Thursday, March 12, 2009

Mengenali Ajaran Sesat " Saksi Yehuwa"




MENGENALI AJARAN SESAT “SAKSI YEHUWA”


PENDIRI SAKSI YEHUWA


SAKSI YEHUWA (SY) didirikan oleh Charles Tase Russel (1852-1916) yang semula adalah anggota gereja Presbyterian kemudian terpengaruh Adventisme soal ajaran Akhir Zaman dan ajaran Christadelphian yang berbeda dengan ajaran Kristen yang umum, pada tahun 1870 merasa memperoleh wahyu untuk menyingkapkan rahasia-rahasia Alkitab dan pada tahun 1872 membentuk kelompok pemahaman Alkitab. Setelah Russel meninggal (1916) ia digantikan oleh Joseph Franklin Rutherford, dan pada tahun 1942 digantikan oleh Nathan Homer Knorr, menyusul tahun 1977 oleh Frederick W. Franz. Setelah kematian Franz (1992) Milton G. Henzel memerintah sampai sekarang. Tokoh-tokoh pemimpin ini dianggap sebagai nabi.

Ajaran SY bukanlah merupakan exegese dari Alkitab tetapi lebih merupakan ajaran para tokohnya. Buku utama mereka bukan Alkitab tetapi buku karya Russel berjudul 'Studies in the Scripture' (Penyelidikan Alkitab) yang dinilai lebih berotoritas dari Alkitab sendiri. Saksi Yehuwa merupakan organisasi teokratis yang menekankan keterlibatan semua anggotanya dalam siar agama, sedang nama Saksi Yehuwa adalah nama yang baru di kemudian hari ditahun 1931 dipakai, 52 tahun setelah SY berdiri, yang diambil dari ayat-ayat Yesaya 43:10-12

SY sangat aktif dalam siaran radio disamping kunjungan-kunjungan ke rumah-rumah, dan terutama propaganda literatur sangat tekankan. Banyak buku-buku propaganda telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dicetak dengan harga murah tetapi dengan kualitas yang baik dan berwarna. Buletin SY berjudul 'Menara Pengawal' dan 'Sedarlah' sangat menarik karena dikemas begitu indah dan berisi masalah-masalah yang hangat dihadapi manusia modern. Disamping itu traktat-traktat berwarna banyak dicetak dan disebar luaskan.

Biasanya tema promosi literatur SY berkisar soal penderitaan di bumi dan bahwa baik pemerintah maupun agama-agama tidak berhasil mengatasinya, dan hanya para Saksi Yehuwalah yang bisa menawarkan jalan keluar menuju firdaus yang kekal. Literatur SY bersifat menyalahkan pemerintah-pemerintah maupun agama-agama secara umum terutama agama Katolik, dan dengan penjelasan para penyiar agama yang meyakinkan tentu saja banyak orang menjadi tertarik, apalagi bila yang bersangkutan sedang mengalami masalah dengan gereja yang diikutinya. 


SOAL ALKITAB

Bagi SY Alkitab terjemahan Kristen dan lebih-lebih Katolik semuanya salah dan hanya terjemahan SY yang diberi nama 'Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru' (DB/New World Translation/NW) lah yang benar. Terjemahan NW mengikuti terjemahan 'Empathic Diaglot' yang diterjemahkan oleh Benyamin Wilson, seorang tokoh Christadelphian (1864), yaitu dengan cara menterjemahkan tiap kata Ibrani (PL) dan Yunani (PB) (bahasa asli Alkitab) dibawahnya dan menafsirkannya.

“Untuk menyingkirkan sesuatu yang rupa-rupanya menjadi pertentangan di sini marilah kita kutip salinan bahasa Gerika kata-demi-kata seperti diperlihatkannya diantara garis-garis bacaan dalam The Emphatic Diaglott.” (Karena Allah Itu Benar Adanya, 1960, hlm.110. Disesuaikan dengan ejaan baru).

Tentu saja tafsiran harfiah kata-per-kata dengan urutan demikian yang tidak mengikuti prinsip-prinsip penerjemahan dan tatabahasa, jelas menghasilkan teks yang bisa diartikan berbeda dengan penafsrian umumnya di kalangan Kristen & Katolik. Apalagi dengan adanya asumsi dogmatis bahwa semua terjemahan Kristen & Katolik adalah salah dan terjemahan SY-lah yang benar, tentu sulit untuk membandingkan mana terjemahan yang benar, apalagi sudah menjadi kenyataan, bahwa para penulis ‘Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru’ bukanlah ahli-ahli yang menguasai bahasa Ibrani dan Yunani secara akademis karena mereka menolak belajar teologi formal. Faktanya Alkitab NW bukanlah terjemahan tetapi lebih merupakan tafsiran (paraphrase) untuk mendukung keyakinan Saksi Yehuwa.

