan. Yaitu tingkat kasantosan, kadigdayan, kawijayan dan kasampurnan. Kasantosan berarti menguasai berbagai ilmu dasar seperti mendapatkan dan memelihara jimat-jimat, ilmu kekebalan dan gendam. Kadigdayan, selain menguasai ilmu dasar, juga menguasai ilmu yang lebih tinggi lagi. Seperti ilmu santet, ilmu terawang. Berikutnya adalah kawijayan. Di tingkat ini seseorang akan memiliki kemampuan rogoh sukma dan transfer roh-roh. Sedang kasampurnan adalah tingkatan tertinggi dalam ilmu perdukunan. Orang itu menyatu dengan roh yang dia ikuti dan ini kekuatannya sangat tinggi sebanding dengan roh yang dia ikuti itu.


Untuk mendapatkan ilmu-ilmu ini, tidaklah mudah jalan dan caranya. Berbagai-bagai syarat dan ritual harus dijalani dengan berbagai resikonya. Banyak yang gugur sebagai murid perdukunan dan tidak sedikit yang menjadi gila. Karena sulitnya itu, aku menganggap inilah jalan “Tuhan” yang sejati.

Menjadi Murid dan Guru

Minatku belajar okultisme atau ilmu perdukunan makin bergairah dan aku termasuk seorang anak yang dianggap sangat berbakat. Hal ini tidak mengherankan. Karena sejak dalam kandungan aku telah di “doa” kan oleh kedua orang tuaku dan para sesepuh keluarga. Dengan harapan, aku kelak menjadi orang yang memiliki kadigdayan atau memiliki kemampuan yang tinggi dalam ilmu kabatinan. Berbagai ilmu telah aku kuasai sejak masa kecilku, diantaranya ilmu santet, ilmu pellet, ilmu terawang, ilmu gendam, telepati atau ilmu sirep, kekebalan dan lain-lain. Oleh sebab itu, aku menjadi anak yang sangat popular, disegani dan ditakuti di lingkunganku pada waktu itu. Inilah yang menjadi akar dari adanya rasa kesombongan dalam diri seseorang yang belajar ilmu kebatinan. Diakui atau tidak diakui, ia akan merasa lebih super daripada manusia-manusia lainnya, demikian juga keadaanku pada waktu itu.
Selain menjadi murid, aku juga seorang guru. Aku mengajarkan ilmu kebatinan ini kepada murid-muridku sendiri. Dan murid-mu itu rata-rata umurnya lebih tua dari aku bahkan ada orang-orang yang sudah lanjut usia. Waktu itu aku masih duduk di kelas 5 SD, namun secara ilmu aku dianggap lebih tua. Dan ini terus berlangsung sampai aku dewasa dan kuliah di fakultas kedokteran.

Mempraktekkan Ilmu

Bagi seseorang yang telah mendapatkan ilmu, mempraktekkan ilmunya adalah sesuatu kebanggaan dan kepuasan tersendiri. Waktu kecil aku telah mempraktekkan ilmu santetku. Suatu hari aku dikecewakan dan dicaci maki oleh seseorang penjahit pakaian. Karena tidak terima atas perlakuannya ini, maka aku santet orang itu. Yaitu dengan menempatkan seekor kodok dalam baskom yang berair. Melalui mulut kodok itu aku masukan satu balon udara kedalam perutnya dengan ujung balon menjulur keluar. Aku meditasi dengan membaca mantra-mantra sambil memandang foto orang itu, balon aku tiup, maka perut kodok itu menjadi menggelembung. Kemudian aku ikat dan aku lepaskan kodok itu di baskom tadi. Di rumahnya, penjahit itu tiba-tiba perutnya menggelembung dan merasakan kesakitan. Dia telah kena ilmu santetku. Dia keluar masuk rumah sakit sampai uangnya habis tapi penyakitnya tidak ditemukan dan tidak sembuh-sembuh. Kemudian dia pergi ke seorang dukun.
Dukun itu memberitahu si penjahit agar datang ke rumah seorang anak yang pernah dia caci maki untuk minta maaf. Karena anak kecil itu adalah seorang dukun. Ketika penjahit itu datang dan minta maaf. Mudah saja bagiku menyembuhkan orang itu, aku cabut balon itu dari katak dan orang itupun sembuh. Itulah keasyikannya. Ilmu lain yang juga aku praktekkan adalah ilmu gendam. Jika aku ingin makan durian, aku tidak perlu membelinya. Aku datangi saja penjual duren. Kemudian aku tepuk orang itu, maka dia akan memberikan duren-duren yang aku minta tanpa membayar. Nanti kalau aku sudah pergi, penjual itu akan kebingungan karena beberapa durennya tidak ada. Kemudian dia sadar bahwa dia telah kena tipu dengan menggunakan ilmu gendam, istilah umumnya adalah ilmu tepuk.

Aku juga punya ilmu untuk menebak nomor buntutan. Tinggal siapa yang membayar lebih banyak. Bandarnya atau pembelinya. Karena bagiku mudah saja menebak nomor yang akan keluar. Dari sini aku bisa mendapatkan uang banyak sekali. Maka sejak kecil aku menjadi tidak menghormati dan meremehkan orang tua, karena sudah bias mencari uang sendiri. Bahkan biasa mengambil uang yang disimpan orang tua di almari besi yang terkunci. Karena aku punya tuyul-tuyul. Tinggal memerintahkan tuyul itu untuk mengambil uang. Dari sini seharusnya sudah dapat aku sadari, sebenarnya siapa yang aku ikuti. Namun karena terpesona dengan kemampuan-kemampuan gaib itu, maka hati menjadi tertutup dan tidak mau menanyakan lagi siapa sebenarnya di balik ilmu-ilmu itu.

Keluar Dari Ilmu Hitam

Dengan seringnya mempraktekan ilmu gendam dan beberapa ilmu lainnya, lama-lama timbul kesadaran dalam diri. Aku ini dari keluarga terhormat dan bapak ku adalah seorang professor di perguruan tinggi terkenal dan tokoh masyarakat. Sebagai anaknya perasaanku menjadi tidak enak dengan perbuatan-perbuatan ku itu. Kemudian aku keluar dari perguruan ilmu hitam masuk ke perguruan ilmu putih.
Di dalam perguruan ilmu putih ini, aku harus mengalami pelepasan terhadap ilmu-ilmu hitam yang aku miliki. Inilah keanehannya, aku belajar pada sumber yang sama, tetapi harus kelepasan ketika mengmbil jurusan berbeda. Sebenarnya sumber dari dua ilmu ini adalah sama, yaitu dunia roh-roh. Maka pada keadaan tertentu seseorang itu bisa menyandang ilmu hitam sekaligus ilmu putih. Dia bisa menyembuhkan seseorang tapi juga bisa mencelakai seseorang dengan ilmu santetnya. Perbedaan yang nyata adalah pelajaran di perguruan ilmu putih ini adalah hal-hal kebaikan, kesabaran dan ketekunan. Juga hal-hal untuk saling mengasihi, mengasuh dan mengasah diantara para murid perguruan sangat dijunjung tinggi. Disini tidak ada pertunjukan untuk pamer kekuatan, atau pamer kadigdayan. Semua dipakai untuk kebaikan, untuk kesembuhan sesamanya. Sehingga kami merasa makin mantap bahwa inilah jalan Tuhan itu. Di tempat ini aku merasa menemukan yang kucari selama ini, yaitu mendekatkan diri pada Tuhan yang sejati dan Tuhan yang benar. Karena jalannya memang benar-benar sulit. Untuk naik satu tingkat saja, butuh perjuangan yang sangat keras dan waktu yang lama, dengan berbagai syarat dan ritual. Di perguruan ini, aku sampai pada tingkat kawijayan. Ditingkat ini aku bisa bercakap-cakap dengan roh-roh yang aku panggil. Juga menguasai ilmu transfer roh. Yaitu bisa membuat orang gila menjadi waras atau orang waras dijadikan gila dengan cara mengirim dan mengambil roh dari seseorang. Aku juga menguasai ilmu terawang roh. Bisa menebak keadaan seseorang dengan memandang orang itu. Juga ilmu rogoh sukmo. Dengan duduk semedi ke kamar, aku bisa melihat keadaan dan keramaian kota. Dan berbagai ilmu aku dapatkan, sehingga aku merasa benar-benar diatas manusia normal. Maka sering disebut sebagai paranormal.

