Wednesday, July 8, 2009

Yang Utama Dalam Penginjilan


YANG UTAMA DALAM PENGINJILAN


“ Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. Karena ada tertulis: "Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan." Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil. Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia”. ( 1 Kor 1 : 18-25 )


Menurut Anda, apa masalah penginjilan untuk orang kristen dan gereja masa kini ? Yang utama agar kita jadi bagian dalam tugas yang Kristus percayakan itu. Yaitu mengetahui isinya, bagaimana melakukannya, dan mengapa harus dilakukan ?

Yang kita perlukan adalah kesadaran tentang mengapa kita perlu terlibat dalam penginjilan. Jika alasan untuk penginjilan tidak jelas dan api semangat penginjilan telah redup, kedua pertanyaan diatas percuma saja dibahas. Jadi mengapa perlu mendoakan, memikirkan, mendukung, dan terlibat dalam pewartaan Injil ? Jawabnya sederhana dan gamblang. Karena inti kabar baik Injil adalah salib Yesus. Jika ada jalan keluar lain bagi masalah hakiki manusia, mengapa sampai Yesus rela disalibkan ? Jika ada cara yang dapat memberikan jaminan hidup kekal, mengapa Yesus harus mati ? Salib membentangkan hati Allah kepada manusia, tetapi juga menelanjangi keadaan riil hati manusia.

Pernahkah kita mengijinkan cara pandang Kristus membuat kita melihat lebih dalam ke balik penampakan luar hidup orang yang kita jumpai dalam keseharian kita ? Dibalik keberhasilan material mereka, di balik posisi yang mereka capai dalam pekerjaan, di balik canda bahagia rumah tangga mereka, adakah kebahagiaan dan kesukaan kekal dari mengenal anugerah Allah dalam Kristus ? Pada orang-orang yang wajahnya kuyu, tubuhnya lemah tertekan beban berat dan terlibat kemelut kehidupan, adakah dalam hati kita penilaian Kristus yang penuh dengan kehangatan cinta ingin mengubah dan memperbarui mereka ?

Gereja dan orang Kristen masa kini perlu memohon agar diberikan belas kasih Kristus, sehingga tergerak oleh Injil untuk mewartakannya kepada orang yang kita jumpai sehari-hari yang tentunya dengan hikmat dan pimpinan Allah. Sebab apa yang dinyatakan dalam Injil bukan hanya kekuatan Allah dan keilahian-Nya, melainkan kasih-Nya yang menyelamatkan umat manusia yang kena murka-Nya dan yang berada di bawah kuasa dosa ( Bdk Roma 1:18-32 ).

Kita perlu sentakan Roh bahwa dengan menahan kabar baik itu dari sesama kita, kita sungguh tidak berbelas kasihan. Allah tidak ingin seorang pun binasa dalam dosa. Apakah desakan hati Allah ini Anda rasakan juga ? Jika ya, Anda pasti akan banyak berdoa untuk kenalan yang belum percaya Yesus. Anda pasti akan memberi diri didorong oleh Roh Kristus untuk berinteraksi sosial secara otentik menjadi Injil yang hidup untuk dibaca orang. Kiranya Roh Kudus menolong kita dalam mewujudkan kemuliaan Allah dalam hidup, pekerjaan dan pelayanan kita.


Soli Deo Golria

Menyikapi Ketidakadilan


MENYIKAPI KETIDAKADILAN


“Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Jangan memusnahkan. Miktam dari Daud. Sungguhkah kamu memberi keputusan yang adil, hai para penguasa? Apakah kamu hakimi anak-anak manusia dengan jujur? Malah sesuai dengan niatmu kamu melakukan kejahatan, tanganmu, menjalankan kekerasan di bumi.Sejak lahir orang-orang fasik telah menyimpang, sejak dari kandungan pendusta-pendusta telah sesat. Bisa mereka serupa bisa ular, mereka seperti ular tedung tuli yang menutup telinganya, yang tidak mendengarkan suara tukang-tukang serapah atau suara pembaca mantera yang pandai. Ya Allah, hancurkanlah gigi mereka dalam mulutnya, patahkanlah gigi geligi singa-singa muda, ya TUHAN! Biarlah mereka hilang seperti air yang mengalir lenyap! Biarlah mereka menjadi layu seperti rumput di jalan! Biarlah mereka seperti siput yang menjadi lendir, seperti guguran perempuan yang tidak melihat matahari. Sebelum periuk-periukmu merasakan api semak duri, telah dilanda-Nya baik yang hidup segar maupun yang hangus. Orang benar itu akan bersukacita, sebab ia memandang pembalasan, ia akan membasuh kakinya dalam darah orang fasik. Dan orang akan berkata: "Sesungguhnya ada pahala bagi orang benar, sesungguhnya ada Allah yang memberi keadilan di bumi." ( Mazmur 58:1-12 )


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan lembaga yang sedang populer dan disegani saat ini. Karena prestasinya dalam mengungkap kasus korupsi, KPK diharapkan orang banyak untuk menyatakan kebenaran dan keadilan, khususnya atas aparat pemerintah yang tersangkut.

