Tuesday, April 10, 2012

“Mengenali Ajaran Sesat Sekte Mormon ( Gereja Mormon )”


“Mengenali Ajaran Sesat Sekte Mormon ( Gereja Mormon )”



“Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.” ( II Korintus 11:3-4)


Agama Mormon didirikan kurang dari 200 tahun lalu oleh seorang yang bernama Joseph Smith. Dia mengklaim telah menerima kunjungan pribadi dari Allah Bapa dan Yesus Kristus dan menyatakan semua gereja dan pengakuan iman mereka adalah merupakan kekejian bagi Tuhan. Joseph memperkenalkan agama baru yang mengklaim sebagai “satu-satunya gereja yang benar di bumi ini.” Masalahnya ajaran Mormonisme bertentangan dengan, memodifikasi dan mengembangkan Alkitab. Orang-orang Kristen tidak punya alasan untuk percaya bahwa Alkitab tidak benar dan tidak cukup. Percaya kepada Allah berarti percaya kepada FirmanNya. Dan setiap ayat Alkitab diinspirasikan oleh Allah, yang berarti berasal dari Allah ( II  Timotius 3:16).


Para penganut Mormon percaya bahwa ada empat sumber firman yang diinspirasikan Allah dan bukan hanya satu.

  1. Alkitab, “sejauh diterjemahkan dengan tepat.” Ayat-ayat mana yang diterjemahkan dengan tidak tepat tidak selalu jelas.

  1. Kitab Mormon yang “diterjemahkan” oleh Smith dan diterbitkan pada tahun 1830. Smith mengklaim kitab ini sebagai “kitab yang paling benar” di dunia, dan dengan mengikuti aturan-aturannya orang dapat menjadi lebih dekat kepada Allah dibanding dengan “mengikuti kitab-kitab lain.”


  1. The Doctrine and Covenants (Doktrin dan Perjanjian) dianggap oleh penganut Mormon sebagai kitab suci dan mengandung kumpulan wahyu modern yang berkaitan dengan Gereja Yesus Kristus yang telah dipulihkan.”

  1. The Pearl of the Great Price (Mutiara Yang Berharga) dianggap oleh para penganut Mormon sebagai “klarifikasi” doktrin dan pengajaran-pengajaran yang telah hilang dari Alkitab dan juga tambahan informasi mengenai penciptaan bumi.




Penganut Mormon percaya hal-hal berikut ini tentang Allah: bahwa Allah tidak selamanya merupakan Mahkluk yang Tertinggi dalam alam semesta ini, namun Dia mencapai status itu melalui hidup yang benar dan usaha yang terus menerus. Mereka percaya Allah Bapa memiliki “tubuh dari darah dan daging yang persis sama dengan yang dimiliki oleh manusia.”

Sekalipun kemudian ditinggalkan oleh pemimpin-pemimpin Mormon di zaman modern, Brigham Young mengajarkan bahwa Adam sebenarnya adalah Allah dan bapa dari Yesus Kristus. Orang-orang Kristen mengetahui hal-hal berikut ini tentang Tuhan: hanya ada Satu Allah yang sejati (Ulangan 6:4, Yesaya 43:10, 44:6-8), bahwa Dia ada untuk selama-lamanya (Ulangan 33:27; Mazmur 90:2; 1 Timotius 1:17), Dia tidak diciptakan, namun adalah Pencipta (Kejadian 1, Mazmur 24:1, Yesaya 37:16). Allah sempurna dan tidak ada yang setara denganNya (Mazmur 86:8, Yesaya 40:25). Allah Bapa bukanlah manusia dan tidak pernah merupakan manusia (Bilangan 23:19, 1 Samuel 15:29, Hosea 11:9). Allah itu Roh (Yohanes 4:24) dan Roh tidak terbuat dari darah dan daging (Lukas 24:39).


Mormon percaya bahwa ada tingkatan atau kerajaan yang berbeda-beda setelah kematian: Kerajaan Langit , Kerajaan Bumi dan Kerajaan Bintang dan Kegelapan. Di mana orang akan berada setelah mati bergantung pada apa yang mereka percaya dan lakukan dalam hidup ini. Alkitab memberitahukan bahwa setelah mati kita akan masuk Surga atau Neraka, tergantung pada apakah kita beriman pada Yesus atau tidak. Beralih dari tubuh ini berarti berada bersama dengan Tuhan (2 Korintus 5:6-8). Orang yang tidak percaya akan masuk ke Neraka, atau alam maut (Lukas 16:22-23). Ketika Yesus datang untuk kedua kalinya, kita akan menerima tubuh baru (1 Korintus 15:50-54). Akan ada Langit Baru dan Bumi Baru untuk orang-orang percaya (Wahyu 21:1) dan orang-orang yang tidak percaya akan dilemparkan ke dalam lautan api yang kekal (Wahyu 20:11-15). Tidak ada kesempatan lain untuk penebusan setelah kematian (Ibrani 9:27).


Para pemimpin Mormon mengajarkan bahwa inkarnasi Yesus adalah hasil hubungan fisik antara Allah Bapa dan Maria. Mereka percaya bahwa Yesus adalah Allah, namun setiap manusia juga dapat menjadi allah. Secara historis keKristenan mengajarkan Tritunggal/Trinitas dan bahwa Allah berada untuk selama-lamanya sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus (Matius 28:190. Tidak seorangpun dapat menjadi Allah, hanya Allahlah yang kudus (1 Samuel 2:2). Kita hanya dapat menjadi suci dalam pandangan Allah melalui iman kepadaNya (1 Korintus 1:2) Yesus adalah satu-satuNya Anak Tunggal Allah (Yohanes 3:16) dan satu-satunya yang pernah hidup tanpa dosa, tanpa cacat cela, dan sekarang menduduki tempat yang paling terhormat di Surga (Ibrani 7:26). Yesus dan Allah secara esensi adalah satu, Yesus adalah Dia yang sudah ada sebelum dilahirkan secara fisik (Yohanes 1:1-8, 8:56). Yesus memberi diriNya kepada kita sebagai korban, dan Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan kelak setiap orang akan mengakui Yesus Kristus adalah Tuhan (Filipi 2:6-11). Yesus memberitahu bahwa tidak mungkin seseorang masuk ke Surga melalui perbuatan baiknya sendiri, hanya dengan iman di dalam Dia barulah hal itu dimungkinkan (Matius 19:26). Dan banyak orang tidak akan memilih dia. “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya” (Matius 7:13). Kita semua pantas menerima hukuman kekal untuk dosa-dosa kita,namun kasih dan anugrah Allah yang tidak terbatas telah memberi jalan keluar kepada kita. “ Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Roma 6:23).


Sudah jelas bahwa hanya ada satu cara untuk menerima keselamatan, yaitu mengenal Allah dan PutraNya, Yesus (Yohanes 17:3). Bukan melalui perbuatan, namun melalui iman (Roma 1:17; 3:28) oleh anugerah Allah di dalam Kristus Yesus. Ketika kita beriman, kita akan menaati hukum-hukum Tuhan dan dibaptiskan karena percaya kepada-Nya.Baptisan adalah permandian kelahiran kembali yang merupakan materai  penegasan dari Allah bahwa kita telah mati dan bangkit bersama Kristus. Kita menerima kasih karunia ini siapapun kita atau apapun yang sudah kita lakukan (Roma 3:22). “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (Yesus Kristus), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kisah 4:12). Sekalipun penganut Mormon biasanya adalah orang-orang yang suka berkawan, pengasih dan baik, mereka ambil bagian dalam agama yang sesat yang mengubah natur Allah, Pribadi dari Yesus Kristus dan jalan keselamatan.