Dan akupun dicalonkan menjadi pengganti kepala dukun. Disini aku semakin merasa menjadi manusia super dan memandang remeh agama dan Tuhan. Pendapatku waktu itu, apa itu agama? Hanya omong ini omong itu saja, tapi tak ada apa-apanya. Sedangkan di perdukunan kami bisa mendapatkan apa yang kami inginkan dengan kuasa gaib dan itu nyata. Aku menganggap Tuhannya agama-agama itu tuhan yang palsu. Sedang tuhan yang aku ikuti itu tuhan yang sejati!

Peristiwa di Atas Gunung


Suatu hari kami sepakat berlima untuk mengadakan semedi di atas gunung “Selo Kemloso”. Gunung yang terletak di antara Gunung Merapi, Gunung Turgo dan Gunung Plawangan di Jawa Tengah. Beberapa hari kami telah berhasil semedi dan dialog dengan roh-roh yang kami inginkan. Kami merasa senang sekali tapi juga merasakan perut lapar. Kemudian malam itu kami berlima kembali sepakat berdoa mohon kepada “Tuhan” yang maha kuasa itu, untuk mendapatkan makanan dan minuman. Ajaib sekali, tiba-tiba di depan kami tersaji lima piring nasi lengkap dengan lauk pauk dan minumannya. Wah kami merasa senang luar biasa. Berarti tidak perlu masak, bisa menikmati makanan yang lezat.

Kemudian pagi harinya kami turun dari gunung untuk pulang kembali ke kota. Ketika kami tiba di sebuah kampong di lereng gunung, kami melewati sebuah rumah. Sepertinya tadi malam baru saja diadakan pesta perkawinan. Pagi itu, mereka telah selesai menghitung piring-piring untuk dikembalikan. Mereka bingung mencari piring dan gelas yang hilang masing-masing sebanyak lima buah. Sudah dicari-cari tapi tidak juga ketemu. Betapa kagetnya kami, ternyata piring dan gelas yang hilang itu persis dengan piring dan gelas yang kami pakai untuk makan di atas gunung dan jumlahnya lima buah. Hari itu, perasaanku benar-benar terpukul. Bagaimana bisa “tuhan” yang aku sembah dan aku ikuti dengan susah payah, ternyata “mencuri” makanan. Berarti “tuhan” ku itu pencuri. Hatiku benar-benar hancur. Keinginan untuk mendekatkan diri pada Tuhan yang benar dan sejati, ternyata salah alamat.
Beberapa peristiwa beruntun sangat mengguncang hatiku. Salah satu guruku yang berilmu tinggi telah menceburkan diri ke dalam sumur dan mati. Dan itu sebagai tumbal bagi ilmu yang dia punyai. Kematian paman ini mulai menggores kesadaranku akan jalan yang aku tempuh selama ini. Teman seperguruan kakekku yang juga berilmu sangat tinggi, menjelang kematiannya sekujur tubuhnya membusuk dan bentuknya seperti monster. Berbagai penyakit yang pernah ia sembuhkan seakan semua ikut menempel ke dalam tubuhnya. Mengerikan sekali, satu bulan lebih didoakan baru bisa meninggal dunia. Aku melihat nasib kakekku yang seperti itu, aku sendiri menjadi sangat ngeri dan takut. Seorang yang sakti luar biasa, akhir hidupnya kok sangat mengenaskan. Sedangkan mereka adalah orang-orang yang sangat aku kagumi sejak masa kecil.
Maka aku menemui guruku. Tiba di padepokan aku melihat mimik wajah guru nampak sangat sedih. Dan beliau mengatakan bahwa hari Jumat minggu depan ia akan meninggal dunia. Luar biasa bisa tahu hari kematiannya. Tetapi mengapa beliau sangat bersedih? Beliau mengungkapkan kesedihannya, karena tidak tahu bagaimana nasibnya setelah kematiannya. Inipun membuat aku semakin terpukul. Guru saja tidak tahu nasibnya setelah kematiannya, apalagi aku. Dan waktu aku Tanya kepada roh-roh yang selama ini mengaku sebagai utusan Tuhan, mereka tidak mau menjawab apa yang terjadi setelah kematian. Aku merasa benar-benar tertipu.

Ditaklukan Oleh Penjual Bakmi

Tujuan hidupku tiba-tiba gelap gulita. Kekagumanku pada para sesepuh yang berilmu tinggi rontok karena akhir hidup mereka. Dan “tuhan” yang aku ikuti ternyata mencuri makanan. Ilmu yang aku miliki dengan roh-roh gaibnya tidak mampu memberi jawaban tentang kehidupan setelah kematian. Jalan terang yang aku inginkan ternyata ujungnya menuju maut. Aku benar-benar frustasi, kubuang jimat-jimat, dan aku putuskan, jika Tuhan yang sejati itu sulit dicari, maka aku akan menjadi orang atheis, tidak percaya pada Tuhan lagi. Ditengah kebingungan dan kegalauan hati, aku tumpahkan dengan naik sepeda mengelilingi kota tanpa tujuan yang pasti. Dua hari dua malam aku bersepeda untuk menumpahkan segala kekecewaan hatiku. Sampai di suatu tempat, aku berhenti di warung bakmi pinggir jalan untuk makan bakmi rebus. Waktu penjual itu menghidangkan bakmi, dia bertanya “Bapak sedang mencari kebenaran ya?”
Aku sangat terkejut dengan pertanyaan penjual bakmi ini. Biasanya akulah yang tahu dan bisa menebak persoalan orang lain, tetapi mengapa penjual bakmi ini malah bisa mengetahui keadaan hatiku? Dan ketika aku terawang dia, ilmuku tidak bisa menembus untuk “melihat” keadaan dia. Dilihat secara nalar, penjual bakmi ini tidak ada keistimewaan apa-apa. Dia hanyalah seorang tua setengah baya, kurus dan keturunan cina. Ternyata dia seorang Kristen.
Waktu itu aku tidak tahu kalau orang Kristen yang sungguh-sungguh di dalam Tuhan, dalam dirinya ada Roh Allah. Sehingga tidak tembus di terawang dan juga tidak mempan disantet. Dia memberiku sebuah kitab Injil untuk dibaca. Dia bilang dari buku ini aku bisa menemukan apa yang aku cari. Karena aku merasa kalah, maka aku terima apa yang dia berikan.