Kebobrokan aparat pemerintah juga sudah terjadi pada zaman raja Daud. Bagaimana reaksi Daud ? Ia marah kepada para penguasa yang telah berlaku lalim dan tidak adil ( Maz 58:2 ). Mereka dengan sadar telah merancang dan melakukan ketidakadilan, kekerasan, dan kejahatan demi memuaskan keinginan mereka. Jabatan yang dipercayakan kepada mereka bukan dipergunakan untuk melayani dan menyejahterakan masyarakat, melainkan sebagai sarana utuk memuaskan hawa nafsu. Mereka memutuskan perkara sesuai kemauan hatinya dan bukan atas dasar keadilan dan kebenaran ( Maz 58:3-6). Ditengah kondisi seperti itu, Daud berseru meminta Tuhan menghukum para penguasa yang lalim itu ( Maz 58:7-10). Ia percaya bahwa Tuhan bertindak adil sehingga penguasa bobrok dihukum dan orang benar akan mendapat bagiannya ( Maz 58:11-12 )

Apa yang terjadi di zaman Daud tidak jauh berbeda dengan zaman kita sekarang ini. Akan sulit bagi kita mencari keadilan dan kebenaran di lembaga-lembaga pemerintahan. Mulai dari jual beli perkara, penyuapan, penyalahgunaan jabatan, hingga premanisme yang dilakukan atas nama agama. Lalu bagaimana kita, sebagai rakyat, harus bertindak ? Apakah kita harus mendiamkan semua itu ? Atau ramai-ramai mengadakan demontrasi ?

Sebagai orang percaya, kita harus berdoa untuk para penguasa lalim dan para penegak keadilan yang malah menginjak-injak kebenaran. Meskipun seandainya kita memiliki kuasa untuk menghukum mereka, kita harus terlebih dahulu datang kepada Allah yang punya kuasa dan menyerahkan semua itu kepada Dia. Karena itu mari kita berdoa agar Tuhan menegakkan kasih dan keadilan-Nya di tengah-tengah bangsa kita Indonesia yang tercinta.


Soli Deo Gloria

Monday, July 6, 2009

Opini Tentang Injil Palsu Yaitu : " Injil Barnabas"


Refleksi Teologis

OPINI TENTANG INJIL PALSU YAITU : “INJIL BARNABAS”

“Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya. Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima”. ( 2 Kor 11: 3-4 )


Apakah Injil Barnabas itu dan bagaimana sejarahnya sehingga menjadi ada?


Pada tahun 1709, John Toland di Amsterdam menerima dari Cremer, kanzelir Raja Prusia, sebuah naskah berjudul 'Injil Barnabas' dalam bahasa Itali, naskah mana sampai saat ini masih disimpan di perpustakaan di Wina. Pada tahun 1718 'Injil Barnabas' mulai disebut dalam karangan John Toland yang berjudul 'Nazarenus or Jewish, Gentile and Mahometan Christianity'.

Kitab ini mulai menghebohkan ketika diterbitkan terjemahannya ke dalam bahasa Inggeris oleh Lonsdale dan Laura Rag dengan diberi judul 'The Gospel of Barnabas' (Oxford, 1907). Pada tahun 1908 kitab ini diterjemahkan oleh Khalil Saada ke dalam bahasa Arab, dan pada akhirnya diperkenalkan ke Indonesia oleh Ahmad Shalaby. Beberapa terjemahan dalam bahasa Indonesia ditulis antara lain oleh J. Bachtiar Affandie (Jasana, 1969), Husein Abubakar & Abubakar Basjmeleh (Pelita, 1970, diterjemahkan dari bahasa Arab), dan Rahnip M. (Bina Ilmu, 1980).

Apakah benar bahwa Injil Bernabas sebuah 'Injil' dan ditulis 'Barnabas' seorang rekan kerja rasul Paulus? Masalah ini sering dipersoalkan orang sehingga ada baiknya diangkat sebagai bahan diskusi.


APAKAH 'INJIL' ITU DAN SIAPAKAH 'BARNABAS' ITU?


Kata 'Injil' berasal dari kata 'evangelion' (kabar baik) atau tepatnya 'kabar baik perihal Yesus.' Istilah ini digunakan untuk menyebut ke-empat kitab awal dalam Alkitab Perjanjian Baru (Injil Kanonik : Matius, Markus, Lukas & Yohanes). Disebut demikian karena ke-empatnya menceritakan 'Riwayat Hidup Yesus', khususnya 'ke-tiga kitab pertama (Matius, Markus & Lukas) menyorot kehidupan itu dari sudut pandangan yang sama karena itu disebut 'Injil Sinoptis' sedangkan kitab Yohanes melihatnya dari sudut berbeda yaitu sudut ke'Allah'an Yesus.

Memang dalam Alkitab ada seorang bernama Barnabas (anak penghiburan) yang merupakan gelar dari Yusuf seorang Lewi dari Siprus (Kisah 4:36), rekan kerja Paulus (Kisah 9:27), dan bekerja bersama Paulus di Anthiokia (Kisah 11:22-26). Ia menemani Paulus dalam perjalanan pertama (Kisah 13,14) dan menghadiri sidang di Yerusalem (Kisah 15). Barnabas berpisah dengan Paulus karena persoalan Markus (Kisah 15:36-41), namun dalam surat-suratnya, Paulus menunjuk Barnabas sebagai seorang rekan kerja (1.Korintus 9:6,Galatia 2:1,9,13, Kolose 4:10).

Memang ada kitab 'Kisah Barnabas' yang merupakan kitab Apokrifa yang didasarkan kitab 'Kisah Para Rasul' dan menceritakan dengan lebih jelas perjalanan Barnabas dan Paulus, dan pertentangan soal Markus. Kitab ini memberi kesan ditulis oleh Markus, tetapi menurut penelitian diketahui bahwa kitab ini ditulis sekitar abad-II-V. Ada juga 'Surat Barnabas' yang mempersoalkan apakah Perjanjian Lama itu untuk orang Yahudi atau juga untuk orang Kristen dan juga berisi beberapa pengajaran moral. Kitab ini tidak diakui sah, dan diperkirakan ditulis seorang pemimpin gereja sesudah ditulisnya kitab terakhir dalam Alkitab (abad-II).


