Sunday, July 3, 2011

“Kesaksian Dr.Maurice Sklar seorang Yahudi Russia dalam kujungannya melihat penglihatan tentang sorga”




“Kesaksian Dr.Maurice Sklar seorang Yahudi Russia dalam kujungannya melihat penglihatan tentang sorga”

Ini adalah pengalaman penglihatan dan pewahyuan spiritual dari Maurice Sklar, seorang pemusik rohani (Praise and worship violinist and psalmist) yang diceritakan dan ditulis oleh Maurice Sklar untuk memberkati umat Tuhan dengan pengharapan surga yang mulia dan memperingatkan bahwa kedatanganNya sudah sangat dekat!. Demikian ceritanya:

Pada hari Rabu, tanggal 4 Agustus 2010, sekitar pukul 10.30 AM, seorang malaikat datang di kamar tidurku, saya baru saja terbangun. Dia berkata padaku, “Aku dikirim oleh Tuhan untuk membawamu ke surga. Engkau harus ikut bersamaku sekarang. Pegang tanganku.” Jadi aku melakukannya. Tiba-tiba, saya berada di dunia roh. Kami keluar dan naik melewati langit-langit rumah dan ke atas ke udara seperti roket. Saat saya melihat ke bawah, rumahku menjadi semakin kecil dan kecil, sampai saya hanya bisa melihat kawasannya, kemudian kota dan kemudian area dari pantai barat California.

Sebentar kami berada di luar angkasa dan melihat bumi menjadi semakin kecil dan kecil. Kemudian saat saya melihat ke depan, kami bergerak sangat cepat sehingga bintang-bintang menjadi semacam kilasan panjang cahaya yang mengilang ke satu titik di cakrawala di depan kami. Kemudian, saya melihat sebuah planet mendekat yang tampak mirip dengan bumi. Malaikat berkata, ”Ini adalah planet Surga”. 

Kami turun ke dalam atmosfer dan sebentar saya bisa melihat bahwa kami berada di atas rangkaian gunung raksasa. Gunung ini ditutupi sepenuhnya oleh salju untuk beberapa jarak ke utara dari kami. Kami akhirnya mendarat di lembah yang spektakuler yang dikelilingi oleh gunung-gunung tertutup salju di tiap sisi dari lokasi kami.
Udara sangat bersih dan segar dan saya menghirup bau harum dari gentle breeze di bawah matahari yang terang dan nyaman.

Saya melihat sekitarku dan pada sisi dari gunung kami berada di bagian terbawah yang ditutupi oleh bunga-bunga berwarna violet, merah, merah muda dan kuning. Ini sungguh breathtaking! (sungguh mempesonakan). Warna-warnanya sungguh cerah dan jelas. Alam sungguh cantik sampai saya hampir-hampir jatuh berlutut di depan malaikat.
Tapi, melihatnya, saya menyadari bahwa hal ini tidak sewajarnya terjadi.
Dia menunjuk ke arah barat dari kami, dan berkata, ”Ayo berangkat dan lihat apa yang sudah dipersiapkan.”
Kami berjalan seberapa jauh kemudian saya berada dalam ketakjuban saat kami bergerak mendekati danau besar yang diairin dari salju gunung-gunung di atasnya oleh air terjun raksasa.
Saat mendekat, suara raungan air seperti memekakkan telinga, tapi juga terdengar seperti orkestra dan paduan suara yang bernyanyi bersamaan di bawah suara raungan air. Itu adalah yang bisa saya gambarkan sesuai aslinya. Suara itu membuat musik! Saat matahari mencapainya, air itu akan memantulkan semua warna yang pernah saya lihat seperti pelangi di air yang disemprotkan ke matahari, tapi lebih banyak warna lain yang belum pernah saya lihat.

Saya terdiam dalam ketakjuban. Tetapi, malaikat membuat kami menjauh dan melanjutkan perjalanan kami. Sebentar saya melihat sebuah tenda ”kota” yang besar. Kota ini terletak pada dataran tingggi dari pinggir danau yang dapat melihat pada gunung. Pada awalnya kota ini tidak tampak besar, tapi saat mendekat, saya menyadari bahwa kota ini sangat besar.
Kota ini memiliki 12 paviliun tenda, masing-masing dengan corong putih menjulang ke atas sedikitnya setinggi 10 lantai gedung. Pada puncak corong tersebut ada bendera yang menurut malaikat adalah bendera dari 12 suku Israel. Malaikat berkata, ”Ini sudah disiapkan untuk mereka yaitu Mempelai Mesias dari 12 suku Israel yang akan dilepaskan untuk melayani pada jam terakhir.
Ini adalah bagian dari jamuan pernikahan yang diperuntukkan bagi yang layak datang. Mereka yang tidak menyayangkan nyawa mereka sampai mati.

Saat kami memasuki tenda Benyamin, saya melihat banyak meja yang sedikitnya 100 kaki panjangnya. Masing-masing set peralatan makan dari emas yang tak tanggung-tanggung , gelas minum crystal berkaki dan piring-piring yang tampak dibuat dari ibu mutiara.
Tiap meja diatur demikian rupa sehingga semua bisa melihat ada 1 meja yang lebih tinggi di bagian tengah. Pada tengah-tengah meja tersebut, ada semacam kursi “tahta”. Saya tahu begitu saja bahwa itu pasti milik Tuhan Yeshua di mana Dia akan duduk.
Pada tiap setting ada tampak nama-nama mereka yang diundang pada plat nama berbentuk kotak kecil dari emas.
Beberapa tampak rumit dibanding lainnya dan dikelilingi oleh batu mulia dan permata. Seluruh pavilun tenda dibentuk seperti bintang Daud dengan 12 suku mengelilingi meja tengah yang lebih tinggi yang sedikitnya juga berukuran 100 kaki panjangnya.
Saya diperbolehkan melihat beberapa plat nama yang duduk di meja Tuhan.
Abraham, Daud, Musa, Elia dan nama lain dari Alkitab memiliki tempat di situ. Rasul-rasul dari Domba Allah juga ada di situ. Tetapi ada nama-nama lain yang tidak kukenali juga ada di meja tersebut. Kita tidak dapat mengetahuinya pada saat ini.
Malaikat yang gagah perkasa yang bersamaku ditutupi pakaian berwarna putih dan sangat terang untukku untuk melihat secara langsung saat dia berdiri di sampingku. Dia menangis, ”Diberkatilah mereka yang akan duduk di sini. Tuhan pasti memberi penghargaan bagi semua yang setia padaNya. Mereka adalah kesayanganNya. Mereka adalah MempelaiNya. Beritahukan pada mereka yang masih di bumi.
 
SEMUANYA SUDAH SIAP! DOMBA ALLAH BERDIRI DI PINTU UNTUK MENAMPAKKAN DIRI PADA YANG DIKASIHINYA, MEMPELAINYA!
BERJAGA DAN BERDOA SUPAYA ENGKAU DIANGGAP LAYAK UNTUK LEPAS DARI MURKA YANG AKAN DATANG YANG SEBENTAR LAGI DICURAHKAN KE BUMI.

Sembunyikan dirimu di tempat rahasia dengan pelitamu menyala terang.
LIHAT, MEMPELAI PRIA DATANG! Saat dia berbicara, malaikat Allah mulai bersinar lagi sangat terang sehingga saya menyembunyikan wajahku dan jatuh tertunduk di depanNya.
Sebentar, saya dapat bangkit lagi. Dia menarikku ke atas dan saya dapat melihat padanya lagi. Dia berkata, sekarang saya akan membawamu mendengar beberapa musik surga. Kemudian, secara tiba-tiba, kami berdiri di luar dari apa yang tampak seperti ruang konser, tetapi lebih agung dari apa yang pernah saya lihat. Kami naik bertahap ke pintu masuk yang dikelilingi oleh tiang-tiang besar. Ada yang lain yang datang ke konser, baik malaikat maupun manusia. Beberapa menunduk kepadaku dan menyambut ku saat masuk, tetapi saya tidak mengenali mereka.

Kami duduk di tempat duduk kotak di tengah di bagian depan dari orkestra simfoni yang besar. Saya sangat terkejut saat melihatnya hampir sama dengan konser di bumi. Bahkan saya bisa mengenali beberapa dari musisi, beberapa saya ketahui dari pewahyuan bahwa mereka adalah musisi besar di masa lalu, dan beberapa saya kenali dari hidupku bahwa mereka telah meninggal dan telah berada di surga.