Dalam literatur SY dikemukakan alasan bahwa terjemahan mereka bertitik tolak pada upaya meninjau kembali ayat demi ayat dan kata-kata di dalam ayat itu yang berpeluang dijadikan tafsiran sepihak oleh pendukung doktrin pengutip dari sumber yang asal-usulnya diragukan, dan ayat-ayat dan kata-kata itu diluruskan sesuai sumber a.l. dewan alkitabiah internasional, penemuan dari cambridge university dan dari kalangan anthropologi international yang mapan dan diakui. Posisi demikian kelihatannya meyakinkan namun bila diselidiki ternyata sumber-sumber itu umumnya adalah kalangan SY sendiri sebab mereka mengatakan bahwa Alkitab terbitan Katolik (Lembaga Biblika Sedunia) dan Protestan (Lembaga Alkitab Sedunia) dianggap salah terjemahannya. Mengenai bagaimana SY biasa menafsirkan secara tekstual dan harfiah untuk mendukung ajaran mereka dapat dibaca dalam artikel sambungan ini.

AJARAN TENTANG ALLAH

Bagi SY, Dunia diperintah Allah yang bernama Yehuwa yang kekal dan esa dan memerintah secara teokratis dan di bumi diwakili oleh pemerintahan 'Saksi-Saksi Yehuwa.' Yesus bukanlah Allah melainkan titisan malaikat Mikhael yang adalah ciptaan yang sulung dan kemudian disetarakan dengan Allah (a god). Dengan pimpinan Yesus, Lucifer dengan kerajaan dunianya akan dibinasakan dan Yesus mendirikan kerajaan teokratis di bumi. Yesus diramalkan datang tahun 1914 dan disusul kerajaan 1000 tahun. Dibawah Rutherford yang keluar dari penjaran tahun 1919, dalam pertemuan SY disebutkan bahwa "pemerintah-pemerintah dunia maupun organisasi gereja adalah alat iblis."

Pada saat kedatangan Yesus akan terjadi perang Armagedon yang merupakan perang terakhir antara Allah dan Iblis dan organisasi-organisasinya termasuk agama, gereja dan negara. Mereka yang menolak ajaran Saksi Yehuwa akan dimusnakan bersama Iblis dan kerajaan dunianya, dan mereka yang menerima akan memperoleh hak sebagai bagian 144.000 umat pilihan dalam Firdaus yang kekal dan sisanya akan menempati kerajaan teokratis di bumi. Ketika tahun 1914 Yesus tidak datang maka diramalkan kembali tahun-tahun 1918, 1921, 1925, 1941, 1975 dan 1992, tetapi semuanya merupakan nubuatan kosong. (Pokok masalah perhitungan mereka adalah dipaksakannya tahun 606/7SM sebagai tahun pembuangan umat Israel, tahun yang tidak ada dasar historisnya, faktanya sejarah adalah tahun 587SM).


Roh Kudus hanya dianggap 'kekuatan/daya Allah saja' jadi bukan pribadi, dan sekalipun rumus pembaptisan Amanat Agung (Matius 28:19) menyebut tiga nama, namun ditulis dengan nama 'Bapak dan Putra dan rohkudus' (roh dengan huruf kecil). Jadi karena Putra (Yesus) adalah mahluk ciptaan yang sulung (Mikhael) dan rohkudus hanya kekuatan saja maka hanya ada satu Allah tunggal yaitu yang bernama Yehuwa.

SY sangat alergi dengan pengajaran soal 'Allah Tritunggal' yang dianggapnya berasal dari kepercayaan bangsa-bangsa Babil dan Mesir dan bangsa-bangsa lain yang mempercayai dewa-dewa pada zaman dahulu kala, dan bahwa pencipta pengajaran tritunggal itu adalah Setan (Karena Allah itu Benar Adanya', hlm.105). Untuk menunjang hal ini maka ayat-ayat mengenai 'Yesus yang adalah Tuhan' ditafsirkan bahwa Yesus hanyalah suatu Ilah seperti ayat Yohanes 1:1. (Uraian ayat ini akan dibahas pada sambungan artikel ini). 




