Friday, October 2, 2009

Kumpulan Kisah Nyata Bukti Pertolongan Tuhan


KUMPULAN KISAH NYATA BUKTI PERTOLONGAN TUHAN


“Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan,Aku akan meluputkan engkau,dan engkau akan memuliakan Aku” ( Mazmur 50:15 )


Kesaksian Pertama :


“SUNGGUH BESAR DAN DAHSYAT KUASA TUHAN YESUS KITA”


Nama Saya Aplih, saya punya pengalaman doa yang akan saya share buat saudara-saudara seiman. Pada tanggal 18-Mei 2007 kebetulan setiap Jumat saya ada Persekutuan Doa di tempat saya bekerja. Pada setiap akhir ibadah kami punya kebiasaan untuk menyampaikan pokok-pokok doa kami supaya di bawa dalam doa oleh Pendoa Syafaat kami. Saat itu saya minta bantuan doa untuk keselamatan istri dan anak saya yang akan lahir, saat itu kebetulan kami kedatangan tamu Pak Dominggus salah satu hamba Tuhan dari Yayasan Doulos. Beliau yang jadi Pendoa Syafaat saat itu. Dan pada hari Sabtunya, sore saya pulang kerja dan istri saya bilang ada tanda-tanda kalau dia sudah mau melahirkan, saya sedikit panik kemudian saya coba hubungi dokter konsultan kami, ternyata Beliau sedang cuti di Jawa. Wah.!.. wah.. kacau nih pikir saya, saya memutuskan untuk membawa istri saya ke rumah sakit, untuk di ketahui istri saya sudah pernah melahirkan anak kembar pertama kami dengan Persalinan Cesar, dan untuk anak ketiga kami ini menurut dokter akan dilakukan cesar juga, namun ada kendala sedikit yaitu HB darah istri saya rendah jadi dokter tidak berani operasi dengan kondisi HB yang rendah.

Setibanya di rumah sakit istri saya langsung di tangani dokter pengganti. Dan dokter kami yang sedang cuti itu, sementara istri saya dalam persiapan operasi saya hubungi Pak Dominggus yang kebetulan masih tinggal di tempat bos kantor saya. Beliau langsung meluncur ke rumah sakit, kemudian kami berdoa bersama-sama, dalam doa dan permohonan itu saya minta Pak Dominggus membawa doa dan keinginan saya yaitu agar Tuhan Yesus menyelamatkan istri dan anak saya. Dan istri saya yang berangkat operasi dengan HB yang rendah biarlah darah Tuhan Kita Yesus Kristus yang akan menggantikan darah istri saya. Saya begitu yakinnya saat itu saya menyerahkan segala kekuatiran saya kepada Tuhan, dan apa yang terjadi jam 8 istri saya masuk ruangan operasi. Dan jam 9 nya istri saya keluar dengan anak saya dalam kondisi yang sehat dan tidak ada masalah apapun dengan darahnya bahkan tidak perlu ada donor darah.

Oh…, sungguh besar dan dahsyat Kuasa Tuhan Yesus kita, sampai saat ini istri dan anak saya sehat-sehat dan tetap dalam perlindungan Tuhan Yesus.
semoga pengalaman ini bisa menumbuhkan iman saudara seiman dan semakin memperkuat iman kita akan Yesus Kristus Tuhan dan Juru Selamat kita semua.

TUHAN MEMBERKATI.


Kesaksian Kedua :


“TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI TUHAN”


  • "Dan apa saja yg kamu minta dalam doa dgn penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." ( Matius 21:22 ).