Malaikat secara pelan berkata di telingaku. Ini adalah konser untuk menghormatimu. Komposer, Gustav Mahler di sini di surga. Dia telah menggubah sebuah simfoni untukmu. Kemudian Tuhan datang di panggung dan memimpin konser. Saat Dia masuk, semua audiens berlutut menyembah dan menghormati kehadiranNya.
Kemudian, saat musik mulai, saya masuk dalam dunia ”ekstaksi” di mana saya tidak bisa menggambarkannya dalam kata-kata. Musik ini memang jelas dalam gaya Mahler, tetapi tanpa ada unsur kesedihan atau keputusasaan. Saya menjadi rendah hati dan takjub melampaui kata-kata.
Ini adalah musik paling cantik yang pernah aku dengar. Saya tertawa. Saya menangis. Saya jatuh prostrate di hadapan tahta Allah dan menyembah (Bagaimana saya melakukan hal ini saat mendengar musik, saya tidak tahu). Saat mendengar, sesuatu di dalam diriku yang ada dalam sakit parah disembuhkan dan tidak sakit lagi. Saat selesai, saya meminta dengan sangat pada malaikat untuk membiarkanku tinggal di sana dan tidak pergi atau kembali ke bumi lagi.
Tetapi, malaikat berkata, ”Ini belumlah waktunya. Tetapi,saya akan menunjukkan padamu satu dari rumah-rumahmu.” Tiba-tiba, kami berada di luar di gunung-gunung lagi. Saya tidak tahu, tapi mungkin ini berada di lokasi yang sama. Kami berada di samping gunung. Kami berjalan ke atas di jalan berangin yang tampak seperti ”shimmer” seperti plate dari paviliun tenda.

Ini tampak seperti marble, ibu mutiara, emas dan kaca, semua pada saat bersamaan. Akhirnya, kami sampai pada dataran tinggi datar yang tampak seperti Alps Swiss atau Bavarian. Ini dipenuhi dengan rumput-rumput yang terpotong secara sempurna.Kami berdiri di depan gerbang emas yang memiliki ukiran cantik. Pada bagian atas adalah namaku, “Maurice Sklar” yang terukir pada piringan kotak dari batu/kaca/emas. Ini ditutupi oleh batu-batu berharga dan shimmered dan berkilau-kilau pada matahari sore.

Saya dalam ketakjuban! Dua pintu gerbang terbuka dengan sendirinya saat kami memasuki semacam taman bergaya Jepang dengan aliran air melaluinya.

Taman ini memiliki jalan berliku yang dikelilingi oleh bunga-bunga mawar paling indah, bunga-bunga lain dan pohon yang dipotong rapi seperti ala Jepang di sela-selanya.
Ada juga ikan berwarna warni yang berenang di aliran air tersebut.
Kami berjalan melalui jembatan kayu melengkung yang melalui aliran air saat kami mendekati mansion/rumah besar. Ada juga hutan kecil di sekitar taman, dan saat aku melihat ke arah kiri saat melwati jembatan, saya dapat melihat air terjun dari formasi batu dari ketinggian 40 kaki di atas. Air terjun ini mengalirkan air dan datang dari gunung saya.Malaikat memberitahukanku bahwa seluruh gunung tersebut adalah milikku, bersama dengan artis-artis dan musisi yang hidup di dalamnya.
Kami akhirnya sampai ke pintu depan, dan rumah tersebut tersembunyi dalam semacam hutan kecil. Tetapi, sekarang aku bisa melihat pemandangan yang lebih jelas setelah melewati jembatan kayu dan ini memakan waktu hanya satu kali napas saja! Ini tampak seperti rumah kayumerah dan kaca yang modern.
Ada lantai untuk jendela langit-langit depan untuk melihat ke arah taman.
Rumah ini memiliki banyak sudut dengan jendela miring yang tampak seperti kristal murni dan bukan kaca biasa.

Pintu-pintunya lebih dari 25 kaki tingginya dan dibuat dari kayu berukir seperti dari kayu jati.Pintu ini memiliki bintang Yahudi besar yang terpasang di sebagian pintu satu dan sebagian kali di satunya dari bahan batu kaca dari karang mutiara.
Tetapi bintang ini bersinar dari dirinya sendiri. Ada knop pintu besar, tapi pintu ini juga akan membuka dirinya sendiri saat kami masuk.
Saat saya melihat di bagian depan, sinar terang menyeruak masuk ke rumah dari setiap sisi dan langit-langit seperti kristal yang diselang seling dengan kayu redwood besar seperti balok yang pergi dari satu dinding ke dinding lain.

Kemudian saya memasuki ruang tamu dan sungguh menakjubkan! Seperti setiap rumah impian yang pernah saya pikirkan, ini memiliki furnitur kontemporer, langit-langit yang memiliki ketinggian 2 sampai tiga tingkat, sungguh-sungguh terbuka lapang.
Dinding seluruh punggung adalah lantai untuk kaca kristal langit-langit. Saya memiliki pemandangan tampak seperti lukisan Gunung Fuji di tengah danau gunung yang sangat bagus/agung, yang setiap sisinya dikelilingi oleh gunung-gunung yang tampak seperti Himalaya.

Saya tidak pernah berpikir pemandangan semacam itu. Saya hanya terkesiap takjub.Ada perapian besar di tengah tembok belakang, tapi entah mengapa aku bisa melihat melalui nya.
Pada bagian kiri belakang, ada pintu kristal yang terbuka ke dek kayu merah.
Ada juga kolam yang sepertinya terhilang ke pemandangan gunung. Tidak ada pinggiran/batas yang saya perhatikan juga diairin dari air terjun dan aliran yang mengalir ke halaman depan.
Saya kemudian menuju ke ruang tidur yang sungguh indah. Rumah terbaik adalah ”ruang musik” tentunya. Ruang ini memiliki karpet beludru tebal yang berwarna ungu tua, dan saat saya masuk, ini tampak menjadi semacam ruang pertunjukkan kecil atau ruang konser.

Saya dapat memberitahukan bahwa ruangan ini akan mengembang atau mengecil tergantung pada siapa atau seberapa banyak orang di sana. Pada satu sisi, ada pintu seperti kubah dan di dalamnya ada puluhan instrumen berdawai besar. Sebagian dibuat untukku dan satu tempat kosong di mana Tuhan menjanjikan akan membuat violin untukku dan saya dapat melihatnya, setelah saya masuk Surga!
Ada kotak-kotak berisi busur yang berkualitas dengan disisipin batu-batu berharga dan harta musikal lain yang tidak saya sebutkan saat ini.
Kemudian, malaikat yang telah mendampingi saya, mengatakan, “Ada tempat lain ke mana saya harus membawa Anda”.

Aku mengambil tangannya lagi, dan kami tiba-tiba di depan sebuah bangunan yang tampak seperti gudang besar.

Kami masuk ke dalam dan aku merasa seperti aku berada di bangunan gudang terbesar yang pernah kulihat. Aku nyaris tak bisa melihat dinding yang jauh jaraknya.

Itu tampak seperti lemari pakaian terbesar yang pernah ada!Ada dua belas deret panjang jubah dengan tali bahu yang besar di puncak mereka. (Itu cara terbaik yang saya bisa menggambarkannya. Aku belum pernah melihat pakaian tampak seperti itu. Seperti ada bar atau papan kayu kecil di bagian atas masing-masing seperti tongkat tirai kecil tempat jubah itu tergantung).

Jubah digantung sepanjang rak pakaian yang membentang sejauh yang saya bisa melihat. Kami tiba-tiba di atas pada platform seperti catwalk dan aku bisa melihat semua jubah. Ada dua belas barisan panjang yang tampak seperti ribuan jubah identik yang pergi sejauh yang saya bisa melihat. Lalu malaikat itu berkata padaku, “Ini mantel untuk satu jam terakhir yang datang atas bumi. Ini adalah untuk pelayanan akhir zaman nabi Elia. Akan ada dua belas ribu dari masing-masing suku Israel yang akan membawa salah satu mantel.