APAKAH INJIL BARNABAS ITU?


Yang disebut Injil Barnabas (IB) adalah kitab yang berisi 222 Bab yang isinya kira-kira sama banyaknya dengan gabungan ke-empat Injil ditambah dongeng tradisi Yahudi, Kristen dan Islam, yang disatukan dengan cerita-cerita ke-empat Injil kanonik. Jadi IB merupakan usaha untuk menyelaraskan ke-empat Injil menjadi satu Injil yang dibumbui dengan tradisi ketiga agama di atas.

Sekalipun disebut sebagai 'Injil' kenyataannya isinya banyak berbeda dengan ke-empat Injil kanonik, seperti misalnya dapat dijumpai dibanyak bagian kitab ini. Dalam Bab-82 disebut bahwa 'Tahun Jobel' dirayakan setiap 100 tahun, padahal dalam Perjanjian Lama (Imamat 25:8-55;27:16-25) disebut bahwa tahun Jobel lamanya 50 tahun. Ini menunjukkan bahwa kitab IB baru ditulis setelah tahun 1300 karena pada tahun itu Paus Bonifacius VII mendekritkan perubahan tahun Jobel menjadi 100 tahun. Memang Abubakar/Basjmeleh dalam terjemahannya mengemukakan bahwa mungkin hal itu terjadi karena tidak jelasnya perbedaan antara angka L (50) dan C (100), tetapi harus diingat bahwa dalam bahasa Italinya tidak disebut C (angka Latin) tetapi 'cento' yang artinya 'seratus.'.

Pada pembuka kitab IB disebutkan bahwa Barnabas salah seorang murid Yesus, yang bersama-sama dengan Petrus, Yohanes dan Yakobus hadir waktu Yesus dimuliakan di atas gunung (Bab-42). Yesus mengatakan kepada Barnabas bahwa Ia tidak akan disalibkan (Bab-112), bahkan Yesus memerintahkan Barnabas untuk menulis Injil (Bab-221). Fakta ini jelas berbeda dengan ke-empat Injil. Dalam Injil kanonik tidak dikenal murid bernama Barnabas, ia baru muncul di masa Kisah Para Rasul sesudah Yesus (Kisah 4:36).


KEJANGGALAN GEOGRAFI DAN BUDAYA DALAM INJIL BARNABAS


Ada beberapa kejanggalan geografi dan budaya dalam IB yang menunjukkan fakta kuat bahwa Barnabas bukan 'saksi mata'. Disebutkan bahwa Yesus naik kapal ke Nazaret (Bab-20), padahal Nazaret ada di pegunungan. Yesus disebut naik dari Nazaret ke Kapernaum (Bab-21) padahal Kapernaum lebih rendah dari Nazaret. Pada Bab-145-150 disebut bahwa kaum Farisi menjadi rahib, tidak kawin, dan berjubah istimewa, dan berasal nabi Elia. Ini sebenarnya gambaran kekristenan pada abad-abad pertengahan setelah timbulnya kerahiban.

Disebutkan bahwa prajurit romawi berguling seperti tong anggur kosong ke luar dari bait Allah (Bab-152). Kenyataannya, pada masa Yesus orang Romawi tidak diperkenankan masuk bait Allah, dan pembuatan tong-tong anggur dari kayu adalah budaya abad pertengahan. Bab-69 menyebut para imam berpakaian indah dan naik kuda, padahal dalam Injil kanonik para Imam tidak pernah disebut naik kuda. Pada Bab-56-58,135 ada diskripsi tentang tujuh dosa pokok dan tujuh tingkat dalam neraka. Ini adalah hasil teologia Katolik abad pertengahan.


NAFAS ISLAM DALAM INJIL BARNABAS


Dalam IB ternyata banyak bagian-bagian yang sebenarnya bernafaskan ajaran Islam, ini menunjukkan bahwa kitab IB tentu di tulis sesudah kehadiran agama Islam. Beberapa contoh mengenai hal ini adalah:

  • Pada Bab-44 disebutkan bahwa Abraham mengorbankan Ismail dan menunjuk Muhammad sebagai nabi Besar, dan disebutkan bahwa Adam berseru: 'Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah rasul Allah itu." (Bab-39,54,97).
  • Yesus dihadapan Sanhedrin disebut menyangkal dirinya sebagai 'Mesias' dan menunjuk nabi yang akan datang sesudahnya (Bab-72,96). Yesus dianggap bukan 'Anak Allah' (Bab-48,98,222), malah pengakuan Petrus bahwa 'Yesus adalah Anak Allah' dianggap dosa besar (Bab-70, bandingkan Matius 16:16). Yesus juga tidak disalib karena digantikan oleh Yudas (Bab-217) dan Yesus tidak mati maupun bangkit (Bab-221-222).
  • Ada anggapan bahwa Mesias adalah dari keturunan Ismael (Bab-43,55). Dalam Bab-192-192, Nikodemus dikatakan menemukan kitab Musa di bait Allah dan membaca bahwa 'Ismael adalah ayah Mesias' dan 'Ishak adalah ayah utusan Mesias.' Jadi, Yesus dalam kitab IB seakan-akan 'Yohanes Pembaptis' bagi Muhammad, itulah sebabnya dalam kitab ini Yohanes Pembaptis tidak disebut-sebut.
  • Dalam IB ada ungkapan mengenai 'kelima waktu sembahyang' dan 'Uraian mengenai Allah dan sifat-sifatnya' yang dengan jelas kita ketahui sebagai hasil teologi Islam.