  • "Dan inilah keberanian percaya kita kepadaNya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendakNya." (1 Yohanes 5:14 )

Setelah menikah hampir 2 tahun kami belum dikarunia anak, mengingat usia waktu itu sudah termasuk “tua” kami ingin agar bisa segera mempunyai anak. Sudah berganti-ganti dokter kami pergi untuk cek up dan hasilnya semua sama yaitu saya dan suami sehat, tidak ada masalah, dan kata dokter semua sama, “sabar yaaa".
Akhirnya dibulan Agustus 2004 tepatnya tanggal 29 Agustus, 2 hari sebelum Hari Ulang Tahun saya, subuh-subuh saya sudah bangun, berdoa, dan dalam doa, saya meminta "kado special" dari Tuhan pada saat hari ulang tahun nanti, selesai berdoa saya tes kehamilan, hasilnya “negative”. Tidak masalah, Masih ada harapan besok saya pikir. Kembali besoknya, tgl 30 sebelum saya tes kehamilan, awali dgn doa, dan kali ini lebih bersungguh-sungguh agar hasil tes kehamilannya positif, ternyata hasilnya, masih "negatif". Kecewa, secara manusia ada keraguan karena hasil tes kehamilan pada tgl 29 negatif, tanggal 30 negatif, masak sih bisa dihari “H”nya tgl 31 hasilnya "positif" ? Tapi saya tepiskan keraguan dan percaya janji Firman Tuhan bahwa "Apa saja yang kamu minta dgn penuh kepercayaan, akan menerimanya." Dihari ‘H’-nya, sepertia biasa saya bangun subuh-subuh, sebelum tes saya bertelut berdoa lebih dan lebih bersungguh-sungguh dari sebelumnya, sampai tidak sadar saya berdoa sambil menangis, memohon dengan sangat akan ada mujizat terjadi, lama sekali saya berdoa dan saat itu rasanya diliputi suatu kepercayaan yang sangat besar bahwa Tuhan itu penuh kuasa dan akan menjawab doa saya.

Setelah selesai berdoa, saya lakukan tes kehamilan, dan ternyata hasilnya “positif” !!! Tepat di hari Ulang Tahun saya! Kaget minta ampun sampai saya teriak-teriak panggil suami dan kami langsung sujud syukur untuk jawaban doa dari Tuhan. Hidup jadi bersemangat dan rasanya selalu mau menyenangkan hati Tuhan karena Ia telah mengabulkan doa-doa kami.
Dan terjadilah kejadian itu, kehamilan saya hanya bertahan 2 bulan, terjadi keguguran, saking sangat kecewa, “marah besar” pada Tuhan, tidak mau lagi berdoa, dan jadi malas aktif dalam kegiatan gereja.

Tapi itu tidak berlangsung lama, puji Tuhan ada ibu , suami dan teman-teman seiman yang menguatkan dan terlebih lagi Firman Tuhan yang membuat saya menyadari bahwa selama ini yang saya minta bukanlah kehendak Tuhan tapi doa ‘paksaan’ pada Tuhan. Saya bangkit lagi dari kekecewaan, minta ampun kepada Tuhan dan mulai saat itu lebih memahami bahwa Rencana Tuhan itu indah pada waktu-Nya, bukan waktu saya tapi waktu Tuhan. Saya beraktivitas kembali seperti biasa, tetap berlaku baik, setia dan bergembira karena Tuhan. Hanya jarak 6 bulan setelah keguguran yang pertama itu, saya hamil lagi, justru disaat saya tidak lagi memikirkan untuk hamil, malah saya hamil lagi. dan puji Tuhan anak saya sekarang sudah berumur 3 tahun. Tuhan itu Maha Kuasa, Ia yang menciptakan bumi dan segala isinya, apa permintaan kita yang mustahil bagi-Nya? Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Terlalu mudah bagi-Nya untuk menjawab doa-doa kita. Rahasia yang saya dapati dari pengalaman saya bagaimana Tuhan mengabulkan doa-doa ialah :

1. Melakukan hal-hal yang baik dan hidup dengan setia.

2. Bergembira karena Tuhan.

3. Jangan bersandar pada pengertian kita sendiri.

4. Percaya dan akui Dia dalam segala lakumu. Mazmur 37:3-5. Amsal 3:5-6.


Kiriman Sister Esther Medellu Lesnussa.