HIDUP MANUSIA & KESELAMATAN

Bagi SY, manusia adalah jiwa sebagai gabungan debu tanah dan nafas Allah dan hakekatnya sama dengan binatang pada umumnya. Bila manusia mati, maka jiwa itu mati bersamanya, jadi tidak dipercayai adanya kehidupan yang kekal, kecuali para penganut SY yang dipilih menjadi bagian Firdaus maupun kerajaan teokratis di bumi. Kematian di dunia adalah dimasukinya status 'tidur rohani' yang menunggu hari penghakiman.


Penebusan Yesus Kristus di kayu salib ditolak oleh SY. Yesus mati di tiang siksaan dan kemudian mati dan dibangkitkan dalam roh saja. Penebusan darah Yesus ditolak dan manusia untuk menyelamatkan diri harus dicapai dengan amal baik dan dengan menjadi SY yang menyiarkan ajaran SY untuk memperoleh status hidup kekal dalam kerajaan teokratis atau akan dimusnahkan. Ajaran tentang dosa, pertobatan, pengampunan, kasih, dan darah Kristus dalam penebusan dosa diabaikan. Hakekat neraka tidak dipercayai apalagi sebagai siksaan yang kekal. Hanya ada dua pilihan di akhirat, hidup kekal dalam kerajaan teokratis bersama Yehuwa atau dimusnahkan habis.

PERJUMPAAN DENGAN SAKSI-SAKSI YEHUWA

Dalam konteks Indonesia yang memasuki alam reformasi dan keterbukaan dan dengan adanya kemajuan media internet, maka interaksi dengan Saksi-Saksi Yehuwa tidak lagi terhindarkan. Pelarangan secara resmi tidak menjamin hilangnya para penganut SY dan usaha mereka dalam menyiarkan agama itu apalagi setelah sekarang diizinkan kembali beroperasi secara resmi. Karena itu, yang diperlukan bagi umat Kristen adalah kesiapan mereka dalam bersenjatakan senjata-senjata rohani dan mengetahui bagaimana cara-cara para SY dalam mendekati seseorang.

Biasanya dalam menyiarkan agama mereka di kalangan Kristen, mereka meminta izin masuk ke rumah dan berkenalan dengan pemilik rumah. Kemudian mereka mengajak berdiskusi mengenai masalah dunia dan ajaran Kristen. Awalnya memang mereka mengajak agar dibukakan Alkitab terjemahan Kristen (LAI), kemudian menafsirkan beberapa ayat-ayat tertentu di luar konteks dan yang ditafsirkan menurut terjemahan dan ajaran mereka yaitu ‘Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru.’

Bila seseorang tertarik, mereka diajak untuk mengikuti 'Persekutuan Wilayah' dan bila makin teruji kesetiannya, mereka diajak bergabung dalam 'Balai Kerajaan'. Disini dengan pertemuan-pertemuan marathon beberapa kali seminggu, mereka dipersiapkan sebagai Saksi-Saksi Yehuwa yang dewasa dan siap untuk mendidik orang lain pula. Mereka juga dilatih untuk mengajarkan ajaran SY kepada orang lain. Dapat dimaklumi mengapa para SY bersikap militan yaitu karena diberi peran yang besar sesuai dengan harga diri masing-masing. Bila dalam Balai Kerajaan mereka sudah teruji kesetiaannya barulah mereka dibaptis dengan cara diselam dan pada taraf ini mereka sudah tidak lagi bisa diubah pandangan imannya. Perjamuan Suci tidak diberlakukan sebagai sakramen persekutuan iman tetapi dirayakan setahun sekali sekedar sebagai peringatan kematian Yesus. Kebangkitan Yesus dalam daging tidak dipercaya mereka. 


Para SY yang datang kerumah-rumah adalah mereka yang terdidik secara disiplin dan dibekali kemampuan berdebat yang luar biasa, karena itu biasanya umat Kristen (apalagi yang awam) akan sangat sukar melayani, dan bila mereka tidak mampu melayani perdebatan itu kemungkinan terbuka akan tertarik ajaran tersebut. Karena SY dilatih begitu intensip maka dalam berdiskusi mereka sudah biasa menghadapi pertanyaan dan menguasai materi pembicaraan, karena itu umat Kristen harus berhati-hati untuk masuk dalam percakapan dengan mereka, apalagi bila anggota SY yang datang kalah dalam berdiskusi, biasanya anggota yang lain yang lebih matang dan senior akan datang sampai lawan bicaranya kalah.