Nabi Mormon satu-satunya, Joseph Smith, mengajarkan bahwa ada dosa yang tidak bisa ditanggung oleh darah Kristus, seperti pembunuhan(5), sehingga harus ditebus sendiri oleh si pelaku dengan mencurahkan darahnya sendiri. Ini sangat bertentangan dengan perkataan Kristus yang mengajarkan bahwa Dia mati untuk menebus semua dosa manusia (Matius 26:28). Hanya darah Kristus yang dapat menebus kita karena Dia kudus tak berdosa. Darah orang berdosa memang sudah sepantasnya ditumpahkan tetapi justru itu, Kristus menggantikan darah kita dengan darah-Nya, supaya kita yang mau bertobat, beroleh pengampunan dan keselamatan, bukan karena amal baik kita, tapi semata kasih karunia Tuhan.


Siapa Joseph Smith?


Sudahkah Anda mempelajari kebenaran tentang Joseph Smith? Joseph Smith mengaku-aku sebagai nabi terakhir dan mendapatkan wahyu dari seorang malaikat Moroni (mirip dengan kisah nabi Arab). Dia memiliki banyak istri (34 orang) dan bahkan seorang istri yang sangat muda yang berumur 14 tahun, Nancy Winchester, lagi-lagi mirip dengan prilaku nabi Arab yang juga mempunyai banyak istri dan istri yang sangat muda, yaitu 6 tahun (disetubuhi pada usia 9 tahun). Tidak hanya itu, dia juga menghancurkan sebuah mesin cetak dan membakar hangus bangunan tempat mesin cetak itu berada. Dia juga membunuh 2 orang pria dengan senapan yang diselundupkan ke dalam penjara. Inikah kelakuan seorang nabi Tuhan? Gereja Mormon percaya bahwa tanpa menerima Joseph Smith, tidak ada keselamatan(6). Ini jelas-jelas bertentangan dengan perkataan Kristus:

Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (John 14:6)


Joseph, sadar tidak sadar, mencoba menggantikan posisi Yesus sebagai satu-satunya sumber keselamatan. Hanya Tuhan saja satu-satunya Juruselamat, tidak ada yang lain. Hanya Yesuslah Mesias yang dinubuatkan. Joseph Smith tidak pernah dinubuatkan, dia tidak memiliki bukti kenabian, mirip sekali dengan nabi Arab. Gereja Mormon juga mengajarkan bahwa Injil telah lenyap dan agama Mormon adalah injil yang dipulihkan! Saudara, TIDAK MUNGKIN Tuhan membiarkan Injil Kerajaan Surga hilang selama 1800 tahun, bagaimana nasib orang-orang selama 1800 tahun itu? Apakah Tuhan begitu bodohnya sehingga membiarkan itu terjadi? Saudara terkasih carilah di internet, sudah begitu banyak kesesatan-keseatan agama Mormon yang dibongkar habis-habisan. Tuhan Yesus mengasihi Anda sehinga Anda masih diperingatkan lewat traktat ini. Kembalilah kepada Kristus yang benar!


Penutup :

Sekte Mormon yang nabinya Joseph Smith adalah salah satu nabi palsu yang muncul di akhir jaman. Tuhan Yesus sudah memperingatkan kita melalui Injil-Nya dan Firman-Nya bahwa di akhir zaman akan datang mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu yang menyesatkan banyak orang.

“Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru. Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku,dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.( Matius 24:4-11)


Dan iblispun dapat menyamar seperti malaikat terang.Alkitab menyaksikan bahwa akhir hidup nabi-nabi palsu dan pengikutnya sangat menyedihkan dan mengerikan sekali yaitu binasa di neraka kekal.

  • “Maka tertangkaplah binatang itu dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda di depan matanya, dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari binatang itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang.” ( Wahyu 19:20)

  • “dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.” ( Wahyu 20:10)

  • “Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."( Wahyu 21:8 )




Waspadai penyesatan disekitar kita !


Soli Deo Gloria


Note: Gereja Mormon dikenal juga dengan nama Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir. Mormon dikenal juga sebagai Islam dari Amerika.


[Mohon disebarluaskan supaya kita lebih paham akan paham-paham sesat dan ini boleh menjadi berkat bagi mereka yang ada dalam kesesatan.]

Daftar Pustaka :

  • Sumber6: Doctrines of Salvation, vol. 1, hal 190

  • Sumber 5: Joseph Smith, Doctrines of Salvation, hal 135,138

  • Sumber1: Brigham Young, Journal of Discourses, Vol.7, hal 331, 10/8/1859

  • Sumber2: Brigham Young, Journal of Discourses, volume 1, hal 238 | Orson Pratt, The Seer, hal 158 | Joseph Fielding Smith, Family Home Evening Manual, hal 125, 126, 1972 | Bruce R. McConkie, Mormon Doctrine, hal 547, 1966 | Ezra Taft Benson, The Teachings of Ezra Taft Benson, hal 7

Saturday, February 18, 2012

Pengakuan Iman Nicea Konstantinopel


PENGAKUAN IMAN NICEA KONSTANTINOPEL


Aku percaya kepada  satu Allah,Bapa Yang Mahakuasa,Pencipta langit dan bumi,segala kelihatan dan yang tak kelihatan.

Dan kepada satu Tuhan,Yesus Kristus,Anak Allah Yang Tunggal,lahir dari Sang Bapa sebelum ada segala zaman.Allah dari Allah,Terang dari Terang.Allah Yang Sejati dari Allah Yang Sejati,diperanakkan,bukan dibuat;sehakekat dengan Sang Bapa,yang dengan perantaraan-Nya segala sesuatu dibuat; yang telah turun dari sorga untuk kita manusia dan untuk keselamatan kita; dan menjadi daging oleh Roh Kudus dari anak dara Maria;dan menjadi manusia;yang disalibkan bagi kita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus;menderita dan dikuburkan;yang bangkit pada hari ketiga,sesuai dengan isi kitab-kitab, dan naik ke sorga; yang duduk di sebelah kanan Sang Bapa dan akan datang kembali dengan kemuliaan untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati; yang kerajaan-Nya takkan berakhir.

Aku percaya kepada Roh Kudus,yang adalah Tuhan dan Yang menghidupkan,yang keluar dari Sang Bapa dan Sang Anak,yang bersama-sama dengan Sang Bapa dan Sang Anak disembah dan dimuliakan; yang telah berfirman dengan perantaraan para nabi. Aku percaya satu gereja yang kudus dan am dan rasuli.Aku mengaku satu baptisan untuk pengampunan dosa.Aku menantikan kebangkitan orang mati dan kehidupan di zaman yang akan datang.

Amin.

“What About The Jews ?” By : Dr. Maurice Sklar ( Bagaimana Dengan Orang Yahudi ? Oleh Dr.Maurice Sklar )


“What About The Jews  ?”
By : Dr. Maurice Sklar



Nearly every nation and culture that has had the privilege of having Jews among them has asked this question. The church from it's birth and down through time has repeatedly asked the same question. "What do we do about these Jews?" They just don't seem to fit in with any culture in any time. They are different. They are distinct. We can't "convert" or change them as a whole, to be like us, no matter how hard we try. They are "chosen". They are "blessed". They are separate from the nations around them. No matter how much their neighbors have tried to change them, they just stubbornly refuse to change. They remain Jews. Even when the Jews themselves have tried to conform or assimilate into their gentile neighbors' culture, as a whole, they have failed to do so. They are "the indestructible people". God made them separate and keeps them that way! There is not any other ancient culture or people group that has survived as they have to return to their ancient homeland. Why?

When God found father Abraham and blessed him, He promised him:
•a great nation
•a great name
•a great land
•a great blessing and the ability to pass that blessing on to whomever would bless his descendants.
•many nations (believing gentile nations)

As soon as this blessing was given in the book of Genesis, we see conflict begin. From then on, Abraham and his descendants rose up and prospered whenever they walked with God and obeyed Him. But nearly everyone around them fought and resisted them. Jewish historians have called this phenomenon "the curse of anti-Semitism." This curse can be summed up in one sentence: "You are not fit to live among us as Jews." The pattern in history is as follows:


The Jews are invited into a nation because of the blessing of Abraham. People want what they have and are carrying from God. They desire the gifts that they possess so that they can prosper. They want the blessing of God.
By two to three generations, if not before, the Jews then rise up, (even if they were impoverished from the last nation that robbed from them and threw them out), begin to prosper and take dominion over every area of business, the arts, medicine, finance, etc. They end up owning property, lending money, and excelling in nearly every discipline and vocation. In short, they become "the head and not the tail, above and not beneath". All around them that bless them also experience this same supernatural empowerment and prosperity with them.