Sumber : Facebook : “ FORUM DOA KRISTEN “


Thursday, October 1, 2009

Menghadapi Yang Sesat Dan Yang Menyesatkan


MENGHADAPI YANG SESAT DAN YANG MENYESATKAN


“ Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal. Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa” ( Yudas 1: 20-23 )


Bagaimana sikap anda terhadap para penyesat, yang membuat orang meragukan imannya kepada Kristus ? Gemas ? Marah ? Atau mungkin ingin melakukan sesuatu untuk “melenyapkan “ ( kesesatan ) mereka ? Kita yang hidup di jaman era post modern ini kesesatan dan ajaran sesat yang ingin menghancurkan iman Kristen sudah mengelilingi kita. Munculnya ajaran sesat dan bidat-bidat seperti : Mormon, Saksi Yehovah, Children of God, Mohammadens, Christian Science, Gereja Unifikasi, New Age Movement, dsb mengindikasikan bahwa kesesatan telah merambah keseluruh penjuru dunia.

Setelah menguraikan segala sesuatu tentang para pengajar sesat, Yudas tidak menyuruh pembaca suratnya untuk bersikap keras terhadap mereka. Yudas lebih berkonsentrasi untuk memberikan petunjuk. Memang orang Kristen tidak boleh berlaku pasif menghadapi kesesatan. Harus aktif bertindak. Saya kagum melihat keberanian para orang percaya dan para pendeta Kristen di Durban Afrika Selatan yang membuat surat terbuka kepada Sheik Ahmed Deedat seorang ulama Islam yang anti Kristen untuk memintanya supaya bertobat karena menghujat penyaliban Yesus dan menyerang ke-Kristenan dalam kotbah-kotbahnya dan menerbitkan bukunya : The Real Truth : “Meruntuhkan Pilar-Pilar Iman Kristiani”, tepatnya pada Hari Jumat Agung ( Hari Raya Paskah ) di Sidney Australia. Kita mengetahui bahwa akhir hidup ulama ini sangat menderita dimana dia kena stroke, lumpuh, mengalami kebisuan dan tak bisa bicara lagi selama 9 tahun di tempat tidurnya sebelum kematiannya yang tidak mau bertobat atas kesesatannya.

Hal-hal apa saja yang harus dilakukan oleh umat Kristen dalam menghadapi kesesatan dan guru-guru palsu ini ? Ada dua panggilan yang dikumandangkan Yudas, yaitu panggilan untuk berdiri teguh dan panggilan untuk menyelamatkan orang lain.

Umat Kristen harus membangun diri mereka dalam iman yang kudus ( Yudas 1:20). Bagaimana caranya ? Dengan bersekutu dengan Allah, dan umat-Nya serta bertekun dalam firman Tuhan. Rasul Paulus katakan bahwa iman itu timbul dari pendengaran akan pendengaran Firman Allah. Dan kita umat Kristen (gereja Kristen) di bangun diatas dasar Firman Allah (Alkitab) , pengakuan iman para rasul dan sakramen. Orang Kristen juga harus berdoa dalam Roh Kudus. Kita harus berdoa dengan kemampuan yang diberikan Roh Kudus, yaitu dengan memohon Roh Kudus untuk mengilhami, menuntun, menguasai, memelihara, dan menolong kita untuk berjuang dalam doa kita. Berdoa dalam Roh termasuk berdoa dengan akal budi (pikiran) dan berdoa dengan roh kita. Selain itu orang Kristen harus menjaga diri mereka agar tetap di dalam kasih karunia Allah sampai kesudahan zaman ( Yudas 1:21 ). Kasih karunia mengingatkan kita orang Kristen bahwa keselamatan bukanlah masalah amal dan perbuatan baik, melainkan bahwa hanya di dalam Kristuslah orang dapat mengharapkan keselamatan.

Lalu bagaimana tindakan orang percaya terhadap orang yang bimbang imannya ? Dengan menunjukkan belas kasihan ( Yudas 1:22 ). Mungkin pengajaran dari guru-guru palsu dan sesat ini menyebabkan pemahaman mereka akan kebenaran iman Kristen jadi goyah. Sebab itu para pembaca surat Yudas harus menghadapi mereka dengan sabar dan penuh kasih. Bukan menuduh dan memojokkan umat yang telah sesat, tetapi mengajak dan meluruskan kembali pengajarannya yang telah sesat dan menyimpang. Namun hendaknya itu dilakukan bukan dengan maksud menyingkirkan, melainkan disertai penggembalaan yang penuh kasih. Terutama jika mereka punya kerinduan untuk kembali ke jalan yang benar. Keselamatan memang anugerah Allah dan perbuatan Allah, tetapi kita orang percaya yaitu umat Kristen (gereja Kristen) harus jadi alat Allah dalam menyelamatkan orang lain.