Lalu, kami masuk ke ruangan lain yang lebih kecil dari gudang yang sama. Ada mantel lainnya yang tergantung di dinding di setiap sisi. Ini semua tampak berbeda dari satu sama lain. Aku tahu entah bagaimana bahwa mereka telah dipakai oleh orang-orang kudus yang besar dan pelayanan di masa lalu. Aku terkejut melihat beberapa dari abad pertengahan, maupun yang dikenakan oleh para rasul gereja mula-mula, dan bapa-bapa gereja.

Pada panggung di ujung ruangan ini adalah tiga jubah yang digantung berdampingan, dengan yang menengah atas lebih tinggi daripada yang lain. Di sisi kiri adalah jubah yang tergantung di bawah skala jenis kuno dengan dua mangkuk yang seimbang bersama. Aku segera menyadari bahwa kedua ini mewakili simbol untuk keadilan dan hukum.

Malaikat itu tampaknya tahu apa yang saya berpikir dan berkata, “Ya, itulah yang mantel yang dikenakan Musa . Ini adalah mantel dari pemberian Taurat kepada umat Israel “Lalu. Aku melirik ke kanan. Aku melihat rambut rompi kulit kasar yang memiliki sabuk di tengah. Malaikat berkata, “Itu adalah jubah Nabi Elia. Keduanya akan dikenakan lagi pada jam terakhir, seperti yang sudah tertulis.
Lalu, aku melihat di tengah jubah yang terletak lebih tinggi daripada yang lain. Warnanya putih. Pada awalnya ia terlihat sangat polos, tapi kemudian saat aku terus melihat, menjadi terang dan terang sampai akhirnya itu begitu menyilaukan bahwa aku tidak dapat tahan melihat itu lagi. Ketika saya berbalik mata saya jauh, malaikat itu berkata, “Ini adalah jubah disediakan untuk Yeshua Mesias ketika dia kembali ke bumi dengan semua orang kudus. Ini akan dicelup dalam darah. Firman Allah akan dilihat oleh semua! “

”Apakah Anda tahu apa yang telah Anda lihat?”, Malaikat bertanya padaku. Aku berkata, “Tidak, Sir. tidak sepenuhnya. Tapi kau tahu “Dia menjawab.,” Anda telah melihat ruangan tempat mantel yang disediakan untuk penghakiman terakhir pada jam yang segera datang atas dunia.Beberapa orang telah melihatnya. Para malaikat telah selesai semuanya. Semua ini sekarang sudah siap!Engkau harus menulis apa yang telah kau lihat sehingga umatku bisa tahu seberapa dekat DiriKu pada jam terakhir! AKU DATANG SEGERA! “

Selagi malaikat itu berbicara, tiba-tiba aku menyadari bahwa itu adalah Tuhan sendiri yang telah bersama dengan saya. 

Dia telah mengambil bentuk malaikat itu. Dia tampak tumbuh dan tumbuh sampai aku kewalahan dan sekali lagi cahaya itu membutakan saya yang datang dari wajah-Nya. Saya kemudian jatuh tertelungkup lagi dan menyembah Dia. Untuk Dia adalah Raja segala raja dan Tuhan segala Tuhan!
Kemudian, terang dan kemuliaan terangkat, dan Dia muncul kembali dalam jubah biru dan putih. Dia tampak seperti manusia sekarang, meskipun aku tahu bahwa Dia adalah TUHAN. Dia berkata padaku, “Maury, Aku ingin Engkau melihat Balai Besar Mahkota” dan tiba-tiba kita berada di sebuah benteng besar dengan bentuk gabungan dari beberapa macam bangunan.

 Gedung ini tampak seperti Buckingham Palace, Versailles, dan Taj Mahal, semuanya pada waktu yang sama. (Aku tahu kedengarannya aneh, tapi itu adalah apa yang tampak seperti saya)
Saya terpesona pada keagungan bangunan ini.. Kami berjalan di pintu-pintu gothic ini dan kami berada di sebuah lorong, serambi besar seperti meja panjang yang kecil di kedua sisi. Mereka tertutup dalam materi seperti beludru hitam, hanya lebih mewah. Di atas setiap meja kecil adalah sebuah mahkota. Masing-masing berbeda, tetapi semua itu begitu indah sehingga aku melihat mereka dan menangis! Sepanjang dinding dan langit-langit adalah lukisan halus dan jenis ukiran seperti yang di Vatikan, hanya jauh lebih besar. Foyer atau lorong ini terjulur ke depan kami sejauh yang saya bisa melihat di kejauhan.

Setiap sepuluh kaki di setiap sisi sebuah mahkota emas tampak di atas meja terbungkus beludru hitam. Masing-masing punya nama di bawahnya. Beberapa dipenuhi ribuan batu mulia. Ada yang tercakup dalam berlian, dimana Tuhan berkata mewakili jiwa. Batu-batu lain merupakan tindakan besar cinta dan pengorbanan bagi Kerajaan Allah. Beberapa memiliki perbatasan merah di sekitar dasar mahkota mewakili kemartiran. Beberapa seperti tiara kecil berlian. Ada yang begitu besar bahwa mereka telah berlian solid naik dua dan tiga kaki. 

Semuanya seperti karya seni terbaik yang pernah kulihat! Seperti sebuah patung Michelangelo, atau lukisan Raphael, masing-masing hanya menambah kekaguman dalam diriku.
Beberapa mahkota kurang hiasan adalah untuk para gembala – gembala kawanan yang telah hidup benar dan setia, tapi kecantikan mereka bahkan lebih bergerak entah bagaimana. Aku menangis dan menyembah Tuhan seperti yang kita berjalan di bagian yang besar dari Ruangan Mahkota.
Kemudian, tiba-tiba, aku kembali di kamarku lagi. Hampir setiap saat telah berlalu. Aku merasa aku sudah di surga selama berjam-jam atau bahkan beberapa hari, tapi itu hanya saat waktu yang sebentar untuk ukuran bumi.

Ini adalah tulisan benar yang bisa aku tulis sesuai apa yang saya alami. Harap mengerti bahwa saya tidak menganjurkan doktrin atau menambah Alkitab dengan cara apapun. Ini adalah sebuah visi, dan karena semuanya merupakan wahyu supernatural, itu harus dinilai sesuai dengan otoritas yang lebih tinggi yaitu Kitab Suci. Meskipun demikian, saya harus patuh dan merekam apa yang saya lihat dan dengar dalam pengalaman surgawi, seperti firman Allah untuk saya lakukan.

Semoga Tuhan terus memberkati Anda berlimpah, teman-teman yang terkasih!

Sumber: http://gazette.kingedwardltd.com/?p=2067

Soli Deo Gloria

Tuesday, May 24, 2011

Penginjilan Melalui Teknologi Satelit Menjangkau Muslim Di Arab Saudi & Timur Tengah


"PENGINJILAN MELALUI TEKNOLOGI SATELIT MENJANGKAU MUSLIM DI ARAB SAUDI & TIMUR TENGAH"

Kesaksian Dan Kisah Nyata : "Jutaan Muslim MURTAD Karena Zakaria Boutrous"

Al-Qaeda mengumumkan Pendeta Koptik Kristen Zakaria Boutrous sebagai kafir yg paling di cari di seluruh dunia.. Al-Qaeda juga menawarkan upah sebesar USD $60Juta bagi kepala Boutrous. Al-Qaeda mengarahkan serangan pada penginjil Arab yg beroperasi di AS karena telah menyebarkan Injil kepada Muslim. oleh Joel C.Rosenberg untuk FlashTraffic. Anda mungkin belum pernah dengar nama Pendeta Zakaria Boutrous, tapi penting untuk mengetahui tokoh ini. Dia adalah penginjil Arab Amerika yg paling efectif,terkenal,kontroversial di dunia muslim. Dia bagaikan "Rush limbaugh" bagi para revivalis. Khotbahnya lucu,cerdas,meyakinkan,dan provokatif. Musuh-musuhnya tidak hanya ingin membungkamnya, tapi membunuhnya sekalian..Minggu lalu aku dapat kehormatan mewawancarai Boutrous melalui telepon dari tempat tinggalnya yang tersembunyi. Dia mengatakan padaku bahwa dia baru saja tahu website Al-Qaeda memasang fotonya dan menyebutnya sebagai Kafir yang paling di cari di seluruh dunia. Mereka juga memasang harga bayaran bagi kepalanya. Christian Brodcasting Network melaporkan bahwa harga kepalanya seharga $60 juta. Boutrous sendiri tidak tahu harga tepatnya.Bandingkan dengan kepala Osama Bin Laden yg di hargai oleh Amerika seharga $25 Juta saja...