Cara yang terbaik yang dapat dilakukan oleh umat Kristen adalah membekali diri dengan senjata-senjata rohani yang diperlukan (Efs.6:10-20) seperti Iman, Firman yang adalah pedang Roh, kebenaran, keadilan, doa & berjaga-jaga, dan kesediaan memberitakan Injil. Sekalipun demikian bila belum benar-benar menguasai firman Tuhan ada baiknya menghindari perdebatan dengan SY. Justru karena menghadapi serangan yang gencar seharusnya umat Kristen terus dengar-dengaran akan firman Tuhan dan belajar untuk mengerti firman Tuhan dengan mendalam sehingga ia dapat menangkis panah-panah api yang diarahkan kepadanya.




ALIRAN KULTUS (CULT)

Saksi Yehuwa hanyalah salah satu aliran 'kultus' (cult) yang bekerja di sekitar kekristenan, tetapi kita harus sadar bahwa dalam era reformasi dan keterbukaaan yang didukung oleh kebebasan internet, maka umat Kristen akan berhadapan dengan begitu banyak aliran kultus yang baru yang ada yang ringan tetapi ada juga yang berat bahkan membius. Karena itu tidak ada cara lain dari umat Kristen yang harus ditempuh kecuali hidup sebagai anak Tuhan yang taat akan firman Tuhan, rajin berbakti dan bersekutu, dan rajin berdoa sambil berjaga, dengan sikap demikian diharapkan ajaran-ajaran kultus tidak sampai mempengaruhi iman kita yang mula-mula.

Aliran-aliran kultus diawal abad ke-XXI ini sangat bervariasi, ada yang ringan yang ingin memurnikan ajaran Kristen dan makin mendekati kekristenan Alkitabiah (Advent), ada yang fanatik (Mormon & Saksi Yehuwa), dan bahkan ada yang rela mati bersama-sama mengikuti pimpinan mereka (Jim Jones & Kenisah Matahari), berani berperang (David Koresj), bahkan berani membunuh orang-orang secara massal demi keyakinan mereka akan Armagedon (Aum Shrinkiyo). Beberapa ciri aliran kultus (cult) yang perlu diwaspadai adalah sebagai berikut:

(1) Aliran kultus berkisar pada ajaran tokoh-tokoh yang dikultuskan yang dianggap sebagai nabi atau messias, dan biasanya ucapan dan perilakunya diikuti oleh para pengikutnya dengan fanatik tanpa reserve menggantikan peran Yesus Kristus. (SY mengkultuskan Charles Tase Russel dan tulisannya ‘Studies in Scriptures);

(2) Aliran kultus biasanya bersikap eksklusif, bahwa merekalah umat pilihan yang benar dan semua agama terutama Kristen adalah sesat. Karena itu mereka mengecam gereja-gereja yang resmi yang disebut 'Susunan Kristen.' Dalam hal SY merekalah yang dianggap termasuk kerajaan Theokratis;

(3) Adanya semangat akan Akhir Zaman yang luar biasa, dan seperti SY sekalipun jelas ramalan-ramalan para tokohnya selalu terbukti keliru, fanatisme itu tetap eksis;

(4) Biasanya aliran kultus memiliki 'Kitab' suci ucapan dan tulisan para tokohnya yang dianggap lebih berotoritas daripada Alkitab Kristen. SY memiliki ‘Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru’ dan ‘buku karya Charles Tase Russel (Setelah Russel meninggal diselesaikan Rutheford) berjudul ‘Studies in Scriptures.’;

(5) Jalan Keselamatan dalam Kristus di tolak dan biasanya ditambah-tambahi dengan 'taurat baru' apakah itu dalam bentuk memelihara hari Sabat, vegetarian, hukum Taurat, amal baik, atau dalam kasus SY menjadi penyiar agama SY;

(6) Tetapi, ada satu hal menarik yang tidak bersifat prinsip tetapi efektif adalah 'peran kaum awam yang aktif' dalam ikut serta menyiarkan keyakinan mereka. SY melakukan kunjungan ke rumah-rumah penduduk;

(7) Dan, tidak dapat disangkal bahwa aliran-aliran kultus sangat menekankan pelayanan melalui literatur, yaitu traktat-traktat, buku, majalah maupun brosur-brosur dan disamping itu mereka gencar melakukan siar agama melalui internet. SY paling menonjol dalam hal ini.