Soli Deo Gloria

Monday, September 28, 2009

Nyanyian Syukur Karena Kebaikan Tuhan


NYANYIAN SYUKUR KARENA KEBAIKAN TUHAN


“Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Nyanyian. Bagi-Mulah puji-pujian di Sion, ya Allah; dan kepada-Mulah orang membayar nazar. Engkau yang mendengarkan doa. Kepada-Mulah datang semua yang hidup karena bersalah. Bilamana pelanggaran-pelanggaran kami melebihi kekuatan kami, Engkaulah yang menghapuskannya. Berbahagialah orang yang Engkau pilih dan yang Engkau suruh mendekat untuk diam di pelataran-Mu! Kiranya kami menjadi kenyang dengan segala yang baik di rumah-Mu, di bait-Mu yang kudus. Dengan perbuatan-perbuatan yang dahsyat dan dengan keadilan Engkau menjawab kami, ya Allah yang menyelamatkan kami, Engkau, yang menjadi kepercayaan segala ujung bumi dan pulau-pulau yang jauh-jauh; Engkau, yang menegakkan gunung-gunung dengan kekuatan-Mu, sedang pinggang-Mu berikatkan keperkasaan; Engkau, yang meredakan deru lautan, deru gelombang-gelombangnya dan kegemparan bangsa-bangsa! Sebab itu orang-orang yang diam di ujung-ujung bumi takut kepada tanda-tanda mujizat-Mu; tempat terbitnya pagi dan petang Kaubuat bersorak-sorai. Engkau mengindahkan tanah itu, mengaruniainya kelimpahan, dan membuatnya sangat kaya. Batang air Allah penuh air; Engkau menyediakan gandum bagi mereka. Ya, demikianlah Engkau menyediakannya: Engkau mengairi alur bajaknya, Engkau membasahi gumpalan-gumpalan tanahnya, dengan dirus hujan Engkau menggemburkannya; Engkau memberkati tumbuh-tumbuhannya. Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu, jejak-Mu mengeluarkan lemak; tanah-tanah padang gurun menitik, bukit-bukit berikatpinggangkan sorak-sorai; padang-padang rumput berpakaikan kawanan kambing domba, lembah-lembah berselimutkan gandum, semuanya bersorak-sorai dan bernyanyi-nyanyi “ ( Mazmur 65 : 1-14 )


Apa saja isi doa kita kepada Tuhan ? Seberapa banyak yang berisi permohonan ? Adakah saatnya anda hanya memuji dan mengucap syukur kepada Dia ?

Sebagai orang percaya yang tekun membaca dan merenungkan Firman Tuhan, kita sering membaca di dalam mazmur-mazmur Daud yang berisi pengaduan kepada Tuhan atas masalah-masalah yang dia hadapi. Daud juga mengajukan permohonan agar dia dilindungi dari musuh-musuh yang menginginkan nyawanya. Namun dalam Mazmur 65 ini kita melihat sesuatu yang berbeda. Mazmur ini merupakan ungkapan syukur dan pujian Daud kepada Tuhan.

Tuhan adalah Tuhan yang bersedia mendengarkan doa-doa umat-Nya ( Mzm 65:3 ). Tuhan juga membuka tangan terhadap mereka yang berdosa, bahkan Ia mau mengampuni kesalahan mereka ( Mzm 65:4). Sebab itu orang akan merespons dengan menepati nazar yang telah mereka ucapkan ( Mzm 65:2 ).