KESIMPULAN


Kitab IB menuntut sebagai kitab 'Injil Tunggal' dan mendiskreditkan ke-empat Injil kanonik. Nada kitab IB menyalahkan Alkitab (khususnya Perjanjian Baru) dan menonjolkan ajaran Islam. Namun, kamus Islam sendiri menyebut tentang kitab ini bahwa: "Sehubungan dengan Injil Barnabas tidak ada yang keberatan atasnya sebagai suatu kepalsuan zaman pertengahan .... Ia mengandung sejumlah pertentangan yang dipastikan bermula sejak abad pertengahan dan tidak pada zaman sebelum itu." Bahkan, disebutkan pula bahwa buku itu malah tidak sesuai dengan aqidah Islam sendiri: "Ia memutar balikkan keutuhan doktrin Islam, menyebut Isa dengan "al-Masi'ah" yang Islam tidak membenarkannya. Selain ia merupakan pemikiran yang asing dalam sejarah kekeramatan, gaya bahasanya cenderung mengejek Injil, sebagaimana tulisan-tulisan Baha' al-Allah terhadap al-Quran." (Cyril Glasse, Ensiklopedia Islam, hlm.53).

Penulis kitab IB bukanlah Barnabas dalam Alkitab Perjanjian Baru, melainkan seorang Eropah (Italia?) yang hidup pada akhir abad pertengahan yang tidak menguasai geografi Israel, dan kurang memahami adat-istiadat budaya abad pertama dimana Barnabas 'yang asli' hidup. Cara penulisan dan kertas yang digunakan menunjukkan produk abad itu, demikian juga bahasa asli kitab IB merupakan campuran dari dua dialek Italia yaitu 'Tuska & Venezia', padahal bahasa ini belum lahir pada saat Yesus hidup dan baru pada abad-XIII merupakan bahasa tulisan. Kesalahan-kesalahan dalam penulisan bahasa Itali pada kitab IB menunjukkan bahwa penulisnya mempunyai latar belakang Spanyol.

Karena itu, kitab IB ini kemungkinan dikarang oleh seorang Yahudi Spanyol yang tinggal di Italia yang pada abad pertengahan itu dipaksa masuk agama Kristen Katolik, karena itu untuk pembalasan ia berpindah ke agama Islam dan berusaha menyesuaikan kitab Injil dengan ajaran agama Yahudi (panyangkalan Yesus sebagai Mesias) dan Islam (Penonjolan Muhammad). Kitab IB ini ditulis sesudah agama Islam berdiri (abad-VII) karena banyak ajaran Islam ada di dalamnya, tetapi lebih tepat diantara abad-XIII s/d XVI karena mencerminkan beberapa teologi Katolik yang lahir pada abad-abad tersebut. Dan coba kita bandingkan dan renungkan bahwa Alkitab yang isinya 66 kitab ( 37 kitab PL dan 29 kitab PB) telah selesai dikanonkan oleh bapak-bapak gereja pada Konsili Kartago tahun 397 M ( Akhir abad ke III).

Kiranya informasi ini memperjelas mengenai apa dan bagaimana sebenarnya yang disebut sebagai kitab 'Injil Barnabas' itu sehingga diskusi bisa beranjak dari kenyataan sejarah. Semoga berguna.


Sumber : YABINA Ministry, Pdt. Ir. Herlianto,MTh

Sunday, July 5, 2009

TUHAN, Gembalaku Yang Baik


TUHAN, Gembalaku Yang Baik

Mazmur Daud

( Mazmur 23)


“Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa”. (Mazmur 23 : 1-6 )


TUHAN . Mazmur ini, yang bersumber dari pikiran Tuhan dan diilhamkan oleh Roh Kudus, yang mengungkapkan perhatian dan pemeliharan-Nya yang tekun atas mereka yang mengikut Dia. Mereka merupakan sasaran kasih Ilahi yang sangat dihargai-Nya. Dia mempedulikan masing-masing mereka sebagaimana seorang ayah mempedulikan anak-anaknya dan sebagaimana seorang gembala mempedulikan domba-dombanya.


GEMBALAKU. Dengan mempergunakan metafora yang sering terdapat dalam Perjanjian Lama/PL ( Bdk Maz 28:9, Maz 79:13, Maz 80:2, Maz 95:7, Yes 40:11, Yer 31:10, Yeh 34:6-19), Allah menyamakan diri-Nya dengan seorang gembala untuk melukiskan kasih-Nya yang besar bagi umat-Nya. Tuhan Yesus sendiri menggunakan metafora yang sama untuk menyatakan hubungan-Nya dengan umat-Nya ( Bdk Yoh 10:11-16, Ibr 13:20, 1 Ptr 5:4, Why 7:17 ). Dua kebenaran ditekankan disini yaitu :

  1. Allah, melalui Kristus dan oleh Roh Kudus, demikian memperhatikan setiap anak-anak-Nya sehingga Ia ingin mengasihi, memelihara, melindungi, membimbing, dan dekat dengan anak itu, sebagaimana dilakukan oleh seorang gembala yang baik dengan domba-dombanya sendiri ( Bdk Yoh 10 :11,14)
  2. Orang percaya adalah domba-domba Tuhan. Kita adalah milik-Nya dan menjadi sasaran khusus kasih sayang dan perhatian-Nya. Sekalipun “ kita sekalian sesat seperti domba” (Bdk Yes 53:6), Tuhan telah menebus kita dengan darah-Nya yang tercurah ( Bdk 1 Ptr 1:18-19), dan kini kita menjadi milik-Nya. Selaku domba-domba Allah kita dapat menagih janji-janji Mazmur ini waktu kita menanggapi suara-Nya dan mengikut Dia ( Bdk Yoh 10:3-5, Yoh 10:28).