Dikeluarkannya SK pencabutan larangan akan beroperasinya aliran Saksi Yehuwa tentu tidak perlu dikuatirkan oleh umat Kristen karena itu sejalan dengan demokrasi yang dijalankan pemerintahan Gus Dur, namun pencabutan SK itu jelas akan berdampak makin bebasnya mereka mengunjungi rumah-rumah semua orang dari agama apapun karena memang misi mereka demikian, namun dibalik itu masyarakat Indonesia menjadi tahu secara terbuka bahwa kalau selama ini mereka yang sering keluar-masuk rumah penduduk dijadikan stigma sebagai 'misi penginjilan Kristen' sekarang dengan terang masyarakat akan tahu bahwa itu adalah para 'Saksi-Saksi Yehuwa', yang juga mendatangi rumah umat Kristen sekalipun mereka mengaku sebagai 'Kristen' juga. Dalam buku doktrin mereka disebutkan:

"Sekarang ini mereka gemar akan melakukan kewajiban yang diletakkan di atas pundak tiap-tiap orang Kristen sejati, yaitu menyiarkan kabar kesukaan mengenai kerajaan Allah. Dengan segala suka hati mereka pergi, dari rumah ke rumah, di jalan-jalan besar, dan di tempat-tempat pertemuan umum memberitakan jalan Allah menuju ke arah hidup kepada umat Katolik, Protestan, Yahudi dan orang-orang penganut kepercayaan agama lain, atau yang tak beragama sama sekali" (Karena Allah Itu Benar Adanya, hlm.257-258).

Semoga beberapa catatan ini bisa dijadikan bekal dalam perjumpaan kita dengan aliran-aliran kultus yang akhir-akhir ini dengan rajin menyiarkan keyakinan mereka kepada masyarakat umum khususnya umat Kristen di Indonesia.

Wednesday, March 11, 2009

Dibenarkan Karena Iman


DIBENARKAN KARENA IMAN



“ Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, -- seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa" -- di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada. Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran. Kata-kata ini, yaitu "hal ini diperhitungkan kepadanya," tidak ditulis untuk Abraham saja, tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kita pun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita”. ( Roma 4 : 16-25)


Salah satu pelajaran penting iman Kristen adalah konsep dibenarkan oleh iman.Ini membuat Kristen unik diantara agama-agama. Semua agama menegaskan pentingnya berbuat baik, melakukan amal, dan mematuhi hukum untuk mendapatkan keselamatan karena konsep “ DIBENARKAN OLEH PERBUATAN”. Alkitab saja yang mengajarkan “ dibenarkan karena iman”.

Konsep dibenarkan oleh iman sudah muncul di Perjanjian Lama (PL) dan mendasari kehidupan umat dalam beriman. Abraham adalah orang yang dibenarkan karena iman. Ia percaya kepada janji Allah tentang memiliki keturunan yang akan menjadi bangsa yang besar. Abraham percaya dan Tuhan menyatakan dia sebagai orang yang benar ( Kej 15:6). Taurat juga mengajarkan konsep ini. Umat Israel diminta untuk melakukan ritual persembahan kurban untuk pengampunan dosa mereka. Inti ritual itu bukan pada ketaatan tetapi pada kepercayaan bahwa inilah cara untuk mengampuni umat-Nya. Inilah iman/percaya yang membenarkan.

Saat Habakuk bergumul dengan Allah mengenai bangsa jahat, yaitu Kasdim, yang Tuhan pakai untuk menghakimi umat Tuhan, Tuhan menjanjikan keadilan-Nya akan dinyatakan, musuh yang jahat pasti dihukum. Umat Tuhan harus tetap percaya karena melalui percaya itu mereka diselamatkan ( Hab 2:4).

Konsep dibenarkan oleh iman mencapai puncaknya di Perjanjian Baru ( PB). Tidak seorangpun yang mampu hidup benar di hadapan Tuhan ( Roma 3:10) karena semua manusia sudah berbuat dosa ( Roma 3:23). Status mereka adalah orang berdosa atau terhukum. Namun Kristus sudah mati bagi orang berdosa. Maka orang yang percaya pada karya Kristus itu sudah diampuni dosanya. Ia menjadi orang yang dibenarkan. Secara legal, kebenaran Kristus sudah diberlakukan kepada orang yang percaya. Dia bukan lagi orang berdosa, tetapi “orang benar “. Status ini memberi kepastian bagi orang percaya bahwa ia sudah diselamatkan dan Tuhan menjamin keselamatannya. Saat ia gagal atau jatuh, ia berani mengakuinya dan meminta pengampunan-Nya lagi. Dengan berani, ia menjalani hidupnya di dalam ketaatan akan firman-Nya.