Daud juga memuji-muji Allah yang telah menjawab doa umat-Nya dengan karya yang begitu luar biasa ( Mzm 65:6-9 ). Orang-orang dari seluruh penjuru bumi pun mempercayai Dia karena perbuatan-Nya yang ajaib. Namun Tuhan bukan hanya menjawab doa, kasih dan kebaikan-Nya juga nyata melalui tanah yang subur dan panen yang berlimpah ( Mzm 65:10-14). Bumi diperkaya juga dengan ternak yang berserak di padang rumput dan keemasan gandum yang meyelimuti lembah. Allah memberkati bumi dengan begitu banyak hal yang baik sehingga manusia bersukacita. Maka bukankah wajar kalau sorak sorai pujian dan gegap gempita ucapan syukur dinaikkan kepada Tuhan ?

Coba renungkan, apa yang lebih sering anda ingat-ingat ? Pengalaman pahit dan penderitaan yang menyesakkan atau kasih dan kebaikan Tuhan yang telah anda alami dalam perjalanan hidup anda ? Mana yang lebih sering anda lakukan : berkeluh kesah karena masalah yang tak kunjung henti atau mengucap syukur karena campur tangan dan pemeliharaan Allah nyata ? Maka sediakanlah waktu untuk merenungkan perlindungan dan kebaikan Tuhan di sepanjang hidup. Ingatlah kebaikan Tuhan. Tuhan itu baik. Dia sendiri memproklamasikan diri-Nya bahwa Dia Tuhan yang baik. Dia mengatakan kepada kita umat gembalaan-Nya :


  • “ Akulah Gembala Yang Baik. Gembala Yang Baik memberikan nyawanya kepada domba-domba-Nya” ( Yoh 10: 11 )

  • “ Tiada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawa-Nya untuk sahabat-sahabat-Nya”. ( Yoh 15:13)

Masihkah anda meragukan bahwa Tuhan itu baik ? Ingatlah akan kebaikan Tuhan !


Soli Deo Gloria.



LAGU PUJIAN


INGAT KASIH-NYA


Ingat kasih-Nya, Ingat kebaikan-Nya.

Dan anugrah-Nya s’lamatkanku.

S’bab kasih-Nya setinggi langit.

Kasih setia Allah pada kita,

Besar kasih Allah pada kita.


Ref :

Ku takkan lupa kasih-Nya

Ku takkan lupa anugrah-Nya

Dia penuhkan, Dia penuhkan,

Dia penuhkan hasratku

Besar kasih Allah pada kita.




Tuesday, September 15, 2009

Manusia Hina Sebagai Mahluk Mulia


MANUSIA HINA SEBAGAI MAHLUK MULIA

( MAZMUR 8)


8:1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Gitit. Mazmur Daud.


8:2 Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.


8:3 Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.


8:4 Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan:


8:5 apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?


8:6 Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.


8:7 Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:


8:8 kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang;


8:9 burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan.


8:10 Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!


Mazmur ini mengungkapkan kehormatan luar biasa yang telah diberikan Allah kepada umat manusia. Ditegaskannya bahwa kita sebagai manusia diciptakan Allah untuk suatu maksud mulia, bukan sekedar hewan, hasil evolusi alam atau secara kebetulan. Demikian berharganya kita bagi Allah sehingga kita menjadi tujuan khusus perhatian dan perkenan-Nya. Ia telah menghormati kita dengan memilih kita untuk memerintah atas alam ciptaan-Nya. Namun kesadaran akan kedudukan terhormat ini bukan merupakan alasan untuk memuji diri sendiri, tetapi alasan untuk bersyukur dan memuliakan Sang Pencipta. Manusia adalah ciptaan Allah, Allah adalah Tuhannya, dan manusia wajib menghormati serta memuji Allah. Dalam Firdaus manusia memang hidup dalam persahabatan dengan Allah ( Kej 3:8a). Ketika manusia berdosa, hal itu tidak bisa tidak menyakiti hati Tuhan. Persahabatan itu berbalik menjadi permusuhan. Tetapi Tuhan sendiri bertindak, supaya perbuatan berdosa manusia ciptaan-Nya ditebus (Roma 3:25). Tindakan itu mahal sekali bagi diri-Nya. Maka Dia hanya berbuat demikian karena Dia tetap mengasihi manusia, meskipun manusia itu telah berdosa. Karena itu, pembenaran kita berarti persahabatan yang semula telah dipulihkan kembali. Bukan karena perbuatan kita, melainkan karena perbuatan Allah di dalam Yesus Kristus.