Kenapa ya para muslim sangat benci dan jengkel dengan pendeta tua Koptik Kristen dari Mesir yg sudah berusia 70 tahun ini..? Jawabnya adalah Boutrous memerangi Islam melalui udara, dan dia menang....Boutrous mengabarkan Injil melalui teknologi satelite canggih yg mampu menembus benteng-benteng para pemerintah Islam yang menahan penginjilan di tanah Islam..Dengan begitu Boutrous secara langsung menantang Muhammad sebagai nabi, dan Alquran sebagai firman allah SWT. Secara sistematis dia membahas kehidupan Muhammad, kisah cintanya, untuk menunjukan sifat aslinya yg buruk dan penuh dosa. Dia membahas Alquran dengan seksama, ayat demi ayat, sambil menunjukan isinya yg bertentangan satu sama lain dan tiadanya konsistensi pesan. Tidak hanya kesalahan Islam saja yg dia jabarkan, tapi juga penyampaian pesan pada muslim bahwa Yesus mengasihi mereka dan bersedia menerima dan mengampuni mereka. Jika hal ini di lakukan Boutrous secara diam-diam, atau jika siaran TV satelite nya tidak ada yang nonton, maka tentulah tidak ada keributan yg di timbulkan. Tapi program TV nya berlangsung selama 90 menit dengan pesan campuran antara khotbah, Ajaran dan jawaban dari para penelpon di seluruh penjuru dunia. Program TV nya di tayangkan empat kali dalam seminggu dalam bahasa Arab, yg merupakan bahasa asli.

Boutrous, di jaringan TV Staelite bernama Al Hayat [ TV Hidup]. Siaran TV ini bisa di lihat di seluruh negara-negara Afrika Timur,Timur Tengah,Asia Tengah, dan juga seluruh Amerika Utara,Eropa,Australia,dan New Zealand.. Tidak hanya bisa di tonton dimana saja, Tapi juga di tonton oleh sekitar 50 juta Muslim setiap hari. Akibatnya, Boutrous.. yang sudah mengudara semenjak tahun 2003 telah menjadi nama yang terkenal di dunia muslim. Koran Arab menganggap nya sebagai "Musuh Masyarakat Islam" nomor satu di tanah Arab. Jutaan muslim membencinya namun tetap menontonnya dan mendengarkannya yg tidak bisa di blockir oleh pemerintah masing-masing negara. Ketika Boutrous menantang imam-imam radikal muslim untuk menjawab tuduhan-tuduhan nya terhadap Islam dan Alquran, jutaan penonton muslim menunggu bagaimana para imam akan menjawabnya. Tapi semakin banyak muslim radikal menyerangnya, Boutrous justru semakin terkenal. Semakin banyak pula muslim mengamati, semakin banyak pula muslim yang akhirnya berkesimpulan bahwa Boutrous benar dan mereka pun "Murtad" dan beralih ke agama Kristen. Boutrous memperkirakan bahwa sekitar 1.000 muslim per bulan berdoa untuk menerima Yesus sebagai Juru Selamat mereka melalui telepon gengamnya.. Sebagian muslim menerima Yesus di siaran TV bersama Boutrous.

Boutrous yakin kebanyakan Muslim bukanlah Muslim Radikal. Tapi dia menjelaskan bahwa muslim tersesat secara rohani dan dia ingin sekali menolong mereka mendapatkan jalan kembali kepada Tuhan yang mencintai mereka.

Sejumlah Faktor yg mempengaruhi fenomena Boutrous ini :

PERTAMA : Bentuk media baru : khususnya TV satelite dan Internet memungkinkan orang bertanya tentang Islam tanpa takut dianiaya atau di bunuh. Ini mengakibatkan untuk pertama kalinya penonton Muslim bahkan dari Saudi Arabia dimana Injil- Injil disita dan di bakar-menelpon show ini untuk berdebat dengan Boutrous dan bahkan menyatakan kemurtadan mereka dan masuk Kristen.

KEDUA : Siaran TV Boutrous dalam bahasa Arab. Bahasa sekitar 200 juta orang, kebanyakan muslim. Kemahiran Boutrous berbahasa Arab Klasik tidak hanya memungkinkan mencapai penonton yang lebih luas, dan memungkinkan juga untuk membahas lebih dalam literatur Arab yang berjilid-jilid sehingga melaporkan kepada muslim-muslim KTP tentang kepincangan-kepincangan dalam Islam.

KETIGA : Analisanya tidak dapat di bantah. Contoh pembahasan tentang "apakah jihad sebuah kewajiban bagi semua muslim?" "Apakah wanita lebih rendah dari pria dalam islam?" "Benarkah Muhammad mengatakan bahwa monyet-monyet wanita harus di rajam dengan batu.?" "Apakah minum meminum air kencing nabi memang di wajibkan Shariah.?" Boutrous menjawab setiap pertanyaan dengan kutipan dari sumber-sumber Islam yg jelas, dari teks Quran,Hadist dan teologi-teologi muslim ternama dari dulu sampai sekarang. Dan ternyata, tangapan ulama sering dalam bentuk bungkam kesumat, yang membuat siaran-siaran Boutrous semakin mengiurkan bagi penonton muslim.

Ulama sering merujuk kepada kesimpulan-kesimpulan Boutrous mau tidak mau bahkan malah menyatakan persetujuan mereka dengan Boutrous - sehingga sering membuat wajah-wajah merah malu pada siaran TV secara langsung tersebut. CONTOH PALING DRAMATIS pada Siaran TV International, Iqra. Sang pembawa acara, basma, Muslimah konsevatif berjilbab, menanyakan kepada 2 orang ulama termasuk Sheikh Gamal Quatb yang pernah menjabat sebagai mufti agung Universitas Al-Azhar untuk menjelaskan legalitas ayat Quran [4:24] yg mengijinkan lelaki untuk memperkosa wanita-wanita tahanan perang. Ia berulang ulang kali menanyakan "Betulkah menurut Shariah, Sex dengan budak masih berlaku..?" Kedua ulama tidak dapat memberikan jawaban yang pasti dan jelas, bahkan mereka cuma bisa OOT [Out of topic] sambil mengutuk Yahudi...!! Bahkan Basma menegaskan kembali : "pemuda-pemuda muslim bingung dan perlu "JAWABAN SEGERA" karena ada sebuah siaran TV khusus dan seorang lelaki yang mendiskusikan masalah ini selama 20 tahun dan belum juga mendapatkan tanggapan dari kalian" Sheikh Qutb yang wajahnya merah padam berteriak "Percuma menanggapi orang-orang hina macam itu..!" dan angkat kaki dgn marah dari set film. Ia kemudian kembali lagi, tapi menolak untuk mengakui bahwa Islam memang mengijinkan budak-budak sex dan malah menghabiskan waktu untuk mengumpat dan mengutuk Boutrous.

Ketika Basma mengatakan bahwa " Sebanyak 99% Muslim,termasuk saya tidak mengerti masalah pergundikan dalam Islam dan sulit untuk menerimanya".Sang Sheikh menjawab "Kalian tidak perlu mengerti..!" Dan bagi muslim-muslim yang menonton dan di pengaruhi Boutrous, ia menghardik "Itu urusan kalian.!" Kalau putera saya sakit dan memilih untuk mengunjungi seorang mekanik dan bukan seorang dokter..! maka itu urusan dia..! Namun sukses Boutrous adalah tujuannya untuk menyelamatkan jiwa muslim. Ia selalu memulai dan mengakhiri siarannya dengan menyatakan bahwa ia mencintai semua muslim dan ingin menjauhi mereka dari kepalsuan-kepalsuan dan membawa mereka menuju suatu "KEBENARAN".DENGAN DEMIKIAN FATHER ZAKARIA BOUTROUS MEMERANGI API DENGAN API...! "Keep on Fire Soldier Of Christ" @Wassalam.com

Sumber :

Facebook : LEBIH DARI 55 JUTA KRISTEN di INDONESIA

https://www.facebook.com/video/video.php?v=115814141802349&comments


Zakaria Boutrous:

Teknologi satelit, radio, internet dan masih banyak cara yang lain dapat menjangkau Muslim di mana mereka berada dan cara ini menjaga privasi mereka. Mereka bisa mendengar siaran dari TV satelit sendirian dan juga melihat internet saat sendirian. Hal ini penting karena bagi Muslim berbahaya untuk mencari tahu tentang agama Kristen atau mendengarkan khotbah agama Kristen.Dengan demikian mereka ingin menjaga privasi mereka. Mereka takut akan sesama Muslim jika ketahuan.