Doa : “ Bapa.., kami bersyukur buat penebusan yang Engkau telah karuniakan melalui putra-Mu Tuhan Yesus Kristus yang disalibkan mati dan dibangkitkan bagi kami. Ajar kami bahwa pengampunan-Mu dan kasih-Mu sempurna dia atas kayu salib.Kiranya kasih karunia-Mu menolong kami untuk dapat hidup seturut firman-Mu”.Di dalam nama Tuhan Yesus kami bersyukur kepada-Mu. Amin

Tuesday, March 10, 2009

Adat Istiadat Yang Melawan Firman Allah


ADAT ISTIADAT YANG MELAWAN FIRMAN ALLAH


Mengapa gereja kering ? Mengapa keluarga kacau? Mengapa ekonomi rusak? Mengapa masyarakat tidak tentram ? Mengapa hujan dari sorga tidak turun? Mengapa anggota jemaat masih menderita, kacau, tidak berbahagia dan banyak kesedihan ? Karena adat istiadat lama masih dipraktekkan, yaitu adat istiadat kafir yang demonis (penuh dengan setan-setan/kuasa gelap). Kalau mau mengalami kehadiran Tuhan dan beroleh segala berkat-Nya, maka kita harus meninggalkan adat istiadat lama yang melawan firman Tuhan. Kita harus bijaksana memilih adat istiadat. Jangan kita mempraktekkan okultisme demi tuntutan adat istiadat untuk menyenangkan manusia, tapi pada hakekatnya melawan Tuhan. Hal semacam ini mendatangkan kutuk bagi orang yang mengambil bagian di dalamnya. Ahab mengambil bagian di dalamnya, maka kerajaan Israel menjadi kacau dan sangat menderita secara rohani dan secara ekonomi. Lain halnya dengan nabi Elia yang melawan adat-istiadat kafir, penyembahan berhala, sekalipun massa memihak setan( 1 raj 18 : 20-46).

Sadrakh, Mesakh dan Abednego, membalikkan hati Nebukadnezar, karena mereka melawan adat istiadat Babel yang penuh dengan setan-setan ( Dan 3:1-30). Gideon juga melawan adat istiadat orang Kanani yang penuh kuasa kegelapan, sehingga orang Israel menang atas musuh mereka orang Midian ( Hak 6:25-32, 8:4-21). Semua orang yang melawan dan meninggalkan adat istiadat yang mengandung kuasa kegelapan selalu diberkati Tuhan ( Bdk. Yos 24:2,3 dan Kej 12:1-3). Abraham diberkati Tuhan, karena dia meninggalkan orang tua, keluarga, kampung dan sanak famili yang memelihara adat istiadat yang penuh setan-setan. Tuhan sangat memberkati Abraham ( Kej 24:1 )

Adat istiadat yang menjadi tempat persembunyian “ SETAN DAN KUASA KEGELAPAN” adalah adat istiadat yang melawan firman Allah, adat istiadat kafir yang dicampur dengan firman Allah, adat istiadat yang memutar balikkan firman Allah. Contohnya sebagai berikut :

  • Di dalam cara hidup yang sia -sia yang turun temurun dari nenek moyang ( 1 Pet 1: 18)
  • Didalam kebiasaan orang tua menyembah berhala, misalnya memberikan sesajen (sajian) kepada roh-roh nenek moyang (roh orang mati),memberikan sesajen ke laut untuk menolak bala, kekuburan bawa rokok, sirih, makanan dan berbicara dengan orang yg sudah mati ( Kel 20:3-5)
  • Didalam hal menyerahkan anak kepada kuasa kegelapan, buat jimat, mandi kembang 7 macam malam hari, dsb ( Im 19:21)
  • Di dalam hubungan seks bebas ( Im 18:6-30)
  • Di dalam hal menyiksa diri ( Kol 2:23) dsb

Adat istiadat semacam ini harus dimusnahkan dan ditinggalkan, jangan lagi dipertahankan. Setan ada di dalamnya, karena firman Tuhan dilawan dan diputar balik.