Tersingkap

Aku baca dan teliti kitab itu dengan seksama. Sebelumnya aku tidak pernah dan tidak boleh membaca buku Injil. Karena dianggap itu bukunya orang kafir, kitab palsu. Sekarang alasan itu malah membuat aku makin penasaran, mengapa kok tidak boleh membacanya. Setelah aku baca buku Injil itu, aku menemukan satu nama yang luar biasa, yaitu nama Yesus Kristus. Pribadi ini berkata “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup” (Yohanes 14:16a). Selama ini yang aku terima hanyalah petunjuk jalan atau yang menunjukan ada jalan kepada Allah yang sejati. Dan ketika aku ikuti ternyata tidak bisa menemukan jalan itu. Disuruh ini itu, tirakat ini itu, melakukan ini itu tapi jalan ini bukan makin terang malah makin gelap dan akhirnya tanpa jawaban yang pasti.Tetapi pribadi Yesus berkata: Akulah Jalan! Akulah Kebenaran! Akulah Hidup! Bagiku ini suatu pernyataan yang luar biasa. Dia tidak menunjuk pada sesuatu. Tetapi Dia menunjukan diri-Nya? Itulah jalan dan kebenaran dan Hidup kekal.
Siapakah pribadi ini yang berani mengatakan seperti itu? Belum pernah aku membaca atau mendengar seorang tokoh dunia sehebat apapun yang berani mengatakan seperti itu. Siapa pribadi ini, yang oleh orang Kristen dianggap sebagai Tuhannya? Dulu aku hanya mendengar tentang Yesus yang banyak melakukan mujizat. Maka aku menyebutnya sebagai dukun Israel. Tapi kali ini aku membaca langsung kisahNya. Makin aku baca makin penasaran dibuatnya. Bahkan tentang kematian, Yesus memberi jawaban yang pasti: “Akulah kebangkitan dan hidup; barang siapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepadaKu, tidak akan mati selama-lamanya? .” (Yohanes 11:25,26).
Jaminan kehidupan kekal bagi orang yang percaya kepada-Nya. Guruku tidak bisa menjawab, roh-roh yang aku ikuti tidak memberikan jawaban. Kakekku dan pamanku selain tidak punya jawaban juga akhir hidupnya sangat mengenaskan. Tetapi dari buku Injil ini, menyingkap dan memberi jawaban apa yang menjadi kebutuhan dan pertanyaan manusia yang mencari Tuhan yang hidup dan yang sejati. Dan buku Injil mengungkapkan bahwa Yesus adalah Tuhan. Firman Allah yang menjelma menjadi manusia. Hidup di bumi sebagai manusia Allah untuk menyatakan kasih Allah akan dunia ini, menyatakan kuasanya, bahkan rela mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Bukan mati untuk dikubur selamanya.
Tetapi tiga hari bangkit kembali dan naik ke surga. Dan dari surga mengkaruniakan Roh Kudus yaitu Roh Yesus Kristus itu sendiri kepada setiap orang yang mau percaya kepada-Nya. Luar biasa, inilah yang disebut tingkat kasampurnan dalam ilmu perdukunan, yaitu menyatunya roh manusia dengan roh “Tuhan”.
Dengan Roh itu manusia menjadi ciptaan baru, menjadi memiliki hayat kekal Allah, memiliki hidup yang kekal, luar biasa. Ini benar-benar kasampurnan atau sempurna, menyatunya roh manusia dengan Roh Allah. Dan jalan-Nya begitu mudah, yaitu hanya percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamatnya. Bagiku ini suatu yang sangat mustika. Dua bulan aku mendalami buku Injil dan membandingkannya dengan buku-buku kebatinan lainnya. Dalam kepercayaan Jawa diyakini akan datangnya Sang Ratu Adil. Dan jika seseorang menjadi pengikut ratu adil, dia akan dikatakan menjadi orang yang “Sakti tanpa aji” artinya sakti tanpa harus membawa atau mempunya ajian atau jimat-jimat. Jika seseorang masih mengandalkan jimat, atau memegang jimat-jimat berarti orang itu belum ketemu dengan Sang Ratu Adil yang sesungguhnya.
Di buku Injil dikatakan seseorang yang percaya kepada Yesus Kristus, akan menerima Roh Kudus yaitu Roh Allah “Barang siapa mengaku bahwa Yesus adalah anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah”. (1 Yohanes 4:15).
Maka orang Kristen yang sungguh-sungguh di dalam Tuhan, dalam dirinya ada Roh Allah. Dia tidak membutuhkan jimat untuk menangkal santet dan tenung. Karena dalam diri orang Kristen yang sungguh-sungguh di dalam Tuhan, dalam dirinya ada Roh Allah. Dan tidak ada orang yang mampu melawan Allah. Maka dapat dikatakan orang yang percaya Yesus menjadi orang yang sakti tanpa aji. Berarti Yesus inilah yang dimaksud sebagai Sang Ratu Adil dalam kepercayaan Jawa. Secara teori buku Injil memang lebih meyakinkan aku. Dan aku menerima kebenaran ini, tapi tetap sebagai teori.

Bertanya Kepada Roh Bima

Seperti yang dikatakan oleh penjual bakmi, aku akan menemukan kebenaran jika aku membaca buku Injil. Tetapi aku tidak bisa begitu saja menerima kebenaran dari buku itu. Meskipun itulah yang aku cari. Dan aku juga tidak mau lagi bertanya kepada manusia. Karena aku merasa diapusi terus atau tertipu terus oleh orang-orang.
Dan satu hal yang aku dapatkan di perguruan ilmu putih, roh-roh putih kalau ditanya maka dia akan menjawab. Hanya kalau ditanya tentang akhir kehidupan manusia atau kehidupan setelah kematian, roh putih tidak pernah mau menjawab, atau mengatakan keadaan yang sesungguhnya.
Waktu itu aku masih percaya bahwa roh putih tidak akan berbohong. Karena sudah mencapai tingkat ilmu kawijayan, maka aku bisa berdialog dengan roh-roh. Aku semedi untuk berkontak dengan roh yang menamakan dirinya roh Bima. Bima adalah nama tokoh dalam wayang Jawa. Dalam ilmu kebatinan, roh-roh ini mempunyai nama tokoh tertentu sesuai dengan kekuatan roh itu. Biasanya nama tokoh sejarah ataupun tokoh pewayangan. Roh Bima inilah yang selama ini aku ikuti dan yang memberikan kekuatan gaib padaku. Dua hal aku tanyakan pada roh Bima ini. Satu, apakah isi kitab Injil itu benar adanya? Dan yang kedua, siapa Yesus Kristus itu? Jawaban yang aku dapat dari Roh Bima adalah: Isi kitab Injil Benar Adanya. Jawaban ini sesuai dengan yang tertulis di surat Efesus 1:13 “karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu? .” Jadi Injil adalah firman kebenaran. Yesus Kristus Adalah Roh Yang Paling Kuat Di Dunia dan Di Akherat.
Jawaban ini seperti yang tertulis di surat 1 Yohanes 4:4 b”Sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.” Dan ini sesuai dengan dikatakan Yesus seperti yang tertulis di Injil Matius 28:18 “Yesus mendekati mereka dan berkata: Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi.” Jawaban ini membuatku tidak bisa berdalih lagi. Mau tidak mau aku harus percaya pada Injil dan juga pada Yesus Kristus. Karena berdasarkan pengalamanku selama ini roh putih tidak pernah membohongiku. Dan juga ketika aku membaca Injil dengan seksama, aku mendapatkan kebenaran-kebenaran yang selama ini tersembunyi bagiku.
Injil adalah kebenaran dari Allah. Yesus Kristus adalah Tuhan. Yesus adalah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada orang yang bisa sampai pada Allah yang benar dan sejati (Bapa) tanpa melalui nama Yesus Kristus. “Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup, tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.” Yohanes 14: 6, hanya nama Yesus Kristus inilah yang diberikan kepada manusia yang oleh-Nya, manusia dapat diselamatkan “dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (Yesus), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” , (Kisah Para Rasul 4:12)

Lumpuh

Setelah mendapatkan jawaban dari roh itu. Maka aku menjadi mantap dan pasti. Nama Yesus itulah yang harus aku ikuti! Maka aku minta kepada roh Bima untuk aku dapat berkontak dengan Roh Yesus Kristus. Biasanya jika aku ingin kontak dengan roh-roh yang aku inginkan, maka roh Bima akan melayani dengan baik. Jika aku ingin bertemu dengan roh Nyai Roro Kidul pun akan dikabulkan. Dengan semedi di Pantai Selatan, maka roh Nyai Roro Kidul akan muncul, sehingga aku bisa melihat dan berkontak dengan roh itu. Namun permintaanku untuk dapat kontak dengan Roh Yesus Kristus ditolak mentah-mentah, bahkan dihalang-halangi.

Sekarang aku bisa mengerti mengapa roh Bima menolak untuk aku bisa kontak dengan Roh Yesus Kristus. Memang roh itu tidak berbohong dalam memberi jawaban atas pertanyaanku. Tetapi jika berkaitan dengan keselamatan dan kehidupan kekal dia menolak bahkan menghalangi seseorang untuk mendapatkan keselamatan. Inilah tipu daya atau dusta iblis. Dia memberikan kesaktian tetapi dia menjauhkan manusia dari keselamatan kekal. Seperti yang tertulis di Injil Yohanes 8:44 “Iblislah yang menjadi bapamu?.ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab didalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.” Karena roh Bima ini menghalang-halangi aku untuk bisa berkontak dengan Roh Yesus Kristus yang adalah jalan kebenaran dan kehidupan ini, aku menjadi makin penasaran. Berarti roh ini bukan roh utusan Tuhan, sebagaimana dia mengaku selama ini. Melalui buku Injil yang aku baca, aku menjadi paham bahwa roh yang aku selama ini adalah roh-roh gelap, roh setan. Dan seperti yang aku baca dalam kitab Injil tentang mengusir setan-setan: “tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku.” – Markus 16:17.