Whatever nation the Jews are in begins to become jealous and then to start to oppress the Jews. "You were a stranger among us, and now do you desire to rule over us?" They take their liberty from them, rob them of their property and money, and try to force them to convert to another religion or to live in a separate place (often called a "ghetto"). They are told "you are not fit to live AMONG US, as Jews." The only way out of this is for the Jews to somehow stop being Jews, if they do that they can have some liberty back and continue to live "among them".

If this curse is not stopped, then the sentence is shortened to "you are not fit to live among us." The Jews are then told that they must turn over their property and/or leave or convert to the prevailing religion of that particular nation. Many, if not all, then are forced to leave.

?
?If this curse is not stopped, and there are still Jews in that nation, it then is further shortened to, "You are not fit to LIVE." The Jews are then hunted down, tortured and killed because they are blamed as a scapegoat for whatever "evil" that the people have experienced. 
?
?This pattern is the testimony of history and has been repeated over and over again.



What about the bible?

Do we see this in the bible? Yes. It started there.
•Abraham had to contend with Lot and separate from him because of jealousy.

•Isaac had to keep digging wells until his neighbors finally stopped stealing his water and left him alone.

•Jacob was treated unfairly for twenty years by Laban. He cheated him over and over, changed his wages ten times, and robbed from him. Yet, Laban could not stop the blessing of God over Jacob's life.
•Joseph was nearly murdered by his brothers, sold into slavery, unjustly accused, and thrown into prison. Then, he suddenly becomes the second in command under Pharaoh and saves the whole nation of Egypt by his wisdom. He then saves his family out of famine and brings them to live in the finest part of the land of Egypt.

This is a beautiful prophetic picture of the Messiah, Jesus and the story of His final redemption of His brothers – the Jews. It also shows Jesus as the one who harvests Egypt in time of famine – or as the savior of the gentile nations also.

Anti-Semitism in Egypt

The curse of anti-Semitism then manifested itself in all of Egypt during the following generation when Moses was born. The Hebrews were enslaved by Egypt. It had gotten all the way to the murder stage – you are not fit to live at all. The Hebrew's children were being murdered because they were Hebrews but God stepped to save them, as He always does. God sent Moses back into Egypt and plagued them until they finally let Israel go from slavery. They pursued them into the Red Sea and perished under God's judgment. I could go on and show the same pattern throughout the judges, the kings and the prophets of the Old Testament. It was always the same. Even during the exile in ancient Babylon under Nebuchadnezzar, and then in Persia through Mordecai and Esther, we see victory for the Jews from their oppressors and anti-Semitism.

In between the Old and New testament, the light of the Jewish presence in Jerusalem had nearly gone out. We see, through the miracle of Hanukkah and the flame that would not go out for eight days in the temple at Jerusalem, God's hand in preserving His presence among the Jews even in their darkest hours.

Anti-Semitism in the New Testament

The curse of anti-Semitism would rear its' ugly head over and over into the New Testament. It was anti-Semitic hatred that caused Rome to scourge, torture and crucify Jesus. Why? He was accused of being "the King of the JEWS". After the resurrection of Jesus from the dead, Jerusalem and the temple were desecrated and destroyed in 70 A.D.
The Jews were mocked, killed, raped and plundered before being sent into exile, then, at the top of Masada in the Judean desert, the heroic Jews took their last stand and held out under the vast armies of Rome for several years! The Roman legions could not conquer them and had to build as massive ramp up the mountain before they finally took it. These brave Jews died as martyrs rather than bow their knees and surrender to the pagan idols of Rome.
The Israeli Defense Forces are taken to Masada to this day after they are trained and every Israeli soldier – both mean and women - takes the oath and swears, "Never Again!" They swear upon the blood and the memory of those that fought and died at Masada, in the name of Almighty God, that they will fight to the end like their ancient ancestors. The holocaust will "never again" occur. Israel and the Jews will fight and die before allowing the destruction of their land or their people.

Thank God, we know from the promises of the prophets in the bible that this will truly "never again" happen. Israel as a nation will never fall. The Messiah is about to return and to sit upon the throne of David and to rule from Jerusalem. Hallelujah!
However, the "Diaspora" began as the pagan calendar changed and so did Israel. The Jews were banished from their homeland and wandered through the gentile nations. For nearly two thousand years, they were supernaturally preserved, blessed, and helped by God, as the scriptures promised, then, in a last desperate attempt of Satan to destroy God's chosen people before they became a nation again, the holocaust occurred. Six million Jews were murdered by the Nazis in Europe.


In 1948, bible prophecy was fulfilled, when Israel once again came back to their land. The greatest miracle of the 20th century was the supernatural restoration of the ancient people of Israel in their nation again! In another great miracle, the city of Jerusalem was restored into Jewish control again in 1967, just like the bible predicted long ago.

What about Israel and the Jews?

The church has a terrible history of the very worst anti-Semitism of all. We have to change and welcome the Jews AS JEWS. We must love them as God does. We must help them to return to the land of their fathers. We must show them the love of Jesus, their Messiah to them – not just in words, but in our love and our actions. We must right the wrongs of "Christian" history by embracing the God of the Jews and humbling ourselves under His mighty hand.

As Ruth did, we must as Christians, say what she said and do what she did. She cleaved to Naomi, and went with her back to her land and cried, "Your God is my God." The God of Abraham, Isaac and Jacob is the one true God. There is no other. To honor Him is to honor and love His chosen people, Israel and the Jews. To love Him, is to embrace and bless whom He has preserved, blessed and chosen. We must become lovers of the Jewish people and Israel if we are to be true Christians. You can't say that you love Jesus and then hate the Jews and try to take their place and blessing. You can't take it anyway. It belongs to them.

We must stand boldly with them and for them without shame before their many enemies. We must pray for them and help them and love them. We must stop trying to replace them, then, and only then, will we see true revival in the church. We will then see the Holy Spirit poured out upon us in great glory and power. When the true church rises up and unites in love with the Jews and Israel, then and only then will she be united with herself. The true church of Jesus will unite with the Jews and Israel, for He is the true Jewish Messiah to come.


The false church, "the harlot" of the book of Revelation, will unite in its' hatred of Israel, the Jews, and the true believing church. The spirit of Babylon will continue to seduce and to satanically ensnare millions through the world systems of finance and false "new-age" religions. God will judge and destroy Babylon in His mighty wrath and set up His Kingdom forever upon earth. Blessed be the Most High God forever !

If God hasn't forgotten the Jews, then we cannot either.

Pray for the peace of Jerusalem and Israel.
Pray for the success of the nation of Israel.
Pray for the return of the Jews from the ends of the earth back to their home.
Pray for God to pour His love into you for the Jews and change your heart to become like the heart of Ruth.
Only God can do this for you.
Help in any way you can to bless Jews and those in the church that minister for them and to them in the true love of Christ.
Bless them with your prayers, your love, your good deeds, and your finances!

THAT is God's answer to the church for – "What about the Jews?" He hasn't forgotten them. You don't forget them either!

May God give you the heart of Ruth, dearly beloved, to love Israel and the Jews as He does!