Horoskop Dan Fengsui


HOROSKOP DAN FENGSUI

Ketika kita membicarakan mengenai horoskop, fengshui, dan tenung maka kita mulai dengan beberapa hal yang selama ini kuat ada dalam ingatan kita. Apa ramalan hidup saya minggu ini? Berulangkali pertanyaan ini menggoda pikiran manusia sehingga horoskop mingguan selalu menjadi sajian yang ada dalam tabloid dan majalah populer di mana-mana. Belum lagi guratan tangan yang seringkali dijadikan sarana untuk mengetahui baga imana perjodohan, rejeki dan hidup seseorang di masa depan.
Orang sering ingin tahu apa yang menjadi masa depannya, sehingga horoskop kerap
kali menjadi lahapan yang dicari orang di hampir semua tabloid yang memuatnya, atau ramalan garis tangan, kartu tarot dan bola kristal yang belakangan ini sering diprak tikkan di pusat-pusat perbelanjaan. Sementara itu, hidup kita juga penuh dengan ketergantungan pada tatanan letak dan angka-angka atau guratan hidup yang disebut fengshui.
Orang alergi dengan angka-angka tertentu, antara lain 4 dan 13, atau senang dengan angka keberuntungan seperti angka 8. Orang juga mengelakkan rumah tusuk sate, bentuk rumah yang pintu-pintu nya berderet lurus dari depan ke belakang, dan lain sebagainya.
Ada juga yang mengatakan bahwa gigi gingsul pada orang tertentu bisa mengakibat
kan ia berat jodoh. Seringkali orang pindah rumah harus diatur jam masuk rumahnya yang baru supaya tidak mendatangkan bahaya atau kesialan pada orang itu.
Atau harus memakai jenis batu tertentu supaya jiwanya tenang, tubuhnya tidak “panas” sehingga mendapatkan rejeki dan jodoh atau cita-cita dengan lebih mudah.

Kita lihat betapa beragamnya ramalan yang dikemas dalam bentuk supra modern. Dari yang ada di tabloid dan majalah sampai yang disiarkan oleh media TV.
Pada dasarnya dalam ketidak tahuan dan perubahan hidup yang sering membuat orang tidak nyaman, merasa kecil dan takut, serta keingin tahuan yang besar akan kepastian hidup ini, membuat banyak orang menyandarkan diri pada bentuk-bentuk seperti di atas.

Ramalan dan Fengshui

Mari kita mulai dengan apa yang kita golongkan dengan ramalan dan tenung. Bentuk-bentuk yang seringkali muncul baik dalam wujud horoskop, membaca garis tangan ataupun fengshui.

Yang dimaksud ramalan dan fengshui adalah berbagai kegiatan atau praktik gaib yang mencoba mengetahui sebelumnya atau dari jauh suatu peristiwa yang tidak dapat dilihat dengan cara biasa. Ramalan biasanya dilakukan dalam bentuk menafsirkan mimpi, mengambil kesim pulan dari posisi matahari, bulan dan bintang pada rasi dan satu sama lainnya. Ramalan juga dilakukan dengan melihat garis tangan, kartu bridge (tarot) atau mema kai bola kristal dan melihatnya lewat air dalam mangkuk, dll. Ramalan juga tidak jarang dilakukan dengan memakai medium dan mengundang arwah orang meninggal.
Sementara fengshui, lebih muncul sebagai apa yang kita katakan takhyul atas pengaruh dari tata letak (baik bangunan, posisi gigi, angka yang membawa keberun
tungan dan kesialan, angka waktu dan bulan kelahiran serta pengaruhnya terhadap orang tersebut,dll.)

Fengshui biasanya menyarankan bagaimana kita berkompromi dan menangkal me
ngenai hal-hal di atas untuk mendapat perlindungan yang baik. Misalnya : memakai batu-batuan tertentu, mengubah letak pintu, mengganti angka yang kita anggap membawa ketidak beruntungan, sebaliknya menggunakan angka keberuntungan, menghitung saat dan jam baik masuk rumah berdasarkan hari, jam dan shio orang tersebut, dan lain sebagainya.

Apa kata Alkitab?


Di tengah pelbagai praktek tentang ramalan dan fengshui ini mari kita menyoroti apa yang Alkitab jelaskan mengenai hal tersebut.
Dalam Alkitab memang ada beberapa hal yang tampaknya berkaitan dengan apa yang kita katakan dengan ramalan atau fengshui ini, misalnya:



- Yusuf si pemimpi dan mampu menafsirkan mimpi (Kejadian 37:6-10).
- Bileam dengan ramalannya (Bilangan 21-23).
- Saul ketika meminta seorang medium membangkitkan arwah Samuel ( 1 Samuel 28).
- Daniel yang menafsirkan mimpi (Daniel 2).
- Majus yang membaca tata bintang (Matius 2 : 1-2).
- Umat Yahudi yang suka membaca tanda di langit untuk menentukan cuaca dll. (Matius 16:1-4).