Maka aku lakukan saja, aku mencoba berdoa mengusir roh Bima dalam nama Tuhan Yesus. Saya katakan “Seperti yang ditulis dalam buku Injil, aku usir roh Bima dalam nama TUhan Yesus Kristus! Aku usir roh Bima dalam nama Tuhan Yesus Kristus! Amin!
Ajaib sekali, aku merasakan roh Bima itu meninggalkan tubuhku. Seperti hembusan angin segar datang dan menyapu debu-debu dalam diriku. Roh Bima itu pergi dan tidak pernah kembali lagi. Aku mendapatkan damai sejahtera yang luar biasa yang belum pernah aku rasakan.
Selama berada dalam perguruan kebatinan aku belum pernah mendapatkan damai sejahtera yang seperti itu, bahkan sebaliknya lebih banyak kecemasan dan ketakutan dalam batin. Jika dibandingkan seperti bumi dengan langit. “sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah?” – Roma 8: 15.

Dalam dunia ilmu kebatinan, manakala kita mendapatkan ilmu tertentu, kita merasa senang. Tapi dibalik itu, akan begitu banyak hal yang menakutkan yang membuat hati tidak tenang. Ada banyak pantangan-pantangan yang tidak boleh kita langgar. Jika kita melanggar maka kita akan celaka atau mati. Inilah roh perbudakan. Belum lagi adanya ancaman lawan dari perguruan yang lain. Kita setiap saat bisa diserang oleh orang lain yang ilmunya lebih tinggi dari kita, dan kita bisa celaka. Seperti pengalamanku bersama seorang teman, ketika mendapat tugas dari guru kami untuk mengambil pusaka di daerah Madiun.Di dalam bis ditengah perjalanan tiba-tiba teman sebelahku muntah darah dan mati. Itu berarti kami mendapat serangan dan temanku kena. Kamipun batal pergi ke Madiun. Hal ini menimbulkan beban dan kecemasan dalam kehidupan sehari-hari. Itulah yang kami dapat dari ilmu kebatinan, yaitu kecemasan dan ketakutan. Saat roh Bima meninggalkan tubuh, aku seperti mendapat-kan aliran roh yang baru. Saat itu aku belum tahu bahwa itulah Roh Kudus, Roh Yesus Kristus sendiri. Namun pada waktu yang bersamaan aku juga merasakan bahwa semua kekuatan ilmu-ilmuku telah lumpuh total. Aku tidak lagi mempunyai kemampuan paranormal, tidak lagi kebal, ilmu terawang, ilmu santet dan ilmu-ilmu yang lain telah hilang semua. Aku menjadi manusia biasa lagi.
Beberapa waktu aku merasakan suatu kegalauan dalam pikiranku. Namun pengalaman damai sejahtera itu tidak mudah dilupakan. Bahkan menjadikan kegairahan baru untuk terus dan tetap mengikuti jalan Tuhan yang hidup dan yang sejati. Yaitu Yesus Kristus Tuhan. Aku mantap mengikuti nama itu. Sesungguhnya kebutuhan manusia yang utama dan terutama adalah keselamatan jiwanya dan bukan kesaktian. Apa gunanya seseorang memperoleh kesaktian yang luar biasa dalam dunia ini, namun tidak mendapatkan keselamatan hidup di alam kekekalan. Seperti tertulis di Injil Matius 16: 26 “apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?”

Okultisme dan Iman Kristen

Setelah mengikuti jalan Tuhan, aku mendapatkan terang dari firman Tuhan. Di dunia ini hanya ada dua sumber kekuatan gaib, yaitu dari Tuhan atau dari Setan! Tidak ada sumber yang lain. Apapun istilahnya: ilmu hitam, putih atau abu-abu hanya ada dua sumber, dari Tuhan yang benar atau dari setan! Kenali siapa yang anda ikuti! “demikian kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, dan setiap roh yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah.” – 1 Yohanes 4: 2, 3a.
Ada kuasa di dalam doa orang percaya/orang benar.Ada kuasa di dalam nama Tuhan Yesus.Ada kuasa di dalam darah Tuhan Yesus untuk menghancurkan pekerjaan iblis dan kuasa kegelapan.Pergunakan seluruh perlengkapan senjata Allah.

Hanya di dalam Tuhan Yesus, kita ada pada tingkat kasampurnan atau sempurna. Karena siapa saja yang percaya kepada Yesus, maka Roh Allah akan menyatu dalam dirinya. Menerima Roh Allah berarti lahir menjadi anak-anak Allah. “tetapi semua orang yang menerima-Nya (Yesus Kristus) diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama Yesus Kristus: orang-orang yang diperanakan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani, melainkan dari Allah” – Yohanes 1:12, 13. “kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: ya Abba, ya Bapa!” – Roma 8: 15b “tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu Roh dengan Dia” – 1 Korintus 6:17

Roh Yesus Kristus itulah Roh yang paling kuat. Tidak mempan santet dan tidak ada yang mampu mengalahkan. Itu juga diakui oleh orang-orang yang berada dalam ilmu perdukunan. Mereka tidak mampu melawan Roh Kudus yang berada di dalam diri orang Kristen yang betul-betul hidup di dalam Tuhan. “kamu berasal dari Allah, anak-anak Ku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia.”
Di dalam dunia ini ada roh-roh yang ingin disembah oleh manusia. Dialah roh-roh gelap, yang menipu manusia dalam berbagai bentuk dan istilah. Ilmu hitam, ilmu putih, arwah orang mati dll. Semua itu sebenarnya hanyalah manifestasi dari iblis untuk menipu manusia supaya takluk dan takut pada roh-roh dunia ini. Dan ujungnya menuju maut yaitu kematian kekal di neraka. Itulah tujuan iblis menyesatkan manusia. Sungguh mengerikan. “pencuri (iblis) datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan” – Yohanes 10: 10a.
“kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging (manusia), tetapi melawan? penghulu- penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat diudara” – Efesus 6:11, 12.
“ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.” – Amsal 14: 12.
Orang yang percaya Tuhan Yesus, diberi kuasa untuk mengusir setan dengan segala atributnya dan menjadi orang-orang yang bebas dari belenggu kuasa gelap. Hanya nama Yesus yang berkuasa di surga dan di bumi.
“Yesus mendekati mereka dan berkata: kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi.” – Matius 28:18
“Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku,” – Markus 16:17a
Bagi saudara-saudara yang selama ini berhubungan dengan kuasa-kuasa gelap, aku menasehati dengan segala kerendahan hati, bertobatlah dan tinggalkan jalanmu itu. Kamu sedang ditipu! Percaya dan terimalah Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatmu. Ia akan membebaskanmu dari kegelapan, mengampuni dosa-dosamu dan memberikanmu hayat kekal-Nya, untuk kehidupan kekal.
“Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: Akulah terang dunia; barangsiapa mengikuti Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” – Yohanes 6:12
“Aku (Yesus) datang supaya kamu mempunyai hidup kekal dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” – Yohanes 10: 10b
“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan mensucikan kita dari segala kejahatan.” – 1 Yohanes 1:9
“dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tanganKu.” – Yohanes 10:28
Bagi orang-orang Kristen yang setengah-setengah, anda adalah makanan empuk untuk dipermainkan oleh Iblis. Jadilah kuat oleh firman Tuhan. “Tunduklah kepada Allah dan lawanlah Iblis, maka Ia akan lari daripadamu.” – Yakobus 4:7
“sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh,” – 1 Petrus 5:8, 9a.
Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.” – Kisah Para Rasul 2:38.
“sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. ” – Roma 10:9-10.
Demikianlah kesaksianku. Masih banyak perkara yang tidak kutuliskan disini. Namun yang pasti hanya di dalam pribadi Yesus Kristus, kita dapat mencapai tujuan iman kita. Yaitu keselamatan jiwa di dunia dan di akherat Amin.
DR. dr. RM. Tedjo Oedono Oepomo (Dokter ahli THT yang juga mantan paranormal Yogyakarta).Saat ini beliau juga berprofesi sebagai dosen Fakultas Kedokteran UGM, Bagian THT.