Wartawan:

Apa yang Anda ketahui tentang pertumbuhan umat Kristen di dunia Islam. Apakah ada keterangan data jumlah mereka?

Zakaria Boutrous:

Terdapat jutaan orang yang menerima Kristus, mereka adalah para Muslim murtad yang lalu memeluk Kristen. Misalnya 10.000 orang dari Aljeria setiap tahun, dan 45.000 dari Maroko setiap tahun, 50.000 dari Saudi Arabia setahun, dan dari seluruh Afrika terdapat 6 juta Muslim murtad setahun. Dari Mesir saja terdapat 1 juta Muslim murtad dan lalu memeluk Kristen.

Wartawan:

Wow! Ada berita bahwa ada beberapa imam yang murtad meninggalkan Islam juga. Dapatkah Anda memberi keterangan tentang hal itu?

Zakaria Boutrous:

Betul itu. Ada seorang imam dari mesjid di Timur Tengah yang murtad, saya tak mau memberitahu dari negara mana. Dia menonton TV satelit kami, membaca Alkitab, dan lalu memeluk Kristen, dan datang ke gereja untuk meminta para pendeta berdoa baginya karena dia punya kelompok imam-imam lainnya yang mempelajari keterangan dari TV satelit kami guna mencari kebenaran. Setelah itu mereka mulai membaca Alkitab. Minggu ini, seorang imam dari kelompok ini beserta seluruh keluarganya dibaptis. Puji Tuhan.


Soli Deo Gloria

Sumber : http://indonesia.faithfreedom.org/


Tuesday, May 3, 2011

Renungan dan Kesaksian : “Rahasia Besar di Balik Tsunami Aceh”



Renungan dan Kesaksian : “Rahasia Besar di Balik Tsunami Aceh”


Cerita ini adalah kisah nyata dan rahasia di balik terjadinya tsunami Aceh dengan kesaksian 400 orang umat Kristen bahwa kisah ini sungguh terjadi...

Bencana Raya Tsunami Aceh 2004 sudah lama berlalu, tapi tak seorangpun yang akan pernah melupakannya. Prahara itu setara dasyatnya dengan Bom Hiroshima dalam catatan sejarah bumi ini. Sampai kapanpun orang tidak akan pernah lupa pada Tsunami Aceh, dan seluruh umat manusia, keturunan demi keturunan, akan terus mengenangnya.Orang akan tetap mengingatnya sebagai bencana alam terbesar sepanjang zaman modern.

Tak seorangpun yang akan lupa betapa stasiun-stasiun TV menayangkan video-video mengerikan: mayat-mayat manusia bergeletakan tak berarti di jalan-jalan, di trotoar, di lapangan, di selokan-selokan, tergantung di tiang listrik, di atas pohon dan tempat-tempat lain. Para reporter melaporkan langsung dengan berdiri di sekitar tumpukan mayat berserakan, bagai tumpukan ikan di pasar ikan.

Tapi adakah yang tahu rahasia besar di balik peristiwa dahsyat itu? Sekaranglah saatnya rahasia itu diungkapkan secara luas, agar menjadi peringatan besar bagi dunia, sama seperti Bahtera Nuh menjadi peringatan akan bengisnya murka Allah atas manusia di jaman itu.

Berikut ini saya salin dari catatan harian saya dari tahun 2005 lalu.

“Tadi pagi saya mendengar cerita yang menggetarkan dari tante saya. Beliau adik perempuan ibu saya, yang baru tiba dari Pekan Baru-Riau beberapa hari lalu ke kota ini, untuk meninjau anaknya yang sekolah disini. Cerita itu terlalu mengguncangkan sampai saya merinding mendengarnya dan memutuskan untuk menulisnya disini. Beliau bercerita tentang sebuah peristiwa yang luput dari pers, yang menjadi awal dari bencana besar Tsunami Aceh 2004 lalu”

Tanggal 24 Desember 2004, sebuah jemaat gereja berjumlah kira-kira 400 jiwa di Meulaboh, Aceh Darussalam, sedang kumpul-kumpul di gedung gereja untuk persiapan Natal, tiba-tiba mereka didatangi segerombol besar massa berwajah beringas. Mereka adalah warga kota, tetua-tetua kota, aparatur pemerintah serta polisi syariat. Massa ini dengan marah mengultimatum orang-orang Kristen itu untuk tidak merayakan Natal. Tetapi pendeta dan jemaat gereja itu mencoba membela diri, kurang lebih berkata:

“Mengapa Pak? Kami kan hanya merayakan hari besar agama kami. Kami tidak berbuat rusuh atau kejahatan kok. Acara besok untuk memuji dan menyembah Tuhan kok, Pak. Yakinlah, kami tidak akan mengganggu siapapun.”

Tetapi massa itu tidak menggubris dan kurang lebih berkata:

Sekali tidak boleh, ya tidak boleh! Ini negeri Islam! Kalian orang-orang kafir tidak boleh mengotori kota kami ini! Dengar, kalau kami membunuh kalian, tidak satupun yang akan membela kalian, kalian tahu itu!?”

Tetapi orang-orang Kristen itu tetap berusaha membujuk-bujuk massa itu. Lalu massa yang ganas itu memutuskan begini: “Kalian tidak boleh merayakan Natal di dalam kota. Kalau kalian merayakannya disini, kalian akan tahu sendiri akibatnya! Tapi kalau kalian tetap mau merayakan Natal, kalian kami ijinkan merayakannya di hutan di gunung sana!!”

Setelah mengultimatum demikian, massa itupun pergi. Lalu pendeta dan jemaat gereja itu berunding, menimbang-nimbang apakah sebaiknya membatalkan Natal saja, ataukah pergi ke hutan dan bernatal disana. Akhirnya mereka memilih pilihan kedua. Lalu berangkatlah mereka ke hutan, di daerah pegunungan. Di suatu tempat, mereka mulia membersihkan rumput dan belukar, mengikatkan terpal-terpal plastik ke pohon-pohon sebagai atap peneduh, lalu mulai menggelar tikar. Besoknya, 25 Desember 2004, jemaat gereja itu berbondong-bondong ke hutan untuk merayakan Natal.

Perayaan Natal yang sungguh memilukan sekali. Mereka menangis meraung-raung kepada Tuhan, meminta pembelaanNya. Sebagian besar mereka memutuskan menginap di hutan malam itu.

Lalu pagi-pagi buta sekali, ketika hari masih gelap, istri si pendeta terbangun dari tidur. Ia bermimpi aneh, membangunkan suaminya dan yang lain. Dalam mimpinya itu TUHAN YESUS datang kepadanya, menghiburnya dengan berkata:

Kuatkanlah hatimu, hai anakKu. Jangan engkau menangis lagi. Bukan kalian yang diusir bangsa itu, tetapi Aku! Setiap bangsa yang mengusir Aku dan namaKu dari negeri mereka, tidak akan luput dari murkaKu yang menyala-nyala. Bangunlah dan pergilah ke kota, bawa semua saudaramu yang tertinggal disana ke tempat ini sekarang juga, karena Aku akan memukul negeri ini dengan tanganKu!”

Lalu mereka membahas sejenak mimpi itu. Sebagian orang menganggap itu mimpi biasa, menenangkan si ibu pendeta dengan berkata kira-kira begini: “sudahlah Ibu, jangan bersedih lagi. Tentulah mimpi itu muncul karena ibu terlalu sedih”. Tetapi sebagian lagi percaya atau agak percaya bahwa mimpi itu memang betul-betul pesan Tuhan. Akhirnya mereka memutuskan mengerjakan pesan seperti dalam mimpi itu. Beberapa orang ditugaskan ke kota pagi buta itu juga untuk memanggil keluarga-keluarga jemaat yang tak ikut bernatal ke hutan.

Ketika pagi hari, sekitar pukul 7 s/d 8 pagi mereka semua telah berada kembali di pegunungan, mereka dikejutkan goncangan gempa yang dasyat sekali. Tak lama kemudian, peristiwa Tsunami Besar itupun terjadi.