Love in Our Messiah,

Maurice Sklar

Wednesday, December 14, 2011

“Firman Tuhan Berharga Jauh Melebihi Emas Murni”


“Firman Tuhan Berharga Jauh Melebihi Emas Murni”


"Itulah sebabnya aku mencintai perintah-perintah-Mu lebih dari pada emas, bahkan dari pada emas tua."( Mazmur 119:127)

Semakin lama semakin banyak orang yang lebih suka berinvestasi dalam logam emas ketimbang menabung uang di bank. Kondisi ekonomi dunia yang tidak menentu membuat nilai tukar mata uang menjadi sulit diprediksi. Ketika tiba-tiba terjadi goncangan, nilai mata uang ini bisa anjlok seketika. Belum lagi jika bank yang bersangkutan mengalami masalah serius. Pemerintah memang menjamin, tetapi bayangkan betapa repot urusannya. Selain itu menabung dalam bentuk emas dianggap akan memberikan keuntungan yang lebih jika dibandingkan kisaran bunga yang ditawarkan oleh bank. Jika menyimpan dalam bentuk emas yang sudah menjadi perhiasan saja sudah menguntungkan, bayangkan apabila investasi dilakukan dalam bentuk emas murni, emas 24 karat alias emas dengan kadar kemurnian 99.99%. Harga emas dinilai banyak orang jauh lebih stabil dibanding nilai mata tukar uang dan tidak terlalu terpengaruh oleh berbagai goncangan moneter atau ekonomi dunia. Bahkan ketika krisis ekonomi terjadi beberapa tahun yang lalu, ada negara yang pulih dengan cepat karena ternyata mereka memiliki cadangan emas yang banyak. Ini menunjukkan betapa berharganya emas di dunia.

Tidak ada satupun dari kita yang tidak setuju bahwa emas merupakan logam yang sangat tinggi harganya dan menjanjikan keuntungan besar bagi pemiliknya, bahkan seperti yang saya sebut tadi, bisa pula menyelamatkan sebuah negara dari kehancuran akibat krisis global. Tetapi dengarlah kata Daud, bahwa ada sesuatu yang ternyata jauh lebih berharga dibandingkan emas, bahkan emas murni atau emas yang sudah lama sekalipun. Apakah itu? Daud menyebutkan bahwa apa yang jauh lebih berharga dari emas itu tidak lain adalah Firman Tuhan. "Itulah sebabnya aku mencintai perintah-perintah-Mu lebih dari pada emas, bahkan dari pada emas tua." (Mazmur 119:127). Betapa berharganya, betapa bernilainya, betapa berkuasanya firman Tuhan. "I love your commandments more than gold, even more than refined gold.." itu kata Daud. Jauh lebih berharga dari emas murni sekalipun. Dalam waktu lain Daud juga mengatakan "..hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya, lebih indah dari pada emas, bahkan dari pada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah." (19:10-11). Disini Daud kembali menggambarkan secara puitis bahwa Firman Tuhan sangatlah berharga dan bernilai, jauh melebihi apapun yang paling berharga yang pernah ada di muka bumi ini. Perhatikan bahwa hal ini dikatakan oleh Daud, seorang Raja Israel dengan harta yang banyak. Artinya, meski Daud tahu bagaimana tinggi nilai emas itu, ia menyadari bahwa itu tetaplah tidak sebanding dengan tingginya nilai Firman Tuhan.

Mengapa Daud bisa menilai Firman Tuhan ini dengan begitu tingginya? Mari kita lihat awal dari Injil Yohanes.

    "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya." (Yohanes 1:1-5).

Lihatlah bahwa Firman itu sudah ada sejak semula, dalam bahasa Inggrisnya dikatakan "in the beginning (before all time)" alias sebelum waktu bermula, sebelum ada apapun di jagat raya ini. Lalu diaktakan bahwa Firman itu ada bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah sendiri. Artinya di dalam Firman itu ada kuasa yang sangat besar seperti halnya kuasa Tuhan yang tidak terbatas. Jika kita tidak bisa bertemu langsung dengan Tuhan seperti halnya anda bertemu dengan manusia, Firman Tuhan memungkinkan kita untuk terhubung langsung dengan Tuhan secara face to face lewat Firman-FirmanNya yang tertulis lengkap di dalam Alkitab. Mengapa? Sebab Firman itu adalah Allah. The Word was God Himself. Itu artinya dengan berhadapan dengan Firman Tuhan maka kita pun sebenarnya tengah berhadapan dengan Tuhan sendiri. Ada kuasa disana, ada perlindungan, ada pertolongan, ada solusi atau jawaban dari setiap persoalan hidup, ada peringatan, ada teguran, ada nasihat, ada tuntunan, ada kunci-kunci rahasia kehidupan, ada mukjizat, dan yang jauh lebih penting, ada janji keselamatan yang kekal bagi kita setelah meninggalkan dunia yang fana ini. Jika demikian, tidakkah Firman ini jauh lebih berharga ketimbang emas murni?

Selanjutnya Penulis Ibrani mengatakan bahwa Firman itu "hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita." (Ibrani 4:12). Lihatlah betapa besar kekuatan dari Firman Allah yang hidup ini. Saya setiap hari bersama renungan ini, itu bukan karena saya sudah sangat sempurna tanpa kesalahan atau kekurangan. Tidak. Saya pun manusia biasa yang tidak terlepas dari kekurangan dan ketidaksempurnaan. Seringkali apa yang saya tulis merupakan teguran bagi diri saya sendiri, dan setiap saya menulis, itu artinya ada sesuatu yang baru yang menjadi pelajaran bagi saya untuk lebih baik lagi kedepannya. Dalam banyak kesempatan, seringkali dari ayat yang sama saya memperoleh sesuatu yang berbeda dalam kesempatan yang berbeda. Saya mengalami sendiri betapa Alkitab telah menyediakan jawaban atas segala permasalahan yang kita hadapi. Alkitab memberi begitu banyak kunci bagaimana agar kita keluar sebagai pemenang pada akhirnya, dan alangkah sayangnya apabila kita tidak mengetahui segala yang telah dibukakan Allah hanya karena kita terlalu malas membuka Alkitab kita setiap hari. Alangkah sayangnya jika sesuatu yang jauh lebih berharga dari emas murni 24 karat malah kita sia-siakan.

God's Words are powerful and alive. It's miraculous, it's amazing. Kita sangat membutuhkan kekuatan untuk menghadapi hari-hari yang melelahkan, dan Tuhan terus berbicara kepada kita lewat FirmanNya.  Firman Tuhan selalu bagaikan setetes embun penyejuk yang menyegarkan jiwa, bahkan mampu memberi energi atau tenaga tambahan sekaligus memberi kelegaan dan ketenangan dalam situasi-situasi sulit. Tuhan menyatakan: "demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia " (Yesaya 55:11), dan itu benar adanya menurut pengalaman saya sendiri. Semoga hal yang sama bisa berlaku pula buat teman-teman sekalian. Ada banyak saudara kita yang kesulitan mendapat akses untuk bisa membaca Firman Tuhan karena banyak hal. Mungkin mereka berada di tempat terpencil atau di tempat yang tidak mengijinkan mereka untuk menghidupi keyakinannya. Jika anda tidak mendapat kesulitan hari ini untuk bisa berdiam di dalam hadiratNya, mendengar suaraNya yang lembut dan terus dipenuhi dengan curahan kasihNya lewat firman-firmanNya, bersyukurlah untuk itu dan jangan buang-buang kesempatan seperti itu. Bagi teman-teman yang sulit mendapatkan akses, saya hanya ingin mengingatkan bahwa kasih Tuhan tetap hadir dalam diri anda semua, mengasihi anda dan akan selalu memberkati anda. Sesuatu yang jauh lebih berharga dari emas murni sedang menanti anda saat ini juga, Tuhan menanti anda untuk mendengarkan suaraNya.

Firman Tuhan hidup dan berkuasa, jauh lebih berharga dari emas murni sebanyak apapun
Bajem GBKP Parindu dan GBKP Rgn Pontianak


Saturday, October 29, 2011

Kesaksian Dan Kisah Nyata Islam Masuk Kristen : “Mantan Pendiri Hizbullah Iran Islam Radikal Dr Daniel Shayesteh Keluar Dari Kegelapan”


Kesaksian Dan Kisah Nyata Islam Masuk Kristen : “Mantan  Pendiri Hizbullah Iran Islam Radikal Dr Daniel Shayesteh Keluar Dari Kegelapan”

KELUAR DARI KEGELAPAN kesaksian oleh Dr Daniel Shayesteh
(Judul buku asli Escape from Darkness featuring Dr. Daniel Shayesteh)

Daniel Shayesteh sangat dikenal sebagai ...