Kalau begitu apakah Allah memperkenankan kita menggunakan ramalan untuk menjalani hidup ini?

1. Allah bisa saja memakai sarana apapun untuk menyatakan rencananya dalam hidup manusia, namun harus diingat bahwa Allah tidak memakai medium tersebut secara terus menerus untuk menyatakan rencana-Nya.
Misalnya : Yusuf dan mimpi-mimpinya bisa dipakai Allah untuk menjelaskan rencana-Nya pada Yusuf, tetapi tidak berarti setiap mimpi dipakai Allah untuk mengkomunika sikan rencana-Nya pada manusia. Dan sangat jelas bahwa baik mimpi, rasi bintang maupun ramalan dengan ucapan tidak digunakan untuk kepentingan orang itu tetapi merupakan tanda yang bisa saja pada waktu tertentu dipakai Allah untuk menjelaskan rencana-Nya. Jadi tidak setiap mimpi harus ditafsirkan, begitu juga bulan kelahiran tidak menentu kan perjalanan hidup kita dari minggu ke minggu.


2 Percakapan dengan roh orang mati dengan memakai medium apapun merupakan hal yang dimurkai Allah. Sebab hal tersebut merupakan sebuah tindakan yang mem
belakangi Allah dan dalam arti tertentu hendak melampaui Allah dengan memakai sarana kegelapan.Misalnya : Bagaimana Saul ditegur dengan keras ketika ia memakai seorang pene nung untuk memanggil roh Samuel.
Oleh karena itu meramal hidup kita dengan menanyakan kepada arwah adalah bagian yang dimurkai Allah.
Allah tidak membiarkan umat-Nya dihancurkan oleh para medium. Misalnya : Pada saat Bileam akan mengutuki umat Allah, Allah mengubahnya dan mengendalikan lidah Bileam. Ramalan kehancuran itu tak terucapkan bahkan yang diucapkan adalah berkat.

3. Apabila kita mengakui bahwa segala sesuatu diciptakan Allah secara baik dan berarti segala sesuatu ada dalam komando-Nya, maka bagaimana dengan fengshui, di mana banyak dari kita yang meyakini bahwa tata letak sebuah bangunan atau tatanan diri kita ada pengaruhnya terhadap rejeki dan kebahagiaan kita?.
Alkitab dengan jelas menekankan bahwa hidup kita adalah ciptaan Tuhan dan Ia menciptakan kita dengan baik. Jadi jika apa yang ada pada diri kita ingin diubah menjadi baik mestinya kita datang kepada Dia yang menciptakan kita.
Lalu bagaimana dengan tata letak rumah? Nomor yang membawa rejeki dan tidak membawa rejeki? Roma 8 : 28 mengatakan bahwa Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk menda
tangkan kebaikan bagi kita.
Saya masih ingat ketika guru sekolah minggu mengajarkan lagu, Hari Senin sampai dengan Minggu harinya Tuhan, semua hari-harinya Tuhan. Maka kalau ditanyakan mengenai hari baik untuk ke kanan atau ke kiri, atau letak bangunan atau nomor yang membawa rejeki, maka kita kembali pada penghayatan iman kita bahwa semua hari adalah pemberian Tuhan dan apa yang terjadi dalam hidup adalah bagian yang tidak ditinggalkan Tuhan

Penutup


Jadi kalau hidup kita bergantung kepada Tuhan maka hendaknya kita sungguh mengandalkan Tuhan yang memelihara dan yang penuh kasih dalam hidup kita.
Bukankah pemeliharaan dan kebaikan-Nya jauh lebih pasti di tengah pelbagai perubahan dan ketidak pastian hidup kita?. Fengsui dan ramalan (Horoskop) adalah okultisme (kuasa gelap) yang dibelakangnya iblis dan roh-roh jahat yang bekerja.Kita umat Kristen tidak dibenarkan pergi ke tukang ramal atau ahli fengsui atau mempraktekkan ramalan, karena hal ini adalah kekejian bagi Tuhan ( Bdk. Imamat 19 : 31).


”Janganlah kamu berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal; janganlah kamu mencari mereka dan dengan demikian menjadi najis karena mereka; Akulah TUHAN, Allahmu”. ( Imamat 19:31)

Soli Deo Gloria