Sekarang, pendeta gereja yang selamat itu telah pergi kemana-mana, mempersaksikan kisah luar biasa itu ke gereja-gereja di seluruh Indonesia, termasuk ke gereja dimana tante saya beribadah, di Pekan Baru.

Saya tidak tahu kebenaran cerita tante saya itu, sebab dialah orang satu-satunya yang pernah bercerita begitu pada saya.Itulah sebabnya saya tulis dulu di buku harian ini supaya saya tidak lupa dan supaya bila kelak saya telah mendengar cerita yang sama dari orang lain, barulah saya akan percaya dan akan saya ceritakan kepada sebanyak-banyaknya orang”.

Saudara dalam Yesus,

Beberapa waktu lalu, saya teringat pada catatan itu lalu terpikir untuk surfing di internet ini, apakah ada orang lain yang mendengar kesaksian yang sama. jika ada, berarti tante saya itu tidak membual pada saya, dan berarti peristiwa itu benar terjadi.

Lalu apa yang saya temukan? Saya BENAR-BENAR menemukannya setelah dengan susah payah membuka-buka banyak situs. Salah satunya saya temukan di pedalaman salib.net.

Itulah sebabnya catatan harian itu saya publikasikan di blog ini untuk saudara publikasikan lebih luas lagi ke seluruh dunia. Biarlah seluruh dunia tahu bahwa Tuhan kita Yesus Kristus adalah satu-satunya Tuhan dan Ia sungguh-sungguh HIDUP!
Haleluyah!!


Immanuel


Sumber : http://jordi920.skyrock.mobi/2860014512-RAHASIA-BESAR-DI-BALIK-TSUNAMI-ACEH.html


Sumber : Google


Wednesday, April 27, 2011

Kesaksian Dan Kisah Nyata Islam Masuk Kristen : “Afshin dari Keluarga Muslim Shiah Selatan Iran”


Kesaksian Dan Kisah Nyata Islam Masuk Kristen : “Afshin dari Keluarga Muslim Shiah Selatan Iran”


Afshin


Aku lahir di bagian Selatan Iran, di kota bernama Abadan, dari keluarga Muslim Shiah. Kakekku adalah seorang imam, dan dia punya 19 anak, dan 84 cucu. Dia tentunya harus memilih penggantinya untuk mengajar Islam bagi generasi penerus. Beberapa kali aku mengalami kecelakaan di mana aku seharusnya mati terbunuh, tapi aku selamat. Setiap kali kecelakaan hampir terjadi padaku, aku selalu melihat siluet bayangan manusia. Aku menyampaikan ini pada banyak orang secara terbuka.

Kakekku mengira jiwa-jiwa para pemimpin Islam terdahulu menjaga nyawa anak ini. Lalu kakek memberi perhatian penuh padaku dan mengajarkan semua hal tentang Islam. Aku lalu bergabung dengan Hezbollah dan menjadi tentara selama tiga tahun. Aku juga mempelajari Qur’an dengan rajinnya. Kakekku juga berpesan agar aku mengajarkan Islam pada kaum Kristen yang tersesat. Aku juga diharapkan untuk menjadi pemimpin spiritual keluarga kami di luar Iran.

Aku ditangkap di Malaysia sewaktu membawa 30 passport palsu. Aku lalu dipenjara.Di penjara, aku lalu mulai mengajar tentang Islam dan memberitahu apa yang Muslim wajib lakukan terhadap Allah. Aku lakukan ini setiap hari, dan tentunya sholat lima kali sehari. Muslim Shiah sholat tiga kali sehari, tapi karena aku ingin lebih dekat ke Allah, maka aku lakukan sholat lima waktu. Lalu di malam hari aku juga melakukan sholat tambahan. Aku terbiasa membaca Qur’an dari awal sampai akhir, dan ini kulakukan sekali setiap 10 hari.

Dari Islam, aku pun punya kekuatan ghaib memanggil para jin. Dalam Islam, aku boleh bicara dengan mereka, bahkan tertulis bahwa Nabi Muhammad juga bicara pada para jin. Aku mampu berhubungan dengan para jin dan mendapat kekuatan dari mereka.Aku bisa mengucapkan doa-doa bagi banyak orang. Jika ada yang disakiti, maka orang ini lalu datang padaku dan memintaku mengguna-guna orang yang menyakitinya. Seketika orang tersebut akan sakit dan mendapat kecelakaan. Sambil menutup mata, aku bisa memberitahu apa yang dilakukan orang itu di tempat lain. Semua ini membuatku ingin lebih sakti lagi. Karena itu, aku semedi lebih banyak lagi sambil melafalkan Qur’an. Suatu malam, aku sedang semedi sambil melafalkan ayat-ayat Qur’an. Ada ayat-ayat Qur’an yang bisa kau ucapkan berulangkali dan ayat-ayat ini tidak bermakna apapun, dan menjadi rahasia Qur’an. Saat itu seekor jin masuk ruangan dan dia jauh lebih berkuasa daripada diriku. (Afshin dicekik Setan sampai sekarat. Main jampi-jampi sama ayat-ayat Qur'an dan setan seeeh.... )

Aku sangat takut. Kugunakan semua senjata yang kudapat dari Islam, seperti misalnya: dalam nama Allah kuperintahkan kau pergi, Setan aku usir kamu, dll. Kugunakan semuanya, tapi tidak ada yang mempan. Saat itu aku sangat butuh pertolongan, karena rasanya jin itu mencekikku untuk mengambil nyawaku. Rasanya seperti sekarat hampir mati.Aku menjerit: Tuhan, tolong aku!! Seketika itu juga aku mendengar suara: “Mintalah sejelas seperti kau mendengar suaraku, katakan: dalam nama Tuhan Yesus.”

Pada saat itu aku benar-benar tidak berpikir lagi sedetik pun. Rasanya seperti sedang tenggelam, dan seseorang melemparkan tali padamu. Kau tidak akan mempersoalkan apa warna tali dan akan dengan cepat merenggut tali itu. Itulah yang lalu kulalukan. Kukatakan: “Yesus, jika Kau memang benar, tunjukkanlah Diri-Mu.”Sampai hari ini aku tidak tahu mengapa kukatakan hal itu. Mengapa aku tidak mengatakan: “Yesus, tolong aku.” Aku tidak tahu mengapa, tapi begitulah yang kuucapkan.Sebelum aku selesai mengucapkan kalimat itu, semuanya tiba-tiba kembali normal lagi. Ini bukanlah kejadian di mana aku beralih iman. Ini adalah saat dimulainya kebingunganku. Mengapa Yesus menolong seorang Muslim?

Aku telah melakukan semua yang aku mampu lakukan untuk menjadi Muslim sejati.Aku telah berjuang di jalan Allah, dengan berani mati syahid berjalan di daerah beranjau. Pemerintah Iran merekrut Muslim yang mau bergabung dengan Fadayi atau orang yang berkorban nyawa seperti yang dinyatakan Qur’an. Aku juga ikut melakukan hukum gantung bagi para pidana. Aku telah melakukan segala hal yang kukira harus kulakukan melawan para kafir. Dan juga segala hal yang bisa dan harus kulakukan untuk menyampaikan keterangan tentang Allah kepada siapapun. Tapi aku tahu bahwa ada sesuatu yang salah.Ini bukan karena aku merasa ragu akan Allah atau akan Islam. Aku sangat percaya tapi aku tidak tahu apa makna kejadian itu. Aku sangat bingung dan lalu aku mencoba melupakannya.

Tapi pertanyaan mengapa Yesus menolong seorang Muslim tetap muncul dalam benakku. Aku percaya pada Muhammad sebagai nabi terakhir. Jika Islam agama yang sempurna, maka mengapa Yesus menolong aku? Aku merasa bingung selama dua minggu. Lalu aku mengambil keputusan untuk berdoa dan puasa dan langsung bertanya pada Tuhan untuk menunjukkan jalan yang benar. Aku ingat ayat-ayat Qur’an yang menyatakan ada banyak jalan menuju Allah. Tidak peduli dari sisi gunung mana kau mulai mendaki, akhirnya kau tetap akan tiba di puncak gunung. Kupikir mungkin inilah Tuhan yang sebenarnya. Atau mungkin juga Tuhan punya jalan tertentu bagiku dan Dia ingin aku mengikuti jalan itu. Kupikir aku tidak akan pernah tahu jawabannya, maka sebaiknya aku bertanya langsung pada-Nya. Lalu aku berdoa dan puasa.Dari lubuk hatiku yang terdalam, dengan segala kekuatanku, aku bertanya, “Tuhan, apakah yang Kau inginkan dariku?”“Jalan apakah yang Kau ingin aku ikuti?” Selama dua minggu, aku duduk di tempat yang sama. Aku berdoa dan berpuasa sebanyak-banyaknya. Aku jatuh tertidur di tempat itu, dan begitu aku bangun maka aku melanjutkan doa dan puasa terus-menerus pada Tuhan. Aku ingin tahu apa yang diinginkan Tuhan dariku.