  • Muslim radikal
  • Aktif militan
  • Iran fundamentalis
  • Co-pendiri Hezbollah
  • Penentu kematian para tahanan

Tapi hari ini, Daniel adalah seorang Kristen yang lahir-kembali! Dalam perjalanannya di seluruh dunia Daniel mengungkapkan rasa kebencian yang diajarkan berdasarkan ajaran Alquran-Islam dan bagaimana dia menemukan kitab yang memiliki kasih cahaya terang pada kebenaran Alkitab. Perhatikan informasi ini, karena ia digambarkan sebagai saksi hidup yang secara ajaib mampu keluar dari kegelapan.

Daniel Shayesteh dilahirkan di Iran di dekat Laut Kaspia. Umur sembilan tahun dia sudah mampu membaca seluruh Alquran dalam bahasa Arab, dan sebagai seorang anak ia menjadi sangat terkenal di daerah tersebut. Setelah tumbuh ia menjadi seorang pemuda dan berkomitmen hidup matinya hanya untuk Islam dan ia juga adalah pendiri Hezbollah (kemudian dikenal sebagai Iranian Revolutionary Army). Ia menjadi inspirator kuat bagi para muslim lainnya agar membenci dan membunuh orang-orang Yahudi dan Amerika.

Setelah dia membantu menggulingkan dan mengusir Shah Iran dan membawa Ayatollah Khomeini sebagai penguasa baru, justru dia diculik dan diproses hukum mati, ini dikarenakan Ayatollah Khomeni berseberangan dengan gerakan politiknya Daniel. Saat dia ada dalam kondisi tersiksa di penjara, teman satu selnya dibunuh, dan oleh kasih karunia Allah Daniel akhirnya bisa melarikan diri ke negara Turki. Disana ia bertemu dengan sekelompok orang Iran Kristen. Dan melalui kesaksian mereka tentang kasih Kristus, Daniel mulai belajar akan kebenaran Alkitab, diawali dari kitab Kejadian, ia mulai mengenal Kristus sebagai Juruselamat.

Walaupun dibenci oleh radikal Muslim, Dr Daniel Shayesteh dalam setiap perjalanannya sedapat mungkin memberikan informasi tentang apa yang di ajarkan oleh Alquran tentang keselamatan, Adam & Hawa, dan Kristen dan bagaimana Yesus Kristus telah mengubah hidupnya dan keluarganya. Dia mengungkapkan dasar kepercayaan Islam modern dan tindakan mereka agar Kristen bisa secara efektif membantu mereka yang masih terjebak dalam tradisi yang penuh kecurangan. Berbicara sebagai orang yang dulunya dilatih Muslim dalam strategi Jihad Islam, Dr Daniel Shayesteh juga memperingati sosial implikasi dari perkembangan Islam radikal di negara-negara barat hari ini.

Pesan Dr Daniel Shayesteh serta kesaksiannya jelas menyoroti keunikan dari Yesus Kristus. Ia menjelaskan mengapa ia percaya Allah Kristen yang nyatanya memang berbeda dengan tuhan yang disembah oleh agama-agama besar lainnya di dunia. Dr Daniel Shayesteh bermaksud untuk memberikan kesaksiannya dari keyakinan sebelumnya (Islam) dan bagaimana pandangan dunia, dan perubahan hidup sejak beliau dan keluarganya menerima Yesus Kristus. Sangat dramatic perubahan hidupnya saat dia menemukan Yesus karena bila tidak mungkin dia tidak akan hidup hingga hari ini. Dia menjelaskan tentang keunikan Kristus, bahwa tidak ada satupun di antara yang lain kecuali hanya Yesus Kristus yang bisa membawanya ke jalan yang DISEBUT kebenaran dan hidup kekal.


(Dr. Daniel Shayesteh was deeply involved in the Iranian Fundamentalist Revolution (1979) as a leading Muslim political leader and teacher of Islam. In addition to English, he speaks three middle-eastern languages (Farsi, Turkish and Azerbaijani) and is an accomplished poet and classical middle-eastern musician. He is an author and studied in one of the universities in Tehran and later in Turkey and Australia. His doctorate is in international business. He is married to Mary, and they have three daughters. He is Director of the Exodus from Darkness ministry and a National Evangelist for the Christian and Missionary Alliance of Australia.)

That's all guys Yesus Loves U

Soli Deo Gloria

Wednesday, September 21, 2011

Kesaksian Dan Kisah Nyata Pelaku Kerusuhan Mei 1998 Ahmad Andryansah bin Abdul Jalil, Jemaat Islam Ditangkap Tuhan Yesus Al-Masih Dan Masuk Kristen : “Saya Telah Menerima Kasih Karunia-Nya”


Kesaksian Dan Kisah Nyata Pelaku Kerusuhan Mei 1998 Ahmad Andryansah bin Abdul Jalil, Jemaat Islam Ditangkap Tuhan Yesus Al-Masih Dan Masuk Kristen : “Saya Telah Menerima Kasih Karunia-Nya”


Sudah jamak jika kita mendengar kesaksian dari para saksi mata mau pun korban dari suatu kejadian. Tetapi kali ini saya mendapatkan sebuah kisah kesaksian yang justru dari pelaku tindakan kekerasan. Saya melihat bahwa ada suatu hal yang dapat dipetik dari cerita ini, yaitu: Jamahan kasih Allah. Ya, pelaku tindak kekerasan dijamah hatinya oleh Yesus Kristus sehingga hidupnya berubah 180 derajat.Sungguh indah, Yesus pergi meninggalkan 99 domba yang tidak tersesat untuk mencari domba yang sesat. Betapa gemuruhnya Sorga dengan nyanyian puji-pujian kepada Allah ketika si domba yang tersesat telah ditemukan. Dalam kisah ini Yesus sendirilah yang menemukan si domba tersesat.

Berikut adalah kisah kesaksian Andryansah:

Awalnya saya mengenal Isa Almasih berawal dari kejadian yang hampir tidak masuk akal. Bermula dari kerusuhan mei 1998 pada waktu itu.

Sebelum saya mengenal Isa Almasih, saya di didik oleh orang tua saya maupun para ulama baik di bangku sekolah, musholla, maupun masjid bahwa orang di luar penganut Islam adalah kafir dan Islam merupakan ajaran yg paling benar dari segala kitab yang ada di muka bumi ini, dan yang paling utama. Apabila ada di antara kami yg dapat mengenyahkan penganut di luar Islam, adalah merupakan suatu pahala yg besar, sebab menurut apa yg telah mereka ajarkan kepada saya inti nya adalah penganut di luar Islam merupakan jamaah syaithon yang harus segera di musnahkan dari muka bumi ini. Dan bahaya yg paling besar pada saat itu adalah kaum nashara (Nasrani) yang selalu berkembang di Indonesia secara perlahan-lahan yang mana pada saat itu saya selalu di cekoki pelajaran yg terdapat di dalam Quran maupun hadist. Begitulah bagaimana sikap saya yang bagaikan iblis semula sebelum mengenal Isa Almasih yang mulia di bumi maupun akhirat dengan kasih-Nya.