TAKKAN KEKURANGAN AKU. “ Takkan kekurangan “ artinya :

  1. Aku tidak kekurangan apapun yang diperlukan bagi pelaksanaan kehendak Allah dalam kehidupanku ( Bdk 3 Yoh 2).
  2. Bahwa aku akan puas dengan pemeliharaan Gembala yang Baik serta perhatian-Nya kepadaku bahkan pada saat-saat mengalami kesulitan pribadi, karena aku mengandalkan kasih dan komitmen Allah kepadaku ( Bdk Yoh 10:11, Flp 4 : 11-13)

IA MEMBARINGKAN AKU. Kehadiran dan kedekatan sang Gembala membuat aku dapat “membaringkan diri” dengan tenang, bebas dari segala ketakutan. Roh Kudus selaku Penghibur, Penasihat, dan Penolong meyampaikan perhatian dan kehadiran Kristus sebagai Gembala dalam hidupkku ( Bdk Yoh 14:16-18, 2 Tim 1:7)

  1. Istirahatku yang aman dalam kehadiran-Nya akan dialami “ di padang yang berumput hijau”, yaitu di dalam Yesus Kristus dan Firman Allah, yang dibutuhkan untuk kehidupan yang berlimpah ( Bdk Yoh 6: 32-35,63, Yoh 8:31, Yoh 10:9, Yoh 15:7)
  2. “Ia membimbing aku ke air yang tenang” dari Roh Kudus-Nya ( Bdk Maz 1:3, Yer 2:13, Yoh 7:37-39).

IA MENYEGARKAN JIWAKU. Ketika aku menjadi putus asa ( Bdk Maz 42 : 12), Gembala yang Baik membangkitkan dan menghidupkan kembali jiwaku melalui kuasa dan kasih karunia-Nya ( Bdk Ams 25:13). “Ia membimbing aku” dengan Roh Allah ( Bdk Rm 8:14) pada jalan yang benar, yang sesuai dengan jalan kekudusan-Nya (Bdk Rm 8:5-14). Tanggapanku adalah ketaatan : aku mengikuti Gembala dan mendengarkan suara-Nya ( Bdk Yoh 10”3-4), aku tidak akan mengikuti “suara orang-orang asing” ( Bdk Yoh 10:5).


ENGKAU BESERTAKU. Pada saat-saat bahaya, kesulitan dan bahkan kematian, aku tidak takut bahaya, Mengapa ? Karena “Engkau besertaku” di dalam setiap situasi kehidupan ( Bdk Mat 28:20 ). “Gada” (tongkat pendek) menjadi senjata pertahanan atau disiplin, melambangkan kekuatan, kuasa dan wibawa Allah ( Bdk Kel 21:20, Ayb 9:34). “Tongkat” (tongkat ramping panjang yang salah satu ujungnya melengkung) dipakai untuk mendekatkan domba-domba dengan gembalanya, menuntunnya pada jalan yang benar atau meyelamatkannya dari kesulitan. Gada dan tongkat Allah menjamin kasih dan bimbingan Allah dalam kehidupan kita ( Bdk. Maz 71:12, Maz 86 :17).


MENYEDIAKAN HIDANGAN. Allah digambarkan sebagai memperhatikan semua kebutuhanku di tengah-tengah berbagai kekuatan jahat yang berusaha merusak kehidupan dan jiwaku ( Bdk Rm 8:31-39) yang dapat diterangkan sebagai berikut :

  1. Hari lepas hari aku dihadapkan pada Iblis dan dikelilingi masyarakat fasik, namun aku dibekali dengan cukup kasih karunia untuk hidup dan bersukacita di hadapan Allah ( Bdk. 2 Kor 12 :9-10). Aku bisa makan di meja Tuhan dalam iman, ucapan syukur, dan harapan, tenteram dan terlindung oleh darah yang tercurah dan tubuh yang terluka dari Gembala Yang Baik ini ( Bdk 1 Kor 11:23).
  2. “Mengurapi kepalaku dengan minyak” mengacu kepada perkenan dan berkat khusus dari Allah melalui Roh Kudus sebagai urapan Allah atas tubuh, pikiran dan rohku ( Bdk Efesus 5:18)
  3. “Pialaku penuh melimpah” secara harafiah berarti, “Pialaku memberiku minuman berlimpah “. Piala disini menunjuk kepada piala seorang gembala yang merupakan sebuah batu besar yang dilubangi dan dapat berisi 150-188 liter air dan menjadi tempat minum domba-domba.

KEBAJIKAN DAN KEMURAHAN ( Versi Inggris NIV- Kebajikan Dan Kasih ). Dengan sang Gembala yang menemani aku sepanjang jalan hidup ini, aku akan menerima pertolongan, kemurahan dan dukungan. Tidak perduli apa yang terjadi aku dapat mempercayai Gembala Yang Baik akan bekerja melalui segala sesuatu demi kebaikanku ( Bdk Rm 8:28 , Yak 5 :11). Sasaran dari mengikuti sang Gembala serta mengalami kebaikan dan kasih-Nya ialah agar pada suatu saat aku akan bersama Tuhan selama-lamanya (Bdk 1 Tes 4:17), melihat wajah-Nya ( Bdk Why 22:4), dan melayani Dia sepanjang masa di rumah-Nya, rumah Bapa sorga yang mulia ( Bdk Why 22:3, Yoh 14:2-3 ).