Setelah dua minggu berlalu, aku tetap tidak mendapatkan jawaban. Aku sangat kesal. Aku bertanya, “Apaan sih semuanya ini? Omong kosong belaka! Aku tidak akan pernah tahu apa yang Kau inginkan dariku. Aku bahkan tidak tahu apakah Tuhan itu benar-benar ada. Aku telah membuang hidup dan waktuku sia-sia untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan Allah, dan sekarang Dia membuat aku kebingungan.”Jika Allah itu memang Maha Besar dan tahu hati orang, maka Dia tentunya tahu bahwa aku mencintai-Nya.

Tidak ada masalah jika aku memanggil-Nya dengan nama apapun, sebab Dia tahu dalam hatiku aku mencintai-Nya. Dan jika ini jadi masalah, maka aku bertanya pada-Nya selama dua minggu melalui doa dan puasa, tapi tidak ada jawaban apapun. Masa bodohlah! Aku akan berbuat sekehendak hatiku saja. Aku akan jalani jalanku sendiri. Aku akan lakukan hal yang menyenangkan diriku. Di saat itu juga aku merasakan kekuasaan Tuhan menimpaku. Dalam Islam, dosa terbesar yang tak terampunkan adalah meragukan Allah, ajaran-Nya, Nabi-Nya.Dan aku telah melakukan hal ini. Dalam Islam, kau diajari bahwa Allah tidak pernah mengunjungi manusia.

Aku tahu bahwa meskipun dalam Islam, aku telah melakukan dosa tak terampunkan, Tuhan sekarang berada di kamarku. Aku berhadapan langsung dengan kesucian-Nya. Semua ini terjadi dalam waktu yang bersamaan. Kesucian Tuhan menyebabkan aku merasakan besarnya dosaku.Aku tahu, karena Tuhan Maha Adil, maka Dia harus membunuhku dan melenyapkan aku dari muka bumi karena aku sangat penuh dosa. Aku menangis karena aku benar-benar tidak mau mati.Tapi aku tahu aku tidak berdaya.Dia begitu suci, sedangkan aku begitu keji. Karena itu aku lari ke ujung ruangan, aku angkat tanganku menutupi kepalaku dan aku menangis, “Tuhan, ampuni aku, ampuni aku, ampuni aku, ampuni aku..”Saat aku menangis, aku merasakan sentuhan pada pundakku dan suara, “Aku mengampunimu.”Di saat kalimat itu diucapkan, aku merasakan secara jasmaniah merasakan pengampunan.Aku tidak mengerti.

Kita sering berkata, “Bismillah al rahman al rahim, dalam nama Tuhan yang Maha Pengampun dan Penyayang” tapi kita tidak pernah tahu apakah diri kita benar-benar diampuni sampai di hari Kiamat. Inilah sebabnya tiada satu pun ayat Qur’an yang menyatakan Muhammad ada di surga. Sama seperti orang lain, dia pun harus menunggu sampai hari Kiamat. Di saat itu, semua orang akan dihakimi. Jadi, siapakah Tuhan ini yang mengatakan, “Aku mengampunimu”? Aku benar-benar merasa diampuni saat ini. Aku bertanya pada-Nya, “Siapakah kamu?”Dia berkata, “Aku adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup.”Di saat aku mendengar itu, aku tahu kalimat ini sungguh penting, tapi aku tidak tahu sama sekali apa artinya itu. Aku tetap tidak tahu siapakah Tuhan ini.Maka aku bertanya pada-Nya, “Siapakah nama-Mu?” Dia menjawab, “Yesus Kristus, Tuhan yang Hidup.” Di saat Dia mengucapkan kata-kata itu, rasanya setiap tulang dalam tubuhku diambil ke luar. Aku tersungkur ke lantai. Aku mulai menangis tersedu-sedu di hadapan Tuhan.(Afshin menangis terharu dan juga marah karena tertipu Muhammad.)

Delapan belas tahun telah berlalu, tapi aku tidak pernah lupa Kasih-Nya, Pengampunan-Nya. Aku tidak pernah lupa apa yang terjadi pada diriku hari itu. Aku diampuni. Aku merasakannya. Aku menangis karena bertahun-tahun aku berusaha menyenangkan Tuhan, tapi itu semua sia-sia. Aku berdoa pada Tuhan, tapi aku tidak mendapatkan apa-apa. Aku merasa sangat tertipu karena mereka mengatakan inilah Tuhan, mereka katakan padaku untuk bunuh orang di jalan Allah. Tapi kemudian Tuhan mengatakan, “Kasihilah orang di jalan-Ku, maafkanlah orang di jalan-Ku.” Aku sungguh yakin, ya inilah Tuhan. Tuhan mengajarkan kasih, pengampunan. Aku menangis selama dua jam. Aku bersujud di hadapan kaki-Nya. Dia lalu berkata, “Tengok ke atas.” Aku lalu mengengok ke atas dan menyaksikan penglihatan bagaikan di layar TV dan di situ tampak orang-orang dari berbagai usia dan negara. Pada setiap orang yang kulihat, aku bisa mengetahui setiap dosa yang mereka lakukan. Semua itu sungguh luar biasa bagiku. Kukatakan pada Tuhan, “Tuhan, aku hidup diantara orang-orang ini. Semua orang ini adalah orang-orang berdosa.”Tuhan berkata, “Bagaimanakah mudahnya bagi-Ku untuk mengampunimu? ”Kujawab, “Sangat mudah. Dalam bahasa Parsi, kami mengatakan ‘semudah minum air.” Setelah mengucapkan itu, aku berkata, “Tidak, tidak. Bahkan lebih mudah daripada minum air.” Dia berkata, “Semudah aku mengampunimu, aku pun dapat mengampuni mereka. Siapakah yang akan memberitahu mereka?” Aku berkata, “Kirim aku, Tuhan.”Dia menjawab, “Pergilah.” Begitulah kisahnya bagaimana aku menjadi orang Kristen. Lalu aku berdoa, Tuhan, mohon kirim aku Alkitab… Injil.

Seseorang datang dari ruangan lain dan menyerahkan buku padaku dan berkata, “Inilah yang kau minta.” Aku menguasai bahasa Urdu dan Hindi, sehingga aku tahu buku itu adalah Alkitab. Aku berkata pada Tuhan, “Ya Tuhan, aku berdoa malam lalu, dan sekarang pagi ini kau beri yang kuminta. Kau sungguh hebat. Benar-benar Tuhan yang Maha Kuasa. Kau memberikan apa yang kubutuhkan dengan cepatnya.” Dialah Firman Tuhan yang Hidup. Aku membagi kesaksianku agar orang-orang mendengar tentang Tuhan yang Maha Kuasa ini. Aku tidak berharap siapapun jadi Kristen hanya karena kesaksianku.

Kesaksianku ini hanya berguna bagi diriku saja. Aku ingin orang-orang mengerti: Ini adalah kisah tentang Tuhan yang Maha Kuasa, yang Maha Mampu, yang mencari hati-hati yang haus kebenaran. Inilah Tuhan yang mengasihi seluruh umat manusia dengan segala kekuatan dan kekuasaan-Nya. Jika ada yang mendengar kesaksianku saat ini, aku ingin mereka berkata, “Baiklah, Tuhan Surgawi, pencipta segalanya, jika kesaksian ini benar, aku juga ingin mendapatkannya.”Aku jamin bahwa Tuhan yang Maha Kuasa yang datang, menyentuh, dan mengubah hidupku, yang mengampuni dosaku sepenuhnya, yang menjamin aku akan tinggal bersama-Nya di surga, Dia pun bisa memberimu jaminan yang sama, pengampunan yang sama, kasih yang sama. Itulah Yesus Kristus. Dipermuliakanlah Dia. Sekarang dan selama-lamanya. Amin.