Dan pada suatu waktu tepatnya awal kerusuhan Mei 1998, saya bersama kawan-kawan saya (penganut Islam) mengendarai sepeda motor beramai-ramai dengan tujuan untuk menjarah toko-toko milik non muslim. Sebelum kami berangkat melakukan hal tersebut, sebenarnya saya enggan mengikuti mereka karena keluarga kami pun orang yg hidup di atas rata-rata dan hal tersebut sepertinya merupakan sesuatu yg memalukan. Dan pada saat itu saya telah menyelesaikan study di perguruan tinggi dan saya masih dalam status penggaguran dan hal inilah yg membuat saya mengikuti ajakan teman saya, terutama apalagi bila ada salah satu dari mereka berteriak mari kita hancurkan para kafir, hal inilah yg membuat semangat saya menggebu-gebu.
Sampai pada suatu saat kami telah sampai di depan toko yg bernama El-Shadai, dan kami yakin bahwa toko itu adalah toko milik kafir Nasrani. Dan akhirnya kamipun melempari toko tersebut sambil meneriakan Allahuakbar! bersama-sama dan meneriakkan “kafir, keluar lu dari dalam toko lu!”

Pada waktu itu ada beberapa orang yg berhamburan keluar. Salah satu dari mereka mengendarai motor untuk melarikan diri dari kami. Kami melihat pria itu mengenakan kalung salib di lehernya. Lalu teman saya yang bernama Sultan (nama samaran) berseru kepada saya, “Ndry, mari kita kejar dia!”
Saya pun bergegas untuk membonceng teman saya. Sebelum saya membonceng motor kawan saya, saya mengambil sepotong besi. Dan akhirnya kami pun mengejar pria itu. Dan yang mana pada waktu itu keadaan di jalan sangat carut marut, tetapi pria itu tetap menancap gas. Mungkin saking takutnya berusaha menyelamatkan diri dari kejaran kami. Kawan saya pun mempercepat laju motornya. Berhubung motor yang kami tunggangi adalah motor king sedangkan pria tersebut menggunakan motor bebek, maka perlahan-lahan kami dapat menyusulnya.
Pada suatu saat pria itu membelokkan motornya pada persimpangan dengan cepatnya. Dan pada saat itulah kami tidak tahu darimana mobil tersebut datang. Seingat saya, kamipun akhirnya menabrak mobil tersebut dan saya serasa terbang di udara. Sesudah itu saya tidak sadar lagi.
Pada waktu saya sadar, saya melihat banyak kerumunan di sekitar saya. Dan dengan reflek saya mencari teman saya untuk melihat kondisinya. Lalu saya pun memisahkan diri untuk mencari teman saya dari kerumunan orang tersebut.
Tetapi saya tidak tahu mengapa orang tersebut masih berkerumun di tempat saya berada tadi. Lalu saya pun melangkah ke jalan, dan saya mendapati kerumunan di sisi jalan yang lain. Saya pun berpikir itu pasti teman saya. Lalu saya pun melangkah mendekatinya.
Tiba-tiba saya berhenti sontak di tengah jalan karena saya melihat di beberapa kerumunan teman saya, saya melihat teman saya jadi dua. Dan ada banyak orang yg berwajah bengis dan hewan kurus seperti anjing yg hendak memperebutkannya. Saya mengucek mata saya sebab saya pikir saya masih belum sadar. Setelah itu saya melihat teman saya yang ada dua tersebut. Salah satunya di seret-seret oleh mereka untuk keluar dari kerumunan tersebut. Dan teman saya itu berteriak, “Ndry, Ndry, tolong saya!” Saya pun tak berani melangkah karena saya takut. Dan saya tetap diam terpaku di tengah jalan raya tersebut.
Pada waktu itu ada sinar datang dari sebelah kanan saya. Waktu saya menoleh, ternyata mobil ambulance pas di samping kanan saya dan menabrak saya. Saya pun tersontak dan menyebut Masyaallah sambil memejamkan mata. Tetapi mobil itu serasa melintasi tubuh saya. Lalu sayapun membuka mata saya dan dengan reflek saya memegang tangan saya sendiri. Lalu saya pun melihat mobil ambulance tersebut berhenti pas di tempat saya jatuh tadi. Dan yang membuat saya terdiam seribu bahasa adalah ketika saya melihat tubuh saya dimasukkan ke dalam ambulance tersebut. Hal ini yg membuat saya seperti gila. Sayapun akhirnya berlari tanpa tujuan dan saya tidak berani mendatangi kerumunan di mana saya jatuh sebelumnya karena saya takut setelah melihat kejadian teman saya.
Tidak jelas kemana saya berlari, tiba tiba saya sampai di sebuah taman dan saya duduk sambil menangis. Apakah saya sudah mati? Saya terus mencubit-cubit tangan saya, tapi saya tidak merasakan apapun. Lalu saya menangis lebih keras. Dan sayapun tersungkur menangis di atas tanah. Dan pada saat saya tersungkur, saya melihat sepasang kaki di depan mata saya. Sayapun sontak mundur ke belakang karena saya teringat langsung apa yg dialami teman saya. Tapi pada saat saya mau bangun dan melarikan diri, saya seperti lumpuh tidak bisa bergerak. Dan saya pun memberanikan diri untuk menatap siapakah yg ada di depan saya. Tapi saya tidak bisa melihat wajah-Nya karena sangat silau. Dan hal itu membuat saya pasrah dan menundukkan muka.
Lalu orang yg berpakaian putih di depan saya itu pun bertanya kepada saya, “Nak, mengapa engkau menganiaya AKU?”.Lalu saya pun menjawabnya, “Setan, pergi kau jangan ganggu saya!” Sayapun akhirnya mengucapkan ayat-ayat kursi untuk mengusirnya.Lalu Dia pun berkata lagi “Nak, mengapa engkau menganiaya Aku?” Sayapun masih melafalkan ayat kursi di bibir saya dan saya mengucapkan “Ya Allah, usirlah setan itu dari hadapanku.” Lalu Dia berkata lagi, “Nak, apakah kesalahan-Ku hingga kau menganiaya Aku?”
Lalu setelah saya sadar ayat kursi tidak ampuh untuk menghadapi-Nya, sayapun tersungkur di bawah kaki-Nya dan menangis tersedu-sedu dan akhirnya akupun menjawabnya, “Saya tidak tahu kenapa saya melakukannya. Maafkanlah saya.”
Dan saya pun meraung-raung di bawah kaki-Nya. Dan Diapun berkata, “Bangunlah. Jangan takut. Peganglah tangan-Ku.” Dan sayapun berdiri di depan-Nya sambil menundukkan muka saya (dan pada waktu itu sayapun masih berpikir bagaimana cara melarikan diri dari-Nya). Sepertinya Dia tahu pikiran saya, dan Dia berkata lagi, “Jangan takut akan Aku karena Aku lembut dan murah hati.”
Dan akhirnya saya pun memberanikan diri untuk menatap-Nya. Saya merasakan kesedihan yg ada di hati saya menjadi sirna seketika dan saya pun memberanikan diri untuk bertanya kepada-Nya, “Siapakah kamu sesungguhnya?”
Lalu Dia menjawab, “Akulah yang selalu di perdebatkan oleh banyak anak manusia. Akulah jalan yang lurus. Akulah yang telah membangkitkan orang dari kematian.” Setelah saya mendengar Dia berkata “Akulah yang telah membangkitkan orang dari kematian”, sayapun langsung tersadar bahwa Dialah Isa Almasih atau Yesus Kristus yang banyak sekali dipuja puja oleh kaum Nasrani sebagai Tuhan-nya. Lalu sayapun tersungkur di bawah kaki-Nya kembali dan pada saat itu secara tak sadar saya memperhatikan kaki-Nya yg mempunyai tanda berlobang bekas luka. Saya pun berkata “Ya Nabi Isa, ampunilah segala sesuatu yang pernah saya perbuat terhadap pengikut-Mu. Ampunilah saya.”