Soli Deo Gloria


TUHAN, KAU GEMBALA KAMI


LAGU PUJIAN :Kidung Jemaat No. 407


Tuhan, Kau Gembala kami,

Tuntun kami domba-Mu

B’rilah kami menikmati

Hikmat pengurbanan-Mu

Tuhan Yesus, Juru’slamat

Kami ini milik-Mu,

Tuhan Yesus, Juru’slamat,

Kami ini milik-Mu


Kau Pengawal yang setia,

Kawan hidup terdekat

Jauhkan kami dari dosa,

Panggil pulang yang sesat,

Tuhan Yesus, Juru’slamat

Kami mohon, bri berkat

Tuhan Yesus, Juru’slamat

Kami mohon, bri berkat


Janji-Mu, Kau t’rima kami,

Walau hina, bercela

Yang berdosa Kausucikan,

Kaubebaskan yang lemah.

Tuhan Yesus, Juru’slamat,

Kini kami berserah.

Tuhan Yesus Juru’slamat

Kini kami berserah


Kehendak-Mu kami cari,

Ingin turut maksud-Mu

Tuhan, isi hati kami

Dengan kasih-Mu penuh.

Tuhan Yesus, Juru’slamat,

Tak terhingga kasih-Mu

Tuhan Yesus, Juru’slamat,

Tak terhingga kasih-Mu


Daftar Pustaka :

ALKITAB PENUNTUN HIDUP BERKELIMPAHAN ( FULL LIFE STUDY BIBLE)


Friday, July 3, 2009

Kesaksian " Hindu SIKH Masuk Kristen " , Ny Balwinder Singh

KESAKSIAN “HINDU SIKH MASUK KRISTEN” :

“ Ny Balwinder Singh”


Kalau pada hari ini saya boleh mengaku pada kebenaran Alkitab dan mengaku Yesus Kristus sebagai Tuhan Dan Juruselamat, hal ini memang sungguh ajaib. Saya katakan ajaib karena saya dulunya tidak pernah bisa mengerti mengapa seorang manusia sampai boleh disebut Tuhan oleh orang-orang Kristen. Saya adalah seorang manusia yang dulunya tidak pernah merasa simpati sama kepercayaan orang-orang Kristen. Malah pernah saya di dalam hati mentertawakan Alkitab sebagai buku yang tak bernilai, tak menarik hati saya untuk membacanya. Saya pandang remeh sekali sama Alkitab. Saya mengatakan semua agama baik kecuali Kristen, yang men-Tuhan-kan manusia, dan menjamin dosa manusia bisa ditebus manusia yang bernama Yesus. Saya merasa tak masuk akal. Namun apa jadi, Allah menunjukkan kebenaran yang sungguh daripada-Nya.

Di dalam keluarga saya, ada seorang kakak ipar saya beserta suaminya yang baru menjadi pengikut Yesus Kristus. Mereka selalu bersaksi pada saya tentang kuasa Yesus, tapi saya tidak pernah bisa masuk akal, tak mahu saya percaya. Malah saya selalu menyadarkan mereka supaya mereka kembali ke agama semula yaitu SIKH. Saya katakan : “ Agama Kristen ini jeleknya banyak, terutama sekali suka mengagamakan orang yang sudah beragama “. Tanpa setahu saya, suami saya rupanya sudah lama menjadi pengikut Kristus, beliau merahasiakan dari saya karena takut akan keretakan rumah tangga kami. Lebih kurang setahun setelah perkawinan kami, beliau menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat semasa beliau bekerja di Balikpapan tanpa diketahui oleh saya.

Saya benar-benar benci mendengar nama Yesus dulunya, apa lagi menyebut nama tersebut, saya rasa lucu dan jijik. Demikian bencinya sampai timbul niat dan usaha saya mahu menyebarkan agama Sikh ke kalangan orang Kristen supaya mereka boleh mengerti Tuhan itu bagaimana sebenarnya. Tetapi Tuhan tidak sampaikan maksud saya ini. Dalam pada itu kakak ipar saya ini tak hentinya bersaksi tentang Yesus. Saya malah mahu muntah mendengar cerita-ceritanya tentang : “Kesembuhan “. Saya merasa aib besar telah menimpa keluarga saya dengan beralih kepercayaannya itu. Jiwa saya merasa tidak tenteram lagi. Pikiran saya sering terganggu karena situasi rumah sering tegang. Saya merasa berdosa kalau tidak dapat berbuat sesuatu untuk agama saya (SIKH). Hati saya mulai bertanya pada Tuhan : “Ya.., Tuhan, aib macam apakah ini yang menimpa keluarga kami ? Benarkah Yesus itu Tuhan ? Ya, Tuhan, kalau benar Yesus itu Tuhan tolong tunjukkan pada saya kuasanya itu . Ya, Tuhan saya tidak mahu menyembah sesuatu yang salah ! Saya hanya ingin tunduk pada-Mu ya Tuhan, yang mencipta langit dan bumi.