Ini pesanku bagi para Muslim dan Muslimah. Aku tahu mereka bertanya: “Apakah Yesus Kristus itu adalah Tuhan?” Dapatkah manusia biasa jadi Tuhan? Tentu saja tidak. Tidak ada orang biasa yang sanggup jadi Tuhan. Tapi bahkan sewaktu dulu masih menjadi Muslim, aku percaya bahwa Tuhan yang Maha Kuasa yang sanggup berbuat apapun, mampu mewujudkan diri-Nya dalam tubuh manusia. Ya, Dia bisa. Sebagai orang Kristen, kita tidak berkata bahwa Yesus Kristus adalah Anak Tuhan, karena Tuhan punya anak (seperti manusia punya anak).Bukan begitu. Yang benar adalah Tuhan mewujudkan diri-Nya dalam tubuh Yesus Kristus pada seluruh umat manusia.


Sumber : Faith Freedom Indonesia (indonesia.faithfreedom.org )


Thursday, April 21, 2011

“Yesus Mati Untuk Menyelesaikan Semua Rencana Allah”


“Yesus Mati Untuk Menyelesaikan Semua Rencana Allah”

“Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia -- supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci --: "Aku haus!" Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya” ( Yohanes 19:28-30)

Perbuatan dosa apakah yang telah Yesus lakukan sehingga Ia harus dijatuhi hukuman mati ? Mengapa Yesus harus mati dengan cara tersalib ? Tidak adakah cara lain,yang lebih pantas bagi kematian-Nya ? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini terus terngiang di akal dan batin kita ketika kita berjalan menuju ke rumah ibadah untuk memperingati kematian Yesus di Hari Jumat Agung ini. Dalam hati,kita mungkin berkata,”Ah, kalau saya adalah Yesus,saya tidak mau mati secara demikian”. Memang,sebagai manusia,Yesus juga tidak ingin mati secara tersalib. Itulah yang tampak dalam doa-Nya di taman Getsemani. Namun,keinginan Yesus,bukanlah keinginan Allah,Bapa-Nya. Dengan perkataan lain,Yesus mati secara tersalib adalah keinginan Allah,Bapa-Nya.

Yesus tidak berbuat dosa apapun. Manusialah yang berbuat dosa. Manusialah yang harus mati secara tersalib. Tapi mengapa Yesus yang harus mati dengan cara disalib ? Masalahnya ada 3 yaitu :

  1. Allah tidak mau menjatuhkan hukuman terhadap mahluk lain karena kesalahan yang diperbuat manusia. Manusia yang berdosa, maka manusialah yang harus memikul hukumannya. ( Bdk. Yehezkiel 18:4b, Mazmur 49:8-9 )
  2. Tidak ada manusia yang mau rela mati secara demikian,kalau pun ada,kematian orang itu tidak akan mampu melunasi hutang dosa yang harus dibayar umat manusia.Sebab manusia yang mati itu adalah juga orang berdosa. Tubuh dan darahnya telah ternoda,sehingga tidak bisa membasuh noda dosa umat manusia. Hanya manusia yang tidak berbuat dosa yang mampu melunasi hutang dosa umat manusia. Hanya tubuh dan darah yang tanpa noda saja yang mampu membasuh bersih noda dosa umat manusia.
  3. Tidak ada mahluk semata yang sanggup menanggung beban murka Allah yang kekal atas dosa dan membebaskannya ( Mazmur 49 :8-9).

Siapakah yang sanggup ? Tidak ada yang lain kecuali Yesus ! Yaitu Allah yang menjadi manusia. Yaitu seorang Pengantara dan Penebus yang adalah manusia sejati dan benar,tetapi yang kekuatan-Nya melebihi segala mahluk,artinya yang juga Allah yang sejati. Karena itu pula maka Yesus harus mati secara tersalib. Yesus mati secara tersalib,bukan semata-mata hanya mau mengatakan bahwa Yesus disejajarkan dengan para penjahat dan pemberontak negara. Tetapi terutama mau menjelaskan bahwa dengan cara tersalib,Yesus sesungguhnya berdiri antara Allah dengan manusia,untuk menjadi jalan pendamaian bagi umat manusia,sekaligus Pembela bagi manusia di hadapan Allah.

Dari atas salib Yesus melihat segala sesuatu yang terjadi di bumi,di bawah. Yesus melihat para serdadu Romawi membagi-bagikan pakaian-Nya dan membuang undi atas jubah-Nya. Yesus juga melihat Ibu dan murid yang dikasihi-Nya sedang mengangkat muka untuk memandang kepada-Nya. Sedih dan pedih. Ditambah sengatan sinar matahari terik seolah membakar tubuh,membuat peluh bercampur darah mengalir keluar melalui pori-pori. Kerongkongan-Nya kering. Di bibir-Nya muncul goresan-goresan luka memerah,dan lidah-Nya seolah melekat pada langit-langit mulut-Nya.

Dalam kepedihan dan kegersangan itu, Yesus meronta dan berteriak, “Aku haus !” Satu demi satu nubuat firman Tuhan,digenapi oleh Yesus. Bukan saja seruan “Aku haus”,tetapi juga jawaban para serdadu yang mencelupkan bunga karang ke dalam anggur asam dan mengunjukkannya ke mulut Yesus. Bukannya terasa manis,tetapi asam..perih..sakit….Namun,Yesus harus mampu menanggungnya sampai selesai. Yesus bukanlah tipe orang yang mengerjakan tugas hanya separuh,dan berhenti di tengah jalan. Yesus harus mengerjakannya sampai selesai. Tentu,bukan menurut apa yang diinginkan-Nya,tetapi menurut apa yang dirancangkan Allah,Bapa-Nya kepada-Nya.

Ketika Yesus tahu bahwa semua tugas yang dipercayakan Allah,Bapa-Nya,telah selesai maka setelah meminum anggur asam itu maka Yesus berteriak, : ”Sudah selesai”. Lalu Yesus menundukkan kepala-Nnya dan mati dalam penyerahan nyawa-Nya (hidup-Nya) kepada Allah,Bapa-Nya.

Yesus mati. Itulah pernyataan yang tegas dan gamblang dari penginjil Yohanes tentang kondisi terakhir dari Yesus yang tersalib. Dengan pernyataan ini,Yohanes ingin melakukan dua hal.

· Pertama : Ia mempersiapkan jalan masuk untuk bangunan cerita selanjutnya,khusus cerita tentang kebangkitan Yesus.

· Kedua : Ia ingin menolak semua anggapan yang berkembang pada waktu itu,bahwa Yesus yang tersalib tidak sampai menghembuskan nafas terakhir dan mati. Sebab ada pandangan yang beredar yang mengatakan bahwa pada saat Yesus sedang sekarat,Allah bertindak dan menarik Yesus dari salib itu dan menggantikan-Nya dengan seorang murid lain. Ada yang berasumsi murid itu adalah Yudas.

Yesus mati di salib adalah untuk menyelesaikan rencana keselamatan Allah bagi dunia,dan khususnya umat manusia. Misi Yesus datang kedunia adalah untuk penebusan.Yang mau bertobat ditebus,terhapus dosanya.

Soli Deo Gloria


Wednesday, April 20, 2011

“Lihatlah Kayu Salib”

“Lihatlah Kayu Salib”

· Lihatlah kayu salib,tempat Yesus yang tergantung menebus dunia..

· Lihatlah kayu salib,tempat Yesus melaksanakan perintah Bapa..

· Lihatlah kayu salib,tempat Sumber Keselamatan bagi bangsa-bangsa..

· Lihatlah kayu salib,tempat Yesus yang tergantung mengampuni dosa..

· Lihatlah kayu salib,tempat Yesus menyerahkan hidup bagi kita..

· Lihatlah kayu salib,tanda cinta Putera Allah bagi manusia..

· Lihatlah kayu salib,tanda cinta Allah Bapa bagi ciptaan-Nya..

· Lihatlah kayu salib,yang menjadi tanda cinta dalam hidup kita..

Firman Tuhan :

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah” ( Yohanes 3: 16-18 )

Selamat Meyambut Hari Jumat Agung Dan Paskah

Soli Deo Gloria