Catatan : Kepada semua pembaca “ Blog Sahabat Gembala” kita melihat dan diyakinkan bahwa kuasa gelap (kuasa Iblis) itu bukanlah cerita isapan jempol belaka. Tetapi memang benar-benar ada. Melalui kesaksian ini kita melihat bahwa dibalik praktek perdukunan, ilmu kebatinan dan paranormal ada kuasa-kuasa gelap (kuasa iblis) yang menungangi dan memperdaya manusia menjadi pengikut-pengikut aliran satanisme (aliran setan /ilmu hitam ).

Monday, October 4, 2010

Ceritakanlah Perbuatan Tuhan Allah Di Masa Lampau


Ceritakanlah Perbuatan Tuhan Allah Di Masa Lampau


“Nyanyian pengajaran Asaf. Pasanglah telinga untuk pengajaranku, hai bangsaku, sendengkanlah telingamu kepada ucapan mulutku. Aku mau membuka mulut mengatakan amsal, aku mau mengucapkan teka-teki dari zaman purbakala.Yang telah kami dengar dan kami ketahui, dan yang diceritakan kepada kami oleh nenek moyang kami, kami tidak hendak sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi kami akan ceritakan kepada angkatan yang kemudian puji-pujian kepada TUHAN dan kekuatan-Nya dan perbuatan-perbuatan ajaib yang telah dilakukan-Nya.Telah ditetapkan-Nya peringatan di Yakub dan hukum Taurat diberi-Nya di Israel; nenek moyang kita diperintahkan-Nya untuk memperkenalkannya kepada anak-anak mereka, supaya dikenal oleh angkatan yang kemudian, supaya anak-anak, yang akan lahir kelak, bangun dan menceritakannya kepada anak-anak mereka, supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah, tetapi memegang perintah-perintah-Nya; dan jangan seperti nenek moyang mereka, angkatan pendurhaka dan pemberontak, angkatan yang tidak tetap hatinya dan tidak setia jiwanya kepada Allah”. ( Mazmur 78:1-8 )


Setiap orang pernah mengalami pertolongan dari Tuhan. Pengalaman ditolong Tuhan adalah sesuatu yang indah untuk diceritakan kepada anak-anak kita atau siapa saja supaya mereka juga diyakinkan bahwa Tuhan itu sumber pertolongan dan kekuatan. Menceritakan perbuatan Tuhan dalam hidup kita berarti kita memberi suatu kesaksian tentang Allah yang penuh kasih kepada umat-Nya.

Pemazmur disini hendak menekankan bahwa menceritakan perbuatan Tuhan dimasa lampau merupakan suatu pengajaran kepada umat Allah secara turun temurun supaya mereka mengetahui karya Allah dan perbuatan-perbuatan-Nya. Para orang tua bertanggungjawab untuk menceritakan apa saja yang Tuhan perbuat bagi umat-Nya di masa lampau. Dengan menceritakan perbuatan Tuhan maka dari generasi yang satu ke generasi berikutnya memahami dan meyakini bahwa perbuatan Tuhan yang ajaib tidak hanya di masa lampau tetapi juga pada masa kini maupun masa yang akan datang.

Melalui Tuhan Yesus, kita mengalami karya Allah yang besar bagi manusia yaitu penebusan dosa.Dia sendiri ( Allah yang datang menjadi manusia) yang memberi diri-Nya menjadi korban penebus dosa. Karya Allah ini hendaklah senantiasa direnungkan dan diceritakan dari generasi ke generasi supaya mereka dapat melihat betapa besar kasih dan perbuatan Allah bagi manusia. “ Ia yang tidak menyayangkan anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia ?” ( Roma 8:32 ). Inilah tugas kita sebagai orang percaya untuk menyaksikan perbuatan Allah yang besar bagi manusia dan dunia.


Soli Deo Gloria


Wednesday, September 8, 2010

Allah Yang Memilih Dan Yang Memberi Kekuatan


Allah Yang Memilih Dan Yang Memberi Kekuatan


“ Sesudah itu Simson jatuh cinta kepada seorang perempuan dari lembah Sorek yang namanya Delila. Lalu datanglah raja-raja kota orang Filistin kepada perempuan itu sambil berkata: "Cobalah bujuk dia untuk mengetahui karena apakah kekuatannya demikian besar, dan dengan apakah kami dapat mengalahkan dia dan mengikat dia untuk menundukkannya. Maka kami masing-masing akan memberikan seribu seratus uang perak kepadamu." Lalu berkatalah Delila kepada Simson: "Ceritakanlah kiranya kepadaku, karena apakah kekuatanmu demikian besar, dan dengan apakah engkau harus diikat untuk ditundukkan?" Jawab Simson kepadanya: "Jika aku diikat dengan tujuh tali busur yang baru, yang belum kering, maka aku akan menjadi lemah dan menjadi seperti orang lain mana pun juga." Lalu raja-raja kota orang Filistin membawa tujuh tali busur yang baru yang belum kering kepada perempuan itu dan ia mengikat Simson dengan tali-tali itu, sedang di kamarnya ada orang bersiap-siap. Kemudian berserulah perempuan itu kepadanya: "Orang-orang Filistin menyergap engkau, Simson!" Tetapi ia memutuskan tali-tali busur itu seperti tali rami yang terbakar putus, apabila kena api. Dan tidaklah ketahuan di mana duduk kekuatannya itu. Kemudian berkatalah Delila kepada Simson: "Sesungguhnya engkau telah mempermain-mainkan dan membohongi aku. Sekarang ceritakanlah kiranya kepadaku dengan apa engkau dapat diikat." Jawabnya kepadanya: "Jika aku diikat erat-erat dengan tali baru, yang belum terpakai untuk pekerjaan apa pun, maka aku akan menjadi lemah dan menjadi seperti orang lain mana pun juga." Kemudian Delila mengambil tali baru, diikatnyalah dia dengan tali-tali itu dan berseru kepadanya: "Orang-orang Filistin menyergap engkau, Simson!" -- di kamar ada orang bersiap-siap -- tetapi tali-tali itu diputuskannya tanggal dari tangannya seperti benang saja. Berkatalah Delila kepada Simson: "Sampai sekarang engkau telah mempermain-mainkan dan membohongi aku. Ceritakanlah kepadaku dengan apakah engkau dapat diikat." Jawabnya kepadanya: "Kalau engkau menenun ketujuh rambut jalinku bersama-sama dengan lungsin lalu mengokohkannya dengan patok, maka aku akan menjadi lemah dan menjadi seperti orang lain mana pun juga." Kemudian perempuan itu mengokohkan lagi tenunan itu dengan patok, lalu berserulah ia kepadanya: "Orang-orang Filistin menyergap engkau, Simson." Tetapi ketika ia terjaga dari tidurnya, disentaknya lepas patok tenunan dan lungsin itu.” ( Hakim-Hakim 16:4-14 )


Banyak orang Kristen tidak pernah sadar, bahkan tidak mengerti bahwa Roh Tuhan sudah berdiam dalam dirinya sejak dia dibaptis. Roh Tuhan yang melindungi, memimpin dan memberi kekuatan telah menjadi bagian terbesar dari kehidupan mereka. Keberhasilan dalam kehidupan mereka juga tidak lepas dari campur tangan Tuhan.

Ketika suatu acara pelaksanaan janji pejabat di suatu BUMN selesai digelar, pejabat tersebut didatangi oleh seorang rekan kerjanya untuk mengucapkan selamat dan sekaligus bersaksi bahwa selama 25 tahun dia mengabdi, baru pertama kali ini terjadi pelantikan bagi seorang pejabat Kristen lengkap dengan Alkitab dan rohaniawan. Hal yang luar biasa dan membanggakan baginya bahwa begitu ketatnya tim management BUMN tersebut menyaring, namun akhirnya terjadi juga bahwa pilihan Tuhan dapat melakukan janji setianya kepada Tuhan. Kondisi seperti ini menujukkan ada suatu kekuatan yang dapat mengalahkan kekuatan duniawi.