Dalam beberapa hari kemudian, anak saya yang pertama tiba-tiba saja menjadi sakit panas sekali tubuhnya. Begitu panasnya, ia terus menjadi kuyu, tak berdaya. Saya menjadi takut karena anak saya tersebut lagi menderita Tuberclosis dan sedang menjalani pengobatan bulan ke III (tiga). Anehnya tiba-tiba sekitar pukul 12:00 siang, saya bilang suami : “ Ayo, kita coba ke gereja minta di doa’ in karena dokter spesialisnya buka praktek sore pukul 17:00, nanti bisa lebih berbahaya kalau dibiarin sampai sore”. Suami saya tidak mahu, masak orang sakit ke gereja ? Mestinya dibawa ke dokter dong ! Tapi heran hati saya begitu ingin ke gereja. Karena suami melarang, saya lantas bawa ke dokter spesialis yang lagi menangani penyakitnya. Herannya, dokter lagi keluar kota, 2 hari baru pulang. Saya jadi bingung, saya harus kemana sekarang ? Mahu ke spesialis lain timbul rasa khawatir disamping saya mempunyai uang hanya pas untuk membayar checking. Saya tidak punya uang untuk membayar bajaj kecuali ongkos becak untuk pulang Rp. 250. Akhirnya saya berjalan kaki menuju ke rumah family saya dengan tujuan beliau bisa menghantar saya dengan kendaraannya untuk spesialis lain. Tapi apa jadinya, bibi tersebut baru saja keluar menemani tetangga yang sakit mahu melahirkan anak. Dalam perjalanan pulang dari rumah bibi, saya berpikir terus, pulang atau ke gereja ? Kalau pulang bagaimana nanti malam jika terjadi apa-apa misalnya step, kalau saya ke gereja, apa nanti kata orang ? Dalam keadaan bingung, tiba-tiba timbul keinginan besar dan keberanian untuk ke gereja. Saya ambil bajaj dan langsung ke gereja dengan uang untuk checking tersebut. Dalam perjalanan hati saya berperang terus, ditengah perjalanan melewati kuil Sikh hati saya ingin saya berhenti di situ tapi ada suara dihati berkata : “Disana tak pernah ada kesembuhan spontan tanpa obat dan tapa nazar “. Hati berperang, tapi mulut tak dapat bersuara. Tibalah saya dimuka gereja. Saya masuk perlahan-lahan. Saya ingin bertemu dengan bapak Pendeta yang pernah mendoakan kakak saya hingga sembuh secara ajaib. Tapi pendetanya keluar, saya hampir pulang. Lantas mereka berkata kami juga bisa berdoa karena yang menyembuhkan hanya Tuhan. Secara tegas saya tekankan bahwa saya bukan orang Kristen, dan kalau saya bisa berada di tempat ini pada saat ini saya sendiripun heran, dan mereka hanya tersenyum mendengar pengakuan saya.

Ketika diajak berdoa terlebih dahulu diberitakan firman pada saya : “ Bahwa upah dosa ialah maut tapi kasih karunia Allah adalah hidup kekal di dalam Kristus Yesus”. Ketika berdoa, saya tidak tahu mengapa saya menangis, saya menangis dengan penuh keharuan. Doa itu begitu indah. Saya belum pernah mendengar doa yang begitu indah yang sanggup menghancurkan hati saya, dan menghancurkan kekerasan hati saya. Selesai berdoa saya pamit mahu pulang. Baru saja di muka pintu gereja saya lagi menunggu bajaj, saya jamah dahi dan tubuh anak saya, ajaib panasnya hilang total. Saya tertegun melihat kuasa nama Yesus. Ketia di bajaj anak saya sudah mulai ngomong seperti tidak ada sakit tadinya. Setiba di rumah semua pada heran melihat kesembuhan yang begitu drastis. Saya memperoleh satu perasaan sepulang dari gereja yang belum pernah saya dapati sebelumnya yaitu perasaan damai. Sampai saat ini tak dapat saya lupakan rasa damai yang saya dapat itu. Satu kesaksian dari saya, lagi hidup saya berubah dalam saya mengiring Tuhan Yesus. Hati pemarah yang saya dapati sejak ayah saya meninggal tiba-tiba jadi hilang. Saya mendapat satu kekuatan yang baru karena sekarang saya menyembah Allah yang saya kenal. Begitulah besar kasih Allah pada saya. Kebencian saya disambut dengan kasih anugerah keselamatan dalam Yesus Kristus. Amin.