Dan sayapun menangis kembali karena merasa berdosa terhadap-Nya. Lalu dia pun berkata, “Mengapa kamu menganiaya mereka?” Sayapun menjawab-Nya, “Saya tidak tahu. Atau mungkin karena mereka menganggap-Mu sebagai Allah dan menduakan Allah?”
Lalu Dia pun berkata “Segala apa yang ada padaKu adalah milik Bapa-Ku yang di Sorga. Dan segala apa yang ada pada BapaKu di Sorga adalah Milik-Ku juga, karena oleh-Nya segala kekuasaan baik di bumi maupun di sorga telah diserahkan-Nya kepadaKu. Karena Aku dan Bapa adalah satu. Begitu juga kau, kau sekarang adalah milik-Ku.”
Sayapun masih menangis di bawah kaki-Nya pada saat Dia menerangkan tentang siapa diri-Nya sebenar-Nya, yaitu Dia adalah Allah itu sendiri. Lalu saya pun berkata, “Ya Isa Allahku, ampunilah segala sesuatu yang pernah saya lakukan.” Di sinilah saya pertama kali menyatakan Isa adalah Allah saya. Lalu Isa Almasih berkata, “Pulanglah dan beritakanlah tentang Aku, tentang apa yang pernah kau lihat. Aku akan menyertai kalian semua hingga zaman akhir.”
Dan pada saat itu pula sontak saya terbangun. Ternyata saya sudah berada di Rumah Sakit, tepatnya di ruang ICU kurang lebih selama 2 minggu dalam keadaan koma. Pada saat saya terbangun, saya langsung menangis dan menyebut, “Ya Isa, ya Tuhanku, ampunilah saya.”
Pada saat itu ibu dan saudara-saudara saya sedang menunggu di luar dan bergegas masuk saat mendengar suara saya. Tetapi kebanyakan dari mereka heran mengapa saya menyebut Isa sebagai Tuhan saya. Banyak di antara mereka yg menganggap saya kerasukan iblis membaca ayat kursi bersama sama. Ini membuat saya tertawa terpingkal-pingkal setiap saya mengingat mereka melakukan hal tersebut. Akhirnya sayapun dibawa pulang ke rumah setelah kondisi saya membaik. Pada saat itu merupakan kegoncangan iman yg terbesar dalam hidup saya, tentang apa yg pernah saya percayai sebelumnya, yg selalu penuh dengan kekerasan, iri, dan dengki. Dan saya mengingat tentang pertemuan saya dengan Tuhan kita Yesus Kristus, betapa baiknya Dia terhadap saya. Dia tahu saya telah menganiaya pengikut-Nya, seharusnya Dia memenggal kepala saya, tetapi Dia malah mengampuni saya dan mengembalikan roh saya menyatu kembali dengan jiwa dan tubuh saya. Padahal ibu saya pernah berkata bahwa pada saat saya di rumah sakit dokter telah mengatakan bahwa saya telah mengalami pendarahan otak dan mustahil bisa di sembuhkan. Dan sekalipun saya sembuh, saya akan mengalami kelumpuhan total. Banyak para dokter yg merasa aneh pada kejadian saya yg ajaib.
Dan apabila mereka bertanya saya hanya menjawab Isa atau Yesus Kristus lah yg menyembuhkan saya. Kadang-kadang hal ini membuat mereka yg belum menerima Yesus di dalam hatinya menganggap saya kerasukan iblis. Begitu juga saudara-saudara saya maupun bapak saya sendiri. Sehingga sering bapak saya mengundang para kiai maupun dai untuk mengkotbahi saya.Lalu saya bertanya kepada mereka, “Sudahkah kalian pernah merasakan kematian?” Merekapun jawab, “Belum.”Lalu sayapun bilang kepada mereka, “Percayalah kepada Isa, karena Isa lah yang menyelamatkan saya dari kematian.”
Akhirnya banyak dari antara mereka yg pergi dengan hati yg dongkol.Untungnya bapak saya merupakan muslim yg liberal. Akhirnya sayapun menceritakan tentang semua kejadian yg pernah saya alami pada waktu itu. (mungkin bapak saya mendengarkannya dengan cara masuk kuping kiri, keluar kuping kanan). Akhirnya bapak saya berkata, seandainya apa yg saya alami itu memang benar, maka bapak akan mengucap syukur kepada Nabi Isa yg telah menyelamatkan saya. Dan sayapun selalu berdebat dengan bapak saya. Sampai akhirnya saya berkata kepada bapak saya, “Sungguh apa yang semua saya alami adalah benar karena saya melihatnya dengan kepala dan mata saya sendiri.”
Dan bapak sayapun bilang, “Bagaimana mungkin kamu melihatNya, orang pada saat itu bapak bersama ibumu selalu menunggui kamu di rumah sakit? Kapan kamu keluar dan bertemu denganNya? Tahukah kamu Ndry, semua itu karena ridho Allah, titik!”
Pada waktu itu saya pun bingung menjawab pertanyaan yg dilontarkan bapak kepada saya. Ibu saya pun menangis dan memeluk saya ketika melihat kami berdebat dengan keras dan menyuruh saya diam dan meninggalkannya. Tanpa sebab saya berkata kepada bapak, “Ya benar, Isa Almasih adalah Tuhan saya sekarang ini. Pelangi adalah saksi apa yg pernah saya katakan.”
Lalu bapak saya tertawa menyindir kepada saya, “Di musim kemarau begini mana mungkin ada pelangi?” Dan sayapun akhirnya pergi meninggalkan tempat saya berdebat dengan ayah saya itu dan menuju pintu rumah untuk pergi keluar. Pada saat saya di luar rumah sayapun menangis dan berbicara sendiri, “Ya Isa Tuhanku, mengapa begitu keraskah hati bapak saya seperti batu?” Lalu saya pun mendongak ke atas langit, dan anehnya saya melihat pelangi. Lalu saya menangis dengan penuh suka cita, dan sayapun lari kembali ke dalam rumah untuk menemui bapak saya. Dan saya memanggilnya untuk menunjukkannya.
Setelah bapak saya melihat pelangi tersebut diapun diam seribu bahasa. Dan setelah kejadian itu bapakku seperti mengalami kegoncangan iman, seperti yg pernah saya alami sebelumnya.
Sayapun mulai mencari lebih dalam tentang siapa Isa Almasih sebenarnya melalui Al-Quran maupun hadist, dan saya menemukan hal-hal yg membuat saya terharu. Misalnya ayat surat-surat di bawah ini:
(Maryam, 19:19) Hanya Isa Anak Maryam yang langsung masuk Syurga kerana Dia suci.
(Al Imran, 3:45) Bahkan Dia (Isa Almasih) terkemuka di dunia dan di akhirat.
(Al Fatihah, 1:6) “Indinash shiraathal mustaqiim” Artinya: Tunjukilah kami jalan yang lurus
(Az Zukhruf, 43:61) “Wa innahu la’ilmu lis saa’ati fa laa tamtarunna bihaa wa tabi’unni haadzaa shiraathum mustaqiim.” Artinya: Dan sesungguhnya Isa itu benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat kerana itu janganlah kamu ragu tentang hari kiamat itu dan ikutlah Aku. Inilah jalan yang lurus.
(Az Zukhruf, 43:63) “Wa lammaa jaa-a ‘Isa bil bayyinaati qaala qad ji’tukum bil hikmati wa li ubayina lakum ba’dhal ladzii tathtalifuuna fiihi fat taqullaaha wa athii’u.” Artinya: Dan tatkala Isa datang membawa keterangan. Dia berkata sesungguhnya Aku datang membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian yang apa kamu perselisihkan tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaKu.
(An Nisa, 4:171) “Inamal Masihu ‘isabnu Maryama rasullahi wa kalimatuhu.” Artinya: Sesungguhnya Isa Al Masih putra Maryam itu utusan Allah dan FirmanNya.
(Hadis Anas bin Malik hal.72) “Isa faa innahu Rohullah wa kalimatuhu.” Artinya: Isa itu sesungguhNya Roh Allah dan FirmanNya.