Melalui penebusan yang dikerjakan Allah di dalam Kristus Yesus Tuhan, Allah memuliakan dan memberkati kita. Kita diangkat menjadi anak-anak Allah. Sehingga kita menjadi ahli waris kerajaan sorga bersama-sama dengan Kristus Sang Firman Allah Yang Hidup.


“Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya”

( 1 Yoh 3:1-2 )


Soli Deo Gloria

Sunday, September 13, 2009

Biografi Ahmed Deedat : " Ulama Islam Anti Kristen Asal India "


BIOGRAFI AHMED DEEDAT : “ULAMA ISLAM ANTI KRISTEN ASAL INDIA”

Sekilas mengenai Ahmed Deedat

Ahmad Deedat, adalah seorang imigran asal India kelahiran tahun 1918 yang menjadi warga Afrika Selatan. Pernah memperoleh penghargaan ‘King Faishal Award’, Nobel dari Pemerintah Saudi Arabia pada tahun 1986 atas karya-karyanya. Semasa hidupnya, Deedat telah menerbitkan sekitar 22 buku penting dan telah dicetak hingga 20 juta kopi yang beredar luas di berbagai benua.Deedat adalah seorang ulama Islam anti Kristen di kota Durban Afrika Selatan. Maksud dari anti Kristen disini adalah baik itu berupa khotbah-khotbahnya dan tujuan dakwahnya hanyalah untuk menyerang keKristenan, bukan untuk pengajaran tentang agama Islam. Dia membuat buku combat Kit (baca juga : Tanggapan Atas Buku Combat Kit Ahmed Deedat) pada tahun 1992 dan buku-buku lain untuk menyerang keKristenan.

Oleh karena khotbah-khotbahnya terlalu ofensif, Ahmed Deedat dilarang masuk ke beberapa negara sekuler karena dikhawatirkan akan menimbulkan kerusuhan sosial. Negara-negara tersebut diantaranya adalah Nigeria, Prancis, Singapura dan Australia (setelah kotbahnya yang terakhir dan sangat ofensif pada Jumat Agung, yakni Hari Raya Paskah umat Kristiani di Sydney Australia 1996).

Deedat ini kemungkinan besar adalah seorang Ahmadyah Qadiani (yang di fatwa sesat oleh MUI) karena argumen-argumennya mengenai penyaliban Yesus berasal dari doktrin Qadiani. Ahmed Deedat menyatakan bahwa Yesus benar-benar disiksa dan naik ke tiang salib, tetapi cuma pingsan, tidak mati (The Choice). Berbeda dengan doktrin Islam pada umumnya percaya bahwa Yudas Iskariotlah yang disalibkan karena Allah telah menggantikan wajahnya menjadi serupa dengan wajah Yesus sedangkan Yesus sendiri langsung diangkat ke sorga.

Walau banyak fans muslim yang menganggapnya sebagai pahlawan Islam, bahkan diberi penghargaan dari Arab Saudi, tentu saja banyak juga kalangan muslim yang tidak setuju dengan Deedat. Bahkan muslim sekampungnya di Afrika Selatan menulis :

‘It is a well known fact throughout South Africa, even among Christian evangelical circles, that in so far as Mr. Ahmed Deedat in particular is concerned, the Muslim community of South Africa as a whole is not in total agreement with his method of propagating Islam. The Muslim Digest itself provides ample testimony for having been reluctantly compelled over the years to condemn in no uncertain terms the method of Mr. Deedat’s propagation of Islam, especially amongst Christians. No less has Mr. Deedat been condemned by responsible Muslim religious bodies and individuals for the manner in which he propagates Islam that results in ill-will being generated against Muslims.’

Sejak setahun lebih sebelum Deedat mengalami stroke, pendeta-pendeta Kristen di kotanya Durban, sudah membuat surat terbuka untuk mengajaknya bertobat, karena mereka mengerti resiko penghujatan ofensif yang dilakukannya dalam konteks rohani akan berakibat fatal terhadap dirinya sendiri. Namun ajakan tersebut tidak dilayaninya sama sekali.