Kitab Hakim-hakim menyaksikan bahwa para pemimpin yang dipilih Tuhan diberi kekuatan yang dapat mengalahkan apa saja. Allah berdaulat untuk memilih siapa saja dan menentukan tugas yang harus diemban. Siapapun yang Allah pilih, akan dilindungi dan disertai-Nya. Ia sendiri akan turun untuk berperang dan setiap kemenangan adalah kemenangan dari Allah.

Kita sebagai umat Tuhan juga adalah umat pilihan Allah yang telah dikuduskan Allah dalam persekutuan dengan Yesus Kristus. Kita diberi tugas untuk menjadi saksi-Nya yang hidup di tengah dunia demi mewujudkan damai sejahtera-Nya. Kita tidak perlu takut menghadapi dunia dengan cara-cara mereka yang licik dan kotor. Sebab Allah akan selalu memiliki cara untuk membela dan memberi kekuatan bagi umat yang dipilih-Nya. Allah yang akan berperang melawan dunia ini karena Allah adalah Raja dan pemimpin hidup kita.


Soli Deo Gloria


Tuesday, September 7, 2010

Kasih Setia Tuhan Tidak Akan Beranjak Dari Kita



Kasih Setia Tuhan Tidak Akan Beranjak Dari Kita

“Hanya sesaat lamanya Aku meninggalkan engkau, tetapi karena kasih sayang yang besar Aku mengambil engkau kembali. Dalam murka yang meluap Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau, firman TUHAN, Penebusmu. Keadaan ini bagi-Ku seperti pada zaman Nuh: seperti Aku telah bersumpah kepadanya bahwa air bah tidak akan meliputi bumi lagi, demikianlah Aku telah bersumpah bahwa Aku tidak akan murka terhadap engkau dan tidak akan menghardik engkau lagi. Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau.” ( Yesaya 54:7-10 )

Tuhan tidak pernah tinggalkan kita selamanya. Tuhan mungkin menyembunyikan wajah-Nya dari kita ketika kita berpaling dan meninggalkan Dia. Tuhan mungkin juga telah murka dan menghukum kita ketika kita hidup dan berkanjang dalam dosa serta kejahatan. Kita merasa bahwa Tuhan telah meninggalkan kita selamanya. Mungkinkah Tuhan seperti suami yang pergi meninggalkan istrinya karena tidak perawan lagi atau karena mandul dan tidak bisa melahirkan anak baginya ?
Nabi Yesaya mengatakan : “ bahwa Tuhan tidak seperti suami yang pergi tinggalkan istrinya selamanya “. Hanya sesaat saja Tuhan menyembunyikan wajah-Nya dan meluapkan murka-Nya kepada umat-Nya. Nabi Yesaya menyatakan bahwa kasih sayang Tuhan yang begitu besar membuat Tuhan kembali kepada umat-Nya. Kasih setia Tuhan yang abadi membuat Tuhan kembali kepada umat-Nya. Apapun yang terjadi di bumi baik gunung-gunung beranjak maupun bukit-bukit beranjak dari tempatnya, tetapi Firman Tuhan tidak tergoyahkan, dan kasih setia-Nya tidak akan beranjak dari umat-Nya.
Kesulitan dan kesusahan yang telah melanda dan menggoyang kehidupan kita begitu hebat, ternyata tidak membuat kita hancur. Ini membuktikan bahwa Tuhan selalu setia dalam janji-Nya kepada kita. Kasih setia-Nya tidak pernah beranjak dari kita. Ketika badai krisis begitu hebat menggoyang hidup dan usaha pekerjaan kita, Tuhan datang kembali kepada kita. Ia mengasihani dan menyayangi kita dengan kasih setia-Nya yang besar dan abadi, sehingga kita semua ada sebagaimana ada sekarang. Marilah membuka hati dan hidup kita untuk menyambut kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus. Sebab Ia datang untuk menyayangi kita kembali dengan kasih-Nya yang tinggal tetap.

Doa : Ya.. Bapa yang terkasih. Kami bersyukur karena kasih setia Tuhan Yesus tidak beranjak dari kami umat-Mu dan anak-anak-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami bersyukur dan berterimakasih kepada-Mu. Amin

Saturday, August 21, 2010

Alkitab Memberi Jawaban Untuk Berbagai Problem Manusia


Alkitab Memberi Jawaban

Untuk Berbagai Problem Manusia


“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” ( Mazmur 119 : 105 )


Apakah arti hidup tanpa harapan ? Sia-sia, di atas kesia-siaan. Sebab harapan adalah penawar kedukaan atau derita yang tidak kunjung berhenti dari masa ke masa. Dalam dunia yang banyak malapetaka ini, manusia mencari sumber kelepasan yang boleh memberi pengharapan hidup. Dengan berbagai problem yang melanda dunia ini, perasaan “ tanpa harapan hidup” sering berkecamuk dalam benak manusia. Bayangkan bila Anda adalah salah satu pengamat korban bencana alam di Leyte, Filipina Tengah, saat baru berlalunya angin topan yang menelan nyawa 8000 jiwa dalam semalam tersebut. Atau Anda berada di tengah-tengah korban kelaparan di Etiopia atau Somalia, yang ribuan orang mati setiap hari, karena kurangnya makanan.

Dunia yang kita tempati sekarang ini adalah dunia yang mempunyai banyak malapetaka. Bila kita melihat korban angin topan, banjir dan gempa tsunami yang menimpa Banda Aceh, serta memandang mayat yang bergelimpangan dan bertebaran di sana sini, pertanyaan timbul, “Apakah ada harapan hidup di dunia ini ?” Melihat bencana alam yang memakan banyak jiwa, manusia tidak berdaya untuk mencari jalan keluar. Kepandaian manusia tidak akan pernah sanggup menangkal bencana. Harapan hanyalah kepada kuasa Ilahi.

Dan anehnya, banyak juga orang-orang yang mempunyai kecukupan makanan, ada tempat tinggal, namun merasa “tidak ada harapan hidup “ yang akhirnya justru mengakhiri hidupnya sendiri dengan bunuh diri. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa persentase bunuh diri ini di kalangan orang muda makin meningkat.

· Di negara Belanda misalnya, tiap tahun sekitar 6800 pelajar berusia 14-21 tahun berusaha bunuh diri. Penelitian Dr. R. Diekstra dari Universitas Leiden yang telah diberi tugas oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk meneliti kasus bunuh diri cenderung meningkat sampai 400 %.

· Di Denmark dan Jepang, misalnya, satu dari tiga pria berusia 25-34 tahun bunuh diri, sedangkan wanitanya, satu dari empat orang. Eropah Tengah dan Barat Laut, Amerika Serikat, Kanada dan Australia adalah yang terbesar.

· Di Hungaria dan Jerman, rata-rata dua nyawa terbang sia-sia tiap jam.

Peneliti meramalkan dalam tahun-tahun mendatang lonjakan bunuh diri akan mencapai 25-30 % jika tidak ada langkah penanggulangan. Apakah yang menyebabkan mereka bunuh diri ? Depresi !. “Usaha bunuh diri lahir dari keputusasaan, kesedihan yang dalam, kesulitan dan perasaan sengsara. Mereka merasa sendirian dalam menghadapi suatu persoalan, dan memutuskan untuk bunuh diri (mati )”, demikian Erik Jan De Wilde dalam disertasinya di Universitas Utrecht.


Apa Sajakah Problem Manusia Yang Dapat Membuat Ia Putus Asa ?


Problem manusia lebih dari sekedar malapateka atau bencana alam. Lihatlah keadaan di sekeliling Anda ! Begitu banyak manusia yang mempunyai berbagai problem fisik, emosi, dan rohani. Betapa sering Anda bertemu dengan seseorang yang mempunyai penderitaan fisik, entah mempunyai tubuh yang pincang, tunanetra, tunarunggu, bagian tubuh lain yang cacat, kesehatan yang lemah atau mempunyai penyakit yang tidak tersembuhkan.