(Maryam, 19:17) ”arsalnaa ilaihaa ruuhanaa fa tamatstsala lahaa basyaran sawiyya.” Artinya: Kami mengutus Roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya menjadi Manusia yang sempurna.
(Hadis Ibnu Majah) “Laa mahdia illa isabnu Maryama.” Artinya: Tidak ada Imam MAHDI selain Isa putra Maryam.
(Al Anbiyaa, 21:91) “Wallatii ahshanat farjahaa fa nafakhnaa fiihaa mir ruuhinaa Wa ja’alnaahaa wabnahaa ayatal lil ‘aalamiin” Artinya: Ingatlah kisah seorang perempuan yang memelihara kehormatannya (Maryam) lalu Kami tiupkan kepadanya Roh Kami (Roh Allah) dan Kami jadikan dia dan Anaknya tanda (kuasa Allah) bagi semesta alam.
(Maryam, 19:33) “Wa salaamu ‘alayya yauma wulittu, wa yauma amuutu, wa yauma ub’atsu hayaa.” Artinya: Dan sejahtera atasNya pada hari Dia dilahirkan, pada hari Dia wafat, dan pada hari Dia dibangkitkan hidup kembali.”
(Al Imran, 3:55) “Idz qaalallahu yaa Isa, innii mutawafiika, wa raafi’uka ilayya, wa muthahhiruka minal ladzinaa kafaruu, wa jaa’ilul ladzina tabauka fauqal ladzina kafaruu ilaa yaumil qiyamati.” Artinya: Ingatlah tatkala Allah berfirman; Hai Isa, sesungguhnya Aku akan mewafatkanMu, dan mengangkatMu kepadaKu, dan akan menyucikan Engkau dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikutiMu di atas mereka yang kafir hingga hari kiamat.”
(Al Baqarah, 2:253) “Wa aatainaa ‘isabna Maryam bayyinaati wa ayyadnaahu bi ruuhil qudusi.” Artinya: Dan Kami berikan kepada Isa putra Maryam, beberapa mujizat serta Kami perkuat Dia dengan Roh Kudus.
(An Nisa, 4:156) “Wa bi kufrihim wa qaulihim ‘alaa Maryama buhtaanan ‘azhiimaa.” Artinya: Dan kerana kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zinah).
(Al Imran, 3:45) “Idz qalatil malaikatu yaa Maryama innallaaha yubasyiruki bi kalimatim minhus muhul masihu ‘isabnu Maryama wajihan fiddun-yaa wal akhirati wa minal muqarrabiin.” Artinya: Ketika malaikat berkata, hai Maryam sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan Kalimah daripadaNya namanya Al Masih putra Maryam, terkemuka di dunia dan di akhirat dan orang yang paling dekat pada Allah.
Dan sayapun akhirnya menelusuri dan mencari segala hal tentang Isa Almasih Tuhan kita. Akhirnya sayapun berpikir bahwa saya harus mendapatkan Injil itu sendiri untuk memahami siapa Isa Almasih itu sesungguhnya. Ada keinginan yang sangat kuat di hati saya untuk mendapatkannya (Injil). Lalu saya pun teringat akan toko yang pernah kami (saya bersama kawan saya dulu) rusakkan, yaitu toko buku El-Shadai, lalu sayapun pergi kesana.
Pada saat saya sampai di toko tersebut, toko itu masih kelihatan rapi, baik kaca-kacanya yg dulu kami lempari dengan batu hingga pecah, telah rapi terenovasi kembali. Lalu sayapun menghampiri toko tersebut dan akhirnya saya berbicara dengan salah satu penjaganya, “Mbak, apakah Anda menjual Injil?” “Ya.” jawabnya. Lalu penjaga itu pun mencarikan Injil tersebut. Lalu dia pun menyerahkan kepada saya Kitab Perjanjian Baru. Lalu saya bertanya lagi kepadanya, “Apakah ini Injil Isa Almasih punya?”
Mbak penjaga itupun berkata sambil tertawa kecil, “Iya, Perjanjian Baru itu adalah Injil.” Lalu mbak itu pun berkata kepada saya, “Apakah kamu non Kristen?”
Sayapun bingung menjawabnya. Karena agak takut oleh sebab sebelumnya, seandainya mbak itu tahu apabila saya muslim mungkin dia akan benci kepada saya, pikir saya dalam hati. Akhirnya dengan berat hati sayapun menjawabnya, “Ya, saya muslim.” sambil saya menundukkan muka.
Lalu mbak itu pun berkata, “Ah itu tak masalah bagi kami.” sambil tersenyum. Hal ini yang membuat saya heran kenapa mereka yg begitu ramah bisa kami benci tanpa sebab sebelumnya? Lalu sayapun bertanya kepada dia, “Mbak, adakah buku-buku tentang kisah nabi-nabi menurut Kristen?”
Lalu mbak itupun mencarikannya. Sesudah itu sayapun mananyakan harga totalnya untuk membayar buku-buku tersebut. Dan sebelumnya saya pun berta nya kepadanya, “Mbak, apakah ada di antara pegawai toko ini yang celaka pada saat kerusuhan sebelumnya?” Mbak itupun menjawab saya, “Pada waktu kejadian tersebut toko ini telah kami tutup lebih awal kira-kira jam sepuluh pagi.” Lalu saya bertanya lagi, “Apakah ada yg menempati toko ini sebagai tempat tinggal?”
“Ah tidak mas,” jawabnya, “hanya satpam yg menjaga toko-toko di sekitar kami. Itupun juga mereka hanya menjaga di luaran saja untuk keamanan sekitarnya.”
Hal ini yang membuat saya sangat bingung dalam hati. Seingat saya waktu kami merusak dan menjebol toko ini pada waktu petang hari masih ada beberapa orang yg di dalamnya, sedangkan mbak itu bilang toko telah tutup sejak jam 10 pagi dan tidak ada satupun penghuni yg menempatinya. Lalu siapakah di antara mreka yg kami kejar pada waktu itu? Hal ini yang membuat saya heran hingga sekarang. Seandainya apabila saya menemui pria yg kami kejar-kejar dulu, mungkin saya akan berlutut untuk meminta maaf kepadanya.
Dan akhirnya sayapun kembali kerumah, dan sayapun mulai membaca Injil satu persatu di kamar saya. Saya sangat terenyuh, sedih, dan bangga pada saat saya membaca kisah Injil, betapa mulianya segala sesuatu yang pernah diperbuat oleh Isa Almasih / Yesus Kristus. Begitu pun juga ucapan-ucapanNya yang bagaikan pisau belati langsung menusuk hati mengajarkan tentang kasih yang tulus, kerendahan hati, maupun keselamatan. Hal ini yang belum pernah saya peroleh sebelumnya semenjak saya hidup di muka bumi yang mana sebelumnya saya menganggap diri kami sebagai Muslim adalah yg tertinggi dari golongan lain kafir yang mana para golongan kafir itu harus tunduk kepada kami, yaitu para penganut Islam, sebab ada di Quran yg mengatakan, “hanya penganut Islam lah yang masuk Sorga” dan hal ini sangat tidak masuk akal.
Bagaimana mungkin nabi-nabi sebelum Muhammad bisa disebut Islam, karena mereka pun tidak pernah sekalipun mengucapkan kalimat syahadat? Dan juga pada saat saya mengalami kejadian yg aneh di mana roh saya berpisah dengan tubuh saya pada waktu kecelakaan dan mengalami koma, kenapa yg menemui saya justeru Isa Almasih / Yesus Kristus? Dan akhirnya sayapun menyerahkan diri saya sepenuhnya untuk menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan saya dan Juruselamat saya. Pada tanggal 27 Oktober 2000 saya pun dibaptis dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Halleluya. Saya telah menerima kasih karunia-Nya. Baik susah maupun senang.

Tuhan Yesus selalu menyertai saya.

Amin

Solo, Indonesia, 3 Mei 2006

Nama asli saya Ahmad Andryansah bin Abdul Jalil dan saya akhirnya mengganti nama saya menjadi Christian Andryansah, dan saya menghapus nama Ahmad karena nama tersebut selalu mengingatkan saya akan kekejian.

Sumber – Buletin Kampung Baru Februari 2007