Tepat 4 (empat) minggu setelah Deedat menghujat penyaliban Yesus yang sengaja dilakukan pada hari Jumat Agung (Hari Raya Paskah) di Sydney, Deedat secara tiba-tiba terserang stroke dan kehilangan suaranya untuk selama-lamanya. Lehernya kejang, sehingga tak mampu makan, minum atau bicara. Deedat hanya mampu berkomunikasi kedipan mata saja. Selama 9 (sembilan) tahun lamanya ia menderita. Selama dalam perawatan, Deedat hanya dapat mengkonsumsi makanan melalui selang yang langsung dimasukkan kedalam lambungnya melalui sebuah lubang di perutnya selama 9 tahun hingga ajalnya. Selama masa penderitaannya ini, Deedat juga sudah pernah dikunjungi dan didoakan oleh orang-orang Kristen.(Luk 6 : 27,28), (Rom 12 : 20)

Deedat masih berstatus sebagai pemimpin Islamic Propagation Centre International (IPCI), sebuah lembaga yang masih dipegangnya hingga meninggal. Namun ia juga meninggalkan banyak hutang pada beberapa Ulama yang diwariskan kepada anak-anaknya. Karena seluruh harta kekayaan dari royalty hasil penjualan buku-bukunya yang sangat laris telah habis dipakai untuk biaya perawatannya selama 9 tahun masa kesengsaraannya itu, maka segala harta bendanya yang tersisa sangat tidak memadai untuk membayar hutang-hutangnya hingga saat ini.

‘Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.’

(Rom 12 : 19)

9 Tahun Masa Perawatan Ahmed Deedat

Di Indonesia, buku-buku karya Ahmed Deedat dijual bebas, tetapi buku-buku tanggapan atas argumennya tidak diizinkan untuk terbit dan beredar dengan bebas. Tokoh lawan debat Deedat yang sudah menerbitkan bukunya adalah John Gilchrist dan Dr. Anish Sorrosh. Hal inilah yang membuat Serangan Ahmed Deedat dalam buku Combat Kit-nya terhadap keKristenan seolah-olah tidak terbantahkan oleh sebagian masyarakat Indonesia.

Note :

  • 6 April 1996, Di hari Paskah, di Negara Australia Deedat berbicara di depan orang banyak menyerang Injil kepercayaan Kristiani mengenai kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.
  • 3 Mei 1996, Empat minggu kemudian setelah kejadian di Australia, Ahmed Deedat terkena stroke. Kaki tangannya lumpuh dan dia tidak bisa berbicara.
  • 8 Agustus 2005 Deedat meninggal setelah menderita lumpuh dan bisu selama sembilan tahun.

Jauh sebelum Injil ditulis, Yesus sudah memberitahukan kepada murid-murid-Nya bagaimana Injil akan ditulis seperti yang ada pada kita sekarang ini, yaitu dengan pengajaran dan segala sesuatu yang diingatkan oleh Roh Kudus kepada mereka.

‘tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.’ (Yoh 14 :26)

Dan bagi mereka yang menghujat Injil, itu berarti sama saja dengan menghujat pada yang mengajarkan injil tersebut, yaitu Roh Kudus. Dalam hal penghujatan ini, Yesus telah mengatakan suatu konsekwensi kekal yang akan dihadapinya kelak bagi mereka yang menghujat Injil Kebenaran-Nya!

Aku berkata kepadamu: ‘Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.’ (Mar 3 : 28, 29)

Dosa kekal ini sungguh terjadi pada Ahmed Deedat yang telah menghujat Injil dengan begitu beraninya, bukan kepada para pendeta ataupun orang-orang percaya lainnya, tetapi Ia telah begitu berani dan takaburnya untuk menghujat Roh Kudus. Bagi seorang Deedat sudah tidak ada lagi jalan untuk bertobat, walaupun ia telah diperingati maupun didoakan oleh orang-orang Kristen ketika masa perawatannya di rumah sakit selama 9 tahun terakhir dari sisa hidupnya ini. Oleh karenanya, bukanlah suatu kebetulan jika Deedat kehilangan kemampuan berbicara untuk selamanya, hal itu terjadi karena ia telah melakukan dosa kekal, dan keselamatan kekal dalam Kristus Tuhan sudah tidak mungkin berlaku lagi terhadap dirinya, kerena ada tertulis :