Orang-orang lain mempunyai problem emosi seperti dukacita, depresi, takut, benci, khawatir, konflik, atau merasakan tekanan lingkungan yang berat. Sebagian mempunyai masalah fisik dan mental yang menyebabkan keterbatasan, ketidakpuasan hidup serta mengalami kegagalan atas keinginan yang dirindukan. Hampir semua orang mempunyai problem sosial, apakah itu problem dalam hubungan satu sama lain di rumah tangga, salah pengertian dalam keluarga, teman kerja, organisasi sosial, di gereja, atau masyarakat. Kekuatiran, kesepian, dan perasaan diri yang gagal sering nyata dalam kehidupan banyak manusia.

Betapa sering juga kita dapatkan mereka yang mempunyai dilema rohani, misalnya : keragu-raguan, skeptisisme dan tidak percaya, lemah iman, lemah dalam berbakti, lemah dalam penurutan, mudah tergoda, mempunyai dosa yang belum diakui, merasa belum diampuni, belum bertobat, tidak berserah dalam kehidupan, legalisme, atau tidak pernah berdoa. Semua problem kehidupan ini mempunyai unsur masa lalu, sekarang dan masa depan yang mempengaruhi pikiran manusia. Bila kita menghadapi berbagai problem tersebut, ada dua reaksi yang boleh timbul, apakah kita hadapi problem tersebut atau kita lari dari problem itu ? Dari waktu kewaktu kita sering mendengar orang yang lari dari problem dengan jalan memuaskan diri dengan alkohol atau narkoba (seperti obat bius, ecstacy, heroin, ganja, morphin, dsb), memuaskan nafsu sex bahkan dengan bunuh diri.

Dewasa ini kita dapatkan kenaikan angka persentase dalam bunuh diri yang menunjukkan keputusasaan bagi mereka yang tidak berpengharapan. Kesepian, tekanan hidup, patah hati, dan keputusasaan lainnya sering telah menjadi penyebab menghabiskan hidupnya sendiri. Penelitian menunjukkan bahwa hal yang menyebabkan orang bunuh diri ialah : “ Perasaan tidak adanya harapan hidup atau sia-sianya kehidupan di dunia ini yang penuh dengan derita.” Salah satu negara yang mempunyai persentase bunuh diri yang tinggi adalah Negara Rusia. Penderitaan hidup banyak membuat mereka nekad untuk bunuh diri. Rata-rata wanita Rusia misalnya, mereka telah menggugurkan kandungan untuk 7 kali, saat mereka mencapai usia 45 tahun. Banyak yang lari dari problem dengan minum alkohol, yang menyebabkan penggunaan alkohol di Rusia adalah yang tertinggi di dunia. Namun walaupun orang lari dari problem, problem tersebut tetap ada ke mana saja kita pergi. Hal yang sangat penting ialah kita patut mengetahui bagaimana untuk mengatasi problem. Bagaimana problem hidup dapat di atasi ? Alkitab memiliki jawabannya.


Alkitab Memberikan Jawaban !


Ternyata Alkitab memberikan jawaban dalam mengatasi berbagai masalah dunia, baik masalah fisik, emosi, mental, sosial maupun rohani, sebab dengan membaca Alkitab, kita berhubungan dengan Allah sebagai sumber kehidupan. Manusia tidak bisa hidup tanpa Allah. Oleh sebab Allah adalah “Sumber “ dari : kesehatan, kebahagiaan, sukacita, kesucian dan kekudusan, kehidupan, berkat jasmani dan rohani, kasih karunia. Maka berpisah dari Allah menyebabkan berpisahnya manusia dari kesehatan, kebahagiaan, sukacita, kehidupan, berkat jasmani dan rohani. Tidak heran orang jadi bunuh diri akibatnya.

Namun sementara, begitu banyak orang bergumul mengatasi masalahnya dengan kuasa sendiri dan kekuatan sendiri, Alkitab memberikan janji dan pengharapan. Tuhan Allah yang tidak pernah berdusta telah memberikan janji dan pengharapan yang membuat manusia dapat mengatasi masalah hidupnya.

Bagi mereka yang mempunyai problem fisik, Alkitab memberikan hiburan untuk menerima apa yang ada. “ Janganlah takut !”

  • “Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: "Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau. Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatmu. Aku menebus engkau dengan Mesir, dan memberikan Etiopia dan Syeba sebagai gantimu.” ( Yesaya 43:1-3 )

Menerima apa yang ada….Salah satu doa Fransiskus dari Assissi yang berdasarkan Alkitab ialah :

“ Tuhan, tolonglah aku untuk mengubah apa yang dapat kuubah. Berikanlah kepadaku kerelaan untuk menerima apa yang tidak dapat kuubah. Karuniakanlah kepadaku kebijaksananan untuk membedakan keduanya”.

Alkitab memberikan pengharapan, seorang yang mengalami cacat, tidak akan selamanya memiliki cacat tersebut. Apa yang digambarkan di surga dalam Wahyu 21,22 menunjukkan bahwa Tuhan akan menghapuskan air mata. Ada satu masa yang saat itu tidak ada lagi penyakit, derita dan kematian. Alkitab pun memberikan cara hidup sehat agar kita dapat mengurangi kemungkinan mendapat penyakit. Dalam 1 Korintus 10:31 dikatakan, “…Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah”. Ini menunjukkan perlu memilih makanan atau minuman yang akan menyehatkan tubuh. Alkitab dapat memecahkan problem fisik manusia.

Sebagian orang mempunyai problem sosial, karena perasaan kesepian yang senantiasa melanda hidupnya. Sebagian menghadapi problem pikiran sebab penuh dengan kekuatiran akan hari esok, atau ketidakpuasan dalam kehidupan. Betapa sering problem tersebut menimbulkan keputusasaan. Apa yang harus diperbuat bila kita berada dalam keadaan yang penuh dengan keputusasaan ? Dr. Wilber Alexander dari Universitas Loma Linda menganjurkan sebagai berikut :


  1. Menerima fakta bahwa dalam dunia ini selamanya ada masalah apakah itu besar ataupun kecil, dan Kekristenan tidak pernah menjamin bahwa kita akan bebas dari problem.

  1. Mengerti dan percaya bahwa Tuhan tidak pernah dengan sewenang-wenang menumpukkan problem dalam kehidupan untuk memaksakan kasih dan penurutan.

  1. Mengetahui bahwa bukanlah kehendak Tuhan agar setiap orang dikalahkan oleh problem. Yesaya 43:1-2 mengatakan : “ Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau. Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-ku. Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan, apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.” Janji ini diberikan oleh Allah yang tidak pernah berdusta. Apapun problem, krisis dalam kehidupan, Tuhan tidak akan melalaikan kita. Bahkan saat kita jatuh dalam kekecewaan dan kekalahan, tangan-Nya yang kekal yang penuh kasih selalu diulurkan kepada kita.

  1. Setiap orang Kristen yang cerdas harus mengerti bahwa mengikut Kristus membuat hatinya lebih peka kepada kesukaran dan mencoba untuk mengalaminya dalam kehidupan. Untuk mempunyai kapasitas untuk mencintai dan untuk menjadi bahagia, memiliki implikasi adanya kapasitas yang lebih mendalam untuk menderita bagi Dia.


  1. Setiap orang Kristen harus belajar dan berdoa hingga ia dapat mengerti disiplin dari kehidupan hingga ia dapat melihat bagaimana Tuhan menggunakan pencobaan dan kesukaran dalam menyucikan dan menguatkan pengalaman Kekristenan. Ia perlu mengetahui dan percaya bahwa Tuhan tidak pernah mengizinkan pencobaan yang melebihi kemampuannya. Bila kita menyadari ini, adalah mungkin untuk menerima dan mengatasi setiap problem yang datang. Perlu juga kita mengerti bahwa Iblis/Setan mencoba menggunakan pencobaan untuk mengecewakan orang Kristen. Ia coba untuk menggoyangkan keyakinan kita kepada Tuhan, dan mempertanyakan kasih-Nya. Setan berharap untuk mengecewakan jiwa kita dari genggaman kita kepada Tuhan.