Thursday, July 2, 2009

Hanya Allah Yang Sanggup


HANYA ALLAH YANG SANGGUP


“Pada tahun yang kedua pemerintahan Nebukadnezar bermimpilah Nebukadnezar; karena itu hatinya gelisah dan ia tidak dapat tidur. Lalu raja menyuruh memanggil orang-orang berilmu, ahli jampi, ahli sihir dan para Kasdim, untuk menerangkan kepadanya tentang mimpinya itu; maka datanglah mereka dan berdiri di hadapan raja. Kata raja kepada mereka: "Aku bermimpi, dan hatiku gelisah, karena ingin mengetahui mimpi itu." Lalu berkatalah para Kasdim itu kepada raja (dalam bahasa Aram): "Ya raja, kekallah hidupmu! Ceriterakanlah kepada hamba-hambamu mimpi itu, maka kami akan memberitahukan maknanya." Tetapi raja menjawab para Kasdim itu: "Aku telah mengambil keputusan, yakni jika kamu tidak memberitahukan kepadaku mimpi itu dengan maknanya, maka kamu akan dipenggal-penggal dan rumah-rumahmu akan dirobohkan menjadi timbunan puing; tetapi jika kamu dapat memberitahukan mimpi itu dengan maknanya, maka kamu akan menerima hadiah, pemberian-pemberian dan kehormatan yang besar dari padaku. Oleh sebab itu beritahukanlah kepadaku mimpi itu dengan maknanya!" Mereka menjawab pula: "Silakan tuanku raja menceriterakan mimpi itu kepada hamba-hambanya ini, maka kami akan memberitahukan maknanya." Jawab raja: "Aku tahu benar-benar, bahwa kamu mencoba mengulur-ulur waktu, karena kamu melihat, bahwa aku telah mengambil keputusan, yakni jika kamu tidak dapat memberitahukan kepadaku mimpi itu, maka kamu akan kena hukuman yang sama; dan aku tahu bahwa kamu telah bermufakat untuk mengatakan kepadaku hal-hal yang bohong dan busuk, sampai keadaan berubah. Oleh sebab itu ceriterakanlah kepadaku mimpi itu, supaya aku tahu, bahwa kamu dapat memberitahukan maknanya juga kepadaku." Para Kasdim itu menjawab raja: "Tidak ada seorang pun di muka bumi yang dapat memberitahukan apa yang diminta tuanku raja! Dan tidak pernah seorang raja, bagaimanapun agungnya dan besar kuasanya, telah meminta hal sedemikian dari seorang berilmu atau seorang ahli jampi atau seorang Kasdim. Apa yang diminta tuanku raja adalah terlalu berat, dan tidak ada seorang pun yang dapat memberitahukannya kepada tuanku raja, selain dari dewa-dewa yang tidak berdiam di antara manusia." Maka raja menjadi sangat geram dan murka karena hal itu, lalu dititahkannyalah untuk melenyapkan semua orang bijaksana di Babel. Ketika titah dikeluarkan supaya orang-orang bijaksana dibunuh, maka Daniel dan teman-temannya pun terancam akan dibunuh. Lalu berkatalah Daniel dengan cerdik dan bijaksana kepada Ariokh, pemimpin pengawal raja yang telah pergi untuk membunuh orang-orang bijaksana di Babel itu, katanya kepada Ariokh, pembesar raja itu: "Mengapa titah yang begitu keras ini dikeluarkan oleh raja?" Lalu Ariokh memberitahukan hal itu kepada Daniel. Maka Daniel menghadap raja dan meminta kepadanya, supaya ia diberi waktu untuk memberitahukan makna itu kepada raja. Kemudian pulanglah Daniel dan memberitahukan hal itu kepada Hananya, Misael dan Azarya, teman-temannya, dengan maksud supaya mereka memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu, supaya Daniel dan teman-temannya jangan dilenyapkan bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain di Babel. Maka rahasia itu disingkapkan kepada Daniel dalam suatu penglihatan malam. Lalu Daniel memuji Allah semesta langit. Berkatalah Daniel: "Terpujilah nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, sebab dari pada Dialah hikmat dan kekuatan! Dia mengubah saat dan waktu, Dia memecat raja dan mengangkat raja, Dia memberi hikmat kepada orang bijaksana dan pengetahuan kepada orang yang berpengertian; Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi, Dia tahu apa yang ada di dalam gelap, dan terang ada pada-Nya. Ya Allah nenek moyangku, kupuji dan kumuliakan Engkau, sebab Engkau mengaruniakan kepadaku hikmat dan kekuatan, dan telah memberitahukan kepadaku sekarang apa yang kami mohon kepada-Mu: Engkau telah memberitahukan kepada kami hal yang dipersoalkan raja." ( Daniel 2:1-23 )


Ada orang yang beranggapan bahwa doa adalah pelarian. Seharusnya orang bukan berdoa, melainkan berjuang. Apa pendapat anda terhadap anggapan demikian ? Ancaman hukuman mati untuk para cendikiawan karena tidak mampu menceritakan dan menafsirkan mimpi Nebukadnezar, jelas meresahkan hati Daniel. Ia harus melakukan sesuatu ! Jika tidak, maka bukan hanya dia, tetapi ketiga temannya dan seluruh cendikiawan di Babel terancam hukuman mati. Maka ia tidak tinggal diam. Ia mencari tahu penyebab raja mengeluarkan perintah hukuman mati itu. Setelah memahami masalahnya, Daniel tahu bahwa ada satu jalan keluar. Apa yang tidak mungkin dilakukan oleh orang berilmu, ahli jampi, ahli sihir, dan para Kasdim ( Daniel 2 : 2) adalah mungkin dilakukan oleh Allah Israel. Allah Israel adalah Allah Yang Maha Tahu. Daniel percaya bahwa mimpi Raja Nebukadnezar berasal dari Allah, dan karena itu hanya dapat ditafsirkan oleh Allah juga. Dalam situasi sulit yang tidak dapat diatasi dengan pikiran manusia, iman keempat hamba-Nya ini bertumbuh semakin kuat. Tidak ada jalan lain, Daniel dan ketiga rekannya memohon belaskasihan Allah. Doa mereka kemudian terjawab. Allah menyingkapkan isi mimpi raja dan tafsiran maknanya kepada Daniel (Daniel 2: 19). Tentu saja Daniel segera memuji-muji Allah atas hikmat-Nya ( Daniel 2:20-23).

Krisis itu memperlihatkan perhatian Allah pada umat-Nya. Meski mereka berada di pembuangan, Allah tidak meninggalkan mereka. Disisi lain, peristiwa itu memperlihatkan bahwa dewa sesembahan Babel beserta para penyembahnya tidak mempunyai kemampuan dan pengetahuan atas masalah yang tidak terlihat. Namun apa yang tak mungkin bagi manusia dan diluar pemikiran manusia, adalah mungkin bagi Allah. Bahkan dalam cara yang tak pernah diperkirakan siapapun. Hanya Allah yang sanggup menyingkapkan segala rahasia dan misteri. Maka tak ada respons lain bagi kita selain bergantung pada-Nya dalam setiap masalah, yang tak terpecahkan sekalipun.