‘Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.’(Rom 10 : 9, 10)

Rasul Paulus dengan tegas telah memperingatkan kita :

‘Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.’ (Gal 1 : 8, 9)



Sumber : Situs “My Family”

Website : http://febrina.wordpress.com/

Sunday, September 6, 2009

Hikmah Dari Iman Yang Dimurnikan


HIKMAH DARI IMAN YANG DIMURNIKAN


“Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku: "Hai anak manusia, bagi-Ku kaum Israel sudah menjadi sanga; mereka semuanya adalah ibarat tembaga, timah putih, besi dan timah hitam di dalam peleburan; mereka seperti sanga perak. Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Oleh karena kamu semuanya menjadi sanga, maka sungguh, Aku akan mengumpulkan kamu di tengah-tengah Yerusalem. Seperti orang mengumpulkan perak, tembaga, besi, timah hitam dan timah putih di dalam peleburan dan mengembus api di bawahnya untuk meleburnya, demikianlah Aku akan mengumpulkan kamu dalam murka-Ku dan amarah-Ku dan menaruh kamu di dalamnya dan melebur kamu. Aku akan mengumpulkan kamu dan menyemburkan api kemurkaan-Ku kepadamu, sehingga kamu dilebur di dalamnya. Seperti perak dilebur dalam peleburan, begitulah kamu dilebur di dalamnya. Dan kamu akan mengetahui, bahwa Aku, TUHAN, yang mencurahkan amarah-Ku atasmu." ( Yehezkiel 22:17-22 )


Untuk apa perak atau emas dilebur ? Untuk memurnikannya dari kotoran. Dalam proses peleburan itu, bahan-bahan yang tidak murni atau sanga seperti tembaga, besi, timah, dan seng akan terbakar dan akan mengambang di atas untuk dibuang. Hasilnya perak atau emas yang murni !

Dengan memakai gambaran proses peleburan dan pemurnian massa itu, Tuhan melalui Nabi Yehezkiel menyebut Yehuda sebagai sanga ( Yehezkiel 22 : 18-19 ) yang layak dibuang. Namun Tuhan masih mengumpulkan sanga tersebut dengan perak untuk dilebur dalam api murka-Nya ( Yeh 22:20-22 ). Artinya, Yehuda dihukum bukan untuk dibinasakan, melainkan untuk dimurnikan. Setiap tindakan dosa yang dilakukan umat Tuhan harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan. Sebagaimana perak tidak berguna jika sanga tidak dibuang, demikian pula ampas dosa harus dibuang melalui peleburan agar kebenaran yang sejati muncul. Perikop ini menegaskan Allah yang tetap dalam rencana kasih-Nya, yaitu untuk menyelamatkan dan memurnikan umat-Nya. Memang prosesnya harus melewati peleburan yang panas dan meyakitkan, tetapi hasilnya iman yang murni dan menyenangkan Tuhan.

Buat kita, umat Tuhan masa kini, pelajaran dan hikmah apa yang kita dapatkan dari bagian ini ? Kita sering seperti umat Yehuda, sudah mengalami kasih dan anugerah Allah dalam Kristus yang menyucikan kita, tetapi kita masih bermain-main dengan dosa. Ibarat sanga yang melekat lagi dalam perak, demikian dosa melekat lagi dalam hidup kita yang sudah dikuduskan-Nya. Hanya satu cara yang bisa dilakukan agar sanga itu lepas, yaitu dibakar lagi sampai lebur. Sebab itu relakan hati kita untuk diproses lagi dalam api peleburan Tuhan untuk memurnikan kita. Api murka Allah memang sangat panas sehingga proses peleburan menjadi sangat menyakitkan dan pahit rasanya, tetapi menghasilkan kemurnian iman yang membawa damai sejahtera dan sukacita melimpah. Apa yang menjadi sanga anda ? Bersediakah anda menyerahkannya untuk dimusnahkan Tuhan agar anda menjadi seperti perak yang murni ?


Soli Deo Gloria