  1. Apapun problem terbesar yang kita hadapi sekarang ini kita harus menggunakan waktu untuk menganalisanya sebaik mungkin sesuai dengan kesanggupan kita. Pertolongan manusia dapat digunakan bila itu yang diperlukan. Tuhan sering menggunakan orang lain untuk menolong, namun kekuatan yang sebenarnya, maupun kedewasaan yang sebenarnya, diperoleh bila seseorang secara pribadi sanggup untuk memastikan dirinya sendiri apakah problem yang sebenarnya dan kemudian menemukan sumber-sumber untuk mengatasinya sendiri. Kekristenan mengajak kita untuk berpikir secara positif dan bersyukur dalam segala hal. Yesus berkata, : …”janganlah khawatir akan hidupmu…..” ( Matius 6:25 ). Rasul Paulus berkata : “ Bersukacitalah kamu senantiasa….” ( Filipi 4:6 )…”Mengucap syukurlah dalam segala hal…” ( 1 Tesalonika 5: 16-18 ). Pandangan yang positif menyebabkan kita bebas dari kekuatiran walaupun ada problem yang kita hadapi. Satu semboyan dari sebuah pengobatan sebuah rumah sakit mengatakan : “ Saya menangis karena tidak memiliki sepatu, sampai saya menemukan seorang yang tidak memiliki kaki “. Bandingkanlah keadaan anda dengan mereka yang keadaannya jauh lebih menderita.

  1. Melalui segala problem, ingatlah bahwa Tuhan senantiasa hadir. Sama seperti Tuhan yang hadir di tengah dapur api saat tiga orang Ibrani dilemparkan ke dalamnya, demikian juga Dia akan datang untuk menyertai kita dengan Roh Suci-Nya. Alkitab berisikan banyak sekali janji yang menunjukkan bahwa Ia siap untuk menolong, jika kita rela, dan Ia tidak pernah lebih dekat, daripada saat kita sangat membutuhkan-Nya. Tuhan mengenal kita, dengan segala kekuatan dan kelemahan kita. Dia menghendaki agar kita datang dan melemparkan segala beban kita kepada-Nya, dan Ia akan memeliharakan kita. ( Mazmur 23 )

Berabad-abad dari Kekristenan telah memberikan konfirmasi kepada kebenaran kehadiran Tuhan dalam segala problem bila Ia diminta dan diizinkan untuk menolong.

  • “Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah,” ( Ibrani 6:17 )

Alkitab mengajar kita agar tidak perlu takut kepada kehidupan. Kita mempunyai Allah yang ajaib yang dapat memperbaiki segala pecahan kehidupan sesuai dengan rencana-Nya yang semula.

  • “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” ( Roma 8:28 )

Prinsip dalam mengatasi masalah kehidupan tersebut terdapat dalam Alkitab. Dengan menggunakan Alkitab sebagai penuntun, masalah dapat diatasi dengan baik. Karena itu marilah kita gunakan Alkitab sebagai penuntun hidup kita, tidak perduli derita apapun yang harus kita lalui.


Soli Deo Gloria


Friday, August 13, 2010

Siapakah Yang Sama Dengan Allah Kita ?


Siapakah Yang Sama Dengan Allah Kita ?


“Dewa Bel sudah ditundukkan, dewa Nebo sudah direbahkan, patung-patungnya sudah diangkut di atas binatang, di atas hewan; yang pernah kamu arak, sekarang telah dimuatkan sebagai beban pada binatang yang lelah, yang tidak dapat menyelamatkan bebannya itu. Dewa-dewa itu bersama-sama direbahkan dan ditundukkan dan mereka sendiri harus pergi sebagai tawanan. "Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan Yakub, hai semua orang yang masih tinggal dari keturunan Israel, hai orang-orang yang Kudukung sejak dari kandungan, hai orang-orang yang Kujunjung sejak dari rahim. Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu. Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama? Orang mengeluarkan emas dari dalam kantongnya dan menimbang perak dengan dacing, mereka mengupah tukang emas untuk membuat allah dari bahan itu, lalu mereka menyembahnya, juga sujud kepadanya! Mereka mengangkatnya ke atas bahu dan memikulnya, lalu menaruhnya di tempatnya; di situ ia berdiri dan tidak dapat beralih dari tempatnya. Sekalipun orang berseru kepadanya, ia tidak menjawab dan ia tidak menyelamatkan mereka dari kesesakannya. Ingatlah hal itu dan jadilah malu, pertimbangkanlah dalam hati, hai orang-orang pemberontak! Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku, yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan, yang memanggil burung buas dari timur, dan orang yang melaksanakan putusan-Ku dari negeri yang jauh. Aku telah mengatakannya, maka Aku hendak melangsungkannya, Aku telah merencanakannya, maka Aku hendak melaksanakannya. Dengarkanlah Aku hai orang-orang yang congkak, orang-orang yang jauh dari kebenaran: Keselamatan yang dari pada-Ku tidak jauh lagi, sebab Aku telah mendekatkannya dan kelepasan yang Kuberikan tidak bertangguh lagi; Aku akan memberikan kelepasan di Sion dan keagungan-Ku kepada Israel." ( Yesaya 46: 1-13 )


Berdasarkan pengalaman iman, kita yakini bahwa tidak ada yang dapat disejajarkan dengan Allah kita. Dialah sumber pertolongan dan keselamatan. Walaupun demikian tetapi dalam kenyataannya ada jemaat yang tanpa pikir panjang dengan mudah langsung menerima atau berusaha mencari pertolongan kepada berhala-berhala atau kuasa-kuasa yang diyakini dapat menolong dirinya.

Nabi Yesaya dengan tegas memperhadapkan dewa-dewa dan Tuhan dalam medan sejarah. Dilukiskan disitu nasib dewa-dewa seperti dewa Bel ( Yesaya 46:1 ), yang dohormati sebagai dewa tertinggi yang berarti “tuhan”. Dewa Nebo adalah dewa pengetahuan. Semua dewa-dewa Babel ini pada hari raya, khusus pada tahun baru, patung-patung dewa tersebut dibawa berarak dalam pawai yang meriah dari kuil yang satu ke kuil yang lain. Tetapi sekarang dewa-dewa tersebut tidak dapat menolong dan melindungi Babel dari kebinasaan. Kehancuran Babel diikuti kehancuran dewa-dewanya.

Sebaliknya Tuhan dilukiskan tetap mendukung dan menjunjung umat-Nya sejak dari kandungan. Bahkan sampai putih rambutpun Dia tetap menggendong, menanggung, memikul, dan menyelamatkan umat-Nya ( Yesaya 46:4 ). Itu artinya pemeliharaan Tuhan kepada umat-Nya dialami sejak dari dalam kandungan sampai masa tua. Kasih setia Tuhan tidak pernah berkesudahan. Berbeda dengan berhala-berhala yang tidak dapat memberikan keselamatan pada manusia.

Dengan demikian, Tuhan Allah kita tidak dapat disamakan dengan dewa-dewa atau berhala-berhala lain yang pada akhirnya tidak dapat menolong dan menyelamatkan kita ( Yesaya 46:5 ). Dewa Nebo sudah direbahkan, patung-patungnya sudah diangkut di atas binatang, diatas hewan, yang pernah diarak, sekarang telah dimuatkan sebagai beban pada binatang yang lelah. Dewa itu sudah direbahkan dan ditundukkan ( Yesaya 46:1,2). Ketika bangsa Babel, ditundukkan oleh bangsa lain, yaitu Medi Parsi, dewa Nebo dan dewa-dewa yang lain tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan mereka. Di dalam Tuhan Yesus kita mengalami kuasa Allah yang memberi pertolongan dan menyelamatkan hidup kita. Kalau begitu untuk apa lagi kita melirik bahkan tergiur dengan pertolongan yang datang dari kuasa-kuasa yang tidak jelas asal uslunya dan yang tidak dapat menyelamatkan. Tinggal sekarang apakah kita tetap setia dalam iman kepada Tuhan Yesus ?


Doa : Tuhan Yesus ajar dan bimbinglah kami supaya kami tetap setia mengikuti Engkau dan tidak berpaling pada kukuatan lain, kepada berhala-berhala yang tidak dapat menolong dan menyelamatkan. Amin